One Night In Singapore

One Night In Singapore
Hari hari sebelum pernikahan



Keesokan harinya Naomi sudah boleh pulang, namun dia akan cuti tiga hari untuk penyembuhan.


Gio saat ini tak banyak membahas yang sudah terjadi dia fokus dengan pernikahannya.


Undangan sudah tersebar, hanya rekan bisnis, keluarga dan sahabat. Tak banyak yang diundang karena pernikahan nya akan di adakan di Lombok, sesuai dengan permintaan Naomi.


Setelah selesai dengan akad nikah dan  resepsi pernikahan, mereka akan langsung honeymoon di tempat itu satu hari baru akan memilih penerbangan keluar negeri, terserah Naomi mau ke mana, gio tinggal ikut kemana pun Naomi minta...


Hari demi hari sudah dilewati gio dan Naomi, gio memperhatikan Naomi, wajahnya tersenyum jika berbicara dengannya namun raut wajah itu akan berubah tatkala Naomi melirik ke arah lain.


Gio tahu ada sesuatu yang dipikirkan Naomi... gio pun ingin tahu apa yang dipikirkan oleh naomi.


"Honey....my little aom, ku perhatikan kau agak berbeda dari biasanya. apa yang menggangu pikiran mu, Hem?" Naomi tersenyum manis


"Tidak apa apa Yo...aku emmm...hanya gugup...tinggal seminggu lagi Yo....aku akan menjadi istri mu." Gio tersenyum tapi senyumannya berbeda tidak seperti biasanya.


"Tapi...kamu tidak terlihat senang sayang....kamu ....tidak berubah...pikiran kan?" Gio terlihat sendu dan terpatah patah dalam berbicara.


"Sudah tinggal seminggu lagi Yo....jangan bicara yang tidak tidak...cukup fokus dengan pernikahan kita." Gio menatap Naomi dengan lekat.


"Kau tak akan kabur atau bersembunyi ketika acara akad kita kan?" Naomi membesarkan matanya


"Gio....cukup...aku pernah bilang...aku tak akan menarik kembali apa yang sudah aku ambil.... keputusan menikah dengan mu sudah aku ambil, maka aku tak akan menariknya kembali....kecuali kamu yang membatalkannya." Gio tersenyum


"Ya dan kau juga ingat kan...jika kau tak datang ke depan pak penghulu, maka aku akan menarik mu dengan cepat dan duduk di depannya....dan aku serius Naomi " Naomi mendelik tajam


"Ish...dasar..." Gio tertawa lepas


"Baiklah... kapan kita berangkat ke Lombok?" Tanya Naomi.


"Jumat sore kita berangkat, kita gak barengan ya... mom bilang kita harus dipingit. Jangan bertemu dulu, Rabu kita terakhir bertemu, Naomi. Jadi Kamis Jumat kita gak jumpa...Sabtu bertemu ketika akad." Naomi tersenyum


"Mom ada ada saja....acara pingit segala...kayak jaman dulu aja." Gio ikut tersenyum.


"Makanya, aku akan sangat merindukanmu my little aom.... Tiga hari lagi kita bersama trus pisah deh, ketemu Sabtu. Ah...sungguh mengesalkan...namun bagaimana lagi...mom yang bilang, aku tak bisa menolak ucapan ibu mertuaku yang cantik itu." Gio mengangkat bahunya sambil memeluk Naomi dari belakang.


"I love you...my little aom....i love you." Ucap gio di belakang telinga Naomi.


"Thanks for loving me gio...." Gio mencium tengkuk Naomi " kenapa gak jawab ucapan cinta aku Naomi? Apa kau belum mencintai ku, sayang?" Naomi tertunduk sebentar lalu sedikit melirik ke arah gio " l love you too, gio." Naomi tersenyum manis


"Terima kasih...kamu sudah mau mencintai ku juga Naomi." Gio tersenyum namun di dalam hati dia berkata " aku tahu cintamu padaku belum sebesar cintamu padanya...kau masih mencintainya dan namanya masih melekat di hatimu Naomi...raut wajahmu tidak memperlihatkan kebahagiaan seorang calon pengantin." Gio tersenyum pahit di balik bahu Naomi.


Senin....Selasa..Rabu...mereka coba lewati hari berdua, tak mau membuang waktu karena Rabu hati terakhir mereka bersama dan harus terpisah sampai Sabtu tiba.


