
"Ugh...... sakit sekali jatuh dari ketinggian itu, untung aja aku cukup kuat dan tak mati dengan semudah itu......" ucap orang yang menunggang Golem itu sambil bangkit dari tumpukan pasir basah dari Golem ciptaan nya.
"Ah.....!! dia masih bangkit kembali" ucap Sierra. "Aduh..... aduh..... sakit sekali, untung saja aku kuat....." ucap penunggang Golem itu yang bangkit. "Apa yang kau mau......?" ucap Hito yang dari kejauhan. "Tap..... tap....." penunggang Golem itu pun mendekat ke arah Hito. "Maafkan saya..... saya hanya bercanda" ucap penunggang Golem itu.
"Terus......?" ucap Hito dengan singkat. "Ya..... apakah saya boleh bersama anda, saya melihat kehebatan anda yang sangat hebat....." ucap penunggang Golem itu. "Hmm..... tak masalah, aku juga tak keberatan tapi Jangan menjadi beban" ucap Hito. "Ya..... nama saya Alef, saya adalah seorang petualang tingkat gold" ucap Alef.
"Oh..... aku Hito, Kasha Hitohito, aku seorang pedagang" ucap Hito. "Apa......?!!! anda seorang pedagang padahal sangat kuat seperti itu.....?" ucap Alef yang terkejut. "Hmm..... entahlah, aku juga tak tau" ucap Hito. "Hah.....?! kenapa anda malah seperti ini......?!!" ucap Alef. "Sudah.... sudah..... Hito memang begitu, dan perkenalkan namaku Sierra Sellu, panggil aja Sierra" ucap Sierra.
"Ya..... salam kenal, Sierra" ucap Alef. "P-perkenalkan namaku Norberta Katla" ucap Katla yang memperkenalkan diri. "Ya..... selama kenal juga, Katla" ucap Alef. "Ya..... karena sudah saling kenal, jadi harus akur satu sama lain" ucap Hito. "Ya..... tentu saja, aku akan mengajari sopan santun pada anak baru" ucap Sierra. "Tidak perlu, kau dan Katla akan melakukan latihan" ucap Hito.
"Hah...?! pelatihan apa lagi......?" ucap Sierra. "Pelatihan yang akan meningkatkan kapasitas sihir dan kekuatan fisik kalian" ucap Hito. "Wah..... seperti apa itu.....? aku juga ingin melakukannya....." ucap Alef yang penasaran seperti apa latihan yang di katakan Hito. "Kau tak perlu ikut, pembuat golem seperti mu tak membutuhkan hal seperti itu" ucap Hito. "Ah..... padahal aku juga ingin menjadi kuat seperti anda....." ucap Alef.
"Kau akan melakukan latihan yang sedikit berbeda dengan ku nanti" ucap Hito. "Yey..... aku kira aku akan diam dan menunggu hingga bosan" ucap Alef. "Sekarang, Sierra dan katla kalian duduk bersila" ucap Hito, Sierra dan Katla pun duduk bersila. "rasakan mana yang mengalir di tubuh kalian, lakukan hingga bisa kalau bisa kalian bilang pada ku" ucap Hito.
"Hmm...... aliran.....? aku cuma merasakan sekilas kemudian menghilang" ucap Sierra. "Itu artinya kau belum terlalu fokus, dan sekarang lebih fokus" ucap Hito. "Ya.... baiklah....." ucap Sierra. "Tuan, saya bisa merasakan aliran mana saya....." ucap Katla. "Apakah yang kau rasakan itu sangat jelas atau cuma tipis tipis.....?" ucap Hito.
"Tipis tipis....." ucap Katla. "Lanjutkan hingga bisa merasakan dengan jelas, kalau bisa akan ku lanjutkan ke langkah selanjutnya" ucap Hito. "Ya..... Baiklah........!!" ucap Sierra dan Katla secara bersamaan. "Baiklah, Alef sekarang buat Golem kecil" ucap Hito. "Hah....? golem kecil.....? bagaimana membuatnya.......?" ucap Alef. "Kau ini bagaimana, membuat Golem seharusnya mudahkan....." ucap Hito.
