
Dan mereka pun makan ikan bakar bersama, setelah makan dan hingga kenyang, mereka lu tidur di dalam tenda.
Di pagi harinya, Hito bangun dan keluar dari tenda. "Spalsh......." Hito mencuci muka menggunakan air sungai. "Hmm.... airnya lumayan dingin, menyegarkan sekali" ucap Hito. Dan kemudian Hito melakukan push up, sit up dan squad ribuan kali. "Aku sudah lama tak melakukan ini, karena perjalanan ini aku jadi tak sempat melakukannya" ucap Hito yang sambil melakukan push up.
Tak lama Katla dan Sierra pun bangun dan keluar dari tenda. Mereka berdua keluar dari tenda dan juga Hito sudah hampir selesai melakukan rutinitas paginya. "Hito..... kau melakukan apa......?" ucap Sierra. "Rutinitas pagi, ada apa memangnya......?" ucap Hito yang kemudian berdiri kerena sudah selesai melakukan rutinitas nya.
"Untuk apa melakukan itu tadi......?" ucap Sierra. "Untuk meningkatan kekuatan fisik, ada apa......? kau mau melakukannya.....?" ucap Hito. "Hmm..... tapi kau tak terlihat kuat fisik, bahkan terlihat seperti kau menggunakan kekuatan pedang....." ucap Sierra yang meremehkan kekuatan fisik Hito. "Mau adu jotos......? ayo sini akan ku beri kau pelajaran......" ucap Hito yang sambil menunjukkan kepalan tangannya.
"Tidak tidak..... lebih baik, sekarang sarapan dengan apa.....?" ucap Sierra. "Kalian mau makan dengan apa.....? sup.....? daging bakar.....? atau apa......?" ucap Hito. "Hmm.... sup itu bolehlah, kau bisa membuatnya......?" ucap Sierra. "Ya bisalah, apa yang aku ga bisa, ya itu kalau kau....." ucap Hito. "Apa......?! aku bisa melakukan beberapa hal, kau tau" ucap Sierra.
"Tuan..... apakah aku bisa membantu mu......?" ucap katla. "Ya.... ayo buat bersama, bagaimana......?" ucap Hito. "Ya..... ayo tuan....." ucap Katla. Kemudian Hito dan katla pun pergi untuk membuat sarapan. "Ya..... kalian memasak, aku akan pergi berlatih untuk mengalahkan Hito....." ucap Sierra. Hito dan katla pun memasak sup menggunakan tempurung kura kura.
Sierra berlatih dan memikirkan jurus baru yang bisa ia gunakan untuk mengalahkan Hito. Dan beberapa saat pun berlalu, Hito dan katla pun selesai memasak sup. "Woy.....!!! Sierra, ayo sarapan sekarang......" ucap Hito. "Ya.... aku akan ke sana" ucap Sierra yang kemudian berlari ke arah Hito dan katla. "Wah..... baunya enak, sup apa ini.....?" ucap Sierra.
"Ini sup daging, dan juga aku sudah menambahkan sesuatu yang bisa meningkatkan stamina" ucap Hito. "Eh.....? sejak kapan anda menambahkannya......?" ucap Katla. "Hmm.... dari bahan bahan yang di gunakan itu sudah bisa meningkatkan stamina, apakah kau tak tau......?" ucap Hito. "Saya tak tau itu, tuan....." ucap Katla.
"Hmm..... tak apa, apakah kau mau belajar tentang itu......? kalau kau mau aku akan mengajari mu" ucap Hito. "Baiklah Hito.... ajari aku bertarung......" ucap Sierra yang menyahut kata Hito. "Hmm..... baiklah, setelah makan aku akan mengajari kalian" ucap Hito. Dan mereka pun sarapan dengan sup itu hingga kenyang.
"Ayo Hito......!! ajari aku" ucap Sierra. "Ya..... sekarang kalian berdua lakukan push up, sit up, dan squad dua puluh kali" ucap Hito. "Apa itu.....?" ucap Sierra. Hito pun menunjukkan melakukan push up, sit up dan squad. "Oh.... hanya seperti itu, aku juga bisa...." ucap Sierra. Dan Sierra pun melakukan push up akan tetapi posisi Sierra push up banyak kesalahan.
