
Pagi pun telah tiba, tepat pukul 06:00 am Naomi selesai menjalankan kewajibannya sebagai dokter. Sebelum pergi dia bertemu dengan Adi.
"Hay sayang....pagi....?" Ucap Adi dengan tersenyum seperti biasanya.
"Assalamualaikum, kalo baru datang tuh...sayang sayang...ulang lagi " perintah Naomi.
"Ok deh, jangan marah gitu dong.... assalamualaikum cantik....pagi...sayangku." ulang Adi
"Waalaikmslm. Pagi juga sahabatku yang nyebelin." Jawab Naomi.
"Eh, kamu kan yang pegang pasien yang kemaren aku operasi. Aduh lupa siapa itu namanya." Ucap Naomi
"Iya...kakaknya mantan Lo kan?" Jawab Adi
"Nah itu Lo tau. Gmn keadaannya sekarang?" Tanya Naomi
"Baik, Alhamdulillah udah lumayan lah. Luka di Kakinya udah mulai kering tapi masih gak boleh gerak karena retak di kakinya, karena takut tergeser. Jahitannya juga bagus. Hebat Lo."
"Yey...kita kan harus rapi jahit kulit orang...ya kali amburadul. Kayak muka Lo tuh, kusut ..butuh disetrika."
"Muka gue gak butuh disetrika sayang tapi butuh di belai. Biar jadi lebih fresh."
"Tuh pake Molto sekali celup, biar fresh."
"Ih kamu jehong deh sama akyu....akyu benci." Jawab Adi sambil memukul tangan Naomi pelan dan mengedipkan mata.
"*****...geuleuh. hayang Utah ih. Oeek.." ( *****, jijik pengen muntah) kata Naomi
"Udah sana pulang...Lo butuh istirahat tuh. Makan dulu terus tidur. Ok sayang."
"Sayang ...sayang...pala Lo peang. Kebiasaan Lo bilang sayang Mulu. Gimana Jihan gak peka sama perasaan Lo kalo Lo bilang sayang Mulu sama gue. Pas Lo bilang cinta sama Jihan, pasti dikirain bercanda soalnya ke gue sayang ke dia cinta." Jawab Naomi panjang lebar
"Iya juga ya...tapi kan masa dia gak peka sih...gue kan beda banget ke dia sama ke Lo. Sama ke Silla juga."
"Terus Lo bilang Silla apa?"
"Manisku." Jawabnya enteng.
"Terus sama yang lain apa?"
"Bebeb."
"Trus kalo gitu gmn dia tau Lo serius cinta kalo kamu kayak gitu sama semua cewek?"
"Tapi yang gue seriusin kan cuma Lo sama Jihan aja mi."
"Maksud Lo apaan?"
"Gue serius sayang sama Lo, karena Lo sahabat gue dari sejak dulu. SMP kita bareng terus kan. Nah kalo Jihan gue serius cinta sama dia selayaknya cowok ke cewek."
"Sebaiknya Lo benerin lagi deh panggilan buat cewek lain selain gue dan Jihan. Ini masukan aja buat Lo...biar Lo bisa dapetin Jihan sih...tapi terserah ya...gue sebagai sahabat dari kecil gue cuma bisa support Lo. Ok....and bye..." Naomi pergi
Ketika Naomi keluar dari RS, sudah terlihat ada sosok yang menunggunya. Ya..sosok Leon yang ingin bertemu dan berharap untuk diberi kesempatan menjalin kembali cinta yg dulu sempat terputus.
Naomi melangkahkan kakinya dengan sangat berat. Namun akhirnya sampai juga di depan Leon. Leon tersenyum lebar, dia ingin menggenggam tangan Naomi, Naomi coba untuk melepaskan namun pegangan Leon sangat kuat sehingga Naomi pasrah saja dipegang tangan nya.
"Bagaimana kalo kita ke restauran depan sana, mungkin kamu juga lapar, sebelum kamu istirahat tidur kan ada baiknya kita sarapan dulu." Ucap Leon
"Baik lah. Tp saya gak bisa lama lama." Jawab Naomi
Namun di sebrang sana ada seorang laki laki di dalam mobil Lamborghini merah nya sedang menggeram menahan marah. Ingin rasanya keluar dari mobil lalu menarik tangan Naomi dan menjauhkan nya dari laki laki lain lalu mendekapnya.