"Nah.... aku sudah jadi buat Golem" ucap Hito. "Golem pasir......? kenapa anda membuat Golem pasir......?" ucap Alef. "Karena tempat ini lebih mudah membuat golem pasir buat kau yang amatiran" ucap Hito. "Uh..... rasanya sakit tapi ini adalah pelajaran yang penting....." ucap Alef yang dengan berat hati menerima kata kata dari Hito. "Ho..... lumayan, aku suka mental yang seperti itu....." ucap Hito.
"Hmm.... aku akan mencoba membuat golem yang seperti punya anda....." ucap Alef. "Sihir, Golem....." Alef membuat golem akan tetapi golem yang Alef buat ukurannya sangat besar. "Sihir, Black Bullet" Hito dengan cepat menembakkan serangan seperti peluru ke arah Golem yang baru Alef buat. "Duuaarrr......!!" golem yang Alef buat itu langsung hancur setelah terkana sekarang Hito.
"Uh..... hancur dengan sangat mudah seperti itu......?" ucap Alef. "Ya.... buat lagi yang lebih kecil....." ucap Hito. Dan Alef pun membuat golem secara terus menerus ada peningkatan tapi ada juga penurunan, dan setiap Golem yang tak memenuhi standar akan langsung dihancurkan oleh Hito. "Huh.... huh.... huh..... aku sudah capek..... aku kehabisan mana....." ucap Alef. "Salah sendiri kau tak jisa membuat golem yang aku inginkan" ucap Hito.
"Tapi..... golem yang anda buat sebagai kecil, Golem yang baru bisa aku buat paling kecil hanya memiliki ukuran dua meter lebih....." ucap Alef. "Tak ada tapi tapian, aku tak menerima rengekan bocah....." ucap Hito. "Ya.... aku akan bekerja lebih keras lagi....." ucap Alef. "Nih.... makan untuk memulihkan mana dan tenaga kau yang hilang....." ucap Hito yang sambil memberikan sebuah buah.
"Buah apa ini.....? aku belum pernah melihatnya" ucap Alef. "Udah kau makan saja, jangan banyak bicara" ucap Hito, Alef pun tanpa ragu ragu langsung makan buah yang di berikan Hito itu. "Hahahaha..... hebat sekali, kau makan buah itu......?" ucap Hito yang sambil tertawa. "Kenapa......? ada apa memang nya.......?" ucap Alef yang cukup bingung.
"Tidak, hanya saja apakah orang dari dunia ini akan makan apapun yang di berikan oleh orang lain tanpa curiga apakah yang di berikan padanya itu beracun atau tidak....." ucap Hito. "Tidak, hanya saja aku percayai oada anda...." ucap Alef. "Hmm..... terserah saja, dan lanjutkan latihan mu" ucap Hito. "Tapi......" ucap Alef yang kemudian merasakan kalau mana yang ia miliki tadinya hampir habis sekarang meluap luap.
"Tapi apa......? kalau bicara yang benar jangan setengah setengah" ucap Hito. "Tidak..... tidak jadi, dan akan aku lanjutkan latihan....." ucap Alef. "Ya..... kalau bisa membuat yang kecil, baru latihan bertarung" ucap Hito. "Ya..... aku akan semangat....." ucap Alef. Latihan itu pun berlalu dua bulan lebih beberapa hari, Katla dan Sierra sudah menguasai aliran mana para tahap ketiga, sementara itu Alef baru saja bisa membuat golem yang ukurannya kecil.
"Yosh..... dua bulan telah berlalu di gurun yang tandus dan tanpa ada kehidupan yang bagus......." ucap Hito. "Wah..... kata kata yang sangat bagus......" ucap Sierra. "Itu cuma kata kata tanpa arti dan itu hanya keluar dari mulut ku secara tak langsung" ucap Hito. "Eh..... tapi kata kata itu bagus....." ucap sierra. "Sudah, kesampingkan kata kata barusan, dan ayo Sparring" ucap Hito.