
Arsen terdiam membeku karena nama yang keluar dari mulut Jeremi sang penembak yang berniat untuk membunuhnya.
"Halo, gimana udah dengar kan siapa pelaku di balik penembakan." Tanya Andre
"Ya..sangat jelas...om gue sendiri." Jawab Arsen dengan dingin
"Jadi gimana rencana Lo sekarang?"
"Gue mau Lo minta Jodi tetep awasin uncle Robert, liat pergerakan nya. Suruh Arnold awasi terus kalo bisa hack sistem keamanan perusahaan uncel gue. Kalo ada apa apa langsung hubungi kita." Ucap Arsen
"Gue harus ke Indonesia besok, Lo juga siap siap deh, ikut gue besok." Lanjut Arsen
"Besok siapkan jet jam 6 pagi. Gue mau sampe cepet. Jam 10 ada meeting."
"Siap, gue langsung hubungi pilot Adrian." Jawab Andre
"Tak terasa sudah 1 bulan aku tak bertemu dengan mu Naomi...apa kabar mu my angel? Apa kau masih mengingatku?" Gumam Arsen
Di lain tempat
Jakarta, 10:00 pm
Malah yang mulai dingin karena hembusan angin serasa mulai menusuk tulang, tidak biasanya Jakarta sedingin ini. Hujan sudah turun dengan deras sejak 2 jam yang lalu dan tak kunjung berhenti.
Waktu sudah menunjukan pukul 01:00 am. Tiba tiba datang mobil ambulans berhenti di depan pintu UGD, dengan sigap para perawat berlari ke arah pintu, mereka membuka pintu lalu menghampiri ambulance.
Korban Kecelakaan tersebut langsung diangkat dan di bawa menuju ranjang. Ada 3orang yang terluka. 2 orang luka ringan 1 orang luka parah dan harus langsung menjalankan operasi.
"Dr Naomi, ada korban Kecelakaan datang, 1 orang luka parah 2 luka ringan." Ucap salah satu perawat yang masuk ke ruangan Naomi
"Coba jelaskan kondisi yang parah, apa harus dilakukan operasi darurat?" Ucap Naomi sambil menggunakan jas kebanggaannya. Maklum barusan dia lagi cuci tangan habis makan.
" Laki laki usia 39th mengalami
patah tulang dan ada pecahan kaca yang menancap di ulu hati, kita gak tau kalo kaca tersebut tembus ke organ itu atau tidak."
"Ok. Kita cek dulu sekarang." Ucap Naomi sambil berjalan setengah berlari ke arah pasien
"Dok, kita sudah hubungi keluarga korban, sebentar lagi akan datang. Mungkin 15 menit, untung saja korban lain cuma luka ringan aja jadi mereka langsung hub pihak keluarga."
"Ok, good." Jawab Naomi.
Naomi dengan sigap memeriksa korban tersebut, bisa dilihat dari tatapan Naomi yang sangat serius..ini harus secepatnya di bawa ke ruang operasi.
"Apa keluar korban sudah datang?" Tanya Naomi
"Belum dok."
Tak berapa lama terdengar suara...
Tap..tap... .tap
Langkah kaki menghampiri mereka di ruang UGD.
" Ma..maaf .saya...keluarga Ardiansyah...korban Kecelakaan. bagaimana kondisi kakak saya?" Tanya seseorang yang tak lain adalah adik dari Ardiansyah.
Seketika Naomi dan para perawat menoleh ke arah suara tersebut.
Seketika pula badan Naomi membeku menatap wajah seseorang yang sudah 3 bulan tak terlihat.
