Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep. 11 Labirin



Setelah membuat tanda hito pun melanjutkan perjalanan, beberapa saat setelah ia berjalan ia berhenti, dan di depannya terdapat jalan yang bercabang seperti yang pertama tadi. "Hmm.... kanan atau kiri, tadi aku ke kanan berarti sekarang kiri" ucap Hito, dan hito pun berjalan melewati jalan kiri. Hito berjalan lurus dan saat di tengah ia melihat sebuah tanda X di depannya.


"Eh....? bukankah ini tanda yang aku buat tadi....? kenapa aku jadi tersesat dan kembali lagi ke sini.....?! Tempat Sialan.....!!!" ucap Hito. "Duaakk....." hito langsung memukul dengan sangat keras dinding di sampingnya karena marah. "Bruuak....." dinding yang di pukul hito itu pun langsung berlubang cukup besar.


Dan hito pun melihat ke arah tangannya. "Kalau tidak bisa melewati jalan akan aku buat jalan sendiri" ucap Hito. "Buakk.... buakkk.... buakkk... buakk....buakk.....buakk....." hito secara terus menerus memukul tembok satu persatu hingga membuat sebuah jalan sendiri. "Buaakkk....." hito memukul sebuah tembok akan tetapi di balik tembok yang hito pukul itu terdapat sebuah monster.



"Ah..... monster...?!" ucap Hito yang terkejut melihat monster tersebut. "Grooo.....!!!" Monster itu mengaum saat melihat hito. Kemudian monster itu melihat dengan tatapan tajam ke arah hito. Kemudian monster itu bersiap untuk menyerang hito dengan cara menyeruduk hito. "Oh.... kau mau melawanku.....? ya akan aku hadapi maju saja...." ucap Hito.


"Groo......!!!" monster itu mengaum lumayan keras. "Brak...... brak.... brak.... brak...." suara hentakan kaki milik monster itu sangat keras. "Yosh, akan aku tunjukkan siapa yang lebih kuat" ucap Hito. "Style #100, Dimension Slash" Hito menggunakan sebuah tehnik pedang miliknya. "Slash......" hito yang tadinya berada di depan monster itu sekarang berada di belakang monster itu dan tangan kanannya memegang gagang pedang kayunya.


Pedang kayu hito yang keluar lima centimeter, sebagian pedangnya masih berada di dalam sarung pedang nya. "Tap...." hito memasukkan pedangnya ke dalam sarung pedang nya. "Sudah berakhir" ucap Hito. "Cruuatt.....!!" tubuh monster itu pun langsung terbelah menjadi dua. "Sring.... sriing.... sriing..... sring.... bruaakkkk....." serangan hito tidak hanya ke monster tapi juga mengenai ke area sekitar dan membuat area sekitar nya hancur.


"Ah.... apakah aku kurang menahan diri....? ya biarkanlah ini juga bukan rumahku" ucap hito. "Oh ya, daging monster apa rasanya enak....?" ucap Hito. Kemudian hito pun mengambil daging yang di miliki oleh monster itu. Dan setelah dagingnya di ambil monster itu pun langsung menghilang dan hanya menyisakan sebuah kristal.


Hito pun mencium bau daging monster yang ia dapat itu. "Hmm.... baunya seperti daging mentah pada umumnya, tapi rasanya bagaimana....?" ucap Hito. "Nyap....." hito tanpa basa basi pun langsung memakan daging itu yang masih mentah. "Nyap.... nyap....nyap.... nyap...." hito makan daging itu sambil merasakan rasa dagingnya.


"Hmm..... ada sedikit racun, aku bisa menghilangkan racunnya dan juga daging ini sangat enak" ucap Hito. "Yosh akan aku simpan beberapa untuk di makan nanti" Ucap hito dan kemudian hito memasukkan daging itu ke dalam saku miliknya. Setelah itu Hito pun melanjutkan perjalanannya menjelajahi tempat tersebut.


Beberapa menit kemudian, hito menghancurkan tembok dan bertemu dengan monster Skeleton.



