
Setelah hito menutup keranjang itu, Hito pun membawa keranjang itu ke goa. ia menyimpan keranjang itu di dalam goa hingga fermentasi selesai.
"Baiklah, sekarang waktunya sarapan" ucap Hito yang kemudian berjalan keluar dari goa dan menuju ke tempat Melisa berada. "Hey.... bagaimana.....? apakah kau selalu.....?" ucap Hito yang sambil berjalan ke arah Melisa. "Ya.... aku sudah selesai tepat waktu" ucap Melisa. "Ya..... bagus, untuk besok lakukan sama tapi di tambah sepuluh setiap gerakan" ucap Hito.
"Eh.....?! kenapa.....?! kenapa di tambah......?" ucap Melisa. "Ya..... tentu saja harus, agar otot otot mu menjadi lebih kuat" ucap Hito. "Baiklah kalau begitu, aku akan menurut saja....." ucap Melisa. "Hito.... aku mendapatkan empat ratus lima puluh push up....." ucap Laidly. "Hah....?! empat ratus.....? bukankah itu jumlah yang cukup kecil.....?" ucap Hito.
"Jumlah kecil darimananya bangsat......!! kau pikir bisa mencapai kekuatan monster seperti mu.....?!" ucap Laidly. "Siapa yang kau sebut monster.....?" ucap Hito yang sambil tersenyum tipis. "Eh....?! bukan tadi salah ucap saja, lupakan saja....." ucap Laidly. "Salah ucap.....? bagaimana mungkin aku mendengar jelas kalau kau bilang monster bukan.....?" ucap Hito.
"Hmm.... Hmm.... aku juga mendengarnya mengatakan hal seperti itu" ucap Illuka. "Ya.... aku juga mendengarnya dengan keras" ucap Ananse. "Ya..... aku juga setuju, Laidly mengatakan hal itu tuan....." ucap Illuya. "Cih.... sialan.... tidak ada yang bisa di ajak kompromi......." batin Laidly. "Baiklah, lupakan hal itu dan sekarang kita sarapan" ucap Hito.
"Huft..... untung aku selamat" ucap Laidly yang lega. Mereka pun kemudian sarapan pagi, setelah sarapan Hito mengambil beberapa buah yang bisa meningkatkan mana. "Ini ambil dan makan...." ucap Hito yang memberikan buah itu ke Laidly, Illuka, Illuya, Melisa dan Ananse. "Ah..... buah ini, aku masih ingat" ucap Laidly. "Krauk....." Laidly pun langsung makan buah itu dengan lahap.
Illuka dan Illuya pun ikut makan buah yang di berikan Hito. "Hey,..... apakah aman buah ini.....? apakah tidak beracun atau memiliki getah beracun.....? atau hak semacamnya.....?" ucap Melisa. "Tidak ada hal seperti itu, makan saja dan setelah makan akan aku ajari cara mengendalikan aliran mana di dalam tubuh" ucap Hito.
"Apakah kau bisa menggunakan sihir.....? Krauk....." ucap Melisa yang sambil makan buah itu. Ananse pun ikut makan buah itu, Laidly, Illuka dan Illuya sudah menghabiskan buah yang di berikan Hito. "Tuan.... di dalam tubuhku rasanya mana meluap luap....." ucap Illuka. "Ya.... benar sekali, kata kakak" ucap Illuya. "Ya.... itulah manfaat dari buah yang aku berikan, dan apakah kau bisa menggunakan semua mana itu.....?" ucap Hito.
"Bagaimana mungkin itu bisa di lakukan.....? saya harus membuang mana yang berlebih dahulu" ucap Illuka. "Yah..... itu adalah cara yang salah untuk menggunakan mana, yang lebih bagus adalah gunakan mana berlebih untuk meningkatkan kapasitas mana milikmu, dengan begitu sihirmu akan menjadi lebih kuat...." ucap Hito.
"Tapi bagaimana caranya.......?" ucap Melisa yang juga menghabiskan buahnya. "Alirkan lebih banyak ke dalam tubuh, tapi cukup sulit aku belum bisa melakukannya" ucap Ananse. "Yup.... benar sekali, dan untuk melakukan itu sangat mudah" ucap Hito. "Jadi itu sebabnya kau menggunakan sihir rendah tapi kekuatan serangannya sangat besar.....?" ucap Laidly.