"Leon...." Gumam Naomi
"Naomi..." Gumam Leon
"Dok..dokter.." seorang perawat menepuk bahu Naomi
"Oh. Iya." Kembali kesadaran nya " ayo Naomi sadar...ini lagi darurat jangan melamun." Batin Naomi
"Oh an..anda keluar pak Ardi ya,
Maaf kakak anda butuh penanganan secepatnya...kondisinya memprihatinkan..kaki kanan patah dan ada pecahan kaca yang menancap ke ulu hati, berdoa saja mudah mudahan tidak sampai tembus ke organ vital nya. " Jelas Naomi
"Oh ya dokter...saya minta tolong selamatkan kakak saya.. orang tua kami masih di Cina..jadi saya yang bertanggung jawab." Jawab Leon
" Baik suster, tolong kasih surat ijin operasi dan kasih ke pak Leon untuk ditandatangani." Perintah Naomi
"Eva, minta gio untuk siapkan meja operasi sekarang. Dan saya mau kamu, gio, ernita, Dion ikut bantu saya operasi." Ucap Naomi
"Baik dok." Jawab Eva
" Saya mohon pamit pak Leon." Pamit Naomi agak sedikit canggung
"Ba..baik dok." Jawab Leon
Naomi langsung siap siap untuk mengganti pakaian khusus operasi, tangan dan baju juga alat alat harus steril. Tak lama mereka pun melakukan operasi.
Sekitar 4jam Naomi, dr daniel sebagai ahli tulang, dr Aldi sebagai dokter anastesi dan ke 4 perawat melakukan operasi. Dari jam 1:30 sampai 05:30 mereka baru selesai.
Ruang operasi pun terbuka. Terlihat Naomi dengan wajah yang sangat lelah.
"Huh...beres juga." Batin Naomi
"Dok, bagaimana keadaan kakak saya?" Tanya Leon
"Oh pak Leon, Alhamdulillah operasi berjalan dengan sangat lancar dan untung saja kaki nya masih bisa kita pertahankan dan pecahan kaca tidak tembus ke ulu hati, sedikit lagi saja maka nyawa kakak anda mungkin tidak bisa tertolong." Ucap Naomi sangat tegas. Sungguh terlihat seorang dokter yang pintar dan profesional
"Terimakasih Naomi..." Leon berucap dengan lembut sambil menatap wajah Naomi dengan intens
"Sama sama pak Leon, itu sudah jadi kewajiban saya sebagai seorang dokter. Saya harus siap kapan pun saya dibutuhkan, nyawa sangat berharga, bukan begitu pak Leon." Jawab Naomi dengan tegas dan menekan kan kata berharga
"Maaf Naomi saya sudah salah...kamu bisa memaafkan ku kan?" Pinta Leon.
" Maaf pak Leon, anda bicara apa? Saya tidak mengerti....oh ya Kakak anda akan di pindahkan ke ruang perawatan sebentar lagi, menunggu kondisi stabil. Saya mohon undur diri. Terima kasih" undur Naomi dengan wajah yang sulit untuk dilukiskan.
"Tunggu...bisa kita bicara?" Pinta Leon sambil memegang tangan Naomi
"Maaf saya lelah, saya ingin istirahat. " Sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Leon
Naomi masuk ke ruangan nya dan duduk di sebuah sofa sambil tertegun menatap ke bawah lantai. Dia bingung...yang dia rasakan sekarang sangat tidak enak. Sesak...
Deg..deg..
Deg..deg...
Sakit .. sangat sakit sekali jika mengingat kejadian 3 bulan yang lalu.
Flashback
"Sayang, kamu di mana?" Ucap Leon
"Aku lagi di kampus, ini aku udah bolak balik kampus sampe 3kali loh, capek banget, ngejar ngejar dosen kok gini amat ya?" Keluh naomi
"Oh...tadinya aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Kamu sibuk banget ya. Udah 3minggu kita gak ketemu." Ucap Leon
"Iya nih Sayang, gimana lagi dong ini kan tugas akhir biar aku bisa lulus. Kamu bisa jemput gak?" Pinta Naomi
"Maaf sayang, aku lagi gak enak badan. Tadinya pengen ditemenin kamu di kosan tapi kamu masih sibuk dengan kuliahmu." Ucap Leon
"Maaf ya...aku gak bisa jagain kamu pas lagi sakit. Nanti kalo dah beres aku siapkan waktu deh khusus buat kamu. " Ucap Naomi
" Kamu emang bakalan pulang jam berapa hari ini?" Tanya Leon
"Mungkin malem....aku harus kejar dosen hari ini biar laporan aku beres hari ini dan besok aku bisa print." Ucap Naomi
"Ada Adi gak, pulang minta antar Adi GPP?" Tanya Leon
" GPP kok, entar aku minta supir aja deh. Kalo Adi kan bawa motor...kayaknya ini juga mau ujian."
