One Night In Singapore

One Night In Singapore
Cemburu



Rasanya seperti baru pertama kali jatuh cinta... Itu yang mereka berdua rasakan setelah pulang dari pesta semalam.


Naomi sekarang kerja shift pagi, seperti biasa dia bekerja di bagian Unit Gawat Darurat.


Dia sangat sibuk sekali dengan pasiennya..kebetulan hari ini ada kecelakaan lalu lintas sehingga membuat dia sibuk lebih dari biasanya. Begitupun banyak anak anak yang masuk ke UGD dengan Macam macam penyakit, ada yang karena panas, sesak dan juga sampe kejang kejang.


Dokter Naomi tidak bisa menghandle semua pasien karena harus menjalankan operasi, dari pagi sampe sore dia harus mengoperasi pasien. 3 kali dia melakukan operasi. Sampe sampe dia sangat kelelahan. Sehingga dokter sillia di turunkan ke bagian UGD untuk menangani pasien anak anak.


Arsen sangat ingin bertemu dengan Naomi, apalagi setelah kejadian semalam, dia sangat ingin melihat wajah sang wanita yang dicintainya.


"Andre, antar aku ke RS ya." Pinta Arsen.


"Mau apa kamu ke RS, tumben. Kamu gak sakit kan?" Jawab Andre


"Aku sakit Dre." Jawab Arsen


"Kamu sakit apa? Mana yang sakit?" Terlihat wajah khawatir Andre


"Dada ini sakit karena menahan rindu." Ucap Arsen


"Yey...udah Bucin Lo?" Ucap Andre dan dijawab tawa oleh Arsen.


"Tapi aku bingung Dre...gimana cara biar bisa ketemu Naomi ya di UGD. Masa harus terluka terus?"


"Ya Dateng aja, langsung ngobrol deh kalo gak lagi sibuk."


"Ya udah deh kalo gitu...hayo."


Mereka pun pergi ke RS untuk mencari Naomi. Tapi dia baru selesai operasi 10 menit yang lalu dan sedang beristirahat di ruang khusus dokter. Matanya sangat lelah. Lalu terlelap tidur di ranjang yang disediakan di ruangan itu.



Arsen datang dengan Andre, baru menginjakkan kaki, datang dari arah pintu UGD sepasang suami istri menggendong anaknya yang sedang sakit. Anak tersebut mengalami sesak nafas, dan seorang dokter cantik bergegas berlari menghampiri mereka, melihat anak tersebut sesak napas dua langsung meminta  perawat menyiapkan oksigen.


Ya itu Sillia, dia langsung memberikan tindakan dengan memasangkan selang oksigen. Tak lupa meminta untuk membawa alat nebu dan obat yang akan diberikan.


Andre yang memperhatikan dengan seksama dari awal sampe akhir sangat terkagum-kagum, bagaimana tidak ada seorang dokter muda, cantik, baik dan sangat gesit dalam mengobati pasiennya.


" Sus, alat nebu sudah di ambil?" Tanya sillia


"Sudah dok. Ini alatnya."


"Tolong nanti di nebu ya tiap 3 jam sekali...kasih pentoline ya satu aja, jam berikutnya baru NaCL aja 3cc. Biar tidak terlalu sesak"


"Baik dok.."


"Oh ya...hari ini kasih nebu mulai jam 4, 7, dan 10...jadi cuma 3x aja ya."


"Siap dok."


"Jangan lupa suntikan obat panas ke infusan ya, setelah itu di nebu pertama...awas lupa kasih tau ke suster yang shift siang ya. Kita kan pulang sekarang."


"Iya dok saya juga mau bilang, kebetulan suster Aprilia udah Dateng, lagi ganti baju jadi nebu pertama biar sama saya aja."


"Ok. Makasih ya...saya mau siap siap pulang dulu. Hari ini sibuk banget, capek. Apalagi Naomi...dia pasti capek banget udah 3x operasi."


"Iya kasian, habis korbannya banyak banget dan parah parah sih. Sampe 10 orang yang luka, semua dokter bedah turun jadinya kan?"