Hari yang selalu diisi dengan hal hal romantis, mulai dari makan romantis, jalan jalan di pinggir pantai...belanja... walaupun Naomi tipikal wanita yang tak hobi belanja...namun mereka isi jalan jalan di mall dan mengelilingi Jakarta dengan berjalan kaki sepanjang jalan untuk mencoba berbagai makanan jajanan yang ada di sana. Hampir semua pedagang di pinggir jalan mereka datangi untuk mencicipi makanan itu... Melewati hari dan malam bersama setelah pulang kerja tak menyurutkan semangat mereka menjajaki jalanan ibu kota.


Makan bersama, shopping bersama, nonton bersama...semua mereka coba. Naomi tak tahu kenapa gio sangat ingin melewati waktu selalu bersama hanya karena mereka akan terpisah tiga hari. Padahal setelah menikah mereka bisa bersama terus.


"Bagaimana, kamu puas jalan jalannya?" Tanya gio


"Ya tentu saja..kita tiap hari bersama...makan di pinggir jalan...sungguh menyenangkan. Dan aku puas...sangat puas... thanks yo." Naomi tersenyum manis


"Baiklah sayang...honey...kita ketemu lagi nanti ya.. sampai ketemu Sabtu di Lombok.....dan jangan kerja terlalu capek." Naomi menganggukan kepalanya


"Gak papa, toh kita udah bersama beberapa hari ini...itu cukup untuk kita menahan sampai Sabtu tiba." Naomi tersenyum lebar " ok...calon suamiku...sampai ketemu nanti dan terima kasih untuk hari ini dan hari hari yang lalu.." Naomi mencium pipi gio " sana pulang....hati hati di jalan ya..." Gio tersenyum dan mengangguk


"Baiklah aku pulang sekarang...have nice dream ya my little aom." Gio mencium pipi Naomi sebelum pulang.


Naomi memasuki kamarnya dan tidak lupa dia mengunci pintu apartemen nya.


Merebahkan badannya di ranjang membuat badannya terasa rileks. Dia tatap langit langit kamarnya dan pikiran nya tak tentu arah.


"Apakah aku sudah berada di jalan yang benar? Akankah aku bahagia? Bagaimana dengan Arsen? Aku berharap kamu bahagia Arsen.... bertemu dengan wanita lain dan hidup bahagia juga...kita jadikan hubungan kita yang lalu sebagai kenangan indah, bukan kenangan pahit...kau sudah mewarnai duniaku dan aku akan terus mengingatmu Arsen...." Naomi menarik nafasnya dan menutup matanya


"Setelah akad nikah, aku akan hapus semua perasaan ini dan akan aku kubur dalam dalam rasa cinta ini, walaupun akan butuh waktu lama. Namun setelah kata sah itu terdengar, maka kau dan aku hanya seorang teman....ya...hanya seorang teman." Lanjut Naomi


Di tempat lain...


"Hello, assalamualaikum...." Gio menelpon seseorang


"Oh ya waalaikmslm. Gimana Yo..." Tanya nya.


"Nanti kamu di pesta pernikahan ku kamu pakai pakaian yang sudah aku siapkan ya sen, aku ingin kau menjadi pendamping ku nanti." Ya ini Arsen yang sedang dihubungi gio.


"Sen...kamu dengar aku?" Arsen tersadar dari lamunannya...tadi dia sempat melamun saat gio bilang pernikahan nya.


"Ok. Nanti aku cari penginapan di sana... sebelum berangkat aku ambil bajunya ke rumah mu ya."


"Gak usah .. nanti kita ketemu di sana aja...kamu terbang Jumat sore atau malam? Nah untuk penginapan sudah aku siapkan kok."


"Kayaknya abis Maghrib deh, biar tenang udah sholat Maghrib. Sampe berarti jam 9-10 an lah ya ke penginapan."


"Ok. Bagus...bajunya entar aku simpan di kamar. Kuncinya aku titip di resepsionis. Nanti tanyain aja atas nama gio...ingat no 37 ya kamarnya."


"Ok Yo... makasih ya, tapi aku nanti sama Andre datang ke sana."


"Ya GPP... sampai ketemu Sabtu ya. Ingat Sabtu pagi gak pake telat loh ya..gue mau Lo jadi saksi nikah gue. Ok."


"O..oke.. siap...." Jawab Arsen terbata bata.


" Bye sen...met istirahat."


"Bye Yo...met istirahat juga."


Keduanya kembali ke ranjang miliknya masing masing...tertidur lelap adalah rencananya namun apa dikata mereka tak bisa langsung tidur, Arsen menatap langit dan pasti akan sangat sulit bagi Arsen nanti di pernikahan Naomi....


"Mudah mudahan aku kuat mengontrol hati ini." Batin Arsen


******


See you next chapter, thanks for reading and don't forget to give like vote and comment ya guys.


Bye 🤗😘