One Night In Singapore

One Night In Singapore
Pernikahan gio dan shasha



Raut wajah Shasha terlihat bahagia begitupun dengan gio, gadis cantik blasteran ini sudah dia sunting.


Semua terlihat begitu bahagia, sang ayah pun merasa lega akhirnya anak satu satunya bisa menikah juga setelah beberapa tahun mencari sosok yang bisa menggantikan seorang dokter muda yang cantik namun tangguh, ya... Dia Naomi... Wanita yang gio cintai sejak dulu namun takdir berkata lain, hubungan mereka saat ini malah menjadi ipar. Sungguh lucu.


Kebahagiaan Arsen melihat adik yang dulu hilang dan telah kembali, membuat dia sedikitnya agak merasa kehilangan, karena pasti sang adik lambat laun akan di bawa ke Paris di mana gio sekarang tinggal.


Shasha mau tak mau harus menyelesaikan semester ini dan pindah fakultas ke Paris dan meneruskan kuliahnya di sana, karena sebagai seorang istri, kewajibannya adalah mengikuti sang suami.


Semua keluarga berkumpul di moment ini, terpancar kebahagiaan di wajah mereka, semua masalah telah selesai.. bagi Naomi dan Arsen, melihat kebahagiaan dan senyuman dari keluarganya adalah hal yang paling nikmat di dunia. Apalagi sekarang Naomi tengah berbadan tiga, ya.. Naomi hamil anak kembar, setelah Arkana berusia tiga tahun, Naomi memutuskan untuk melepas KB nya karena Arsen sudah merengek terus ingin memiliki anak lagi.. alhasil langsung di kasih kembar.


"Gimana perasaan mu gio?" Tanya Naomi


"Tentu aku bahagia... Selain bisa mendapatkan Shasha, gue bahagia bisa melihat ayah tersenyum.. ayah dan bunda masih bisa menyaksikan pernikahan gue. Dan gue berharap beliau berumur panjang sampai gue bisa ngasih cucu yang banyak." Gio tersenyum lebar namun Shasha mengeryitkan dahinya


"Banyak cucu? Emang mau berapa banyak?" Tanya Shasha menatap gio


"5, 7, kamu sanggupnya berapa sayang?" Shasha menghidupkan badannya.


"Oh no... Masa sebanyak itu? 3 saja lah ya... Ok." Gio tersenyum manis


"Kurang dong sayang... Biar rame di rumah... Aku dulu sepi banget cuma sendiri... Makanya main sama Naomi terus... Kita merasakan hal yang sama ya aom?" Tanya gio melirik Naomi dan naomi mengangguk


"Ya.. dan kita berteman hanya bertiga saja dengan kak Hendrik... Setelah SMP gio pergi dan tinggal aku dan kak Hendrik." Ucap Naomi


"Kalian pasti sangat dekat ya..." Gio dan Naomie mengangguk bersamaan.


"Katanya kamu lagi hamil lagi ya aom?" Naomi tersenyum lebar.


"Iya... Lo tahu, anak gue kembar... Walaupun belum ketahuan sih ya jenis kelaminnya, kan baru berapa bulan. Baru tiga bulan deh kayaknya."


"Kok kayaknya sih?"


"Itu kan hitungan gue, lepas KB itu cuma dapet haid 2x abis itu langsung deh tekdung.. hehehe.."


"Kalian memang hebat ya..hehehe." mereka bertiga tertawa bersama.


Tak lama datang Arsen.


"Tamu udah pada pulang, kalian pasti capek kan? Sana istirahat.. nih kunci kamarnya.. " Arsen memberikan sebuah kunci kamar hotel untuk sang pengantin beristirahat.


"Iya kak...aku capek banget.. pegel kak.. ingin rasanya rebahan semalaman." Ucap Shasha dengan polosnya.


"Tapi kamu gak akan cuma rebahan sayang... Liat tuh si gio... Apa mungkin kasih kamu waktu buat rebahan?" Naomi dan Arsen tersenyum lebar.


"Maksudnya?" Tanya Shasha dengan polosnya.


"GPP sayang ..maksudnya kalo kamu rebahan entar aku pijitin... Biar gak pegal.."


"Pijit plus plus ya Yo.."gio membulatkan matanya meminta Naomi untuk diam.


"Yey... Gue juga tahu Lo udah pengen tarik Shasha kan? Ngaku Lo." Gio melirik Shasha yang melongo.


