
Hito yang berjalan pun langsung berhenti karena di depannya ada monster.
"Arg.....!!! sialan......!!! aku barusan ngomong tentang batu dan sekarang batu muncul, bangsat......!!!" ucap Hito dengan teriak kesal. "Groooo.....!!!" suara monster tersebut. "Diam kau bangsat.....!! aku sedang kesal jangan kau ganggu" ucap Hito. "Wush...." monster itu pun melayangkan pukulan ke arah hito.
"Duuuakkk......!!" pukulan itu mengenai Hito secara langsung. "Hah..... sudah ku bilang jangan ganggu, sialan.....!!" ucap hito yang mencengkram tangan monster tersebut. "Kratak..... kratak.....!!" cengkraman Hito semakin kuat dan langsung menghancurkan tangan monster tersebut. "Wush....." hito melesatkan dan langsung berada di depan monster tersebut.
"Terima ini karena kau merusak mood ku...." ucap Hito yang sambil melayangkan pukulan ke arah monster tersebut. "Duuuakkk.....!!!" hito memukul monster tersebut dengan keras dan membuat monster itu hancur lebur. "Hah.... sedikit lebih baik setelah menghancurkan pengganggu" ucap hito. Dan dari tumpukan batu sisa sisa monster itu muncul sebuah kristal.
"Hah.... ini kenapa aku kurang suka dengan monster seperti Golem" ucap Hito yang sedikit mengeluh. Dan ia pun lanjut berjalan ia berjalan dan melewati sebuah batu besar. Dan secara acak Hito berpindah tempat karena skill Privilege yang ia miliki. Hito langsung berada di tempat Laidly berada, dan sekarang ia berada di belakang Laidly tepat.
"Eh.... aku ada di mana ini....?" ucap Hito yang sambil melihat ke atas. Hito dan Laidly saling membelakangi satu sama lain. "Suara ini.... sepertinya Hito sudah kembali tapi sejak kapan ia kembali.....?" batin Laidly. Dan Laidly pun langsung membalikkan badannya ke belakang. "Duaak....." saat membalikkan badan Laidly menabrak tubuh Hito.
"Aduh...." ucap Laidly. "Suara ini, Laidly....?!" ucap Hito yang kemudian membalikkan tubuhnya. "Yo.... bertemu lagi, dan kenapa kau....?" ucap Hito yang melihat Laidly sedang menutupi wajahnya dengan tangannya. "Sakit tau.....!!" ucap Laidly kepada hito, akan tetapi hito tidak tau apapun kenapa Laidly menutupi mukanya.
"Salahku apa,.....? aku baru saja tiba di sini dan sekarang kau mengeluh kesakitan saat bertemu denganku" ucap Hito. "Mau bagaimana,.....? saat aku mendengar suaramu aku langsung membalikkan badan dan mukaku ini menabrakmu" ucap Laidly. "Oh.... aku kira tadi hanya perasaanku saja kalau ada yang menabrakku, ternyata tidak" ucap Hito.
"Hanya itu saja....?" ucap Laidly. "Ya.... bukankah kau itu naga....? kenapa bisa naga menjadi manja seperti ini....?" ucap Hito. "Ya.... aku tidak tau, sudah lama aku tertidur dan sifat ku berubah menjadi seperti ini" ucap Laidly. "Ya.... ya... kau tidak perlu menjelaskannya, aku tidak ingin mendengarkan penjelasan yang tidak penting darimu" ucap Hito.
"Ya.... ya... baiklah, dan juga kenapa kau bisa langsung berada di belakangku.....?" ucap Laidly. "Ya.... bagaimana menjelaskannya ya.....? lebih tepatnya itu adalah skill pasif Privilege yang tidak bisa aku kontrol" ucap Hito. "Apakah ada skill seperti itu.....?" ucap Laidly. "Ya.... itu seperti teleportasi secara sepihak tanpa semauku" ucap Hito.
"Hmm.... sepertinya sangat merepotkan" ucap Laidly. "Ya.... sangat sangat merepotkan, aku pernah berada di dalam hutan dan tak bisa keluar hanya karena skill ini, akan tetapi aku bisa keluar dalam satu bulan" ucap Hito. "Uh.... aku tidak ingin membayangkannya" ucap Laidly. "Tuan... apakah saya boleh bertanya....?" ucap Shannara.
