Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.37 Merenovasi



"Wah.... sudah jadi kah, baiklah akan aku lihat dulu" ucap Hito yang mengambil tali yang di buat ratu laba laba itu. "Hmm...." ucap Hito yang sambil meregangkan dan menarik tali yang di berikan ratu laba laba.


"Sangat bagus, ini tipis seperti benang dan sangat kuat, bagus sekali" ucap Hito. Dan kemudian hito menyimpan semua yang dia dapat ke sihir penyimpanannya. "Senang kalau anda menyukainya" ucap ratu laba laba. "Yosh... sekarang melakukan apa....?" ucap Hito yang kemudian menyimpan tombak nya.


"Tap.... tap.... tap...." Hito berjalan ke arah Ratu laba laba. Laba laba yang ada di dekat Hito mundur karena ketakutan. Sedangkan Ratu laba laba berniat untuk mundur ke belakang karena ia juga sedikit ketakutan terhadap Hito. Akan tetapi ratu laba laba yang berniat untuk mundur itu tidak bisa karena tubuhnya tidak bisa dia gerakkan sesuai kehendaknya.


Setelah sudah dekat Hito berhenti dan ia pun mengulurkan tangannya ke arah ratu laba laba. Ratu laba laba langsung berkeringat dingin dan sangat ketakutan. "Pats......pats.... pats....." hito mengelus kepala ratu laba laba itu. Ratu laba laba yang tadinya ketakutan pun seketika rasa takut langsung menghilang. "Kau sudah cukup kuat, tapi masih banyak yang lebih kuat darimu, berusahalah untuk menjadi lebih kuat, atau kalau kau ingin menjadi lebih kuat lebih cepat kau bisa mencari ku, aku ada di tempat naga kembar" ucap Hito.


"Ba.... baik" ucap ratu laba laba yang sambil menundukkan kepalanya. "Yosh.... aku akan kembali dan mencari beberapa makanan" ucap Hito. "Tap....." hito langsung melompat sangat tinggi, ia melompat hingga melihat seluruh pulau yang ada di city of death. "Tap...." hito berdiri berpijak dengan memadatkan mana di bawah kakinya. "Hmm..... kira kita tempatnya mana.....? ah itu dia...." ucap Hito yang melihat Illuka dan Illuya.


"Aku akan pergi, sampai jumpai laba laba kecil" ucap Hito yang kemudian melesat ke arah Illuka dan Illuya. Ratu laba laba tetap menundukkan kepalanya dengan wajah memerah. Sementara itu di tempat Illuka dan Illuya, mereka berjalan jalan dengan santai. "Kak.... apakah kau merasakan kalau ada yang mendekat ke sini....?" ucap Illuya. "Benar, aku merasa kalau ada yang mendekat ke sini" ucap Illuka.


"Wush..... duuaarrrr......!!" hito yang melesat langsung turun dengan menghantam pasir di depan Illuka dan Illuya dengan begitu keras. "Yo..... bagaimana perasaan kalian.....?" ucap Hito yang masih berdiri meski pasir yang di pijak membuat cekungan. "Apakah anda baik baik saja.....?" ucap Illuka dan Illuya. "Baik baik saja, hanya terjun bebas seperti itu tidak akan membunuhku" ucap Hito.


"Apakah anda itu manusia.....? aku sedikit penasaran" ucap Illuka. "Hmm.... terserah saja, kau bisa mengenalku sebagai manusia atau apapun" ucap Hito. "Baiklah....." ucap Illuka. "Yosh.....kita akan kembali ke tempat mu, aku ingin merubah sedikit tempat mu" ucap Hito. "Apa yang akan anda ubah....?" ucap Illuya. "Hmm.... hanya sedikit, nanti juga tau" ucap Hito.


Mereka bertiga pun berjalan untuk kembali ke goa tempat tinggal Illuka dan Illuya. Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di dekat goa, Hito melihat Melisa yang sedang duduk menunggu Hito. "Woy.... apakah kau menunggu ku.....!!" ucap Hito dengan suara keras. "Hito....!! dari mana saja kau.....?" ucap Melisa sambil berlari ke arah hito.


