One Night In Singapore

One Night In Singapore
Shasha Miller



Sejam sudah Evelyn berada di dalam ruangan gio, dan selama itu pula gio merasa kesal.


"Sono pergi.... Urus semua jadwal di kantor." Evelyn terlihat kesal.


"Gio..Lo ketus amat sih Ama gue."


"Inget ya .. Lo sekertaris gue dan sekarang masih jam kerja. Balik sono."


"Yooo."


"Jangan manja deh... Sono pergi... Gue mau istirahat."


Tak lama terdengar ketukan dan terlihat Dasha masuk.


"Emmm aku mau pergi cari makanan, ada yang mau dititip gak?" Gio menatap Dasha dan dia sedikit berpikir " beliin burger dong... Tapi ingat.  Pake daging sapi..." Dasha menganggukan kepalanya lalu pergi.


Gio kembali menatap Evelyn.. " cepet pergi sebelum gue pecat." Evelyn cemberut dan mengambil tasnya namun terdiam karena ada ketukan lagi di pintu.


"Masuk." Dan masuklah seorang pria tampan, tinggi, dada bidang dan terdapat bulu bulu halus di sekitar wajahnya.


"Woaaaah ... Sen ... Lo ke sini?" Gio terlihat senang.


"My little aom mana?" Arsen jadi berubah mimik wajahnya.


"Gio...kenalin dong... Siapa sih cowok ganteng ini?" Bisik Evelyn


"Dia udah sold out...udah sono pergi." Ucap gio dengan kencang lalu Evelyn pergi sambil tersenyum ke arah Arsen.


Tak lama masuk seorang wanita cantik.


" Hai aom...." Naomi tersenyum manis


"Kamu kenapa sih, bikin khawatir tau gak?" Gio cuma cengengesan aja.


" Lo sendiri di sini? Bukannya ada gadis yang nyelamatin Lo?"


"Salah... Gue yang selamat in dia, dia semalam di culik... Kebetulan gue liat ya gue bantu."


"Kok bisa? Trus berapa orang yang Lo hadapin?"


"Emmmm itu... Itu... 2orang." Sungguh gio merasa malu.


"Dua orang tapi Lo kayak gini? Seriously?" Heran Naomi


"Dia mau mukul Dasha, tapi aku halangi." Naomi terlihat sedikit meneliti wajah gio


" Jadi dia, Dasha yang Lo suka? Bukan cewek tadi kan? Kalo yang tadi...gue akan bilang no."


"Bukan...bukan...itu mah sekertaris gue, Evelyn namanya."


"Trus sekarang dia ke mana?" Tanya Arsen.


"Dia lagi nyari makanan." Arsen dan Naomi menganggukan kepalanya.


"Tapi gue pura pura hilang ingatan, pengen tahu aja reaksi dia gimana. Hehe..." Naomi menggelengkan kepalanya "kamu tuh iseng ya...ish.."


"Oh ya ... Gimana jadi urusan di sini?"


"Jadi lah..emang lebih awal datangnya, gara gara kamu. Harusnya aku datang Minggu depan, dengar kamu dapat musibah ya...terpaksa kita datang lebih awal."


"Jangan gitu dong man.... Gue jadi gak enak nih.."


"Sebetulnya gak juga sih... Gue sekalian mau nyari adik gue yang hilang."


"What??? Adik Lo? Emang lo punya adik? Kenapa dia bisa hilang?"


"Gue punya adik cewek, cantik, imut banget. Bedanya 8 tahun sama gue..dia di culik." gio mendengar kan dengan serius


"Emang di sini di ciliknya?"


"Di Jerman bro... Tapi gue denger dia di bawa ke sini... Tapi herannya kita gak nemu sampe sekarang. Gue khawatir dia hidupnya kayak gimana."


"Usianya berapa saat di culik?"


"Wait..wait .. kok ceritanya sama kayak cerita Dasha sih? Dia juga di culik di usia 10 tahun." Arsen menatap Gio


"Bukannya baru kemaren di ciliknya? Lo suka sama bocah 10 tahun man? Wah.. pedofil sejati lo.'