"Kalau menjelaskan jangan terlalu singkat sampai tidak bisa di pahami" ucap Laidly. "Ya.... kalau begitu akan kau jelaskan dengan singkat dan mudah di pahami" ucap Hito. "Ya.... kalau begitu mulailah...." ucap Laidly. "Ya.... teleportasi adalah sihir yang membuat seseorang berpindah tempat dari sini ke tempat lain secara singkat" ucap Hito.
"Sudah....? gitu doang....? gak ada lanjutannya atau tambahan lagi kah....?" ucap Laidly. "Tidak ada hanya itu saja" ucap Hito. "Bukankah itu terlalu singkat....?" ucap Laidly. "Tuan.... apakah yang anda maksud itu portal....?" ucap Shannara. "Portal....? portal kemana.....? ke dunia iblis atau dunia roh....?" ucap Hito. "Bukan itu, tapi portal yang menghubungkan tepat ini dengan tempat lain" ucap Shannara.
"Apakah yang kau maksud itu berpindah tempat menggunakan portal....? tapi ini pertama kali aku mendengarnya" ucap Hito. "Ya.... tepat sekali, menggunakan portal untuk pergi ke tempat lain, tapi hanya beberapa makhluk yang bisa menggunakannya" ucap Shannara. "Kau bilang seperti itu, berarti kau bisa menggunakannya kan....?" ucap Hito.
"Ya tuan, benar sekali saya bisa menggunakannya, tapi tidak untuk sekarang karena suatu alasan" ucap Shannara. "Hey.... Ikutkan aku dalam pembicaraan dong... dari tadi aku diam saja" ucap Laidly. "Kau saja tidak mengerti sama sekali mau ikut pembicaraan, dan apakah pembicaraan itu bisa nyambung dengan otakmu....?" ucap Hito.
"Jangan remehkan aku, meski begini aku cukup pintar" ucap Laidly. "Ya.... terserah apa mau mu, lakukan saja" ucap Hito. "Ya.... kalau begitu Shannara bagaimana agar jau bisa menggunakan sihir portal....?" ucap Laidly. "Kalau sekarang aku masih tidak tau bagaimana menggunakannya, maaf" ucap Shannara.
"Buat apa kau minta maaf....? kau tidak melakukan kesalahan apapun, kau tidak perlu minta maaf" ucap Hito. "Ya.... baiklah tuan...." ucap Shannara. "Dan juga sekarang tidak perlu peduli dengan teleportasi atau sebagainya" ucap Hito. "Tunggu Hito aku masih penasaran dengan cara bertarung milikmu" ucap Laidly. "Cara bertarung....? bukankah itu hal biasa....? hampir banyak orang bisa menggunakan martial art" ucap Hito.
"Bukan itu yang membuatku penasaran, tapi kadang saat bertarung kau bisa dengan cepat berada di depan musuh atau menghindari serangan, bukankah kau berpindah tempat.....?" ucap Laidly. "Pantatmu lah..... mana ada aku berpindah tempat, kalau skill pasif Privilege ini aktif aku akan langsung berteleport ke tempat yang jauh" ucap Hito.
"Lah.... terus apa yang kau lakukan....?" ucap Laidly. "Aku hanya bergerak saja, dan saat bertarung atau saat seperti melihat kalian bergerak seperti siput yang sangat pelan" ucap Hito. "Siput.....?! jangan samakan aku dengan makhluk lemah dan lamban itu" ucap Laidly. "Apakah kau menghina makhluk yang bernama siput.....? kalau kau bertemu dengan siput yang telah mutan bahkan kau saja bisa kalah" ucap Hito.
"Sudah bukan siput lagi namanya kalau sudah menjadi mutan, itu sudah monster.....!!" ucap Laidly yang menegaskan kepada hito. "Mana ada, siput yang tetap jadi siput tidak bisa jadi makhluk lain" ucap Hito. "Kau salah.... bukan siput kalau sudah mutasi" ucap Laidly. Dan mereka berdua saling beradu mulut yang membahas tentang siput.
[Note: Hito bisa melihat dengan dua cara, yaitu mode normal, sepeti namanya Hito melihat apapun di dunia ini sama seperti mahkluk lain yang membedakan hanya Hito bisa melihat lebih jauh dan melihat makhluk roh yang tidak bisa di lihat dengan mata telanjang. Dan saat mode bertarung ia melihat segalanya berjalan sangat lambat, dan kecepatan penglihatan Hito dengan dunia hanya ±1:1000].