
"Ah.... kenapa kau tiba tiba ingin mengetahui namaku....?" ucap gadis itu. "Ya.... bukankah kita perlu memperkenalkan diri kita masing masing....?" ucap Hito. "Kau ada benarnya juga, kalau begitu perkenalkan namaku Melisa" ucap gadis itu bernama Melisa. Setelah mendengar nama gadis itu, Hito sedikit memfokuskan pada gadis itu untuk melihat status miliknya.
"Oh.... begitu, bagaimana dengan nama panjangmu.....?" ucap Hito. "Nama panjang.....? apa itu....? aku tidak memilikinya" ucap Melisa. "Jangan berbohong, aku bisa tau dengan mudah apakah kau berbohong atau tidak, Melisa d' Saderaan" ucap Hito. "Ah..... bagaimana kau bisa tau nama panjang ku.....?" ucap Melisa.
"Sudah ku katakan aku tau kalau kau berbohong, dan juga aku tidak terlalu peduli dengan pangkat apa yang kau miliki, dan perkenalkan namaku Kasha Hitohito" ucap Hito. "Kasha Hitohito....? seperti bukan nama dari bangsawan" ucap Melisa. "Siapa juga yang bilang kalau aku bangsawan, dan juga apakah kau tau ini di mana....?" ucap hito.
"Eh.....? bukankah kau yang mengelana.....? tapi kau tidak tau ini di mana....?" ucap Melisa. "Ya.... sulit kerena bisa di bilang aku mudah tersesat" ucap Hito. "Baiklah akan aku beri tau, ini di sebuah tempat yang bernama city of death, di sini adalah tempat paling berbahaya di benua Ini" ucap Melisa. "Hmm.... begitukah.....? sekarang aku paham, oh ya apakah kau pernah melihat kayu yang tidak mudah patah...?" ucap Hito.
"Mana ada kayu seperti itu.....? apakah kau bercanda.....? kayu itu lebih mudah patah" ucap Melisa. "Hmm... begitukah, kalau begitu apakah kau tau tentang bambu atau kau pernah melihatnya di dalam hutan" ucap Hito. "Bambu....? aku tidak tau seperti apa itu bentuk yang bernama bambu" ucap Melisa. "Hmm.... bambu itu berbentuk silinder memanjang ke atas dan hanya memiliki sedikit daun di setiap ruas" ucap hito.
"Berbentuk silinder memanjang ke atas dan hanya memiliki daun di setiap ruasnya, apakah tanaman yang tinggi berwarna hijau sedikit lentur dan kalau sudah patah beberapa hari akan berubah menjadi berwarna coklat dan mudah patah.....?" ucap Melisa. "Ya.... benar sekali, apakah kau pernah melihatnya....?" ucap Hito. "Pernah, ada di dalam hutan dan jumlahnya cukup banyak dalam satu tempat" ucap Melisa.
"Terima kasih, itu yang aku cari, dan aku akan pergi mencarinya" ucap Hito yang langsung berlari ke arah hutan. "Hito.... tunggu dulu...." ucap Melisa akan tetapi hito tidak mendengarnya karena Hito sudah masuk ke dalam hutan. Sesaat setelah masuk ke dalam hutan, tanpa di ketahui Hito sudah berteleport ke pulau tengah city of death.
"Eh....? ini di mana....? tadi tidak seperti ini di dalam, dan juga ini seperti hutan yang berbeda" ucap Hito yang sambil melihat ke segala arah. Sesaat Hito melihat ke sekeliling Hito mendengar sebuah suara, suara yang hito dengar adalah suara batang bambu yang saling bertabrakan. "Suara ini.... aku yakin adalah suara bambu" ucap Hito yang berjalan sambil mencari asal suara. Tak lama ia berjalan ia pun berhenti di depan tempat yang penuh dengan bambu.
"Meski aku menemukan bambu, apakah memotong bambu menggunakan pedang tidak apa apa.....?" ucap Hito dan kemudian hito pun mengeluarkan sebuah senjata tombak yang ia punya.
