One Night In Singapore

One Night In Singapore
Mimpi Arsen



Gio saat ini ada di ruang kerjanya, sedari tadi dia sibuk, ketika waktu istirahat tiba, ribu pula sebuah pesan masuk.


Naomi:


"Assalamualaikum. Gio... Kemana aja ni? Gak niat ya nengokin ponakan? Betah banget di negeri orang. Udah gak mau kenal aku lagi ya?"


Seketika gio tersenyum membaca pesan itu.


^^^Gio:^^^


^^^"Betah dong...banyak cewek cantik di sini. Hehe.. kapan ya aku liat ponakanku?"^^^


Naomi:


"Bagus dong banyak cewek cantik, tarik satu Napa ke KUA. Hehe..  jawaban mu bikin bete tahu gak. Cepet jawab, kapan liat ponakanmu?"


Gio tersenyum terus membaca pesan dari sahabat sekaligus cinta pertama nya.


^^^Gio:^^^


^^^"Tergantung lucu gak nya ponakanku. ... Coba kirim photonya."^^^


Naomi:


"Lucu and ganteng lah.. secara emak bapaknya dong.... Bibit unggul. Hehe. Nih anak ku Arkana."


^^^Gio:^^^


^^^"Aaaahhhh... Lucunya...jadi pengen punya anak.... Bikin yuk."^^^


Naomi:


"Gila.... Ya kamu bikinlah sama istri mu Yo... Makanya cepet nikah."


^^^Gio:^^^


^^^"Hahaha... Tenang.. aku lagi nyeleksi calon ibu dari anak-anak aku "^^^


Naomi:


"Emang udah ada kandidatnya?"


^^^"Belom sih. Hahahaha... Aku ke Indonesia Minggu depan deh, mau gigit pipi Arkana."^^^


Naomi:


^^^Gio:^^^


^^^"Aish... Sadis banget ...kalo dipotong gak bisa punya anak dong. Tega banget ni my little aom ...."^^^


Naomi:


"Ahahaha... makanya pulang... Ok aku harus pergi. Salam buat kandidatmu yang belum ada. Ahahaha..."


Telpon pun berakhir dan gio tersenyum manis melihat foto Arkana, dia membayangkan jika itu anaknya dan naomi, bagaimana wajahnya?


Saat ini di Indonesia sudah larut malam, Naomi tidur di samping Arsen, tak tahu mengapa Arsen sering sekali mendapatkan mimpi buruk jika Naomi tidak ada di sampingnya. Seperti saat ini... Naomi tengah pergi ke kamar mandi dan Arsen terdengar memanggil manggil satu nama.


"Sha...sha.. sha... Sha....tunggu.. hei...." Naomi menepuk bahu arsen dengan pelan. ", Hei...sayang .. bangun...hei.." Arsen bangun langsung memeluk Naomi


"Masih mimpi yang sama?" Arsen menganggukan kepalanya.


"Selalu di tanggal yang sama... Maaf.. aku lupa, seharusnya aku tak meninggalkan mu sayang..." Naomi mengusap kepala Arsen.


"Tak apa apa, aku memang sangat merindukannya... Sudah selama ini, dan aku semakin merasa berdosa, rasa penyesalan ini masih menghantuiku....sesak rasanya sayang..."


"Mudah mudahan dia masih hidup, dan kalian bisa dipertemukan kembali." Naomi memeluk Arsen.


Hampir setiap hari mimpi buruk itu datang namun setelah menikah dengan naomi mimpinya sedikit berkurang karena ada Naomi di samping nya yang selalu memeluk nya. Namun setiap tanggal 10 Oktober pasti dia akan bermimpi buruk.


" Kamu sudah mencari selama ini, apa mungkin dia dijual ke luar negeri?" Arsen menggeleng gelengkan kepalanya.


" Saat itu Shasha di culik, tepat di hari ulang tahunnya, mom and dad udah buat kejutan, namun hal itu terjadi. Semua anak buah Daddy mencari dan mendapatkan informasi jika adikku di bawa ke Paris dan kami pun datang ke sana, semu anak buah Jafran kota habisi, mereka bilang adikku tak ada, dad murka dan membunuh semua termasuk Jafran, semua dad .. setelah tiga tahun mencari tetap tidak ketemu, dad akhirnya sakit dan aku yang harus meneruskan."


"Sampai saat ini kami terus mencari dan mencari. Rasanya aku sudah menyerah, apakah dia masih hidup? Apa mereka membunuhnya? Jadi pertanyaan besar untuk kami." Naomi hanya bisa menenangkan suaminya.


"Adikku ini sangat cantik, lugu juga polos... Sha... Aku kangen kamu sha... Sekarang kamu pasti sudah besar, punya pacar dan harusnya dia sedang kuliah saat ini." Arsen melihat sebuah photo di salah satu galeri nya.


...



...


Setelah sejam mereka berbicara akhirnya mereka kembali tertidur dan melanjutkan aktivitasnya di pagi hari.