"Ya ..sayang biar kamu cepat istirahat kok... Ayo ah .. tinggalkan mereka... Kita istirahat di kamar." Tarik gio menuju kamar yang sudah disediakan.


Ketika mereka memasuki. Sebuah kamar, terlihat keindahan pemandangannya.. suasana yang sangat sejuk karena ketika di buka jendelanya, pepohonan terlihat begitu rindang... Taman yang di tambah dengan air mancur, membuat suasana lebih indah dan sejuk.


Wangi bunga mawar yang segarbuat mereka senang, Shasha langsung tersadar dari kekagumannya, karena ada pelukan dari belakang yang memberi kehangatan.


Gio memeluk dengan lembut dan mesra.. dia membisikan kata kata indah nan Romantis.


"Sayang... Kamu cantik... Lebih cantik dari hari hari biasanya...cup." sebuah kecupan Lolo di pundak Shasha..


Shasha yang mendapatkan kecupan merasa sedikit merinding dibuatnya.


"Yo... Emmm aku...aku..mandi dulu ya..rasanya lengket." Gio pun merasakan hal yang sama, badannya terasa lengket dan dia juga ingin mandi.


"Mau mandi bareng?" Shasha langsung menggidik kan bahunya.


"Ih..enggak... Gak sekarang ya... Aku malu.."" Shasha nyengir dan langsung masuk ke kamar mandi


Setelah Shasha beres, gio langsung masuk ke kamar mandi.. dia tak ingin memperhatikan Shasha yang sudah segar dengar wangi yang menggoda...dia juga ingin badannya bersih baru melakukan serangan.


Setelah mereka selesai dengan semuanya, terlihat Shasha agak gugup, dia langsung pura pura memejamkan matanya dan membalik tubuhnya sehingga memunggungi suaminya yang baru sah lima yang lalu.


Gio sebenarnya sangat gugup tapi dia sudah tergiur dari tadi ketika melaksanakan ijab kabul.


Gio dengan pelan naik ke ranjang dan menyibakkan selimut. Ahasha begitu kaget dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Oh my God... apakah ini waktunya? Gue gugup banget ini..." Gumam Shasha dalam hati.


Gio semakin mendekat dan mengangkat kaki Shasha... sang istri langsung kaget dengan sesuatu yang menyentuh kakinya.


"Aaah... Apa itu?" Shasha terperanjat begitupun gio dan gio tertawa dengan gemas karena reaksi Shasha.


"Ahahahah...kamu kenapa sih sayang? Kaget ya? Kan katanya mau dipijit.. kok kaget gitu?" Shasha nyengir


"Oh mau pijit ya.. tapi kok geli ya... Agak aneh." Tentu saja gio sengaja berbuat begitu agar Shasha terangsang. Dasar gio.... Modussss.😆


"Sini aku pijit lagi." Shasha memberikan kakinya namun sentuhan gio malah membuat Shasha kegelian.


Gio menyentuh sampai ke pangkal paha.. dengan sedikit nakal, gio sentuh sekilas kue apem shasha.


"Uh...asssh..Yo.." Shasha merasa aneh dengan reaksi badannya. Namun gio tetap melakukan nya.. lama lama gio mendekati Shasha.. gio pagut bibir merah merona milik Shasha.. dan shasha membalasnya dengan lembut.


Pagutan yang lembut namun lama lama menuntut.. tangan gio tentu saja tak diam.. dia mengelus punggung dan nenahan tengkuk.


Pagutan pun terlepas, dan gio membisikan sesuatu di telinga Shasha.


"Sayang. .aku mau kamu malam ini bolehkan?" Shasha yang sudah mulai terbakar gairah langsung mengangguk kan kepalanya.


"I am yours, Gio..." Suara desahan kembali terdengar ketika gio mulai menyentuh gunung kembar Shasha.


Akhirnya mereka melakukannya sampai 3 ronde.. keringat bercucuran, napas yang begitu berat, walaupun lelah tapi memabukkan. Wajah mereka begitu merah merona akibat suasana yang panas dan membara... Terlelap lah mereka dan kebahagiaan mereka dapatkan.


Tamat


Terimakasih yang sudah Sudi membaca cerita ini... Makasih sudah menghargai ceritaku dengan memberikan like dan comment. Makasih 🙏


👋👋👋👋👋