
Sepulang arsen dari Paris, Arsen menceritakan semuanya terhadap adik tersayang nya Itu... Shasha yang awalnya sudah kesal jadi merasa tenang, namun sekarang dia harus menyiapkan dirinya untuk membuat pilihan, apa lanjut dengan gio yang pasti resikonya dia harus pindah agama, atau dia pilih agamanya dan mengakhiri hubungan mereka.
Setelah seharian berpikir dan melihat sang kakak begitu bahagia dan terlihat tentram, memperhatikan ketika mereka sholat berjamaah di mushola, juga sang kakak yang sudah lancar mengaji membuat Shasha mantap dengan pilihannya.
Mereka saat ini duduk di ruang keluarga dan bercanda gurau sambil menonton televisi.
Arsen sang kakak mulai bertanya tentang keputusan adiknya mengenai kelanjutan hubungan sang adik dan gio.
"Sha... Gimana... Kamu sudah ada keputusan?" Shasha mengangguk
"Ya kak... Sebenarnya sekarang aku mau minta tolong, bisa kah besok sore aku melakukan syahadat?"Arsen dan Naomi terbelalak dengan keputusan shasha... Mereka tersenyum bahagia.
"Baik... Besok sore kita akan ke mesjid agung dan menemui ustadz Zakir.. beliau yang dulu membantu kakak " Shasha tersenyum lebar
"Baik kak..."
Tak terasa akhirnya Shasha sudah menjadi seorang muslimah sekarang, semua keputusan sudah dipikirkan dengan matang, orang tua nya pun tak keberatan karena keyakinan itu memang urusan pribadi dengan sang maha pencipta.
Setelah Shasha menjadi seorang muslimah, gio langsung menemui keluarga Arsen di Singapore. Mereka akhirnya merencanakan pernikahan 3 bulan ke depan, karena ayah gio sudah sangat ingin melihat anaknya menikah.
Keluarga gio saat ini berada di kediaman Arsen, mereka baru saja bertukar cincin sebagai tanda ikatan.
Ayah gio sangat bahagia melihat sang anak akhirnya akan melepas status single nya, walaupun dengan bantuan kursi roda, ayah gio terlihat antusias. Sang istri pun tetap setia mendorong kursi rodanya walaupun gio dengan senang hati membantu, tapi bundanya ini tak mau di bantu karena katanya selalu ingin berada di dekat suaminya.
"Baiklah..jadi 3 bulan lagi kalian menikah.. jadi mau di adakan di mana?" Shasha dan gio merasa bingung juga ya..
"Udah di Indonesia saja... Mom and dad bisa ke Indonesia, gio juga tinggal datang. Ya gak? Kasian ayah bunda gio yang harus bolak balik tempat yang jauh... Dan untuk bulan madu udah aja kalian tinggal pergi ke Paris, kan di sana romantis ya gak?" Ucap Arsen
"Iya aku setuju....yang lain?" Jawab gio
Semua orang merasa apa yang di sampaikan oleh Arsen adalah jalan keluar yang terbaik.
Hari hari mereka mulai sibuk dengan persiapan pernikahan Shasha dan gio. Sang pengantin tak diperbolehkan ikut campur tapi keduanya tetap ingin ikut andil dalam proses persiapannya.
Mereka terkadang terlihat kelelahan namun di wajah mereka tetap terlihat senyum yang merekah.
Ya itulah cinta.. dulu aku juga gitu... Mau nikah malah angkat angkat barang, ada kipas gede dari rumah ibu angkat ke rumahku ada juga barang yang lain..... Eh Thor malah curcol... Curhat colongan. 😆😉✌️
Ya begitulah, semua disibukkan dengan persiapannya.
Pernikahan akan di adakan di sebuah gedung mewah di daerah Jakarta, mereka tidak memilih Bali karena kondisi sang ayah yang masih belum pulih dan harus banyak istirahat.
Sebuah gedung hotel mewah yang dimiliki Arsen, membuat semua kegiatan bisa cepat terselesaikan.
Gaun yang terjuntai indah dan sebuah jas yang begitu elegan..
Hari di mana kebahagiaan akan gio dan Shasha dapatkan.