"Kau bisa melakukan berapa kali......?" ucap Sierra. "Hmm.... ribuan.... atau lebih" ucap Hito dengan nada datar. "Hah.....?! tidak mungkin mana ada yang bisa seperti itu....." ucap Sierra. "Ada, aku ini bukti nyata....." ucap Hito. "Tuan.... katanya kemarin anda mau mengajari kami bertarung" ucap Katla. "Oh ya..... baiklah kalian mau latihan lama atau cepat......?" ucap Hito.
"Hmm..... cepat saja, aku tak suka lama lama....." ucap Sierra. "Bagaimana dengan mu Katla......?" ucap Hito. "Saya tuan, aku pilih latihan cepat" ucap Katla. "Sudah deal ya..... tidak ada yang bisa mengganti latihan" ucap Hito. "Memangnya bagaimana latihan cepat itu......?" ucap Sierra. "Latihan cepat yaitu latihan yang membuat kalian merasa terancam bahaya bahkan mendekati kematian, akan tetapi hasilnya sangat bagus" ucap Hito.
"Eh....?! jangan jangan......" ucap Sierra. "Ya..... kalian akan latihan tanding dengan ku, jangan sungkan sungkan menggunakan seluruh kekayaan kalian, dan juga makan ini dulu" ucap Hito yang memberikan satu buah untuk masing masing. "Buah apa ini.....?" ucap Sierra. "Ah..... buah ini buah yang anda berikan kemarin, buah yang bisa membuat saya merasakan mana" ucap Katla.
"Eh.....?! benarkah......? kenapa aku juga di berikan ini......?" ucap Sierra. "Buah ini tak hanya membaut mana mu terisi penuh, akan tetapi juga meningkatkan tubuh fisik dan astral" ucap Hito. "Hmm..... aku tak terlalu tau, tapi yang pasti dengan makan buah ini akan menjadi lebih kuat" ucap Sierra. "Ya.... seperti itu...." ucap Hito.
Sierra dan Katla pun makan buah itu hingga habis. "Baiklah, karena buah habis kita pergi sedikit menjauh....." ucap Hito. "Ya.... ayo lakukan, kekuatan ku terasa meluap luap....." ucap Sierra. "Ya..... aku juga merasa seperti itu....." ucap Katla. Mereka pun sedikit menjauh dari tenda, mereka berjarak sekitar 200 meter dari tenda. "Hmm..... segini cukup sepertinya" ucap Hito.
"Ya.... ayo lakukan Hito....." ucap Sierra yang sambil mengangkat pedangnya. "Ya.... saya juga sudah siap, tuan....." ucap Katla. "Ya..... tunggu sebentar...." ucap Hito. "Sihir, Absolute Shield" Hito menggunakan sihir ke arah katla dan Sierra. "Apa yang barusan kau lakukan Hito......?" ucap Sierra. "Aku memberikan kalian pelindung, kalau aku sedikit terbawa suasana agar kau tak mati, paling paling patah tulang dan beberapa organ dalam hampir hancur" ucap Hito.
"Jangan menakut nakuti, kau bilang seperti itu agar kami merasa takutkan.....?" ucap Sierra. "Tidak, tidak sama sekali, Baiklah kita mulai" ucap Hito. "Ya......" ucap Sierra. Katla dan Sierra pun membuat jarak dari hito, Sierra ada di depan dan Sierra ada di belakang sebagai pendukung. "Katla, jaga jarak dan juga bantu dengan sihir mu....." ucap Sierra. "Ya..... tentu saja...." ucap Katla.
"Hmm.... lumayan tapi kalau kau tau itu takkan berguna karena jarak tak berpengaruh pada ku....." ucap Hito yang sambil mengeluarkan pedang kayu miliknya. "Jangan sampai lengah, lengah sedikit saja kematian yang akan menghampiri" ucap Hito. "Jangan sombong dulu...." ucap Sierra. "Sihir, Fire Ball...." katla menggunakan sihir yang berupa bola api ke arah Hito.