One Night In Singapore

One Night In Singapore
Maaf



"Hanna...mari pulang ke Hawai sayang, ya... setelah kita tau wanita itu baik baik saja." Hanna hanya terdiam menundukkan kepalanya.


Hendrik keluar dari ruangan, terlihat guratan amarah di wajahnya. Lalu di melangkah kan kakinya melewati Arsen. Dia juga bingung kenapa ada Arsen dan yang menggendong juga Arsen sedangkan tunangannya itu gio.


"Gio...." Gio langsung mengangkat wajahnya. " Kak...gimana Naomi?" Hendrik tersenyum "dia gak papa kok...untung pelurunya kena tangan dan hanya kegores, sedikit saja ke tengah bisa bisa kena jantung. Namun, apa yang terjadi? Siapa yang berani menembak Naomi Hem?" Gio terlihat lebih tenang dengan penuturan Hendrik.


"Ceritanya panjang kak, nanti kita ceritain ya...yang pasti aku ingin menemui Naomi. Boleh?" Hendrik mengangguk " boleh, masuk saja. Tapi nanti di ruang perawatan ya...soalnya harus tranfusi darah...tadi lumayan banyak darah yang keluar.. walaupun aku bilang goresan, tetap saja harus dirawat dengan benar. Cukup 1 kantong tranfusi nya kok. Jadi gak akan lama.." gio mengangguk paham


"Gue masuk dulu sen..." gio masuk melihat naomi dan Arsen termenung, sungguh dia ingin sekali masuk ke dalam dan memeluk wanita yang dicintainya. Namun dia sadar diri, saat ini ada yang lebih berhak atas naomi.


Hanna yang sudah tahu kabar Naomi tidak parah dan melihat Arsen sedikit lega, dia langsung menghampiri Arsen.


"Sen....sayang....maaf atas kejadian ini. Tapi...aku ingin tahu..kenapa tadi kamu panggil nona Azura dengan sebutan sayang, honey dan my angel? Aku salah dengarkan?"  Arsen menatap Hanna dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Aku tak perlu menjelaskan apapun Hanna, yang perlu menjelaskan di sini itu kamu ...bisa kamu jelaskan semuanya?" Arsen menunggu jawaban dari Hanna


" Ya Arsen...maaf... setelah satu tahun aku terpuruk, aku bilang aku kerja kan? Nah aku kerja di perusahaan milik Jerry...dia sering melihat ku dan lama kelamaan dia mengajak nonton, makan, jalan jalan. Di saat aku terpuruk dia selalu menghibur ku lalu kami menjalin hubungan. Saat aku memutuskan untuk membuka lembaran baru dan merencanakan pernikahan dengan nya, James datang membujukku untuk menemuimu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, namun aku merindukan mu Arsen." Hanna menarik napasnya


"Aku sadar aku masih mencintaimu dan merindukan mu Arsen." Lanjut Hanna.


"Terus bagaimana dengan aku Hanna? Apakah kamu lebih memilih dia dibandingkan aku Hanna? Satu tahun hubungan kita tak ada artinya kah?" Tanya Jerry


"Jerry...aku juga mencintaimu tepatnya mulai mencintai mu, bersama dengan mu membuatku bahagia dan bisa melupakan kejadian yang pahit dulu. Namun cintaku untuk Arsen lebih besar, maaf." Hanna menunduk kan kepalanya.


"Hanna... seperti nya...hubungan kita tak bisa dilanjutkan... lagipula kau sudah ada Jerry Yang benar benar mencintaimu, jika kita tak bertemu pasti perasaan mu akan terus bertambah besar. Seperti cintaku untuk my angel." Hanna menatap sendu mata Arsen.


"Sen...please..." Arsen memotong ucapan Hanna " sorry Hanna...cintaku untukmu sudah lama hilang, hanya tertinggal rasa iba dan karena rasa itu aku korban kan rasa cintaku untuk my angel...jika saja...ya.. jika saja aku tahu kamu sudah juga menjalin hubungan dengan seseorang aku pasti memilih my angel." Arsen menatap Jerry dan Hanna bergantian


" Lihat...di sini ada Jerry Yang mencintai mu dengan tulus... sedangkan aku . mencintai orang lain, kita hanya akan tersiksa jika memaksakan hubungan ini." Lanjut Arsen.


"Hanna... kamu tak akan bahagia hidup dengan orang yang tidak mencintaimu...kalian hanya akan saling melukai... kembalilah padaku Hanna...kita hidup di Hawai seperti dulu." Hanna menatap Arsen dan Jerry bergantian.


