One Night In Singapore

One Night In Singapore
Kepingan puzzle



Setelah kepergian Hanna dan Jerry, Arsen memasuki ruang perawatan Naomi. Di sana gio duduk di pinggir Naomi dengan menggenggam tangan Naomi.


Arsen menahan perasaannya dengan baik namun tetap sakit di dada.


Arsen melangkah terus sampai berada di dekat mereka berdua.


" Khem....hai nona Azura...." Naomi menatap Arsen begitupun Gio


"Bagaimana keadaan mu Sekarang...kau baik baik saja kan?" Arsen berbicara begitu gugup.


"Ya Alhamdulillah, hanya goresan...bukan apa apa.... duduklah." Naomi melirik ke kursi satu lagi di pinggir Gio


" Gio...nona Azura ....maaf... Karena masalah Hanna hal ini jadi terjadi." Arsen menundukkan kepalanya


"Gak papa Mr Miller...aku gak terluka parah kok...jangan terlalu dipikirkan." Arsen melirik gio namun gio sedari tadi hanya diam saja.


"Gio...kamu marah padaku?" Gio melirik ke arah Arsen " ya....emmm ada sedikit marah, kesal, juga bingung....jadi aku malas untuk bicara, Arsen." Ucap Gio dingin.


"Tapi tenang...saya sekarang sedang mencerna semuanya agar kembali seperti semestinya....dan.... Arsen....mungkin beberapa waktu kita hanya akan bertemu di kantor atau proyek kita.... lagipula aku akan sibuk mempersiapkan pernikahan kami..." Ucap gio terdengar tidak biasanya.


"Emmm baiklah...aku mengerti. " Arsen terlihat sendu mengingat tinggal dua Minggu lagi pernikahan Naomi dan Gio, rasanya waktu begitu cepat berlalu.


" Oh ya... bagaimana dengan pernikahanmu?" Gio menatap lekat mata Arsen ketika Arsen mengangkat wajahnya setelah tadi menunduk.


" Pernikahan ku batal Yo.... Hanna kembali ke Hawai dengan Jerry." Arsen tersenyum pahit.


"Oh...kenapa? Bukan kah kalian saling mencintai?" Selidik Gio


"Itu dulu Yo....3 tahun yang lalu....aku masih mencintainya. Tepatnya 5 tahun yang lalu cinta kami di mulai, saat itu kami saling mencintai, 2 tahun menjalin hubungan, kami memutuskan untuk menikah. Namun di malam pernikahan terjadi sesuatu. Hanna diperkosa teman kami...dia mencintai Hanna, dalam keadaan mabuk dia melakukan nya." Gio mendengar kan dengan sabar terkadang melirik naomi, dia memperhatikan kedua orang yang berada di depan nya.


"Di hari pernikahan, kami semua menunggu...namun sampai siang dia tidak datang...saat itu aku tak tahu apa yang terjadi... hatiku sakit... kecewa, marah...namun juga khawatir...ku cari cari terus sampai satu tahun aku mencari...dan saat itu aku putuskan untuk menghentikan pencarian. Akan sangat susah mencari orang jika orang itu tidak mau terlihat bahkan bersembunyi." Lanjut Arsen


Arsen menceritakan seluruh kejadian yang menimpa mantan tunangannya, dari awal, pernikahan, penculikan sampai kisah cinta nya dengan seseorang yang selalu Arsen sebut my angel. Dia jelaskan angel itu siapa dan bagaimana pertemuan mereka di Singapore yang berawal dari sebuah penyelamatan yang berakhir dengan percintaan, juga penculikan itu yang harus Arsen selamatkan, sampai pilihan yang menyesakkan. Ya pilihan bodoh antara mantan tunangannya dan pacar yang sangat dia cintai sampai saat ini.


Gio mendengar kan semua cerita Arsen dan terlihat Arsen tersenyum namun senyuman pahit dan mata yang berkaca-kaca.


Dia angkat wajah nya, melihat ke langit-langit ruangan agar air mata itu tidak jatuh. Gio kembali memperhatikan tingkah Arsen dan Naomi... Sakit.... terlihat terluka, juga sedih dan gio pun berusaha mengontrol dirinya.


Setelah selesai menceritakan kisah cinta nya, gio menyuruh Arsen untuk pulang.