"Amit.. amit .. sen.. dia udah 20 tahun. Cuma dulu dia pernah di culik gitu di Jerman, ada sepasang suami istri yang selamatin dia saat terjadi kecelakaan..."


"Nama adik Lo siapa?"


"Shasha Miller." Gio menggaruk tengkuknya


"Tapi namanya bukan Shasha Miller... Tapi Dasha Miguel."


"Memang lagi marak penculikan sih saat itu... Banyak gadis yang diculik dan dijual. Cuma kan adik gue masih kecil saat itu..gak mungkin  dijadikan untuk pemuas nafsu kan?" Mata Arsen terlihat sendu, sedih yang tak dapat orang selalu kesedihan nya.


"Lo bisa tanya Dasha pas dia datang... Mungkin diculik bareng kan?"


"Ya.. Lo bener.. walaupun sedikit informasi yang didapat, tapi itu tetap berharga buat gue."


"Ya mudah mudahan adik Lo ketemu ya..." Arsen tersenyum merasa ada sedikit harapan buatnya. Naomi hanya bisa mengelus punggung sang suami saat ini.


" Gue juga kasian sen, Lo terpisah dari adik Lo, Dasha terpisah dari kakaknya." Arsen terbelalak mendengar ucapan gio.


"Maksud Lo gimana Yoo?"


"Ya dia katanya pengen ice cream, kakaknya nyuruh nunggu, pas kakak pergi tak lama sebuah mobil datang. Kakaknya mengejar dan dia tak bisa melawan pasukan a penculik." Gio bercerita sambil menatap langit namun Arsen jatuh terduduk dan Naomi juga gio kaget dengan apa yang terjadi.


"Sen..Lo kenapa?" Arsen terlihat menunduk dan terisak.


Hiks ....hiks.... Arsen tak bergerak dari posisinya sekarang.


"sayang..kamu kenapa?" Arsen tak menjawab. Dia malah memberikan pertanyaan kepada gio.


"Apa dia bilang nama kakaknya?" Gio berusaha mengingat cerita Dasha.


"Semi... Dia panggil kakaknya semi." Sontak Arsen menangis sejadi jadinya.


"Ahhhh hiks..hiks ... Sha... Sha....ini kakak datang sayang... Shasha...jika itu benar kamu... Kakak tak akan membiarkan siapapun menyakitimu sayang .." gio dan Naomi masih bingung


"Sen ..apa Dasha memang adik Lo yang hilang?" Arsen memperlihatkan sebuah photo di handphone nya.. sebuah photo gadis kecil yang masih terlihat tak berdosa. Wajah cantiknya Memang  sudah terlihat dari dulu.


"Memang mirip sih.." ucap gio perlahan masih dengan perasaan bingungnya.


"Lo punya photo dia yang sekarang?" Gio menggeleng.


"Gue gak punya.. belum pernah di photo...tapi kan dia bentar lagi juga balik. Lo bisa tatap wajahnya dengan puas... Liat dia adik Lo bukan." Arsen tersenyum lebar dia merasa kehidupan nya tambah sempurna jika dia memang dapat menemukan sang adik tercinta.


"Tapi kok lama ya? Masa beli burger lama amat sih."


Sejam sudah mereka menunggu namun Dasha tak kunjung datang..yang ada malah sebuah photo yang terkirim ke no gio.


...



...


"Tadi gue liat dia menunggu burger, tapi maaf pesanan Lo gak akan nyampe soalnya gue bawa ni cewek ke tempat gue..."


Deg... Gio kaget bukan main. Gio mencoba menelpon Dasha namun tak ada jawaban. Lalu no yang tak di kenal itu dihubungi.


Tut..Tut...Tut ...beberapa saat baru telpon di angkat.


"Hallo..."


" Kembalikan Dasha sama gue.." teriak gio dan arsen, Naomi masih bingung dengan sikap gio saat ini.


"Lo udah buat kaki Abang gue patah... Jadi... Selain melaksanakan perintah bos, gue juga mau patahin kaki Lo... Ahahaha."


"Dasar bang**t..." Umpat gio


"Sini, datanglah ke gudang kemaren..kita tunggu Lo di sini." Ucapnya dingin.