"Kamu hati hati ya di kampus...langsung pulang dan istirahat kalo udah selesai."
"Siap bos...cepat sembuh ya sayangnya Naomi....emmuaah. kiss dari jauh buat pacar aku yang ganteng."
"Bye.."
"Bye.."
Naomi POV
"Tak sangka akhirnya beres juga...gue kira bakalan ketemu dosen trus susah minta dikoreksi...nah ini dia langsung koreksi langsung dibenerin lagi...kasian kali ya liat gue udah bercucuran keringat gini. Nanti malem gue print besok tinggal tanda tangan beres deh. Aaaaaah seneng banget gue." Batin Naomi sambil senyum senyum gak jelas gitu
"Ini baru jam 4, aku bisa tengok dulu si sayangnya Naomi..aku capek sih tapi kalo demi Leon GPP deh capek dikit. Aku main dulu ke kosannya sebelum Maghrib baru pulang." Monolog Naomi
"Woy...Lo kenapa cengar cengir sendiri, jiga NU gelo nyaho (kayak orang gila tahu)." Tau tau Adi di belakang Dateng sambil menepuk pundak Naomi
"Eh busyet...bikin kaget aja Lo." Ucap Naomi.
"Lagian kenapa coba cengar cengir sendiri....lagi seneng Lo?"
" Iya lah secara nih ya....gue udah ketemu sama tu dosen eh dikoreksi trus dikasih tau lagi harus kayak gimana, jadi kan gue tinggal benerin sama ya udah dia kasih. Besok udah tinggal tanda tangan. Gimana gak seneng gue hah?"
" Enak banget sih Lo...gue cuma di Corel coret doang...gue harus nyari sendiri. Coba tinggal 2 hari lagi."
" Sabar sabar..kayaknya Lo harus banyakin sedekah deh. Hahaha.."
" Jadi Lo kira ini karena gue pelit gitu...gak suka sedekah..enak aja lo. "
"Hahaha...sensi amat Lo...eh Jihan mana?"
"Tau dia lagi sama pacarnya kali. Nyesek gue."
"Tau ah ...gue mau pulang aja."
"Eh Lo gak akan kemana mana gitu?"
"Gak. Gue males. Mau rebahan dulu entar malem gue mau gadang beresin laporan."
"Boleh minta tolong gak?"
"Apa sih yang gak buat Naomi sayang."
"Ah penyakit nya kumat."
"Mau minta tolong apa Lo.?"
"Anterin aku ke rumah Leon yu...dia sakit..nengok aja bentar gitu."
" Lo sayang banget sama dia ya Naomi?"
"Ya sayang lah...kalo gak sayang gak mungkin dong gue mau jadi pacar dia...ini udah mau 8bulan gue jalan Ama dia masa Lo masih tanya gue sayang gak sama Leon....jangan ...jangan...Lo suka lagi sama gue. Hahaha."
"Gue emang sayang sama Lo Naomi...Lo udah kayak adik buat gue....gue gak mau ada nyakitin Lo." Adi menonyor kepala Naomi dengan pelan.
" Makasih ya AA Adi...hehehe. Lo juga kayak kakak buat gue....gue kan gak punya kakak."
"Ok sekarang mau ke mana dulu?"
"Beliin makanan dulu deh, Leon pasti laper gak ada yang masakin."
"Duh...perhatiannya sama pacar."
"Harus dong...gimana sih. Dia kan di sini sendiri. Keluarga nya semua pada di Lombok."
