Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.18 Druid



Pohon yang di tanam hito dan buah yang ada di pohon tersebut telah di petik semua oleh hito itu pun mulai seperti hidup. Akar pohon itu pun mencuat ke permukaan. "Hahaha.... akhirnya sudah mulai" ucap Hito. "Eh.... beneran itu pohon suci, bahkan es ku tidak bisa membekukan pohon itu" ucap Laidly.


Hito pun mengambil posisi sambil memegang pisau. "Mari kita lihat, seberapa kuat pisau yang aku dapat ini" ucap Hito. "Wush...." hito langsung melesat ke arah pohon tersebut. "Triiing....." akan tetapi hito serangan hito bisa di tangkis pohon tersebut. "Oh.... ternyata bisa menangkisnya, kalua begitu bagaimana dengan ini" ucap hito yang kemudian ia langsung berada di belakang pohon tersebut.


"Sriing....." hito melakukan tebasan ke arah pohon tersebut, akan tetapi dengan cepat pohon tersebut menggunakan akarnya untuk bertahan, dan akar yang di gunakan bertahan itu pun terpotong. "Tap...." hito menginjakkan kaki di tempat yang sedikit jauh dari pohon. "Hah..... apa hanya perasaanku kalau pohon itu lebih cerdas dari yang aku lawan....?" ucap Hito.


"Baiklah kalau begitu, ini sedikit meningkatkan kesulitan dan aku akan menggunakan sedikit kekuatanku juga" ucap Hito. "Eh....? bukankah dari tadi kau sudah serius....?" ucap Laidly. "Tidak aku jarang sekali yang bisa membuat ku bertarung serius, tapi kalau hanya lawan pohon aku hanya akan menggunakan sedikit kekuatanku" ucap Hito.


"Apakah kau serius.....? itu pohon suci loh, meski namanya pohon suci itu tidak berbeda dengan monster lain, yang membedakan pohon itu lebih cerdas" batin Laidly. "Style #100, Dimensional Slash...." hito pun tanpa bisa di lihat mata langsung berpindah ke depan pohon tersebut. "Yosh.... sepertinya pisau ini cukup kuat" ucap Hito. "Eh.....? apa yang terjadi, bahkan aku tidak melihat apapun selain kau berpindah tempat" ucap Laidly.


"Akan ku katakan, pohon itu sudah terpotong" ucap Hito. "Bohong....?" ucap Laidly yang tidak percaya perkataan Hito. "Sriing...." seketika pohon yang di hadapi Hito itupun langsung terbelah menjadi dua bagian. "Tuh kan.... lihat benarkan yang aku katakan...." ucap Hito. "Ah.... sungguh sangat kuat dan mengerikan, aku saja yang telah hidup di atas seribu tahun tidak bisa melihat dia melakukan serangan" batin Laidly.


"Hahaha..... kenapa kau diam saja....? apakah kau terkejut melihat kekuatan milikku....? ya... nanti juga kau akan terbiasa" ucap Hito. "Bagaimana bisa terbiasa....?!" ucap Laidly. "Ya.... sepertinya kau ada benarnya, tapi sekarang aku memiliki kayu bakar" ucap Hito. "Kayu bakar....?! itu pohon suci loh, bahkan minimal harus menggunakan senjata yang terbuat adamantium untuk memotongnya" ucap Laidly.


"Ya kah.....? tapi aku tidak peduli, dan aku ingin mencoba sesuatu" ucap Hito. "Sesuatu seperti apa....? apakah kau ingin mencoba makan kayu itu....?" ucap Laidly. "Mana bisa aku makan kayu bodoh, aku ingin tau apakah aku bisa mengembalikan kayu ini apa tidak" ucap Hito. "Itu tidak mungkin, kayu itu sudah mati" ucap Laidly.


"Mati....? apakah kau bodoh....? lihatlah kayu ini masih hidup meski hanya akan bertahan beberapa hari dari sekarang" ucap Hito. "Eh....? masih hidup katamu....?!" ucap Laidly. "Ya.... mana mungkin mati semudah itu, kalau mati akar kayu ini akan langsung layu" ucap Hito. "Oh.... begitukah, aku baru tau kalau itu masih hidup" ucap Laidly.


