Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.90 Teh



Fav pun datang sambil membawa sesuatu di punggungnya. Yang di bawah Fav adalah sarang lebah madu yang berukuran sebesar tubuhnya saat berubah menjadi naga. "Duarr...." Fav turun dan kemudian menjatuhkan sarang lebah madu itu.


"Wah.... besar kali, seberapa besar makhluk yang menghuni ini.....?" ucap Sierra. "Hmm.... tadi aku melawan mereka tak terlalu besar....." ucap Fav yang sambil berubah ke wujud manusia. "Hmm..... aku tak percaya" ucap alef yang dengan tatapan ragu. "Tuan Hito belum kembali.....?" ucap Fav.


"Belum, dia pergi bersama katla....." ucap Sierra. "Baiklah.... aku akan menyusul, tuan Hito....." ucap Fav yang akan beranjak pergi akan tetapi Hito dan Katla muncul. "Anda sudah tiba, tuan Hito....." ucap Fav. "Ya.... sepertinya kau tau apa yang aku maksud, fav...." ucap Hito. "Ya.... serahkan saja pada saya, tuan...." ucap Fav sambil menunduk.


Setelah itu Hito mengeluarkan beberapa botol kaca yang akan ia gunakan sebagai tempat menyimpan madu. Mereka pun memasukkan madu yang Fab dapatkan ke dalam botol yang barusan Hito miliki. Waktu pun berlalu cukup lama dan mereka selesai memasukkan semua madu yang di dapat ke dalam banyak botol.


"Baiklah, kerja bagus sekarang kalian bisa istirahat" ucap Hito. "Baiklah, aku akan istirahat....." ucap Sierra yang kemudian berbaring di atas pasir. "Haduh.... cuma melakukan hal seperti ini saja sudah capek" Ucap Sierra. "Ya.... aku lebih suka berburu monster....." ucap alef. "Tapi, cukup mengasikkan, dan juga rasanya manis, enak...." ucap Felicia.


"Baiklah, selagi kalian istirahat akan ku buatkan teh" ucap Hito yang kemudian berjalan ke arah sebuah batu besar. Ia membersihkan batu itu dengan sihir air kemudian mengeringkan dengan sihir angin. Setelah itu, hito menaruh beberapa bunga Lavender di atas batu dan kemudian menggunakan sihir api untuk mengeringkan bunga lavender itu.


"Apakah ada yang bisa saya bantu, tuan.....?" ucap Fav. "Tak perlu, kau lihat saja dan nanti bisa kau praktekkan" ucap Hito. Setelah membuat bunga lavender kering, ia menyiapkan api untuk memasak air. Setelah menyiapkan perapian, hito menyalakan api dan meletakkan panci yang berisi air di atas api.


Setelah itu hito menunggu air mendidih, hito menyiapkan bumbu bumbu untuk memasak. Setelah air mendidih, Hito memasukkan sedikit bunga lavender kering ke cangkir, setelah itu menuangkan air panas ke dalam gelas. Setelah menuangkan air panas, Hito menambahkan madu secukupnya yang barusan saja di dekatkan.


"Baiklah ini, silahkan coba teh lavender ala Hito....." ucap Hito yang memberikan secangkir pada satu orang. "Wah..... ini bunga yang tadi kan.....?" ucap Katla. "Ya..... aromanya enak bukan.....? aku suka aromanya, enak" ucap Hito. "Ya....anda benar, aromanya sangat enak" ucap Katla. "Aromanya memang enak, tapi rasanya aneh tapi enak, aku suka....." ucap Sierra.


"Meski rasanya beda dari teh biasanya, yang biasanya teh beraroma biasa dan rasanya hambar, ini lebih ke arah unik....." ucap alef. "Sangat enak..... dan juga sangat enak di tubuh saat sore hari, udaranya angin sepoi sepoi dan teh hangat, aku menyukainya...." ucap Felicia.