"You are mine Naomi."gumam Arsen
Ya itu lah Arsen yang sejak pukul 05:30 sudah memarkir mobilnya di sebrang RS karena sejak semalam dia tidak bisa tidur memikirkan gadis yang dia sukai sudah ada janji temu dengan sang mantan pacar.
"Apakah aku sudah benar benar jatuh cinta? Apa aku gak akan sakit hati lagi? Patah hati itu sungguh menyesakkan." Gumam Arsen
"Bagaimana dengan perasaannya, apa mungkin dia juga cinta sama aku? Bagaimana jika dia kembali ke pelukan mantannya?" Pikiran dan hati berkecambuk. Dari pada dia gak tenang sebaiknya dia turun dan melangkah ke restauran itu dan pura pura makan juga di sana.
Akhirnya mereka pun duduk, Arsen duduk di pojok restauran. Terhalang 2 meja dari tempat Leon dan Naomi.
Mereka mulai memesan. Makanan pun datang tapi tangan Naomi masih saja di pegang Leon. Sehingga hati Arsen merasakan panas yang luar biasa.
"Lepaskan tanganmu. Gimana aku mau makan jika kau terus memegang tangan kanan ku." Naomi mencoba melepaskan tangannya.
"Oh ya maaf." Leon pegang tangan kiri Naomi dan melepas tangan kanan Naomi.
"Apa yang kamu lakukan sih. Aku mau ke sana cuci tangan dulu."
"Aku ikut. Ayo bareng."
"Ish. Cih." Naomi merasa risih
"Lepas dong, aku gak enak kalo kayak gini."
"Aku gak mau kamu pergi lagi...aku takut kamu kabur."
"Gak akan Leon, gue juga lapar. Lepas atau aku gak akan mau ketemu kamu lagi."
"Baik lah...tapi jangan pergi sampai kita selesai berbicara.
"Ok. Aku janji. Kamu tau kan aku bukan tipe cewek yang ingkar sama janji aku."
"Ya aku tau."
Mereka menikmati makan dengan sunyi, tak ada suara yang keluar dari mulut mereka, hanya suapan demi suapan sampai suapan terakhir.
"Alhamdulillah. Kenyang, tinggal tidur cantik deh di rumah." Gumam Naomi yang pasti masih bisa di dengar Leon.
"Kamu capek banget ya?" Tanya Leon
"Ya...lumayan." jawaban singkat dari Naomi
"Ok. Sekarang tolong jelaskan dan selesai kan masalah kita. Ya walaupun menurut ku kita sudah selesai sih." Lanjut Naomi
"Baik begini Naomi..."
Flashback on
"Huhuhu. Hemmmm. Aduh meriang banget nih..." Gumam Leon
"Kok dingin gini ya.. mau ke dokter tapi kayak mau hujan. Aku minta jaki datang kali ya buat nganter ke dokter."monolog Leon
Kring..kring...
"Halo jak, Lo sibuk gak? Gue sakit nih.. demam tapi Meriang gini...dingin. gue mau ke dokter. Takut di jalan ada apa apa gue kalo sendiri."
"Kenapa gak minta anter Naomi sih, kan dia pacar Lo. Sekalian tuh di hangatin. Hehehe." Jawab jaki
"Dia sibuk, lagi kejar dosen. Kasian kalo gue minta dia Dateng. Biar cepat lulus trus gue nikahin tuh pacar gue."
"Kenapa dengan Leon Jak?" Tanya seseorang di balik telp
"Ini Leon katanya sakit mau ke dokter." Jawab jaki ke seseorang di sana
"Hey...Lo bisa gak? Tanya Leon
"Gue bentar lagi di panggil dosen yon, gimana ya...nunggu mau gak, paling 2jam lagi." Jawab jaki
"Yah..lama dong." Ucap Leon sedikit kecewa.