Skip
Mereka sudah membeli makanan. Ada nasi Padang, ada martabak, ada buah buahan. Setelah merasa cukup mereka langsung naik motor ninja Adi melesat menuju kosan Leon. Tak butuh waktu lama jam 5:00 sudah sampe di depan kosan Leon.
" Cepet turun...jangan lama ya...biar keburu pulang pas Maghrib."
"Ok sip. Gue gak bakalan lama kok."
Mereka masuk ke gerbang gedung yang mana itu gedung yang sangat mewah dengan berjajar kosan yang sangat bagus ..kosan tapi fasilitas nya lumayan lengkap.
Leon memang orang kaya jadi gak mungkin mencari kosan yang abal Abal. Dia baru 2hari di situ..itupun cuma sementara selama apartemen miliknya di renovasi.
Naomi melangkahkan kakinya sangat pelan...pengen membuat kejutan buat pacar tersayang nya...maklum lagi hangat hangatnya. Naomi mengendap ngendap begitu pun Adi gimana tidak... Naomi yang minta.
Tap..tap...tap...langkah kaki berhenti di depan pintu kosan.
"Emmmmh..emmmmmh...ah..ah...ah...lepas dong."
"Ah...pelan pelan...nanti sobek...sabar."
"Kamu GPP kan..."
"GPP..toh aku sayang kamu kok."
"Ya udah...kita lanjut ya..."
"Emmmmh ahhhh...ahhhh..oh...pelan..."
Keringat bercucuran...pikiran tak tau ke mana...
Deg..deg..
Deg ...deg..
Naomi dan Adi bertatapan mereka menerawang apa yang sedang terjadi di dalam sana ketika suara itu yang terdengar. Tak dapat menahan lagi dan tak mau mengira ngira, Naomi coba membuka pintu dan bingo...tak dikunci.
Ceklek....
OMG..pemandangan yang sangat dak diinginkan ....sepasang muda mudi sedang di atas ranjang, tepatnya lelaki di atas perempuan yang setengah telanjang...memegang bukit kembar. Mereka terhentak ketika ada 2orang yang sedang memergokinya. Sontak merekapun kaget.
Hancur...sesak...itu yang naomi rasakan.. seseorang yang dia cintai setulus hati. Yang dengan harapan dia adalah pacar pertama dan yang terakhir, dia yang Naomi harapkan untuk menjadi imamnya di kemudian hari. Hari itu dan detik itu juga harapannya hancur...tak terasa air bening menetes di pipi mulus Naomi....namun tak mengeluarkan suara...bukan kah itu tangis yang sangat menyakitkan jika menangis tapi tak bersuara?
"Naomi ....sayang...jangan salah sangka...aku akan menjelaskan." Ucap Leon sambil mendekati Naomi
Ya Leon masih menggunakan pakaiannya... hanya wanita itu yang setengah telanjang.
"Oh...ini ternyata ..ah .... seperti ini kamu di belakang aku?"
"Bukan begitu sayang..."
"Jangan mendekat..." Potong Naomi
"Aku kita kamu sakit...aku kira kamu kesepian...aku khawatir tp kayaknya aku percuma ya...lelah pun aku datang membawa makanan karena khawatir kamu belum makan. Nyatanya...ini..." Naomi tak sanggup meneruskan.
"Please Naomi...dengerin dulu penjelasan aku." Mohon Leon
"Cukup...aku gak mau debat lagi. Maaf mengganggu kesenanganmu..."
"Naomi...iren hanya temanku...kami tak ada apa apa."
"Teman kamu bilang...dengan teman kamu bisa tidur hah?" Bentak Naomi
"Kalo gitu aku bisa tidur dong sama Adi." Lanjut Naomi
"Jangan gila kamu Naomi." Bentak Leon
" Aku gak boleh...nah kamu apa? Sinting." Geram Naomi
" Udah deh ..gue capek ..gue mau pulang...Lo terusin aja aktivitas Lo yang sangat memuakkan itu dan menjijikan."
