
"Ayo kita sakit bersama Arsen....karena itu pilihanmu dulu." Batin naomi
Matahari telah terbit memberikan sinarnya, kehangatan terasa di wajah Naomi yang menikmati sinarnya menyentuh kulitnya.
Baru saja dia selesai memasak sarapan pagi nya dan mendudukkan dirinya di sofa balkon sambil menikmati udara pagi yang sejuk dan segar.
Malam yang berat sudah dilalui dan saatnya dia kembali menata hidupnya bersama gio sang kekasih.
Ngomong ngomong tentang gio, Naomi baru ingat jika semalam gio bilang mau ngajak dia jalan jalan ke pantai. Baru saja dia ingat pintu sudah ada yang membunyikan bel.
Ting tong... tong tong...
Naomi sudah tahu itu pasti gio...Naomi sudah paham jika ada yang mengetuk pintu itu pasti Arsen, jika bel yang berbunyi pasti gio. Beda sama temannya, pasti telp dulu kalo mau datang ke apartemen.
Naomi melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen. Dilihatnya di lubang kecil, memastikan gio yang telah datang dan dugaannya ternyata benar.
Ceklek....pintu terbuka. Naomi tersenyum dengan lebar. " Hai..my little aom... assalamualaikum." Sapa gio "waalaikmslm Yo..." Balas Naomi
Gio cemberut dan Naomi bingung dengan raut wajah gio. " Kamu kenapa cemberut gitu? Jelek tau." Gio melangkah masuk dan duduk di sofa. "Kamu kenapa cemberut gitu sih?" Naomi ikut mendudukkan dirinya di sebelah gio.
"Aku kesel .. emang gak ada gitu panggilan sayang buat aku selain Yo...Yo..Yo..." Naomi tersenyum sedikit tertawa. "Kamu ini lucu deh...emang mau dipanggil apa? Ayah bunda, Mimi pipi, bibu mipu. Atau my love? Hahaha." Gio yang melihat malah ikut tertawa.
"Apaan itu bubu mipu?" Gio masih tertawa
"Kayak mama papa gitu. Itu juga atu liat status orang kayak gitu. Asli agak lebay sih menurut aku. Tapi panggilan aku ke kamu tuh yo..itu udah dari dulu sama kayak kamu panggil aku 'my little aom'. Atau aku panggil thirak atau Shin Aina?" Tanya Naomi
"Panggil aku ay ay aja deh." Naomi bingung "ai? Bahasa Jepang?"
"Ai, apa?" Tanya gio
"Cinta."
"Oh. Maksud aku tuh ay dari ayang alias sayang." Jawab gio
"Ok. Sekarang aku panggil ay aja." Naomi tersenyum
"Udah sarapan?" Gio mengangguk "udah tadi di hotel." Gio melangkah ke balkon ingin mencari udara segar.
"Kita jadi ke pantai?" Tanya Naomi
"Jadi dong..."
"Emang gak capek?"
"Gak lah...kan kita cuma punya banyak waktu di akhir pekan aja. Besok aku masuk siang juga. Jam 1 abis makan siang baru ada jadwal."
"Ya udah kalo gak capek, ayo.." ajak Naomi
"Besok kerja jam berapa?" Tanya gio
"Masuk siang jam 1 an sih." Gio tersenyum lebar
"Jadi kita bisa nginap di vila...pagi baru pulang.ok." tanya gio dan diangguki Naomi
"Aku siap siap dulu ya.." Naomi mengganti bajunya dan membawa beberapa pakaian ke dalam tasnya.
"Udah siap? Gak ada yang ketinggalan kan?" Tanya gio
"Udah kok...aku udah siap...ayo ah nanti terlalu siang...panas."ucap Naomi
"Imut banget sih gaya kamu. " Gio mencium pipi Naomi.
" Gio....ih nyebelin." Ucap Naomi tersipu
Mereka masuk mobil dan melajukan ke sebuah pantai di Jakarta tempat gio dulu menyatakan cintanya.
Mereka sampai di sebuah vila, membereskan pakaian dan berbelanja makanan mengisi kulkas yang ada di dalam.
"Ay...kok belanja makanan nya banyak banget sih, kan cuma kita berdua." Heran Naomi
"Panggil apa sayang barusan? Ulangi dong." Naomi tersipu malu
"Apaan sih ah...jawab pertanyaan aku. Bukan godain aku." Ucap Naomi
"Aku ajak teman, gak papa kan?" Naomi terkejut, siapa kira kira yang di ajak
"Ayo dong ulangi lagi yang tadi..." Pinta gio
"Gak..."
"Ayo dong"
"Gak"
"Please"
"Gak. Aku malu Yo."
"Please..."
"Ay...udah."
"Ih kamu apaan sih." Gio memeluk Naomi dari belakang sambil me nggelitik perut Naomi
"Ahhahahahaha...Yo..udah Yo...hahah..Ay Ay...ayangku yang ganteng...udah ya..." Tak tak tak mereka sedang tertawa datang dua orang di balik pintu.
"Hai....maaf loh ganggu kalian. Abis pintunya kebuka." Terdengar Suara wanita yang dikenal Naomi dan seketika mereka terdiam.
