
"Hahahaha.... sayang sekali aku tidak memiliki mereka, tidak seperti mu yang masih punya keluarga, aku tidak memiliki sama sekali" ucap Hito.
"Kenapa.....? apakah karena serangan atau apa.....?" ucap Melisa. "Kalau itu rahasia ku, jadi aku tidak akan mengatakan nya" ucap Hito. "Hmm.... begitu kah, baiklah kalau begitu aku tidak akan bertanya lebih lanjut" ucap Melisa. "Hahaha.... ternyata kau bisa menjadi anak yang penurut juga ya....." ucap hito.
"Ya tentu saja, aku tidak akan ikut campur dengan urusan keluarga orang lain" ucap Melisa. "Hmm.... begitukah, Baiklah setelah permen ini habis, kita akan pergi" ucap Hito. "Pergi ke mana.....?" ucap Melisa. "Ya tentu saja mencari tempat tinggal, apakah kau ingin tidur di jalanan......?" ucap hito. "Ogah.... mana mau aku tidur di jalanan" ucap Melisa.
"Makanya, kita harus cari penginapan untuk bermalam" ucap Hito. "Ya.... ya.... penginapan, kita akan cari" ucap Melisa. "Kalian mau mencari penginapan.....? aku tau di mana tempat yang enak buat menginap" ucap penjual permen itu. "Apakah benar......? di mana tempatnya.....?!" ucap hito.
"Hmm.... kalian tinggal lurus saja jalan ini kemudian cari tempat dengan nama 'silver moon' itu adalah tempat nya, kalian bisa menginap di sana, tempatnya cukup mantap dan makanannya enak" ucap penjual itu. "Oh.... terima kasih ya" ucap Hito. "Ya.... tak perlu seperti itu, itu adalah salah satu tugasku ketika ada orang baru ke sini" ucap penjual itu.
"Oh.... jadi kau sering menunjukkan jalan ya.....?" ucap Melisa. "Ya.... omong omong kalian ini siapa......? petualang atau tentara bayaran......?" ucap penjual itu. "Hmm.... aku adalah seorang pedagang dan bocah ini aku, entah dia mau jadi apa.....?" ucap hito. "Hey.... aku adalah pendekar" ucap Melisa.
"Pendekar pala kau..... kau aja lemah kek gitu mau jadi pendekar" ucap Hito. "Ya.... ya.... aku mengakui kalau kau adalah pendekar pedang, tapi aku tidak percaya kalau kau itu pedagang" ucap orang itu kepada Hito. "Ah.... banyak sekali yang tidak percaya sih...." ucap hito.
"Ya tentu saja, dari mana pedagang yang tidak membawa apapun dalam perjalanannya" ucap orang itu. "Baiklah, kalau begitu kau mau membeli apa dari ku......? aku adalah pedangan yang membawa barang dagangan di dalam sihir" ucap Hito. "Hmm..... baiklah kalau, aku mau beli barang yang paling laris" ucap pedangan itu.
"Ya..... baiklah kalau begitu" ucap Hito yang kemudian mengeluarkan satu potong sabun dan kemudian menunjukkan sabun itu kepada pedangan itu. "Ini sabun, ini di gunakan untuk membersihkan diri saat mandi, dan juga kalau kau menggunakan ini saat mandi tubuhmu akan bersih dan juga memiliki bau wangi" ucap Hito. "Jangan bohong.... aku sangat membenci seorang pedagang yang berbohong tentang barang dagangan nya" ucap orang itu.
"Ya..... kalau kau ga percaya, kau bisa beli dan kalau tidak puas temui aku dan akan ku kembalikan uang mu, aku akan ada di sini selama tiga atau beberapa hari" ucap Hito. "Ya..... baiklah, akan aku beli berapa harganya.....?" ucap orang itu. "Tiga koin perunggu, bagaimana apakah kau akan beli.....?" ucap hito.
