
"Hal seperti ini takkan berguna" ucap Hito yang kemudian menebas bola api itu dan bola api itu menghilang. Di saat Hito melakukan tebasan, Sierra melesat dengan cepat ke arah Hito. "Di saat melakukan tebasan, ada jeda beberapa saat untuk melakukan lagi.... dan itu adalah kesempatan...." batin Sierra.
"Sriiing......" Sierra melesatkan tebasan ke arah Hito. "Ting......!!" Hito menangkis serangan yang di lesatkan Sierra. "Eh.....?! bagaimana bisa......?!" ucap Sierra yang terkejut dan bingung. "Hmm..... kau lumayan belajar, tapi butuh lebih dari ini agar bisa mengenai ku" ucap Hito. "Tap....." spontan Sierra pun langsung melompat ke belakang dan sambil mengambil jarak.
"Hmm..... aku tak mau menggunakan ini, tapi terpaksa untuk menggunakan ini, meski tak sempurna pasti bisa mengenai" ucap Sierra. Sierra kemudian mengangkat pedang nya ke atas. "Style, Killed Wind" Sierra melakukan tebasan secara terus menerus ke udara dan menciptakan sebuah angin tajam yang mengarah ke Hito. "Hmm..... lumayan, tapi masih kurang" ucap Hito.
"Style, Purification" Hito mengetukkan ujung pedangnya ke pasir dengan pelan. "Wush......" dari ketukan ujung pedang kayu milik Hito itu menciptakan sebuah gelombang angin yang berbentuk lingkaran dan kian melebar. Gelombang angin yang di ciptakan Hito itu membuat angin tajam yang di ciptakan Sierra itu menghilang. "Ti-Tidak mungkin......!!" ucap Sierra yang tak percaya serangannya bisa dengan mudah di patahkan.
"Berlatihlah lagi, kau bisa menjadi lebih kuat...." ucap Hito. "Tidak, sekarang sudah cukup bukan, Katla....." ucap Sierra. "Hmm.... meski sekarang kau memiliki partner, tapi entah kapan kau hanya akan sendirian dan bagaimana nasib mu pada saat itu......?" ucap Hito. "Sihir, Hell Flame" sebuah pusaran api mengelilingi Hito.
"Hmm.... api yang lumayan hangat, tapi masih kurang" ucap Hito. "Style, Cold Wind Blows" Hito melakukan tebasan ke arah atas dengan sangat cepat. "Wush......" sebuah angin dingin tercipta setelah ia melakukan tebasan, api yang mengelilinginya itu langsung membeku. "Eh.....?! ba-bagaimana mungkin......?! bahkan bisa membekukan api.....!!" ucap Katla.
"Hmm..... jadi aku harus lebih mengeluarkan kekuatan ku, kau juga Katla....." ucap Sierra. "Ya.... baiklah" ucap Katla. "Jleb....." Hito menusukkan pedang kayu miliknya ke pasaran api yang membeku itu. "Krak......!!" Hito memutar pedangnya dan membuat retakan pada es, Tak lama setelah terdapat retakan, es itu pun hancur menjadi serpihan kecil.
"Wush......." setelah es hancur sebuah angin dingin berhembus pelan. "Eh.....?! bahkan di gurun pasir seperti itu bisa membuat udara menjadi dingin" ucap Sierra. "Bagaimana.....? kau terkejut.....? aku juga bisa mengajari mu ini kalau mau" ucap Hito. "Ya.... nanti saja setelah aku bisa mengenai mu....." ucap Sierra yang kemudian melesat ke arah Hito.
"Maju jangan hanya sekedar maju, tapi juga kau harus mempunyai strategi sendiri" ucap Hito. "Ya..... aku sudah memikirkan banyak cara agar bisa mengenai mu" ucap Sierra. "Hmm..... ya kerahkan semuanya, dan aku akan menerima semuanya......" ucap Hito. "Ya.... dengan senang hati" ucap Sierra. "Tap......" Sierra pun menghentakkan kakinya dan merendahkan tubuhnya.
