
Minggu 08:00
Naomi dan semua temannya dari fakultas kedokteran sudah berada di RS Mount Elizabeth. Siap dengan penampilan yang rapi, dengan jas putih dia terlihat sangat cantik dan memukau.
Mereka sudah duduk di Aula menunggu dosen pembimbing masing masing, setelah para pembimbing datang mereka memecah dengan sendirinya menuju pembimbing masing masing.
Naomi dkk sudah duduk membentuk lingkaran bersama dr Roland dan mereka mendengarkan apa yang dituturkan oleh dokter pembimbing nya tersebut.
"Ok...today you all have to follow me. I have operation at 09:00 am . Small operation, just look, keep silent, listen and write." Ucap dr Roland.
"Ok doctor." Jawab mereka bersamaan
"Ok now you follow me to UGD." Perintah dr Roland
Merekapun mengikuti langkah kaki dokter pembimbing nya dengan cepat...ya...mereka jalan sangat cepat . sebagai dokter mereka harus gesit..tidak boleh lelet...
Di sini lah mereka di ruang UGD sedang melihat catatan dan kondisi orang orang yang baru saja datang dengan keadaan yang berbeda beda...ada yang luka akibat jatuh dari motor, ada juga yang kecelakaan motor dengan motor dan ada yang sakit karena sesak nafas juga banyak lagi..ya walaupun hari ini hari Minggu RS tetap ramai karena sakit atau kecelakaan tidak ada kata libur seperti sekolahan yang akan libur tiap akhir pekan.
08:30
Arsen datang dengan Andreas untuk cek luka nya yang kemaren terkena tembak. Mereka turun dari mobil Lamborghini nya menuju UGD
Semua perhatian tersita karena kedua orang yang sangat tampan dan gagah masuk ke RS... seorang Arsen pengusaha terkenal siapa yang tidak tau dengannya? Dia pengusaha terkenal dan terkaya ke 2 di dunia dengan perusahaan yang bernama 'Arsen company' yang bergerak di hampir semua bidang tidak terkecuali dengan medicine. RS ini pun salah satu RS yang obat obatan nya dipasok oleh perusahaan Arsen
Semua pasien yang melihat bahkan perawat dan para dokterpun terpukau dengan ketampanan mereka berdua. Walaupun hari ini Arsen hanya memakai kemeja putih yang dikeluarkan dan dilipat sampai ke siku dengan kacamata yang terpasang di matanya saja sudah membuat para wanita meleleh.
"Owww...itu Mr Arsen kan?"
"Oh gantengnya?"
"Jadi istri ke 2 juga aku mau."
"Aku meleleh"
" Jadi perawat pribadi saja aku mau, yang penting liat dia terus."
"Kalo gak salah tadi malam kena tembak ya...dan yang mengobati cuma dokter Naomi...dokter yang hanya melakukan kunjungan saja...untung dia tidak marah ya bukan dokter senior yang merawatnya."
"Gak dapet Mr Arsen tapi dapet Mr Andre juga GPP...dia juga tampan "
" Dia udah punya dokter pribadi belum ya, aku siap mengajukan diri. Hehe"
Itulah kira kira yang diucapkan oleh mereka yang menatap Arsen. Arsenpun tau dan dapat mendengar dengan jelas walaupun mereka bicara dengan sangat pelan dan hal itu sudah biasa baginya.
"Dre...gmn kau sudah tau siapa yang menembak ku? Tentu saja kau juga harus tau maksud dan tujuan mereka mengincar ku...aku mau laporannya hari ini juga." Ucap Arsen
" Kami sedang menyelidikinya." Ucap Andre
"Aku tidak suka menunggu lama, setelah beres lukaku diobati aku mau semu laporannya sudah beres. ok." Perintah Arsen
"Siap." Jawab Andre lalu dia menelpon anak buah nya untuk segera memberikan laporan secepatnya.
Andre lalu memberikan surat cek up ke tempat pendaftaran lalu seorang perawat menghampiri Arsen.
" Sebelah sini tuan...silahkan ikuti saya." Ucap perawat yang bernama Nana dan diikuti oleh Arsen
" Silahkan duduk tuan." Nana meminta Arsen untuk duduk di atas ranjang di sebuah ruangan.
" Saya permisi sebentar." Ijin perawat tersebut
Tidak lama perawat tadi pergi datanglah Seorang wanita dengan jas dokternya didampingi Nana yang mendorong troli peralatan dan obat obatan.
"Baik Mr Arsen, saya dokter senior di sini saya dr Eli yang akan merawat luka anda." Ucap Eli
Dr Eli langsung merawat luka tersebut dengan sangat hati hati.
"Maaf...kenapa bukan dokter yang kemaren saja yang merawat saya?" Tanya Arsen heran. Masih dengan nada dingin
"Dr siapa yang merawat anda kemaren?" Ucap Eli
" Tidak tau" Ucap Arsen dengan dingin "aku sangat rindu ingin rasanya melihat wajahnya lagi" batin Arsen
"Sus...kamu tau siapa dr yang merawat Mr Arsen kemaren?" Tanya Eli ke Nana
" Kalo gak salah dr Naomi deh dok...itu yang saya dengar." Jawab Nana
" Dr Naomi....oh iya...yang kunjungan ya? Satu satunya cewek yang punya wajah sipit seperti Korea Jepang itu kan?" Tanya Eli ke Nana
" Betul dok." Jawab Nana
"Namanya dr Naomi tuan dan beliau sedang sibuk bersama dr Roland...mereka sebentar lagi akan masuk ruang operasi."ucap Eli
"Oh..." Ucap Arsen agak sendu. Padahal dia ingin sekali menemui gadis itu karena semalam wajah Naomi selalu terbayang... kecantikan nya...senyumnya..bahkan ketika dia melawan seorang penembak pun tak luput dari pikiran seorang Arsen.
