One Night In Singapore

One Night In Singapore
Kidnaped



"Gio... Bulan depan gue ada proyek di Paris... Dan kita bertiga akan pergi ke sana sambil honeymoon ke dua tapi bawa Arkana... Entar kita tinggal di hotel lo ya." Gio tersenyum lebar


"Wah..wah..wah.. udah mau honeymoon ke dua aja nih... Aku kapan sen?" Arsen mengeryitkan dahinya


"Napa nanya gue ..ya tanya diri Lo sendiri... Udah dapet calon belom..."


"Belom sen... Belom... Lagi nyari.."


"Lo nyarinya di dalam semak semak kali.. jadi Lom dapet."


"Lo pikir gue nyari kodok? Kan nyari calon istri kayak Naomi itu susah sen..." Arsen mendelekkan matanya tajam.


"Kenapa mesti kayak istri gue sih?" Gio tersenyum  "soalnya cuma Naomi... My little aom yang berhasil menggetarkan hati gue..." Arsen mengepalkan tangannya


"Ngomong sekali lagi Lo gue bogem gio..." Gio cuma cengengesan aja liat reaksi Arsen.


Naomi yang baru kembali dari kamar setelah menidurkan Arkana merasa bingung melihat tingkah kedua pria itu.


"Kalian kenapa sih? Kok aneh ya... Yang satu kayak kesel, yang satu cengengesan." Naomi yang berdiri dekat Arsen langsung ditarik tangannya dan badannya didudukkan di paha Arsen.


Arsen mencium pundak Naomi di depan gio dan gio terbelalak melihat tingkah itu. " Arsen...ih..geli.. udah.. ada gio malu." Naomi meronta ronta diperlakukan demikian.


"Ok sen..ok.. gue nyerah, gue gak akan goda Lo lagi. Tenang man.. gue udah ada kok cewek yang gue suka... Tapi usianya lebih muda mungkin 6 tahun, apa gue kayak pedofil gak sih?" Naomi tersenyum lebar


"Alhamdulillah... sahabat gue udah dapet calon... Tunggu tunggu.. beda 6 tahun?" Gio menganggukan kepalanya "ya gak lah Yo... Cocok kok...bukan 10 atau 15 tahun kan? Lagian ya kalo cewek lebih muda itu GPP justru lebih bagus karena cewek itu cepat dewasanya." Ucap Naomi namun Arsen yang tersenyum lebar


"Jadi boleh dong Daddy cari lagi yang lebih muda?"


Pletak, di jawab pukulan dari Naomi.


"Oh ya.. boleh.. boleh.. kalo gitu biar aku cari yang lain biar kamu dapet nikah sama yang lebih muda." Naomi cemberut.


"Tenang Naomi...Arsen selingkuh, Lo nikah sama gue... Bagi gue..lo akan tetap awet muda liat aja badan Lo, imut imut gini...pasti anak anak kita imut imut banget." Arsen membesarkan matanya, kesal dan cemburu.


"Sini sayang duduk sama aku." Ucap gio pada Naomi mengulurkan tangannya dan Naomi pura pura akan memegang tangan gio namun langsung disekap Arsen.


"No... Aku cuma bercanda babe... Gak akan ada yang bisa menggantikan mu di hatimu." Arsen memeluk manja Naomi, gio tersenyum melihat kemesraan dan kebahagiaan mereka berdua yang telah lengkap dengan hadirnya Arkana di Antara mereka. Hati gio benar benar telah ikhlas melepas Naomi saat ini, hari ini dia hanya ingin melepaskan semua perasaan cintanya untuk Naomi, melihatnya bahagia sudah cukup untuk nya.


Gio saat ini sudah kembali ke Paris, dia disibukkan dengan berbagai pekerjaan. Sesekali dia mengecek hotel Green Emerald, hotel di mana Dasha bekerja.


Dasha yang masuk siang dan pulang di malam hari, tengah menunggu taksi di depan hotel.


Malam itu kebetulan gio baru selesai bertemu Merry untuk mengecek laporan bulanan hotelnya.


Gio yang baru selesai meeting dengan Merry langsung berniat pulang karena sudah malam, rasanya lelah dan ingin merebahkan badannya di atas kasur empuk miliknya.