"Mana mungkin pedang ku ini terbakar......? semua pedang yang ku miliki tak ada satupun pedang yang bisa di hancur dengan elemen di dunia ini" ucap Hito. "Ti-Tidak mungkin.....?!" ucap Sierra yang tak percaya. "Yah terserah kau saja kalau tak percaya, meski kau coba berkali kali takkan pernah berhasil" ucap Hito. "Wush..... Buukkkk" Hito menendang Sierra akan tetapi secara reflek Sierra menangkis tendangan Hito itu menggunakan pedangnya.
"Sreeettt......!!" Sierra hanya terhempas tak terlalu jauh ke belakang. "Sekarang waktu ku melakukan serangan, kalau kalian mati hanya dengan sihir kecil ini, aku akan sangat kecewa sekali" ucap Hito. "Tap.... tap.... tap...." Hito melompat ke udara dengan berpijak mana yang ia padatkan di udara. "Sihir, Dragon Breath" Hito menyemburkan api berwarna biru ke arah Sierra dan Katla.
"Eh....?! dia bahkan bisa menyemburkan api dari mulutnya,...... apakah dia naga atau makhluk apa.....?!!" ucap Sierra. "Yang terpenting bukan itu, kalau terkena api itu kita bisa menjadi abu" ucap Katla "Hmm.... serahkan peda ku" ucap Sierra. "Apa yang akan kau lakukan.....?" ucap Katla. "Aku akan meniru jurus milik Hito" ucap Sierra.
"Style, Cold Blowing" Sierra menebaskan pedangnya ke atas ke arah api yang di semburkan Hito. "Wush......" sebuah angin dingin berhembus ke arah api yang di ciptakan Hito. "Buft......" api yang di ciptakan Hito padam secara perlahan. "Hah.... hah.... hah..... aku.... tak menyangka akan menguras banyak tenaga dan mana.... hah.... hah....." ucap Sierra yang sambil terengah engah.
"Lumayan..... tapi yang barusan itu cuma api kecil, aku masih bisa meningkatkan suhu api itu" ucap Hito. "Sihir, Firebold" Secara tak sengaja Katla menembakkan sebuah api yang bercampur dengan petir ke arah Hito. "Zrash......!!" api itu menyambar dengan cepat seperti petir akan tetapi akurasi yang di tembakkan Katla sangat buruk dan api itu lewat di samping Hito.
"Wow..... bagus, kau juga meningkat, baiklah latihan selesai" ucap Hito. Dan Hito pun turun ke bawah. "Apa....?! sudah selesai....?! akhirnya......" ucap Katla dan Sierra yang kemudian berbaring di atas pasir. "Kalian hanya dengan itu saja sudah capek.....? lemah sekali" ucap Hito. "Kau saja yang mirip monster......" ucap Sierra. "Tidak tidak..... aku bukan monster bisa di bilang aku dewa" ucap Hito.
"Hahaha..... kau membuat lawakan yang lumayan lucu, bagaimana orang seperti iblis di samakan dengan dewa......" ucap Sierra. "Hmm.... apakah aku terlihat seperti iblis.....?" ucap Hito. "Tidak, anda tetaplah anda, tuan...." ucap Katla. "Hmm.... jadi itu menurut mu, kalau kau Sierra......?" ucap Hito. "Kau seperti iblis, tidak..... dengan rambut putih mu itu, kau terlihat seperti raja iblis yang ada di buku cerita yang pernah aku baca dulu" ucap Sierra.
"Hmm.... raja iblis kah.... itu membuat ku merasakan nostalgia" ucap Hito. "Eh....?! apakah kau raja iblis.....?!! bukankah raja iblis sudah di bunuh oleh pahlawan ratusan tahun lalu.....?!" ucap Sierra. "Hmm.... sepertinya begitu, kau bebas mau menganggap ku apa" ucap Hito. "Hahahaha..... aku bersama raja iblis, bahkan raja iblis terkuat, sungguh hidup yang tak terduga....." ucap Sierra. "Ya.... sekarang kita makan, aku sudah lapar karena terus terusan menahan diri" ucap Hito. "Eh....?! tadi itu kau masih menahan diri......?!" ucap Sierra.