" Baiklah Arsen, jika itu mau mu namun aku ingin tahu siapa your Angel... apakah itu nona Azura?" Hanna terlihat kecewa.


" Hanna..Hanna...jangan bilang ini mauku Hanna ..kamu memang sebaiknya memilih dia dibandingkan aku bukan? Jerry akan mencintaimu dengan tulus dan aku yakin kalian akan bahagia jika bersama." Arsen menatap Hanna dan tersenyum kecil


"Dan untuk apa kamu  mau tahu siapa my angel? Itu tak penting bagimu." Hanna sungguh terlihat sangat ingin tahu siapa itu angel.


"Arsen please... sebelum kita berpisah..aku ingin tahu siapa yang selalu kamu sebut my angel....karena sudah sejak pertama kali bertemu nona Azura... tingkah kalian sungguh membuatku curiga. Makanya aku ingin menjadi sahabatnya nona Azura." Arsen menatap tajam


"Jadi selama ini, kamu menyelidiki kami? Terus apa yang kau dapat Hanna?" Arsen menyipitkan matanya menatap Hanna.


"Aku menyimpulkan jika nona Naomi Azura adalah your Angel, kesimpulan ini tambah kuat dengan adanya kejadian tadi... ucapan mu, panggilan mu untuk nona Azura. Betul kan pikiranku? My angel yang sering kamu sebutkan untuk wanita itu adalah nona Azura." Hanna tersenyum kecil.


"Jika iya kenapa? jika bukan kenapa? Bukan urusanmu juga kan?" Hanna menghela napasnya


"Jika memang betul, maaf Arsen...dia sudah jadi milik orang karena kamu telah memilih aku dulu. Jadi ini juga kesalahan ku. Kita tidak berjodoh. Dan kamupun tak berjodoh dengannya."


"Baiklah...artinya hubungan kita benar benar berakhir sen? Jika begitu, ijinkan aku untuk bertemu dahulu dengan nona Azura." Hanna melangkah kan kakinya menuju ruangan Naomi.


Hanna masuk bersama Jerry, terlihat gio yang sedang memegang tangan Naomi.


"Nona Azura..." Naomi melihat ke arah pintu dan melihat ada dua orang yang masuk.


"Hai nona Hanna..." Naomi tersenyum


" Maaf atas kejadian ini...kamu jadi terluka..." Jerry pun mendekat.


" Maaf.  Ini semua salahku. Aku kaget dan melepaskan tembakan. Aku kira tidak ada pelurunya...sudah lama tidak dipakai.  Aku hanya menggertak namun nyatanya terjadi juga." Naomi tersenyum


" Kamu tahu Jerry, jika aku tak mencoba meraih senjata itu, kamu bisa saja melukai Hanna, orang yang kamu cintai....karena kamu merasa itu tak ada peluru kan? Jadi tak apa, ini hanya pengorbanan kecil untuk sebuah nyawa." Hanna menatap wajah Naomi


"Kamu begitu baik nona Azura... terima kasih dan maaf..." Naomi tersenyum manis


"Sudah jangan dijadikan beban...yang penting kamu selamat." Hanna tersenyum


" Mungkin kita tak akan bertemu lagi selama beberapa bulan...tapi...aku akan hadir jika kau mengundang ku di pernikahan mu." Hanna memeluk Naomi


"Terima kasih, semoga bahagia dan maaf aku telah merampas Arsen darimu." Hanna berbisik pelan takut gio mendengarnya.


Naomi membesarkan matanya.


" Bagaimana....kamu.." Hanna melepaskan pelukan nya dan tersenyum " aku sudah tahu...dan sekali lagi aku minta maaf azura...aku dan Jerry akan kembali ke Hawai." Naomi menatap sendu mata Hanna.


"Sudah jangan minta maaf terus..mungkin ini yang terbaik untuk kita semua." Tatapan sendu terlihat di wajah Naomi.


" Baiklah aku tak akan lama...kau butuh istirahat dan kasihan gio, dia seperti nya mengantuk sampai terduduk di sofa seperti itu." Naomi tersenyum " makasih Hanna dan sampai jumpa lagi ya... semoga kalian juga bahagia." Dia tulus Naomi panjatkan.


"Dah Azura, see you.." ucap Hanna


" I am so sorry and Thanks Azura. Kamu memang seperti malaikat, baik hati dan pemaaf. Semoga kamu bahagia and see you." Naomi tersenyum dan melambaikan tangannya.


********


Akankah pernikahan Naomi dan gio tetap berlangsung walaupun Arsen dan Hanna sudah putus hubungan? Kita tunggu kelanjutannya.


Thanks for reading and don't forget to give like vote and comment ya guys.


See you next chapter


Bye 🤗😘