"Memang benar kata mereka tuan Hito, teh ini sangat enak dan memiliki rasa yabg unik" ucap Fav. "Masih terlalu cepat untuk terkejut, aku memiliki banyak macam teh lagi yang belum ku tunjukkan" ucap Hito. "Omong omong bunga yang aku suruh carikan padamu, sudah ketemu.....?" ucap Hito. "Maafkan saya tuan, saya tak menemukan bunga itu....." ucap Fav dengan wajah sedih.


Mereka pun makan malam dengan lahap. Setelah makan mereka pun langsung tertidur, sedangkan hito sedang duduk dan menikmati teh hangat. "Huft..... malam hari yang indah, aku sudah lama tak melihat ini....." ucap Hito yang sambil memandangi lautan di malam hari. "Anda masih belum tidur tuan.....?" ucap fav yang ada di belakang Hito. "Ya.... aku jarang sekali tidur, kau kenapa belum tidur.....?" ucap Hito.


"Mana mungkin saya akan tidur di saat tuan saya masih terbangun....." ucap fav. "Tak perlu seperti itu fav, aku lebih kuat darimu dan bahkan bisa menjaga diri sendiri....." ucap Hito. "Meski begitu saya akan mengikuti Anda kemana pun itu....." ucap Fav. "Hmm..... baiklah, terserah saja....." ucap Hito yang sambil tersenyum dan meminum tehnya. "Baiklah tuan" ucap fav.


"Oh ya, kau mau teh....?" ucap Hito. "Tidak tuan, tapi tolong biarkan saya belajar membuat tehnya" ucap Fav. "Ya, silahkan saja, apakah kau mau aku mentori......?" ucap Hito. "Tidak tuan, saya ingin anda sebagai juri untuk mencicipi" ucap fav. "Baiklah, ini bunganya, mau bisa mulai" ucap Hito yang sambil memberikan beberapa bunga.


"Api yang di gunakan jangan terlalu panas nanti akan merusak bunganya, yang penting gunakan sihir api sampai bunga kering karena udara panasnya" ucap Hito. "Baiklah,


terima kasih sarannya tuan...." ucap fav. Dan fav kemudian mulai membuat teh, tak lama tehnya pun jadi dan ia berikan kepada hito. "Hmm.... bunganya terlalu terpapar panas hingga menjadi terlalu kering, kurangi panasnya" ucap Hito.


"Penampakan bukanlah segalanya, yang penting rasanya....." ucap Hito yang kemudian mencicipinya. Hito meminum dalam sekali teguk. "Hmm.... madu yang kau tambahkan terlalu sedikit, dan juga aroma kurang karena yang kau buat terlalu kering" ucap Hito. "Saya akan mencoba lagi....." ucap fav. "Ya.... kau bisa mencobanya lagi, aku akan memberikan penilaian" ucap Hito.


"Baiklah, saya akan berusaha......" ucap fav. Fav kemudian mengulang berkali kali, ada yang terlalu manis, kurang manis, terlalu terbakar dan lain lain. Beberapa saat kemudian akhirnya fav pun bisa membuat teh dengan sempurna, rasanya enak dan manisnya pas. "Baiklah ini sempurna, aku beri rating 9 dari 10" ucap Hito. "Akhirnya.....!! terima kasih atas bantuannya tuan....." ucap fav.


"Tak apa, aku tak melakukan banyak, aku yang sudah berusaha banyak....." ucap Hito. "Hehehe....." Fav berbaring di atas pasir dengan senyuman yang lega. Tak lama kemudian fav pun tertidur, karena capek dan senang yang bercampur aduk. "Hmm.... baiklah aku akan ikut istirahat juga....." ucap hito.


***


Keesokan harinya, mereka pun bangun dari tidur. Hito sudah bangun sejak lama dan ia sedang melakukan rutinitas pagi yaitu berolahraga. Tak lama kemudian ia pun selesai melakukan rutinitas paginya itu. "Huft.... pagi pagi buat meregangkan tubuh enak sekali" ucap Hito yang sambil meregangkan tubuhnya.