"Sen....maaf sebelumnya...namun sebaiknya kamu pulang... istirahat lah dan tenang kan pikiranmu." Arsen tersenyum kecil lalu berdiri " baiklah, kamu benar...aku harus pulang dan menenangkan pikiran. Kalian juga butuh istirahat. Emmm jika butuh bantuan ku..bilang ya yo." Gio mengangguk


Arsen melirik Naomi." Nona Azura, saya pamit." Arsen melangkah pergi setelah menepuk pelan bahu Gio.


Keadaan sesaat begitu hening sampai ketiga sahabat Naomi datang....


"Assalamualaikum..." Ucap Adi dan Jihan


"Malam ......" Ucap Silia


Gio dan Naomi tersenyum manis lalu menjawab salam dan sapaan mereka.


"Waalaikmslm....malam juga my best friends."


" Ayolah...kami khawatir.... apalagi saat dr Hendrik telpon mengabari keadaanmu, membuat aku tak tenang. Akhirnya aku telpon Adi dan ternyata dia juga baru tahu dari dr Hendrik, akhirnya Adi jemput kami berdua untuk datang." Ucap Sillia menjelaskan.


"Ya... awalnya aku saja yang akan datang...ternyata kedua wanita ini juga sudah tahu dan mereka menelpon sambil menangis, kau tahu.... sungguh cengeng. Padahal lihat dirimu....kau baik baik saja...kau adalah gadis yang tangguh Naomi...sama seperti dulu kau selamat kan laki laki itu di Singapore dulu. Oh...tak bisa aku lupakan bagaimana gayamu itu Naomi." Adi berbicara terus sampai dia tidak sadar jika Naomi saat ini sedang melotot ke arah Adi.


"What? Apa? Naon?" Adi terlihat bingung, kenapa Naomi melotot, emang apa salahnya? Saat dia mengikuti bola mata Naomi, Adi baru sadar jika gio ada di situ dan Naomi pernah bilang gio tak tahu tentang kisah cinta nya dengan seseorang yang dia sayang sebelum dirinya. Orang yang saat ini harus Naomi lupakan cinta nya...


"Khem, maaf aku terlalu banyak bicara... hehe... bagaimana kabarmu ..trus kenapa hal ini bisa terjadi?" Adi mengalihkan pembicaraan


"Kau memang banyak bicara Adi, kau mengalahkan mulut kami sebagai wanita. Sungguh menggelikan." Ucap Sillia yang disambut tawa dari ketiga sahabatnya, tidak dengan gio karena gio tambah kaget dengan apa yang Adi ucapan barusan.


"Iya... cerita kan pada kami Naomi." Pinta Jihan. Sebelum Naomi berbicara Naomi melihat ke arah gio.


Gio melangkah mendekati mereka


"Aku mau ke kantin dulu, mau minum kopi..apa kalian mau sesuatu?" Gio menatap mereka berempat dan berakhir di mata naomi.


" Gak perlu, kita sudah makan kok...mungkin Naomi..." Naomi tersenyum " aku mau roti bakar, itu juga jika ada." Gio mengangguk lalu pergi ke luar ruangan.


Sementara Naomi menceritakan semua kejadian yang telah terjadi, gio duduk di meja kantin dengan raut wajah yang sukar dijelaskan. Dia sungguh terlihat serius.



Gio duduk sambil terlihat sangat serius, memikirkan semua potongan potongan kejadian dan ucapan. Ya... seperti menyatu kan potongan potongan puzzle...


Dia ingat semua ucapan dan tingkah Arsen juga Naomi di awal perkenalan mereka di pesta saat itu...namun sepertinya bukan perkenalkan pertama namun pertemuan kembali dari sekian lama tidak bertemu.


Gio sungguh merasakan pusing tatkala puzzle itu mulai memperlihatkan bentuk jelasnya. Dia memijit dahinya yang berkedut..dia teringat kepingan kepingan memori dengan Naomi ..... His little aom.



Kenangan saat dia menyatakan cintanya kepada Naomi dan dia menerima nya.



Moment saat mereka bercanda dan tertawa bersama.



Wajah sendu Naomi saat terluka dan sedih menjelaskan singkat tentang kisah cintanya yang telah memilih wanita lain.


Mengingat itu membuat gio merasakan sesak dan pusing. Kenangan yang sangat indah namun kenapa begitu menyayat hati...


Gio remas kepalanya, berharap kedutan kedutan di kepala nya hilang...lalu dia habiskan kopinya lalu membawa roti bakar untuk Naomi dan melangkah ke ruang perawatan tunangan nya itu.


*******


See you next chapter


Thanks for reading my story and don't forget to give like vote and comment ya.


Bye 🤗😘