"Iya...Naomi, Adi, Hendrik. Semua turun."


"Pasti berat banget hari ini sampe sampe dokter juga turun ke UGD. "


"Mau gak mau, kan kita dokter, resiko memang begini kan? Ya udah saya duluan ya. Makasih loh."


"Sama sama dok."


Arsen dan Andre yang mendengar tuturan sillia seakan akan ingin pergi tapi terlanjur ditanya oleh salah satu perawat di sana.


"Good afternoon Mr Arsen, do you need something? Or you want meet dr Naomi?" Tanya suster Eva


"Good afternoon, oh..emmm yes. Is she busy?" Ucap Arsen


"No, she has finished operation and now it is time to go home."


"Can i meet dr naomi?


"Yes of course...just a moment."


Suster Eva langsung pergi ke ruangan di mana Naomi sedang tertidur. Sedangkan Andre tak putus menatap sillia. Sillia pun tak sengaja menatap mata Andre...mereka bertatapan dan sillia langsung berdehem untuk memutuskan tatapan itu.


"Khem...emmm excuse me, can i help you?" Ucap Sillia


"Oh yes...we are here to meet dr Naomi." Ucap Andre sambil tertegun


Merekapun berpikir merasa pernah saling bertemu, namun di mana?


"Oh Naomi .....but, have we met before?" Ucap Sillia


"Oh...yes...in Singapore." Keduanya berbicara berbarengan lalu tertawa bersama. Sedangkan Arsen hanya menatap aneh ke arah mereka berdua.


Datanglah Naomi dengan suster Eva dari sebuah ruangan. Melihat Arsen yang menatap dengan senyuman membuat hati nya berdetak tanpa dia sadari dan ikut tersenyum lebar.


"Aduh Arsen ganteng banget sih...apalagi penampilan dia sekarang bikin jantung deg degan gak karuan." Batin Naomi.



Naomi baru ingat jika dia baru bangun tidur dan rambut yang diikat asal dengan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya.


Deg...dia malu dan menutup wajahnya, namun Arsen dengan langkah lebar menghampiri Naomi dan mencoba membuka tangannya.


"Jangan ditutupin wajahnya." Ucap Arsen


"Tapi aku pengen liat wajah kamu."


" Aku berantakan, belum mandi."


"Tapi aku kangen pengen liat wajah mu."


"A..apa..kangen?"


" Iya kangen. Kamu tidak kangen ya?" Ucap Arsen sedikit terdengar sedih


Naomi merasa tak enak dan mencoba melepaskan tangan dari wajah nya.


" Nah gitu dong kan aku bisa lihat wajah mu." Naomi tersipu malu dan pipinya memerah


"Belum mandi, lusuh. Gak enak dilihat tau."


"Kata siapa gak enak dilihat? Kamu masih cantik dan sempurna buat aku." Ah Naomi tak tau wajahnya udah kayak apa dengan ucapan dari mulut Arsen yang manis dan lembut namun tetap sexy.


Di tempat lain Andre dan sillia tengah asyik berbincang bincang. Tak tahu deh mereka sedang berbicara apa.


" Kamu sudah makan, laper gak? Tanya Arsen


"Laper sih, tapi malu ah...belum mandi."


"Kan udah aku bilang kamu tuh tetep cantik kok. Udah cuci muka juga kan?" "Dah ah yu kita makan. Aku juga lapar dari tadi nungguin kamu." Ucap Arsen


"Ya udah deh, ayo.." jawab Naomi


Arsen dan Naomi mendekati sillia dan andre. Mereka terkejut melihat kedekatan 2orang yang sedang asyik berbincang bincang.


"Woy...seru amat nih kayaknya....roman romannya bakal ada yang jadian nih." Ucap Naomi mengagetkan mereka berdua.