"Ya udah sama gue aja deh Yon. GPP kan? Tanya seseorang di balik telpon
"Ya gue dah beres, kan barusan gue keluar dari ruangan dosen. Nak kalo kamu kan 5 orang lagi baru bagian Lo. Tanggung kan dah nunggu dari tadi pagi." ucap iren
"Ya udah deh GPP, kalo Lo gak keberatan." Ucap Leon
"Apa sih yang gak buat Lo Yon." Jawab iren
Mereka pun pergi ke dokter dan langsung pulang ke kosan Leon.
"Makan bubur dulu trus makan obatnya." Suruh iren
Makan sudah obat juga sudah, tapi Leon masih merasa kedinginan.
"Kok masih dingin ya ren." Tanya Leon
"Ya udah diselimut aja." Iren menyelimuti badan Leon
"Huhuhu... dingin." Ucap Leon
"Masih dingin?" Tanya iren dan dijawab anggukan
"Dingin banget ya." Tanya iren lagi dan cuma anggukan saja dari Leon
"Aku peluk mau?" Iren menatap mata Leon. Karena dia merasa sangat kedinginan akhirnya dia menganggukan kepalanya.
Iren pun masuk ke dalam selimut dan memeluk Leon, dengan pasti tubuh Leon dan iren bersentuhan, Leon yang laki laki normal tentu saja dengan sangat pasti ada yang bergerak di bawah sana...mereka pun saling bertatapan mata, melihat ke bibir merah iren dan tanpa sadar bibir mereka pun bersentuhan, tak tau siapa yang memulai yang pasti bibir mereka yang awalnya hanya bersentuhan lama lama jadi ******* kecil lembut sampai ke ******* kasar dengan nafsu.
Mereka tak bisa mengendalikan nafsu sampai ada suara pintu terbuka dan terhentikan aktifitas nya ya ...mereka Naomi dan Adi yang berada di balik pintu yang terbuka.
Flashback end
"Kumohon Naomi..aku hilaf. Tak pernah aku selingkuh, aku hanya terbawa suasana aku yang lagi sakit. Seandainya saja kamu yang memelukku, itu akan sangat membahagiakan."
"Aku gak tau Leon... setelah mendengar penjelasan mu, aku gak tau aku harus bilang apa."
"Awalnya setelah kita sama sama lulus dan kamu dapat bekerja, aku pegang perusahaan papa, aku mau kita nikah. Aku ingin jadi imam mu." Ucap Leon
"Aku gak tau...aku butuh waktu untuk mencerna semuanya." Jawab Naomi.
" Baiklah, aku gak boleh egois. Aku mau kau pikirkan dengan baik. "
" Beri aku waktu seminggu. Minggu depan aku berikan keputusan nya."
" Iya.... akan ku tunggu. Walaupun itu setahun, asal jawaban mu kau kembali padaku, aku rela."
"Tidak...tidak perlu setahun. Seminggu juga cukup untuk ku memastikan apakah rasa cintaku lebih besar atau rasa sakit itu yang lebih besar." Naomi tersenyum
"Ya udah, mau aku antar ke apartemen mu?"
Sebelum menjawab tawaran Leon, bunyi hp Naomi pun bergetar.
Derrt....derrt
" Hallo....sedang sibuk kah?"
"Oh ...tidak, ada apa? Apa ada masalah dengan tanganmu?
"Gak, apa aku tak boleh menghubungi mu sebagai teman? Apa harus sebagai pasien dan dokter saja?" Tanya Arsen
"Oh...tentu saja tidak. Kamu boleh kok hubungi aku kapanpun kau mau, itupun kalo aku lagi gak sama pasien...emmm kamu marah?"
"Tidak, aku hanya kecewa aja. Kenapa sikapmu seperti bicara ke pasien."
"Maaf. Jangan marah ok. Aku hanya khawatir saja. Makanya aku tanya. Kalo aku bicara sama pasien, gak mungkin di waktu liburku. Mereka harus menungguku di RS." Jelas Naomi
" Baiklah, maaf jika aku salah paham. Emmm..makasih udah khawatir."
"Sama sama." Ucap Naomi tersenyum
" Kamu di mana? Baru pulang kerja kan? Kapan kita bisa ketemu?"