"Naomi please....gue kayak gini karena gue butuh perhatian ...dan Lo gak ada di samping gue."
" Butuh perhatian kata Lo...gue kurang perhatian apa sama Lo hah...Lo pikirin lagi deh sendiri. Gue gak mau debat."
"Naomi please..."
"Jangan mendekat...atau gue bisa lakukan sesuatu sama kamu. "
" Jangan kotori tangan kamu Naomi...biar gue aja yang turun tangan..." Ucap Adi
Bugh..bugh..
Leon tersungkur ke bawah...darah pun keluar dari sudut bibirnya.
"Cukup Adi." Teriak Naomi.
"Jangan kotori tanganmu buat laki laki brengsek. Kita pulang aja. Capek gue pengen Istirahat." Ucap Naomi.
"Leon...mulai sekarang..detik ini juga...kita putus."
"Naomi...please...kasih gue kesempatan...gue cinta sama Lo. Kita bicarakan baik baik ya" ucap Leon dengan sangat lembut, berharap Naomi memberikan kesempatan.
" Gak ada lagi kata kita...yang ada cuma Lo...gue...end."
"Eh ada Sule..." Ucap Adi
"Mana ada Sule di sini" ucap Naomi kesel.
"Itu tadi...Lo...gue...end." ucap Adi
"Hahaha dasar Lo .gue lagi nyesek masih aja Lo becanda." Ucap Naomi
"Udah ah jangan sedih..sedih...entar gue kenalin sama cowok cowok gans. Eh kayaknya dosen Lo suka deh sama lo. Iya gak..pas lagi ngajar gue sering liat tu dosen ngelirik Lo tau."
" Udah ah..apaan sih Lo."
"Lumayan dia dokter senior, pintar masih muda lagi, jarang jarang tau dokter setingkat dia masih muda kalo bukan dia smart nya gak ketulungan. hahaha." Mereka terus aja berdebat sepanjang langkah keluar dari rumah Leon sampai naik ke motor Adi. Setelah itu tak ada lagi kata kata yang keluar. Adi tau Naomi butuh ketenangan. Biarkan dia tenang dulu, besok bisa diganggu lagi. Hehehehe
"Naomi..." Leon masih memanggil manggil Naomi
"Udah Leon...udah..kan masih ada aku...kamu tau kan aku juga cinta sama kamu..
"Tapi gue gak cinta sama Lo ren...gue cinta sama Naomi...gue hilap....maaf."
Flashback off
Naomi meneteskan air matanya...luka yang dulu sudah mulai kering teriris kembali. Dan dia baru tersadar ketika alarm pukul 06:00 berbunyi.
"Ya ampun udah jam 6 aja nih...gue belum sholat subuh, abis operasi malah mikirin si Leon. " Batin Naomi
Dia ambil wudhu pas mau pake mukena dia baru ingat....
"Oh iya...gue lupa. Kan ini gue lagi haid ya...hari terakhir gue...kan belum bebersih. Aish...otak gue jadi gak konek gini sih...untung belum bebersih..kan gue gak nyesek sholat subuh telat. Apalagi cuma buat mikirin cowok. Gak banget deh gue."
Itu lah Naomi selalu berusaha untuk sholat tepat waktu. Sebisa mungkin dia melakukan kewajiban nya sebagai umat Islam. Ya terkecuali dalam keadaan darurat seperti tadi...harus masuk ruang operasi dan menyelamatkan nyawa. Allah SWT pun akan mengijinkan. Insyaallah.
****
Giman part ini ok gak? Cukup menegangkan atau biasa aja?
Please kasih masukan dong biar lebih baik lagi. Maklum one night in Singapore ini karangan pertama aku. Kalo cerita "Alana sama dunia lain" kan itu kisah nyata jadi gak pake ngarang. Hehe. Thanks ya.
Jangan lupa absennya ya vote and comment. Ok man teman. Noona pamit dulu.
See you next chapter
Bye 🤗😘