"Eh Naomi...apaan sih. Kita cuma ngobrol seru seruan. Kebalik kali kamu tuh yang roman romannya bakal jadian. Paling juga bentar lagi di tembak. Hahaha.." jawab sillia


"Eh btw mereka gak bisa ngomong bahasa Indonesia kan?" Tanya sillia berbisik tapi masih bisa di dengar Arsen dan Andre


"Kebetulan dr. Sillia, kami bisa berbahasa Indonesia walaupun tidak sebaik orang pribumi tentunya." Jawab Arsen


"OMG...sorry...aku jadi malu deh. Aish..." Ucap Sillia yang dijawab kekehan sama Naomi.


"Hahaha... sillia.. Sillia. Kita mau makan nih, ikut yuk " ajak Naomi


"Emang boleh?" Tanya Sillia


"Boleh lah...masa gak boleh. Lagian kita udah beres kan. Dah makan baru pulang." Jawab Naomi


"Iya ikut aja, biar aku gak jadi nyamuk di sana." Jawab Andre


"Kapan anda jadi nyamuk, kok ada nyamuk ganteng sih?" Jawab naomi bercanda dan itu membuat mata Arsen sedikit kesal. Mimik wajahnya sedikit berubah menjadi cemberut.


Andre yang melihat itu langsung sadar dan mengerti.


"Ah anda bisa aja bercandanya. Kalo begitu apa anda jatuh cinta pada saya?" Tanya Andre dan sontak membuat mata Arsen melotot ke arah Andre. Ih takut tatapannya. Padahal cuma mau ngisengin Arsen doang.


"Pasti sih banyak cewek yang jatuh cinta pada Anda, namun sayang saya tipikal orang yang tidak mudah jatuh cinta. Hehehe. Paling cuma mengagumi saja, bukan kah sayang kalo ada wajah ganteng di anggurin. Iya gak sill?" Jawab Naomi  sambil menyikut sillia dan Arsen sedikit merasa lega namun tetep gak rela kalo Naomi suka memandang wajah pria lain.


"Ya udah ayo makan." Ucap Arsen agak ketus dan pergi mendahului untuk berjalan ke arah mobil.


" Kayaknya ada yang cemburu nih." Ucap Andre sambil melirik Arsen tapi menyenggol Naomi.


Naomi yang sadar akan perubahan mimik dari wajah Arsen merasa tidak enak. Dia cuma bercanda kan. Pengen goda sillia sebenarnya.


Andre langsung sedikit berlari dan merangkul pundak Arsen dan berbisik.


"Dia cuma bercanda man...jangan kesel gitu deh." Ucap Andre


"Masa?"


"Dia ngomong gitu sambil lirik sillia tau, dia bercandaan gue sama sillia. Lo gak liat sih mimik wajahnya pas ngomong gitu. Keburu cemburu sih."


"Tapi kamu suka kan digituin. Awal ketemu kan Lo suka sama Naomi." Jawab Arsen


" Ok ya...itu dulu gue pas ketemu, gue tertarik dengan Naomi, badan yang cantik mungil tapi jago fighting, tp itu dulu...pas gue tau temen gue yaitu Lo..suka sama dia, saat itu juga gue hempaskan perasaan itu. Gue gak mau nyakitin bos, sahabat, dan sodara kayak Lo. Kita udah bareng bareng dari kecil sen...so jangan marah lagi. Ok." Jawab Andre


"Ok, gue pegang omongan Lo ya."


"Sip. Lagian gue udah mulai tertarik sama itu tuh...si cewek cantik Sillia."


Arsen pun kembali tersenyum dan merasa lega. Sedangkan Naomi dan sillia merasa heran dengan kelakuan 2 pria di hadapannya ini. Mereka ngajak makan tapi pergi berdua sambil rangkulan.


Arsen dan Andre melepaskan rangkulannya. Lalu berbalik ke arah 2 cewek cantik yang hampir dekat ke mobil. Sambil tersenyum mereka membukakan pintu supaya kedua wanita cantik itu bisa masuk.


Arsen membuka kan pintu mobil untuk Naomi, dan Andre membukakan pintu untuk sillia.


"Thanks " ucap Naomi dan sillia tersenyum berbarengan.


********


Gimana nih seru gak? Coba kasih masukan dong.


Thanks ya yang udah mau baca.


Don't forget to vote and comment.


See you next chapter


Bye 🤗😘