"Hito..... siapa mereka berdua.....?" ucap Melisa. Dan saat Melisa sudah dekat dengan Illuka dan Illuya Melisa langsung berkeringat dingin dan juga merasakan ketakutan. "Ada apa....? apakah kau baik baik saja.....?" hito. "Anu..... ba.... bagaimana mengatakannya....." ucap Melisa. "Hey.... kalian berdua, kecilkan hawa keberadaan kalian, manusia itu makhluk yang lemah dan rapuh" ucap Hito.


"Na....naga.....? apakah naga benar benar ada....? aku hanya tau naga di cerita dongeng" ucap Melisa. "Hmm.... jadi begitukah, karena kebanyakan naga tidur dan menetap di suatu tempat dan jarang menampakkan diri jadi ras kami hanya menjadi karakter cerita dongeng" ucap Illuka. "Tapi bukankah para naga bodoh masih ada.....? bagaimana mungkin para naga hanya di kenal lewat dongeng" ucap Illuya.


"Naga bodoh....? apa itu....?" ucap Melisa. "Ya.... mereka adalah naga yang kerjaannya hanya merusak, menghancurkan kerajaan dan kadang mengganggu dan mereka adalah naga gender laki laki yang pemikirannya sulit di tebak" ucap Illuka. "Oh.... begitukah, tapi sudah tidak pernah ada serangan oleh naga, palingan hanya ada serangan dari Wyvern" ucap Melisa.


"Wyvern kah....? mereka cuma keroncong perusak pemandangan, Naga gagal" ucap Illuka. "Kak.... Wyvern tidak cocok di panggil naga, mereka hanya kadal bersayap, kalau ada ada yang mendengar kakak bilang kalau Wyvern itu naga, tidak ada yang tau bagaimana nasibmu" ucap Illuya. "Maaf maaf.... aku kelepasan bicara" ucap Illuka. "Ada apa memangnya.....?" ucap Melisa.


"Mengatakan atau menyebut Wyvern seekor naga adalah hal yang tabu" ucap Illuka. "Oh.... jadi begitu" ucap Melisa. Sementara mereka berbincang bincang, Hito yang tak peduli dengan apa yang mereka bicarakan itu pun masuk ke dalam goa. Hito merubah tempat yang dulunya di gunakan untuk menyimpan harta itu Hito ubah menjadi pemandian.


Hito menggunakan batu sihir air untuk membuat tempat itu tetap terisi dengan air dan menggunakan batu api yang sudah di hancurkan hingga lembut dan menyatukannya dengan lantai yang di gunakan untuk mengisi air. Beberapa saat kemudian hito pun selesai merubah tempat itu menjadi tempat pemandian yang cukup bagus dan menggunakan batu sihir cahaya untuk menerangi seluruh tempat itu.


"Hmm.... cukup bagus, sepertinya aku memiliki bakat untuk menjadi kuli bangunan dan arsitektur" ucap Hito. Dan kemudian hito pun keluar dari tempat itu. "Hmm.... masih ada yang kurang, yaitu pintu masuk" ucap Hito. Dan kemudian hito duduk, setelah itu mengeluarkan bambu dan mengeluarkan sebuah pisau.



Hito memotong tipis tipis bambu itu, setelah itu Hito merajut bambu itu agar bisa terlihat seperti pintu. Tak lama hito fokus untuk merajut bambu, ia pun selesai membuat pintu dari bambu yang ia rajut. "Yosh..... akhirnya selesai, cukup sulit untuk merajut karena harus teliti" ucap Hito. Setelah selesai Hito pun memasang pintu itu di pemandian yang baru ia buat. "Sekarang tinggal membuat tungku, karena aku sudah punya tempurung kura kura, aku bisa memasak seperti sup agar tidak setiap hari makan daging bakar...." ucap Hito.


[Note: Batu sihir adalah batu yang bisa di dapat dari menambang. Batu sihir ada beberapa macam antara lain, api, air, petir, angin, tanah, cahaya dan kegelapan. Biasanya batu sihir di gunakan untuk tongkat sihir atau pedang sihir].