"Sialan.....!! padahal aku tidak ingin bertemu dengan skeleton ataupun monster lain" ucap Hito yang sebal. "Clak.... clak.... clak.... clak.....?!" suara tulang belulang skeleton tersebut. "Wush....." dengan sangat cepat hito sudah berada di atas skeleton tersebut dan Hito sudah siap melancarkan tendangan ke bawah dan akan langsung mengenai skeleton tersebut.


"Tapi meski tidak ada daging, skeleton sudah lumayan karena memiliki kristal ini dan ini bisa di jual nanti" ucap Hito. Kemudian hito pun melanjutkan perjalanannya kembali. Tanpa sadar hito melanjutkan perjalanan bukan menuju keluar dari labirin akan tetapi semakin ke arah tengah labirin. Beberapa jam kemudian hito beristirahat di sebuah ruangan yang kosong dan tidak ada ancaman apapun.


Hito membuat api unggun dan kemudian mengolah daging monster yang ha dapat, setelah mengolah dan membuang racun yang ada hito pun menyantap makanan tersebut. "Hmm.....!!! enak..... sekali.....!!!" ucap Hito yang makan daging tersebut. Setelah makan hito melanjutkan perjalanan di dalam labirin.


"Yosh.... ini kita mulai dari awal kembali" ucap Hito. "Buuakk.....!!" sebuah pukulan langsung di lancarkan Hito ke arah tembok. Dan di ruangan tersebut terdapat monster yang terlihat sangat kuat.



"Khek..... apa apa dia, wujudnya sangat tidak enak di pandang, nafsu makan ku langsung menghilang gara gara dia" ucap Hito. "Wrooo....!!" suara monster tersebut. "Apa....?! kau mau melawanku.....?! maju sini...." ucap Hito. "Swash....." gerakan monster tersebut sangat cepat dan Hito terkejut melihat gerakan yang cepat tersebut. "....!!" hito terkejut melihat gerakan monster tersebut.


"Buakk.....!!!" hito terkena pukulan telak dari monster itu dan terhempas ke belakang. "Brak.... brak.... brak.... brak...." hito yang terhempas itu memegang sisa sisa tembok yang ia lubangi agar tidak terhempas lebih jauh. "Tap..." hito yang telah berhenti pun menginjakkan kaki di lantai. "Hah.... aku tidak mengira akan kecepatan mu yang lumayan" ucap Hito.


"Shaaaa......." jerit monster itu yang melihat hito baik baik saja tanpa luka sedikitpun. "Ho..... kalau begitu apakah kau bisa menyamai kecepatan ku....?" ucap Hito. "Ziinng....." seketika hito langsung menghilang dari tempat ia berdiri tadi. "Hehe..... aku ada di sini...." ucap Hito yang sudah berada di depan monster tersebut. "Style #100, One Punch" hito mengepalkan tangan dan kemudian melesatkan pukulan ke arah monster tersebut.


"Cruuatt......" sekali pukulan hito langsung menghancurkan tubuh monster tersebut hingga tanpa sisa dan kemudian jatuh sebuh kristal monster. "Hmm.... apakah aku kurang menahan kekuatan....? tapi ya sudahlah aku tidak nafsu untuk mencoba dagingnya" ucap Hito. Kemudian hito menemukan sebuah pintu besar setelah mengalahkan monster tersebut.


"Woah..... besar sekali, Kalau tidak salah di dalam sana ada bos, dan aku ingin tau seperti apa bos yang ada di dalam sana" ucap Hito. da hito pun membuka pintu besar tersebut dan melihat ruangan yang sangat besar. Di dalam ruangan tersebut ada sebuah sosok monster yang cukup besar.



"hmm.... apakah itu naga.....?" ucap hito yang berada di dalam ruangan tersebut. Tak lama setelah hito berbicara pintu masuk ruangan tersebut menutup. "Eh.....? pintu tertutup" ucap Hito.


(Note, saku milik hito bisa di gunakan untuk menyimpan apapun dan tak terbatas, di dalam saku milik hito tak terikat oleh waktu dan apapun yang di simpan tidak akan membusuk atau mengalami kerusakan).