"Lukanya tidak apa apa, sudah kelihatan rapat dan mulai kering..ingat tuan jangan terkena air dulu...mungkin butuh 3 hari lagi baru bisa kena air." Ucap dr Eli memudarkan lamunan Arsen.
" Oh sudah selesai..." Ucap di hati Arsen. Ternyata aku melamun. "Terima kasih dr." Ucap Arsen singkat.
Naomi mengikuti dengan cepat langkah dr Roland. Ketika berpapasan dengan Arsen dr Roland langsung berhenti.
"Mr Arsen, anda di sini? Tanya dr Roland sambil menjulurkan tangannya ingin menjabat tangan Arsen tapi tangan Arsen belum juga menyambutnya.
Mata Arsen melihat ke arah Naomi dan mereka pun saling bertatapan. Naomi merasa malu dan salah tingkah.
"Ehem..." Dr Roland mencoba membuyarkan lamunan. Seketika Arsen melihat ke dr Roland
"Apa kabar Mr Arsen?" Tanya dr Roland menjulurkan tangannya kembali
Arsen hanya terdiam sampai bahunya Andre tepuk.
"Man..." Ucap Andre pelan
"Oh..sorry. " langsung Arsen menjabat tangan dr Roland sebentar lalu melirik lagi ke Naomi lalu berbicara
"Boleh saya berbicara dengan dia?" Tanya Arsen to the point sambil menunjuk ke arah Naomi.
"Boleh tuan tapi mohon maaf tidak bisa lama karena kami akan masuk ke ruang operasi." Ucap dr Roland merasa tidak enak berbicara seperti itu.
" Saya cuma butuh 5 menit." Ucap Arsen
" Baik kalo begitu saya permisi " ijin dr Roland "Naomi kamu nanti langsung ke ruang operasi saja ya, kami tunggu di sana." Lanjut dr Roland
"Baik dok, terima kasih." Jawab Naomi
Dr Roland dan yang lain Langsung pergi menuju ruang operasi
"Bisa kita bicara di sana?" Tanya Arsen menunjuk ke arah loby
" Iya ada yang bisa saya bantu?" Tanya Naomi dan dia teringat jika orang yang ditolongnya ini datang untuk cek up.
"Oh ya... bagaimana luka anda?" Tanya Naomi sambil tersenyum
"Luka saya sudah bagus, tp butuh 3 hari lagi untuk dapat terkena air." Jawab Arsen
"Lukanya sudah mulai kering dan nyawa saya bisa selamat karena anda nona...saya ingin mengucapkan terima kasih...kalo tidak ada anda mungkin saya sudah mati" Ucap Arsen.
"Ini kalimat yang paling panjang yang sudah Arsen ucapan kepada orang asing..sungguh aneh." Batin Andre
"Sama sama..saya hanya berusaha membantu, kebetulan saya di sana dan bisa membantu... seandainya saya tidak di sana mungkin saya tidak dapat membantu anda...ini sudah takdir dari Allah...nyawa anda masih dilindungi oleh Nya lewat saya.' jawab Naomi tersenyum
"Senyum yang sangat manis dan menenangkan." Batin Arsen
"Oh ya nama anda siapa?" Tanya Arsen
"Saya Naomi Azura..panggil Naomi saja." Jawab Naomi
" Karena anda sudah menyelamatkan saya, adakah yang dapat saya bantu atau apa yang anda inginkan untuk saya wujudkan? Tanya Arsen
" Buatkan sebuah RS mungkin.?" Pinta Naomi
Arsen tersenyum mendengar kan permintaan Naomi.
" Hahaha...saya cuma bercanda...saya tidak butuh apa apa kok. Terima kasih. Saya ikhlas membantu anda tuan. "Ucap Naomi
" Tidak apa apa...saya bisa buatkan RS yang cukup besar buat anda....anda tinggal tunjuk aja mau saya buat di mana." Ucap Arsen sambil tersenyum
" Haha anda ini ternyata suka bercanda juga... Maaf saya tidak bisa terlalu lama... saya harus ke ruang operasi." Ucap Naomi
" Nice to meet you Mr Arsen." Lanjut Naomi sambil menunduk sedikit
Arsen hanya tersenyum dan menunduk lalu melihat Naomi yang pergi meninggalkan nya dan sedikit sedikit badan Naomi menjauh dan punggung Naomi pun sudah tidak terlihat.
Arsen hanya tersenyum dan melihat lift yang sudah membawa gadis yang dia sukai itu pergi.
Andre hanya memperhatikan tingkah Arsen sedari tadi...dia tersenyum bahagia bisa melihat sahabatnya dari kecil itu sudah mulai memunculkan senyum lagi setelah lama senyum itu hilang dari wajahnya. Ya sudah 2th senyum itu sirna dari wajah seorang CEO ganteng 'Arsen'.
"Are you ok brother?"tanya Andre
"I am so happy, i can see your smile again after 2 years " ucap Andre
"Yes i don't know why... But i think i am falling in love." Jawab Arsen tersenyum
" Let's go.." ajak Arsen kembali ke rumah nya karena masih banyak yang dia sendiri pun harus lakukan terutama membongkar siapa di balik peristiwa penembakan tadi malam
*******
Jangan lupa vote and comment ya guys... Biar Noona tambah semangat. Bantu share juga dong biar bisa sama sama menikmati cerita dari Naomi dan Arsen. Thanks.
See you next chapter
Bye 🤗😘