One Night In Singapore

One Night In Singapore
I Miss you so bad



"Arsen are you ok? Who's shoot?" Andre berteriak sedangkan anak buah Arsen melingkari Arsen dan andre, melindungi jika ada tembakan susulan.


"Tidak ada yang mengeluarkan tembakan tanpa perintah bos." Jawab salah satu anak buah Andre.


"Bawa ke RS, lindungi kami semua." Andre mengeluarkan perintah.


Mereka semua masuk ke mobil dan sebagian mencari penembak yang berhasil mengeluarkan tembakan dan melukai seorang laki laki.


"Aku tidak mau tahu. Kalian harus dapatkan orangnya, dan tentunya info tentang kejadian ini." Ucap Andre sebelum menutup pintu mobil dan melesat ke RS terdekat.


"Arsen, kenapa ini bisa terjadu?" Arsen hanya sedang berpikir dan berusaha menjernihkan pikiran lalu menarik napas dan berucap "Dre, suruh Arnold untuk selidiki....1jam...ya hanya 1 jam aku ingin sudah ada hasilnya. Arrrrgh shit. Kenapa jadi begini?" Andre tahu Arsen saat ini merasakan keresahan dan berusaha menenangkan.


"Sudah sen, mending kita ke RS dulu. Kasian uncle mu, dia terkena tembak di dada, aku takut dia terkena jantungnya. Aunty sangat histeris. Apa mau ku telp mike biar dia menenangkan ibunya?" Tawar Andre dan sontak Arsen tersenyum dan mengangguk. "Good idea".


"Oh gue lupa tadi Naomi telp Arsen ya udah abis ku telp mike aku kasih tau deh Naomi tadi telp." Gumam Andre


Andre menelpon Mike anak dari uncle Arsen dan memberikan ayahnya sekarang berada di RS Santa Maria.


"Sen, aku lupa bilang. Tadi Naomi telp Lo tapi hp Lo gak aktif jadi dia telp gue." Arsen tersadar dari lamunannya. Ya Arsen sedang melamun siapa sebenarnya dalang dari ini semua. Jika bukan uncle nya berarti siapa?


"Oh Naomi? Gimana kabarnya? Dia baik kan? Anak buah kita tetep jaga dia dari jauh kan?" Arsen memberondong pertanyaan dengan raut wajah yang khawatir.


"Tenang, kan gue dah suruh 5orang buat jagain your Angel, seorang di atap gedung, 2 orang di luar RS dan 2 orang selalu standby di lobby RS dekat UGD." Jawab santai Andre


"Bagus kalo gitu...gue tenang. ...setelah kejadian tembakan malam itu gue khawatir Dre, takut ada yang mencoba melukai orang orang terdekat gue. Dan salah satunya Naomi." Arsen menatap lurus dan terlihat wajah khawatir memikirkan keselamatan orang orang yang dicintainya.


"Tenang sen, dan Lo tahu kemaren ada sesuatu yang terjadi.....anak buah gue ngasih laporannya." Terlihat bibir Andre melengkung memperlihatkan senyuman yang susah ditebak.


"Laporan apa? " Arsen penasaran


"Lo liat sendiri aja photo photonya. Ada sedikit video juga tapi seru yang di atap sih." Andre terlihat benar benar terkagum kagum.


"You know....your Angel is very amazing. Hahaha." Andre tertawa dan Arsen masih belum paham sampai photo photo itu di tangan Arsen.


"Ow.....my God...what was she doing?" Mata Arsen terbelalak dan tersenyum lebar


"That's your Angel bro..... really...aku gak percaya laporan Gabriel kalo gak liat hasil photo dan video ini. Dia hajar dokter, ya temannya itu. Emmm pacar Jihan. Gila...dan cowok itu gak bisa melawan, dia tersungkur begitu aja." Arsen hanya tersenyum dan masih setia melihat photo dan video itu dengan seksama.


"This is my angel..." Terlukis kebanggaan wajah Arsen.