"Wait .....one bye one Mr....gimana aku jawab pertanyaan nya langsung banyak gitu."
" Sorry. Hehe..."
" Saya di restoran sebrang RS, belum pulang, ini baru mau pulang. Kalo mau ketemu paling sore. Gimana?" Jawab Naomi
" Sebenarnya aku ada di restoran itu...lagi sarapan. Aku kayak liat kamu jadi aku coba telp buat make sure aja sih. Kalo itu beneran kamu."
"Oh.. masa disebelah mana?"
" Tengok ke kanan, terhalang 2 meja, aku di pojok." Arsen melambaikan tangan
"Hai..." Naomi tersenyum dan melambaikan tangan
Leon yang sedari tadi memperhatikan pun merasa kesal, marah dan cemburu. Bagaimana tidak..yang telp orang nya ganteng banget. Dia takut Naomi goyah.
Arsen dengan gagah berdiri, dia memakai kaos dan kemeja yang terbuka kancingnya, memakai celana jeans dan kacamata hitamnya bertender di hidung mancung. Siapa yang tak terpukau, semua mata tertuju ke arahnya ketika Arsen melangkah kaki ke arah Naomi. Dada yang bidang, badan yang tinggi siapa yang akan menolak pelukan hangatnya? Begitupun Naomi yang kemaren sudah merasakan kehangatan dekapan seorang Arsen.
Naomi terpana, tak bisa berkedip, dia menelan Saliva. Baru tersadar ketika Arsen sudah berada di depan nya.
"Khem...ternyata benar ini kamu." Ucap Arsen sambil melepaskan kacamata nya.
"Ya..memang aku. Sedang apa di sini? Bukannya rumahmu jauh dari sini ya?" Tanya Naomi
"Sarapan lah..masa mau main bilyard." Ucap Arsen sambil tersenyum
" Kok di sini, emang dekat rumah gak ada resto gitu?" Celetuk Leon
" Saya sedang ada perlu di dekat sini. Anda keberatan?" Tanya Arsen memperlihatkan ketidaksukaan nya.
" Baiklah...saya mau pulang. Sampai jumpa lagi nanti Leon, Mr Arsen." Ucap Naomi mau melangkah kan kakinya meninggalkan mereka berdua.
"Tunggu. Aku antar." Ucap Leon dan arsen berbarengan dengan memegang tangan Naomi. Leon pegang tangan kiri dan Arsen tangan kanan.
" Tak usah, sebaiknya aku pulang sendiri." Ucap Naomi
"Ada yang mau aku bicarakan. Boleh? Tanya Arsen
" Baiklah...emmm maaf Leon, sebaiknya kamu kembali ke RS. Kakakmu mungkin membutuhkan mu." Ucap Naomi
"Shit...aku lupa kalo kakakku masih dirawat di sini. Dan pasti masih butuh waktu untuk keluar dari RS." Gumam leon
"Ya sebaiknya anda kembali ke RS dan rawat kakak anda. Kasihan jika Sering tinggalin terus." Ucap Arsen merasa ada jalan untuk menyingkirkan Leon
"Ya. makasih Naomi, aku tunggu kabar darimu. Dan tolong pikiran baik baik. Aku harap seminggu itu akan cukup membuatmu sadar betapa kamu mencintai ku dan tak mau lepas dariku. Maka langsung akan ku lamar dirimu sehingga lalat pun tak akan bisa mendekat." Ucap Leon sambil melirik Arsen dengan tajam
" Ya, kita lihat saja nanti" jawab Naomi
Leon pun pergi setelah membayar semua makanan yang sudah mereka makan. Dan arsenpun Sama setelah membayar dia mengajak Naomi masuk ke dalam mobilnya. Sempat dia termenung.
"Seminggu...hanya seminggu aku punya waktu merubahmu jatuh cinta kepada ku... mungkinkah cukup? Harus cukup jika tidak maka aku akan kehilangan dia. " Gumam Arsen
********
Gimana nih...mulai seru, seru, atau biasa aja?
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan vote and comment. Thanks nanti Noona balik lagi ya..
See you next chapter
Bye 🤗😘