Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.89 Pencarian



"Selanjutnya anda akan pergi ke mana, tuan hito.....?" ucap Fav. "Hmm.... entahlah, sepertinya pergi ke kerajaan terdekat dan mendapatkan sedikit affinity" ucap hiro. "Aff.....? apa tadi itu, kata dari mana itu....." ucap Sierra. "affinity atau affinitas, kau bisa lebih dengan dengan orang orang di sana dan bisa lebih mudah saat berjualan" ucap hito.


"Oh ya.... kau seorang pedagang kan, aku lupa itu" ucap Sierra. "Wah.... jadi begitu" ucap katla yang seperti mendapatkan ilmu. "Fav aku bisa minta bantuan mu....?" ucap hito. "Dengan senang hati, saya akan menerima permintaan anda, apapun itu....." ucap Fav. "Tak banyak carikan sebuah bahan" ucap hito. "Tolong katakan saja tuan, saya akan melaksanakannya" ucap Fav.


"Hmm.... apakah kau tau madu....?" ucap hito. "Madu.....? apa itu.....? aku tak terlalu tau tentang sesuatu dari tempat manusia...." ucap Fav. "Bukan tempat tapi itu cairan lengket yang di hasilkan oleh lebah madu, rasanya manis dan banyak manfaatnya" ucap hito. "Tunggu sebentar....." ucap Fav yang sambil berpikir lumayan keras. "Ah.... berwarna kuning keemasan, lengket, manis dan dari makhluk berwarna kuning belang hitam.....?" ucap Fav.


"Nah.... itu dia, kau pasti tau carikan aku itu dan juga kalau ada bunga matahari" ucap hito. "Bunga matahari ....? apakah bunganya panas.....?" ucap Fav. "Tidak, bunganya besar, berwarna kuning dan kelopaknya mengelilingi sekilas seperti matahari" ucap hito. "Baiklah saya akan pergi melaksanakan tugas....." ucap Fav yang kemudian mengeluarkan sayapnya dan terbang menjauh.


"Hito kau mau membuat apa.....?" ucap Sierra. "Hahahaha.... aku akan membuat sebuah teh.....?" ucap hito. "Teh.....? bukankah itu terbuat dari batang kecil berwarna coklat dan hanya bisa di dapatkan oleh orang orang yang uangnya banyak.....? kalau aku punya banyak uang aku akan mempertimbangkan untuk membeli teh, karena harganya....." ucap Sierra.


"Hahahaha..... kau pikir teh cuma ada satu macam.....? ada banyak macam teh dari macha sampai teh melati....." ucap hito. "Wah.... aku tak pernah tau apa itu teh, sepertinya sangat menarik......!!" ucap Felicia. "Teh kah.... aku sudah lama tak mencobanya...." ucap Alef. "Jadi kau pernah mencobanya....?! siapakah kau ini sebenarnya, Alef.....?" ucap Sierra.


"Hahaha.... bukan apa apa, aku cuma punya kenalan seorang bangsawan....." ucap Alef dengan bangga. "Iyakah.....? atau jangan jangan kau merampok pedagang dan semacamnya.....?" ucap hito. "Ugh..... ti-tidak seperti itu kok....." ucap Alef dengan gagap. "Kau bohong ya,....? anjink kau......!!" ucap Sierra. "Sudahlah, jangan seperti itu padahal sama sama banditnya....." ucap hito.


"Hmm.... benar juga" ucap Sierra yang tak menyangka perkataan hito. "Huh.....?!! aku bukan bandit aku petualang hebat....." ucap Alef. "Tapi kau kalah dengan ku yang seorang pedagang....." ucap hito dengan wajah datar. "Kau pedagang tapi kekuatan mu tak manuk akal....." ucap Alef. "Oh ya... omong omong teman kalian satunya mana.....? aku tak melihatnya...." ucap lich yang baru datang entah dari mana.