"Gue tahu Naomi bukan cewek biasa, tapi yang gue hadapi juga lebih luar biasa, jadi gue gak mau terjadi apa apa sama Naomi." Andre mengangguk


"Gimana dengan Silia, dia juga ada saat tragedi penembakan malam itu, apa dia aman?" Lanjut Arsen


"Tenang saja...saat itu kan Silia sama gue jadi gak ada yang lihat, lagi pula gue tetep suruh mereka memantau Silia juga...toh mereka di RS yang sama kan?" Jawab Andre


Mereka berada di UGD saat ini menunggu hasil dari dokter atas pengobatan uncle Arsen. Mendengar penuturan dokter bahwa uncle nya masih bisa diselamatkan membuat istri, anaknya dan juga Arsen merasa lega. Dia butuh keterangan dan kejujuran uncle nya. Siapa dalang dari semua ini dan maksud tujuannya apa?


"Maaf dok, kira kira kapan beliau bisa sadarkan diri?" Dokterpun menghela napasnya.


"Jika malam ini paman anda bisa melewati kritisnya, besok pagi juga akan sadar." Dokter tersenyum dan pamit untuk undur diri


"Aunty...apa anda tahu apa yang terjadi? Uncle merencanakan apa?" Tanya Arsen ke aunty molly


"I don't know son. Yang aunty tahu setelah kematian grandpa uncle udah gak mau lagi merebut warisan itu. Dia menyesal karena keinginannya atas harta sehingga kehilangan ayah yang dicintainya. Uncle mu itu sering berbicara dengan seseorang di telp....teriak dan marah marah. Aunty gak tau dia berbicara dengan siapa...." Aunty nya menarik napas dengan pelan dan wajah yang sendu sedangkan Arsen masih menunggu penuturan aunty nya.


"Pernah sekali aku dengar....dia bilang (cukup...jangan ganggu lagi keluarga ku. Aku sudah tidak mau. Kesepakatan kita sudah selesai ) lalu tak lama uncle membanting hp nya." Arsen tambah yakin ada seseorang yang berada di balik ini semua.


Arsen memutuskan untuk duduk di luar dan merogoh hp yang ada si saku celananya. Dia butuh suara seseorang yang bisa menenangkan...dia butuh angel nya...lalu dia dial no yang ada di handphone dan terdengar suara nada sambung, tak lama suara yang dia rindukan pun terdengar.


"Assalamualaikum...hello my honey...." Suara Naomi terdengar lembut dan menenangkan, tak ada yang bisa menyangka seorang dokter dengan perawakan imut dan Suara lembut bisa menghajar laki laki.


"Arsen...sayang....kamu kok gak jawab salam aku?" Arsen terperanjat dalam lamunannya.


"Oh ya hi...how are you my angel?" Jawab Arsen


"Waalaikmslm dulu dong. Baru bilang hi. Kan kamu udah mau belajar kan?" Naomi mengingat kan


"Oh ya...emmm waalaikmslm. Benar begitu kah cara mengucapkan nya?" Arsen terbata bata menjawab salam


"Yes...not bad. Nanti juga terbiasa kok." Arsen tersenyum


"Gimana di sana sen, semua lancar? Bagaimana dengan your uncle? Beliau mau menerima usulanmu?" Saat ini Naomi sangat ingin tau perkembangan masalah Arsen. Dia berharap mereka bisa akur dan saling menyanyangi layaknya seperti keluarga yang lain.


"Tapi beliau selamat kan sen?"


"Kita tunggu malam ini, jika beliau bisa melewati kritisnya, besok juga akan sadar. Paling tidak itu yang dituturkan oleh dokter dan sebuah harapan buat kami tentunya."


"Kamu yang sabar ya sayang.....aku harap semua cepat selesai dan di sini aku selalu mendoakan yang terbaik, aku yakin kamu pasti bisa...ingat selalu setiap kejadian akan membuat kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana." Arsen merasa mendapatkan kekuatan full kembali setelah mendengar suara dan ucapan Naomi.


"Oh ya...selama aku tak ada, gak ada yang ganggu kamu kan?" Selidik Arsen sambi tertawa ringan


"Gak ada lah...gak akan ada yang berani apalagi setelah kejadian kemaren...UPS" Naomi menutup mulutnya takut keceplosan.


"Kenapa sayang? Emang apa yang terjadi kemaren?" Arsen memancing Naomi, dia ingi tahu dari Naomi sendiri walaupun dia sudah tahu pastinya.


"Emmmm...aku ....gimana ya ngomongnya." Naomi tampak ragu


"Kenapa? Apa aku perlu turun tangan membereskan masalah mu sayang?" Arsen menahan tawanya agar Naomi merasa Arsen tidak tahu apa yang terjadi.


"Aku mukul dokter Vian ..." Ucap Naomi datar dan dingin.