Tak di sangka, gio melihat Dasha yang baru saja masuk ke dalam taksi, karena jalan menuju rumah gio bersimpangan dengan arah jalan ke rumah Dasha, dia merasa aneh karena taksi tadi tidak membawa Dasha ke rumahnya namun ke beda arah.


Gio yang merasa ada keganjalan, langsung mengikutinya dari belakang. Terlihat dari luar Dasha yang sedang meronta ronta akibat seseorang yang memeluknya dari samping..


"Itu siapa? Kenapa ada orang di samping Dasha? Bukankah harusnya penumpang itu hanya Dasha seorang? Apa itu fake taxi?" Rasa khawatir hinggap di hati Gio


Dasha di bawa keluar dengan digendong seperti karung beras. Dia di dudukkan di sebuah kursi dan terikat. Melihat itu semua hati gio sangat khawatir dan ada rasa marah, seorang gadis kecil di culik dan diikat.


Terdengar sang supir taxi palsu tadi mengangkat telpon  dari seseorang, terkaan gio dia pasti mendapat telpon dari bos nya. Dan ternyata benar.


"Baik..baik..iya..ini sudah kami sekap. Semuanya berjalan dengan lancar bos."


"....."


"Tak ada bos... Tak ada yang melihat.. kami membawanya dengan sangat hati hati dan semuanya aman bos."


"..."


"Baik ..baik bos..kami berdua kembali ke markas."


Telpon pun berakhir dan si supir palsu tadi langsung berbicara kepada kedua orang yang besar itu untuk menjaga Dasha dan dia juga rekan yang satunya pergi kembali ke markas sesuai perintah sang bos.


Gio mengendap endap masuk setelah memastikan jika suasana sudah sepi dan terkondisikan.


Dua orang tengah tertidur lelap di pinggir pintu ruangan di mana Dasha di sekap.


Gio yang mulai membuka tali ikatan itu membuat Dasha bisa merasakan sentuhan dan membuat Dasha ketakutan hingga dia akan berteriak namun untung saja gio langsung membekap mulut Dasha.


Ketika hendak keluar dari pintu itu Dasha tak sengaja menendang kaleng bekas bir sehingga menimbulkan suara yang kencang dan membuat kedua bodyguard itu terbangun. Gio dan dasha berlari namun kaki Dasha berhasil ditangkap oleh pria itu.


"Harold, tanggap dia." Ucap pria satunya lagi yang dipanggil Harry


"Halangi pintunya Harry."


Mereka berada di tengah, gio bingung harus bagaimana. Dia pikir akan melawannya saja. Naomi aja bisa melawan masa dia tidak.


Gio meminta Dasha saling memunggungi supaya bisa memantau pergerakan kedua pria besar itu.


Harry mendekat dan gio berbisik " Dasha luruskan kakimu. Kamu tendang dia oke. Aku pegang dan kamu layangkan kakimu. Siap? Kita kerjasama lumpuhkan mereka." Dasha menganggukan kepalanya, rasanya Dasha tahu maksud dari gio, dia pernah melihat adegan wanita dijadikan alat pemukul dan menendang oleh sang pria kepada para penjahat.


"Siap" Dasha mengangguk.


Harry tambah dekat dan gio mengangkat memegang pinggul Dasha lalu diarahkan ke Harry. Kaki Dasha yang sudah lurus itu sudah meluruskan kakinya dan siap memberikan tendangan yang keras ke badan Harry...


Bugh, Harry tersungkur....pukulan gio layangkan ke Harry dan tendangan memutar dari gio untuk Harry saat Harry berdiri dan Harry akhirnya tumbang. 


Harold yang sudah mendekat di pukul dan di tendang oleh gio sehingga tersungkur, namun gio lengah saat kakinya ditarik Harold dan jatuhlah Gio.


Harold bangun dan hendak memukul Dasha karena Dasha berhasil memukul Harold saat berdiri namun dia tidak jatuh malah merasa kesal dan marah lalu membawa kayu balok hendak dipukulkan ke badan Dasha dan gio berlari melindungi Dasha.


Bugh...badan gio terkena pukulan kayu...gio berbalik dan menendang dua kali tendangan memutar dan akhirnya Harold tumbang.


Gio berbalik dan tersenyum kepada Dasha, namun tak lama darah mengucur di dahi dan pundak sampai ke tangan kanan nya. Gio limbung dan bruk.. gio terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Gio...gio...bangun Yo.."