Hito kemudian mengeluarkan pedang kayu miliknya dan kemudian ia menyayat ibu jarinya. "Tes...." hito pun meneteskan satu tetes darah miliknya ke batang pohon tersebut. Dan luka dari sayatan yang ia buat itu langsung sembuh dan tidak meninggalkan jejak luka. "Apakah itu akan hidup....?" ucap Laidly. "Ya.... ini percobaan pertama, aku tidak tau apakah ini bisa menghidupkan atau tidak" ucap Hito.


Dan pohon yang di teteskan darahnya itu pun mengeluarkan cahaya. "Wow.... sepertinya yang terjadi padamu tadi" ucap Hito. "Jadi seperti itu, tapi hasil akhirnya akan berbeda" ucap Laidly. "Ya... tentu saja, kau naga dan ini kayu, jelas beda" ucap Hito. Dan cahaya yang di pancarkan batang pohon itupun secara perlahan menghilang dan menampakkan sesosok wujud.



"Tuanku, terima kasih telah menghidupkan saya kembali dan saya akan terus melayani anda dengan sepenuh hati" ucap gadis tersebut. "Aku yang memotong mu tadi saat kau masih jadi kayu" ucap Hito. "Tidak, anda lah yang menghidupkan saya dan membuat saya memiliki wujud seperti ini" ucap gadis itu. "Yah.... untuk sekarang lepaskan pelukanmu" ucap Hito.


"Baiklah, kalau itu perintah tuan" ucap gadis tersebut yang melepaskan pelukannya dari hito. "Hah.... untung kau mudah mengerti" ucap Hito. "Hmm..... sepertinya kata kata seperti ciptaan selalu dekat dengan penciptanya" ucap Laidly. "Mana ada, coba lihat dirimu...." ucap Hito. "Heh.... kenapa membandingkan dengan ku.....?" ucap Laidly.


"Di sini ada dia dan kau saja, tidak ada yang lainnya" ucap Hito. "Hmm... benar juga, tapi apakah kau akan memberinya nama....?" ucap Laidly. "Sepertinya iya, tapi aku ingin melihat status miliknya" ucap Hito. "Status milikku....? dengan senang hati saya tunjukkan kepada anda, tuanku" ucap gadis itu. "Hmm.... ya aku akan melihatnya" ucap Hito.



"Hmm.... cukup banyak untuk sihir, tapi untuk kekuatan fisik cukup buruk, dan juga apakah itu masuk akal untuk memiliki keberuntungan yang hampir seratus persen.....?" ucap Hito. "Ada apa tuan....? apakah ada yang salah....?" ucap gadis itu. "Tidak ada, dan aku akan memberimu nama, apakah kau mau.....?" ucap Hito. "Nama....? baik, aku ingin di beri nama oleh tuan" ucap gadis itu.


"Druid.... berarti Shannara, bagaimana apakah kau suka....?" ucap Hito. "Shannara.....? aku suka sekali dengan nama yang anda berikan tuan, dan terima kasih telah memberiku nama tuan...." ucap Shannara yang sangat senang dan memeluk Hito. "Ya.... tidak apa apa, dan apakah kau bisa makan....?" ucap Hito. "Makan, Shannara hanya menyerap air dan mineral yang ada di dalam tanah, saya juga belum pernah mencoba seperti apa itu makanan" ucap Shannara.


"Yosh.... baiklah, kita akan buat pesta menyambutan teman baru kita Shannara" ucap Hito. "Yeah.... kita rayakan dengan meriah" ucap Laidly. "Yosh, aku akan memasak beberapa daging" ucap Hito. "Yah.... kita makan makan hingga kenyang dan tidak bisa makan lagi....." ucap Laidly. "Makan sampai kekenyangan itu tidak bagus buat tubuh, lebih baik makan secukupnya saja" ucap Hito. "Ya.... Baiklah" u apa Laidly. Dan Hito pun mengeluarkan beberapa daging dari sakunya.


[Note: Laidly dan Shannara telah terikat kontrak dengan hito, keberadaan Laidly dan Shannara bisa di ketahui olah Hito dan bagaimana keadaan mereka. Dan bagi yang berkontrak dengan seseorang dan yang menjadi bawahan orang itu, yang berkontrak tidak bisa menyerang pemilik (Orang yang di kontrak) kecuali di pemilik menyetujui atau itu juga permintaan pemilik].