Gluk....Naomi menelan ludah nya dengan susah. Ternyata yang datang dia orang yang Naomi tidak harapkan. Ya mereka Hanna dan Arsen
"Emmm silahkan masuk." Ucap Naomi
Mereka berdua masuk da Hanna langsung memeluk Naomi.
"Azura...kamu lucu banget sih, rbutmu dikepang gini dan pakaian mu, kalo liat gini rasanya kamuadih cocok jadi anak SMA."
"Ah...masa sih." Naomi melirik Arsen yang sedari tadi melihatnya terus.
"Iya kan sayang" ucap Hanna ke Arsen
"Oh..i.....Iya. lucu...cantik.. menggemaskan. Ya begitu. " Arsen menjawab kikuk
"Angel...masih sama seperti dulu .. pertama kali bertemu, pakaianmu, rambutmu...oh tuhan...rasanya aku ingin berlari dan menariknya ke dalam pelukan ku." Batin Arsen
"Ah bisa saja...anda juga cantik dan masih cocok jadi anak SMA." Ucap Naomi
Gio merangkul pinggang Naomi dan mengajak Hanna juga Arsen duduk. "Ayo duduk sini, kita ngemil dulu siangan kita ke pantai." Arsen dan Hanna ikut duduk di sofa depan tv...
Setelah melepas lelah karena baru sampe di vila mereka memutuskan untuk jalan jalan di pantai.
"Ayo kita ke pantai." Ajak gio
"Ay...aku ganti baju dulu ok." Naomi tersenyum meminta ijin mengganti bajunya.
"Kepanasan ya?" Tanya gio
"Iya..." Naomi tersenyum dan pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya.
"Yu berangkat." Ajak Naomi
"Oh kamu udah beres. iya ayo...kita berangkat..Arsen dan Hanna udah di depan." Gio mengaitkan jari jemari mereka.
"Cie cie...couple goal nih...baju aja samaan. Sen..liat deh mereka cute banget sih?" Naomi melirik pakaian miliknya dan gio...dia baru sadar memilih warna yang sama.
"Hahaha...asli aku gak tahu...ngak nyadar...gak sengaja jadi samaan gini." Hanna tersenyum ",sangaka juga GPP kali...dulu juga kita gitu ya kan sayang." Hanna mencium pipi Arsen dan Arsen pun terkejut.
"Honey...kok kayak kaget gitu sih?" Arsen kikuk dengan ucapan Hanna
"Gak papa...cuma kaget aja." Hanna malah mencium pipi Arsen lagi dan Arsen melirik ke arah Naomi, terlihat naomi berpura pura mengajak gio berbicara dan mengalihkan pandangannya.
"Apakah kamu sudah bahagia tanpa aku Naomi...bahagia dengan gio?" Batin Arsen
Mereka saling bergandengan tangan dengan pasangan masing masing. Terlihat Naomi yang ceria berbicara dengan gio, terkadang mereka tertawa disela obrolan mereka.
Di sinilah mereka sekarang, di sebuah pantai, mereka duduk di atas tikar dan minuman kelapa muda juga berbagai cemilan tersedia di sana.
Naomi dan gio terlihat sedang bermain ayam ayaman, Arsen memperhatikan apa yang sedang mereka kerjakan.
Tangan kanan Naomi dan tangan kanan gio saling dikaitan, tepatnya keempat jarinya terkecuali jempol. Nah jempol harus berdiri dan bebas untuk sembunyi. Nah jekpol ini di sebut ayam . Tugas sang jempol adalah menangkap jempol lawan, jika kena dan tak berkutik maka dia menang dan bebas memukul tanganya. Peraturan nya bebas menang sentil jidat lawan dan mereka membuat peraturan jika 5kali menang berarti yang kalah melakukan keinginan sang pemenang.
Gio dan Naomi bermain dengan serius terkadang mereka tertawa apalagi kalo Naomi menang pasti dia gak segan segan menyentil jidat gio.
"Aku menang 5kali....i am the winner." Teriak Naomi dan gio siap siap dengan permintaan Naomi
"Ok..ok...apa mau mu? Jangan yang aneh aneh deh...aku tahu wajah licikmu. " Ucap gio dan Naomi mengedipkan sebelah matanya dan tertawa. Semuanya tak luput dari penglihatan Arsen...
"Harusnya aku yang main dengan my angel...bukan gio...ih... shit." Kesal Arsen di batinnya. Namun di luar terlihat tenang.
"Pokoknya aku mau kamu gendong aku dari pohon itu sampe pohon sana. " Ucap Naomi
"Cuma itu...ok. gampang banget." Gio mendadak punya ide "Arsen...sini deh. Daripada dari tadi kalian diem aja mending kita lomba gendong pacar masing masing dari pohon itu sampe pohon sana. Yang kalah siapin makan malam... sebenarnya kita mau acara bakar Bakaran nih. Yang kalah bagian bakarin dagingnya."
"Ok deal..." Ucap Arsen dan mereka memulai perlombaan nya.
Kedua pasangan ini bersiap, satu..dua ..tiga...go.. mereka berlari dengan gendongan dibelakang mereka yang tak lain tak bukan pasangan mereka sendiri.
"Ahahaha..kita menang...kita menang sayang..."
******
Siapa yang menang?
Next chapter ya.
Thanks for reading and don't forget to give like vote and comment ya guys.
See you next chapter