"Apakah tidak ada untuk menggunakan tahap keempat atau selebihnya.....?" ucap Laidly. "Tidak, kecuali kau ingin meledakkan dirimu dan menciptakan sebuah bencana mana" ucap Hito. "Apakah akan langsung meledak.....? bukankah itu mustahil.....?" ucap Illuka. "Itu tidak mustahil, aku meningkatkan aliran mana dulu hampir membuat diriku mati karena kehabisan mana" ucap Ananse.
"Lah.....? kenapa begitu .....? bukankah akan meledak ....? tapi malah kehabisan mana...." ucap Illuya. "Ya.... karena mana di dalam dirinya belum mencapai batas seperti sekarang, dan kalau bisa menguasai aliran mana tahap kedua sudah menjadi lebih kuat" ucap Hito. "Baiklah Hito.... ayo ajarkan padaku" ucap Melisa. "Baiklah duduk bersila di atas pasir" ucap Hito.
Laidly, Illuka, Illuya, Ananse dan Melisa pun duduk bersila di atas pasir. "Rileksasikan diri, terserah mau di taruh di mana tangan kalian, itu tidak akan berpengaruh" ucap Hito. Laidly menyentuhkan kedua telapak tangannya di perutnya dan sambil menutup mata. Sedangkan Illuka dan Illuya menaruh tangannya di atas paha mereka. Sedangkan Melisa menaruh tangannya di bawah perutnya. Dan untuk Ananse dia meluruskan tangannya dan tergelatak di pasir.
"Konsentrasi rasakan mana yang ada di dalam tubuhmu, dan rasakan hingga kau merasakan aliran mana yang ada di dalam tubuhmu" ucap hito yang memberikan arahan. "Caugh......" Laidly memuntahkan darah dari mulutnya. "Si bodoh ini, sudah ku bilang untuk merasakan saja, kau masih belum bisa untuk meningkatkan aliran mana" ucap Hito. "Sakit.... tak ku sangka akan menjadi sangat sakit seperti ini" ucap Laidly.
"Itu kerena kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan, dan ulangi lagi hingga kau bisa merasakan aliran mana yang ada di dalam tubuh mu" ucap Hito. "Baiklah....." ucap Laidly yang rileks dan fokus untuk merasakan aliran mana yang ada di tubuhnya. "Aku merasakannya...... aliran mana yang memiliki pusat di perut dan mengalir ke seluruh tubuh" batin Melisa. "Seperti kalian sudah merasakannya, sekarang kendalikan aliran mana yang ada di tubuh kalian" ucap Hito.
"Bagaimana caranya.....?" ucap Melisa. "Entahlah, kalian pikir sendiri, kalau ada kesalahan itu adalah salah kalian sendiri aku tidak akan tanggung jawab" ucap Hito. "Kenapa begitu....." ucap Melisa. Mereka pun fokus untuk bisa mengendalikan mana yang ad di dalam tubuh mereka. Sambil menunggu Hito duduk di pinggiran pantai sambil memasang umpan pada pancingannya.
Hito memancing sambil menunggu mereka bisa mengendalikan aliran mana. Satu jam pun berlalu, mereka masih belum bisa mengendalikan mana sama sekali dan Hito sudah mendapatkan banyak ikan dari memancing. "Eh...... kenapa belum ada yang berhasil.....? sudah satu jam loh....." ucap Hito. "Ya.... mau bagaimana lagi.....? aku tidak tau caranya" ucap Laidly.
"Baiklah.... akan aku permudah, kalau kalian sudah bisa merasakan aliran mana bukan, kalau begitu kalian tinggal merasakan di inti mana kalian" ucap Hito. "Ada apa dengan inti mana.....?" ucap Laidly. "Tuan, jangan jangan ada hubungannya dengan cabang aliran mana yang terhubung dengan inti mana" ucap Ananse.
[Note: aliran mana sama seperti aliran darah yang ada di tubuh manusia maupun hewan. Inti mana sama seperti jantung akan tetapi dengan pusat yang berada di tengah tengah perut. Dan cabang aliran mana sama seperti pembuluh darah yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, dan cabang aliran mana berfungsi untuk mengalirkan mana ke seluruh tubuh].