"Eh....?! kemana katla.....?" ucap Sierra dan Alef. "Hmm.... aku akan mencarinya, kalian di sini saja tunggu Fav kembali....." ucap hito. "Baiklah.... hati hati di jalan....." ucap Sierra. Hito pun pergi ke arah hutan yang ada di sana. Sementara hito jalan jalan mencari katla yang entah pergi kemana, yang lainnya merencanakan sesuatu. "Entah apa yang mereka rencanakan yang penting ga merusak sesuatu" ucap hito yang merasa mereka merencanakan sesuatu.


"Ah.... lavender, hebat sekali kau katla, kau menemukan bunga ini...." ucap hito. "Ah.... bukan apa apa, saya cuma penasaran bunga apa ini.....? apakah beracun.....? karena terlihat mencolok dan berbau" ucap katla. "Kemungkinan bisa, tapi semuanya tak bagus buat tubuh kalau terlalu banyak di konsumsi, kita ambil semua dan nanti akan ku gunakan untuk sesuatu" ucap hito.


"Baiklah....." ucap Katla dan mereka pun memanen bunga lavender yang ada di sana, dan setelah itu mereka juga jalan jalan sebentar dan mendapatkan beberapa bunga lainnya. Sementara itu di tempat Sierra dan yang lainnya. "Alef kita lihat apakah party kita seimbang atau tidak" ucap Sierra. "Oh... manarik, aku lama tak memiliki party" ucap Alef.


"Baiklah sebagai Leader adalah hito, meski seorang pedagang dia bisa bertarung, dan aku seorang Thief" ucap Sierra. "Kau Thief dari mananya.....? kau bawa pedang Segede gaban gitu, seharusnya kau itu Warior dan aku Mage" ucap Alef. "Kau Mage dari mana, kau itu cocok jadi tunggang atau Tank" ucap Sierra. "Mending Tank daripada tunggangan, dan Mage di isi katla" ucap Sierra. "Bisa juga, tapi dia apa.....?" ucap alef.


"Panggil namanya alef tolol, kalau kau begitu siapa juga yang mau sama kau.....!!" ucap Sierra. "Maaf maaf, Felicia kau bisa apa.....?" ucap Alef. "Sihir aku bisa, tapi aku lebih terfokus pada pertarungan jarak dekat" ucap Felicia. "Kau bisa menggunakan apa.....?" ucap Sierra. "Aku menggunakan ini saat bertarung dulu....." ucap Felicia yang sambil mengeluarkan sihir dan membentuk cakar pada tangannya.


"Baiklah kau memiliki role Thief, Felicia" ucap Sierra. "Oh... aku juga dapet role.....?" ucap Felicia. "Ya.... sekarang kau masuk party" ucap Sierra. "Kalau aku.....? gimana aku......?" ucap lich. "Kau tuh tak di ajak....." ucap alef. "Ah.... baiklah, aku cuma akan melihat saja....." ucap lich yang sedih. "Baiklah sepertinya party kita sudah seimbang" ucap alef. "Kau lupa naga naga yang barusan pergi.....?" ucap Sierra.


"Oh iya.... apakah dia akan jadi Mage.....?" ucap alef. "Kau pikir naga cuma bisa jarak jauh.....? dia pastinya hebat dalam jarak dekat...." ucap Sierra. "Jadi dia apa.....? dia pakai dua role sekaligus.....?" ucap alef. "Mana bisa, kita kasih dia role cheat" ucap Sierra. "Kenapa kasih role cheat.....?" ucap Felicia.


"Karena dia terlalu op, harus di nerf" ucap Sierra. "Betul... harus di nerf....." ucap alef. "Uh.... mereka ini seperti tak ada takutnya kalo dia ada mereka langsung ciut....." batin Felicia. "Ada ala Felicia.....? kau melamun....." ucap Sierra. "Tak apa, aku cuma berpikir Mereka cukup lama...." ucap Felicia. "Ah.... betul juga, karena ngapain aja, lama betul....." ucap Sierra.


"Ngent*d.... pastinya begitu....." ucap alef. "Mulut kau di jaga anjink, ini novel tak ada genre vulgar seperti itu" ucap Sierra. "Ah.... mulut mereka ringan sekali untuk bilang sesuatu seperti itu...." batin Felicia.