Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep. 48 Bubur Rumput Laut



"Bagus sekali kalau sudah mengetahui, kau tinggal mengetahui cabang mana dan terhubung dengan mana, dan kalau sudah mengetahui tinggal menutup di cabang dekat inti mana, bukankah mudah" ucap Hito.


"Bagitukah..... terima kasih banyak tuan....." ucap Ananse. "Hey.... apakah kau tau caranya.....? bagaimana.....? aku tidak terlalu paham" ucap Laidly. Beberapa semua Ananse pun menjelaskan dengan panjang lebar ke mereka. "Ugh..... aku sama sekali tidak paham, aku akan mencobanya sendiri dengan caraku, aku tidak bisa memahami dengan kata kata" ucap Laidly.


Laidly pun kemudian fokus untuk mencoba melakukan dengan cara nya sendiri. "Kau memang bodoh kalau soal di ajari dengan kata kata atau lewat materi, Laidly" ucap Hito. "Ya.... maaf kalau aku tidak bisa memahami di bagian itu....." ucap Laidly. "Tak apa aku juga tak peduli, makhluk apapun itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan jadi aku memaklumi" ucap Hito.


"Memaklumi..... perkataan mu sedikit menyakitkan Hito....." ucap Laidly. "Hahahaha..... kalau begitu baguslah, kalau kalian apakah bisa memahami.....?" ucap Hito. "Sebagian besar masih bisa di pahami, tapi ada yang masih belum bisa di pahami" ucap Melisa. "Bagitukah, kau cari sendiri aku malas untuk memberi tau, jadi carilah dan berusahalah" ucap Hito .


Mereka pun kemudian fokus untuk bisa meningkat aliran mana yang ada di tubuh mereka. "Hmm.... kalau tidak salah aku mendapatkan beberapa rumput laut, sebaiknya aku mengolah beberapa untuk menjadi Nori" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan beberapa rumput laut. Setelah itu ia menaruh rumput laut itu di tempurung kura kura dan kemudian ia menggunakan sihir air untuk mengisi air ke dalam tempurung kura kura.


Hito mengisi air hingga setengah dari tempurung kura kura, ia pun kemudian membersihkan rumput laut itu hingga kotoran menghilang. Setelah itu Hito mengangkat rumput laut yang sudah bersih dan membuang air bekas mencuci rumput laut itu. Setelah air di tempurung sudah hilang, Hito kembali meletakkan rumput laut yang sudah di cuci itu di tempurung kura kura.


Setelah itu Hito meletakkan tempurung kura kura itu di atas tungku. Hito pun kemudian menaruh tempurung kura kura itu di atas pasir dan kemudian ia pergi ke goa untuk mengambil tungku. Hito pun menaruh tungku itu di samping tepung kura kura itu. Setelah mereka tu Hito meletakkan tempurung kura kura itu di atas tungku dan menyalakan api di tungku.


Setelah api di tungku menyala Hito memberikan air ke tempurung kura kura hingga rumput laut yang ada di tempurung kura kura itu terendam air. "Yup.... mantap, tinggal menunggu matang dan hancur kemudian di jemur hingga kering, dan aku harus mencari bambu untuk membuat tempat menjemur Nori ini'' ucap Hito yang kemudian melesat ke menuju ke tempat laba laba untuk mendapatkan bambu.


Tak lama karena Hito melesat dengan kecepatan yang secepat cahaya, ia pun sampai di tempat laba laba. Hito masuk hutan untuk mencari bambu, saat ia masuk ke dalam hutan ia langsung bertemu dengan laba laba yang pernah bertemu dengannya. "Yo.... laba laba kecil, bagaimana keadaan mu.....?" ucap Hito. "Shhaa......" ucap laba laba itu yang terlihat sangat senang melihat hito.