"Kenapa? Kau dilecehkan? Disakiti? Apa perlu ku suruh anak buahku turun tangan ?"


"Oh tidak....tak perlu. Justru aku yang sudah menghabisi dia."


"Kenapa? Apa yang dia lakukan sampai kau marah dan melukainya?"


"Dia....selingkuh dengan wanita yang aku juga belum tahu sampai saat nanti ini...." Belum selesai Arsen sudah memotong


"Dia yang selingkuh kenapa kamu yang marah? Kan aku pacar kamu dan aku gak selingkuh."


"Vian itu pacar Jihan sayang, dan Jihan sahabat aku. Jihan melihat mereka sedang bermesraan sudah setengah telanjang sen....mereka hendak begituan dan Jihan sakit hati....aku tak tega melihatnya tersakiti. Jika saja Jihan santai dan tak sampai memukul dadanya sendiri untuk melegakan sakit hatinya....aku tak akan sampai seperti itu." Suara Naomi terdengar dingin dan terdengar sedikit keras, sehingga terasa amarahnya.


"Begitu an apa an itu sayang? Oh maksudmu mereka mau melakukan hubungan intim?"


"Arsen ih...ya itu maksudnya. Jangan sok polos deh. Masa harus detail sih " nada Naomi sedikit merajuk. Sungguh dia merasa malu jika harus mengucapkannya.


"Hahaha iya sayang iya..maaf. kalo pacar temanmu saja kau sudah marah begini, bagaimana dengan aku ya? Jika aku selingkuh gimana sayang? Apa yang akan kau lakukan?" Arsen benar benar penasaran akan jawaban Naomi.


"Aku hanya akan meninggalkan mu....aku tak akan menyakitimu...akan ku doakan kalian bahagia. Yang pasti aku akan pergi dan tak mau bertemu denganmu lagi. Sejauh mungkin." Terdengar suara yang sendu di balik telp itu.


"Kenapa kamu tak menyakitiku? Kenapa tak menendang ku? Kenapa harus pergi menjauh, Bukankah kita bisa jadi teman seperti kau dengan Leon?" Sungguh Arsen merasa aneh dengan jawaban Naomi.


"Karena aku cinta kamu sen....aku sadar kita baru berapa lama berpacaran tapi cintaku untukmu ternyata lebih besar dibandingkan cintaku untuk Leon. Aku tak mau menyakiti orang orang yang aku sayangi ...begitu juga sahabat ku. Aku tak bisa melihat mereka sedih begitu pun denganmu. Jika kau bahagia dengan wanita lain...aku rela melepas mu..... walaupun aku akan sakit. Aku yakin waktu adalah obat yang terbaik walaupun itu tak akan mudah."


Naomi terdengar lembut dan bergetar ketika ucapan demi ucapan keluar dari mulut nya.


Arsen sungguh terharu mendengar ungkapan Naomi...baru kali ini dia merasa begitu dicintai dan tak terasa menetes sebutir air bening dari mata Arsen.


"Honey....my angel....you are my everything. I won't let you go. Forever. I love you so much." Suara yang lembut namun penuh makna yang Arsen ucapkan.


"I love you more. And i Miss you." Naomi tersenyum


"I Miss you too. I Miss you so bad you know. Ah...rasanya ingin cepat terbang ke sana dan memeluk mu juga menciummu. Tak akan ku lepaskan." Naomi pun tertawa renyah mendengarnya.


"Ya dan aku dengan tulus membuka tanganku untuk menerima pelukan mu tuan Arsen. Hahaha."


Mereka merasa bahagia dan beban yang dimiliki masing masing karena masalah yang mereka hadapi terasa lebih ringan karena mereka saling menguatkan dan saling mendukung tak lupa saling mendoakan ya.


"Tunggu aku ya sayang."


"Pasti...aku akan setia menunggumu di sini sen"


*****


Ah...so sweet....


Thanks yang udah baca, vote and comment. Satu bintang darimu adalah dukungan dan penghargaan buat Noona.


See you next chapter


oh ya...aku ada novel baru judulnya Pasangan somplak cerita ini bergenre komedi romantis. perjodohan dari 2 negara yang berbeda membuat mereka agak kesusahan dalam berkomunikasi.... buat yang pengen cerita ringan gak banyak konflik dan lucu, pengen ngakak ayo mampir. see you...thanks


Bye 🤗😘