"Yup..... transaksi berhasil, dan semoga kau menikmati barang itu, jadi sampai jumpa ketemu lagi" ucap Hito. "Ya..... hati hati di jalan, supaya kau tak tersesat" ucap orang itu. "Ya.... makasih" ucap Hito, kemudian Hito dan Melisa pun pergi untuk mencari penginapan yang di katakan penjual permen itu.
Hito dan melisa berjalan mengikuti jalan dan tak lama ia melihat ada sebuah tempat dan di atas depan tempat itu terdapat tulisan yang bertuliskan nama tempat itu, dan tempat itu bernama 'Silve Moon' seperti yang di katakan penjual permen tadi. Dan di samping penginapan berjarak dua rumah terdapat sebuah guild petulangan.
"Melisa kau tidak mendaftarkan diri di guild petulangan......?" ucap hito. "Hmm..... guild petualangan kah....." ucap Melisa. "Ya.... kalau kau ikut guild kau bisa mengambil quest dan mendapatkan uang dari penyelesaian quest" ucap Hito. "Ya.... aku tau itu juga, tapi aku sedikit ragu untuk menjadi seorang petualang" ucap Melisa.
"Kalau itu terserah mu sendiri, karena aku tak akan memaksa mu" ucap Hito. "Baiklah.... akan aku pikiran dulu" ucap Melisa. "Kalau itu terserah kau sendiri, kalau kau ingin memikirkan beberapa tahun, bulan, Minggu atau hari aku tidak akan memperdulikan" ucap Hito. "Ya..... baiklah, terima kasih Hito...." ucap Melisa. Dan merekapun berjalan masuk ke dalam penginapan itu.
"Ckling..... kling....." suara lonceng yang di pasang di pojok atas pintu. "Selamat datang di penginapan Silver Moon, apakah anda ingin makan atau sekalian ingin menginap.....?" ucap pelayan penginapan itu. "Hmm..... aku mau pesan makanan dan pesan kamar" ucap Hito. "Mau pesan makan apa.....? dan mau pesan berapa dan berapa lama menginap.....?" ucap pelayan itu. "Untuk makanan beri spesial hari ini, dan dua kamar untuk tiga hari, bisa kan untuk memperpanjang jangka waktu menginap......?" ucap hito.
"Ya..... anda bisa memperpanjang jangka waktu menginap, dan apakah hanya itu saja.....?" ucap pelayan. "Ya.... itu saja" ucap Hito. "Semuanya seharga sebelas koin perunggu" ucap pelayan itu, kemudian Hito menaruh atau koin emas di meja kasir. "Kalau begitu akan aku tunggu di meja sana" ucap Hito. "Ya..... silahkan tunggu sebentar" ucap pelayan itu. Kemudian Hito dan Melisa pun duduk di sebuah kursi dengan meja. "Hmm..... Hito di sini terlihat sangat sepi, seperti tempat yang tidak laku" ucap Melisa.
"Ya..... tapi aku sarankan untuk tidak menilai dengan cepat" ucap Hito. Dan tak lama pelayan itu membawakan makanan yang di pesan Hito. Pelayan itu membawakan satu mangkuk sup, tiga potong roti dan satu mangkuk daging. "Ini makanan, silahkan di nikmati" ucap pelayan itu. "Ya..... terima kasih" ucap Hito.
"Oh ya..... apakah di sini memang selalu sepi.....?" ucap hito. "Hmm..... tidak, karena orang yang menginap di sini dan beberapa orang yang ada di desa ini masih bekerja sebagai petualang, tani, pedangan dan lain lain masih bekerja belum pulang, maka dari itu tempat ini masih sepi, sekitar satu atau dua jam lagi pasti akan terlihat rame" ucap pelayan itu.
"Oh.... begitu ya.... terima kasih" ucap Hito. "Ya..... sama sama, kalau ada yang mau di tanyakan silahkan tanyakan saja" ucap pelayan itu yang kemudian kembali ke tempat nya. "Baiklah mari kita coba makanan ini" ucap Hito.