"Ada apa.....? apakah kau merindukanku.....? jangan begitu, kau sudah memiliki ratumu" ucap Hito. "Sshaa.... shhhaaa.... shhaa..... sshaa.... shhhaaaa....." ucap laba laba itu. "Hmm.... hmm.... begitukah, kau dan para laba laba lainnya terkejut melihat ratumu sudah tidak ada di tempatnya bahkan di pulau ini....." ucap Hito. "Sha..... sha.... sha....." ucap laba laba itu.


"Shhaa......." ucap Laba laba itu. "Begitukah.... kalau begitu antarkan aku ke sana......" ucap Hito dan kemudian mereka berdua pun pergi ke tempat hutan bambu. Beberapa saat, mereka pun sampai di hutan bambu. "Terima kasih ya, laba laba kecil......" ucap Hito. "Shhhaa....." ucap laba laba itu yang kemudian pergi meninggalkan Hito. Hito pun kemudian mengambil cukup banyak bambu dan menaruhnya di sihir penyimpanan miliknya.


"Baiklah, sekarang waktunya kembali dan melihat rumput laut yang aku buat" ucap Hito. Hito pun kemudian melompat dan berpijak di udara, ia melesat di udara hingga ia sampai kembali ke tempat Laidly dan yang lainnya berada. "Tap....." Hito mendarat di atas pasir dengan pelan. "Hmm..... sepertinya belum cukup lunak untuk menjadi bubur rumput laut" ucap Hito.


Hito pun kemudian duduk di samping tungku dan mengeluarkan tiga mambu. Ia memotong Bambu itu dan membuat sebuah anyaman bambu dari tiga bambu itu. Ia membuat anyaman sambil melihat perkembangan Laidly dan yang lainnya. "Hmm.... seperti mereka hampir tidak memiliki perkembangan, perkembangan mereka sangat lambat, dan yang paling cepat adalah si Ananse" batin Hito.


"Meski perkembangan Ananse lebih cepat dari yang lainnya, itu bukan berati dia bisa langsung meningkatkan aliran mana miliknya, kalau dipikir pikir mereka akan bisa meningkatkan aliran mana mereka sekian satu Minggu atau lebih kalau mereka sangat tidak berbakat" batin Hito. Beberapa menit pun berlalu, Hito sudah menyelesaikan untuk membuat anyaman.


"Yosh.... Sekarang waktunya mengaduk rumput laut" ucap Hito sambil berdiri. Ia mengambil tongkat bambu yang ia buat saat sambil membuat anyaman. Ia mengaduk rumput laut menggunakan tongkat bambu itu. Hito mengaduk rumput laut itu hingga hancur mejadi seperti bubur. Setelah menjadi bubur, Hito pun menyiapkan sebuah daun dan di letakkan di atas anyaman.



Ia menggunakan sebuah daun yang terlihat seperti daun pisang. Setelah meletakkan daun itu di atas anyaman, Hito pun menuangkan bubur rumput laut itu di atas daun. Setelah itu Hito meratakan bubur rumput laut itu hingga rata. Setelah rata Hito memindahkan anyaman dengan bubur rumput laut itu ke samping tambak garam yang ia punya.


Setelah itu Hito pun kembali ke tempat tungku, ia mengembalikan tungku kembali ke dalam goa. "Tuan..... apa yang sedang anda buat.....?" ucap Shannara yang sudah selesai melakukan fotosintesis. "Hmm.... hanya sebuah Nori, apakah kau mau.....? nanti aku aku akan memberimu" ucap Hito. "Nori.....? apakah bahan dedaunan yang anda gunakan itu.....?" ucap Shannara. "Bukan, bahan yang aku gunakan adalah rumput laut, dan rumput laut berasal dari laut" ucap Hito. Hito dan Shannara berjalan bersama ke tempat Laidly dan yang lainnya.


[Note: Para laba laba milik Ananse memiliki kemapuan untuk mendeteksi sekutunya dan ratunya akan tetapi area yang mereka miliki hanya sebatas satu pulau itu. Karena keterbatasan area deteksi, saat Ananse pergi para laba laba langsung kebingungan karena ratu mereka tiba tiba saja menghilang].