"Swing.... swing.... swing.... swing....." ucap Hito mengayunkan tombaknya dan memotong beberapa pohon bambu yang ada di sana. Setelah memotong beberapa Hito langsung menyimpan semua bambu yang ia potong ke sihir penyimpanannya. Sementara itu, Illuka dan Illuya sedang berjalan menyusuri pantai.
"Kak.... sepertinya tidak ada banyak yang berubah dari tempat ini" ucap Illuya. "Ya.... empat pemilik pulau masih tetap sama tidak berubah sama sekali, meski yang berubah merek menjadi lebih kuat dari pada dulu, tapi kau dan aku juga menjadi lebih kuat" ucap Illuka. "Kita berdua harus berterima kasih kepada tuan Hito" ucap Illuya.
"Ya.... karena tuan Hito kita berdua bisa menjadi dragon lord, karena untuk menjadi dragon lord tidak ada satupun naga yang tau bagaimana tepatnya" ucap Illuka. "Tapi kak, kenapa aku merasakan sedikit mana tuan Hito di tempat laba laba....?" ucap Illuya. "Jadi bukan perasaan ku saja, jadi kau sedikit merasakan mana tuan Hito ada di tempat laba laba, kalau tuan hito ada di tempat laba laba tidak ada yang perlu di khawatirkan'' ucap Illuka.
"Memangnya kenapa kak.....?" ucap Illuya. "Ya.... tuan Hito itu sangat kuat, kau dan aku menyerangnya bersamaan dia sama sekali tidak terluka, dan kalau tuan hito ada di tempat laba laba dia bisa membuat laba laba tunduk" ucap Illuka. "Jadi begitu, kakak kau mau membuat tuan Hito menguasai seluruh tempat ini....?" ucap Illuya.
"Hampir seperti itu, tapi lebih tepatnya aku ingin tuan Hito menjadi seluruh penguasa pulau ini ada di bawah tuan Hito, kalau semua penguasa menjadi bawahan tuan Hito tidak akan ada pertarungan antara penguasa dan seluruh pulau akan menjadi satu dan lebih kuat" ucap Illuka. "Oh.... sangat bagus ide mu kak, tapi apakah akan berhasil" ucap Illuya.
"Kau jangan berpikir seperti itu, berpikirlah untuk rencana ini berhasil" ucap Illuka. "Baiklah kak, semoga rencana kakak bisa berhasil" ucap Illuya. Kembali ke hito, Hito yang sudah mendapatkan beberapa bambu dan berbuat pergi ia melihat ada seekor monster.
"Ku.... kura kura.....? itu kura kura apa naga njir.....?" ucap Hito yang melihat monster itu. "Tapi itu tidak berguna meski aku mengetahui itu kura kura atau naga, yang terpenting cangkang yang dia punya itu bisa di gunakan untuk memasak tinggal meratakan duri duri dan bisa langsung di gunakan" ucap Hito.
"Wush....." hito melesat dengan cepat hingga seperti menghilang. "Wugh.... wugh.... wugh....." hito melesat sambil memutar tombaknya. "Wush....." hito yang sudah berada cukup dengan dengan monster, dan monster itu sudah mencapai jangkauan tombak Hito itu pun Hito langsung menebas menggunakan tombak miliknya.
"Tap....." hito mendarat dengan berdiri tegap di samping tidak jauh dari monster itu. "Cruuaat...." leher monster itu langsung terpotong. "Eh.....? lemah sekali, padahal aku hanya mengayunkan tombak ini dan langsung terpotong apa apaan ini....? wujud saja terlihat kuat padahal lemah" ucap Hito. Dan Hito pun mengambil berbagai hal yang bisa di gunakan dari monster itu seperti daging, tanduk, cangkang dan kulit monster itu. Setelah mengambil itu sisa sisa yang tidak bisa di gunakan berubah menjadi kristal. Tak lama datang monster lain ke hadapan Hito.
[Note: Penguasa empat pulau city of death antara lain Deadly Dragon yang merupakan Illuka dan Illuya, seekor monster ratu laba laba di tempat Hito sekarang berada, Undead Queen yang berada di pulau area terbesar dan terakhir naga air yang berada di pulau depan pulau milik Illuka dan Illuya].