One Night In Singapore

One Night In Singapore
Party



Mereka akhirnya masuk ke mobil Arsen, sesaat hening...tak ada yang bersuara atau memulai percakapan.


Naomi berusaha membuka mulutnya untuk mencairkan suasana.


"Khem..emmm katanya tadi kamu ada urusan,bgmn urusannya sudah selesai?" Tanya Naomi


"Sudah...beres semua." Jawab Arsen


"Bukannya kamu bilang ada yang mau kamu sampaikan?"


"Oh ya..maaf. aku lupa."


"Hehe....kamu tuh lucu banget sih?" Tanya Naomi dengan sedikit tertawa memperlihatkan lesung pipinya.


" Aku tidak lucu, kamu yang lucu.....dan cantik." Ucap Arsen dan sontak membuat pipinya menjadi merah.


Deg..deg ..." Oh no..apa lagi ini. Jantungku....ku mohon diam. Dia cuma bilang cantik bukan bilang i love you." Batin Naomi mencoba menenangkan jantungnya.


"Sebenarnya...aku ingin mengajakmu ke sebuah pesta. Ada kolega yang mengundang dan aku tak punya pasangan. Di Indonesia pun tak banyak yang ku kenal. Apa kau bersedia?" Arsen sangat berharap Naomi akan mengatakan iya.


"Kapan?"


"Nanti malam, jadi kamu bisa istirahat sekarang." Ucap Arsen


" Baiklah, jam berapa kamu akan menjemput ku?"


"Jam 7. Ok."


"Baik lah. Apa kau tahu di mana apartemen ku? Dari tadi kamu menjalankan mobilnya tapi tak bertanya di mana alamatku." Naomi sungguh heran.


"A..aku pernah bertanya di mana Rumahmu dan kau menjawab apartemen xx." Arsen menjawab kaku takut ketahuan kalo sebelumnya dia udah mencari tahu di mana gadis itu tinggal.


"Oh...masa sih? Mungkin aku lupa.' jawab Naomi sambil cengengesan


Akhirnya mereka pun sampai di lobi apartemen Naomi. Tak mau mengganggu istirahat nya, maka Arsen memutuskan untuk kembali ke rumah nya. Dia pun ingin tidur karena semalam dia juga tak tidur dengan nyenyak.


Pukul 06:00


Naomi baru saja selesai mandi dan sholat magrib. Dia bergegas untuk memakai gaun untuk pesta nya. Sungguh cantik.


Dia memakai gaun selutut, berlengan panjang dan memakai kalung juga anting yang cukup sederhana namun menambah kecantikan nya. Rambutnya dia gerai ke samping dan sedikit hiasan di rambutnya menambah keanggunan dan kecantikan.



Waktu sudah hampir pukul 07:00 pm Naomi pun turun dari lantai 17 menuju lobby apartemen miliknya.


Tak lama Naomi menginjak kan kakinya di lobby, Arsen pun baru sampai di lobby.


Arsen sungguh terpana melihat Naomi yang berbeda sekali penampilannya.


Detak jantung Arsen tambah berpacu, dan dia tambah yakin jika dirinya sudah benar benar jatuh cinta. Rasa yang 2th lalu sudah sirna, rasa yang dulu pernah dia rasakan tapi tak dirasakan lagi olehnya. Baru sekarang perasaan ini datang lagi.


Begitupun dengan Naomi, dua terpana melihat Arsen. Sungguh gagah...badan yang tegap dan dada yang kalo orang bilang pelukable. Hehe..kabel apa yang mau di peluk Geis.


"Khem...kita berangkat sekarang?" Tanya Arsen membuyarkan lamunan Naomi.


"Oh ya. Tentu saja." Naomi agak kikuk dan melihat ke sembarangan tempat.


Mereka memasuki mobil dan melaju menuju pesta yang akan dihadiri oleh banyak pengusaha hebat, pengusaha sukses tentunya.


Di dalam mobil Arsen terus mencuri curi pandang, sesekali dia melirik ke wajah Naomi. Dan Naomi hanya melihat ke luar jendela saja.


Akhirnya mereka sampai dan ketika mau turun dari mobil dia berusaha membuka safety belt tp susah karena dia sedari tadi merasa tegang dan kikuk, dia tau Arsen selama perjalanan sering melirik dirinya.


"Oh kenapa mendadak susah di buka sih ini." Batin Naomi


Dengan cepat Arsen membantu Naomi.


" Kenapa, susah?" Wajah Arsen mendekat sedikit lagi mereka bersentuhan. Terasa nafas Arsen berhembus di pipi Naomi. Tercium minyak wangi yang menggoda nalurinya. Kalo dia pacarnya mungkin Naomi sudah cium tuh pipi Arsen. Hehe...


Ceklek sabuk terlepas, Naomi hanya diam membeku dan mengedip ngedipkan matanya.


"Kamu cantik." Bisik Arsen di telinga naomi yang tambah membuat jantungnya seperti senam jumba.


Naomi mencoba mengatur nafasnya...tarik napas hembuskan..3x dia lakukan untuk mengontrol jantung dan nafas nya.


Arsen membukakan pintu mobil, dan Naomi ke luar. Arsenpun memberikan tangannya, Naomi pun sudah paham jika Arsen meminta nya untuk menggandeng tangan nya.


Mereka melangkah kan kakinya dengan sangat percaya diri. Tatapan para tamu tertuju ke arah pintu masuk, bagaimana tidak mereka terlihat sangat serasi. Dan yang membuat gempar adalah seorang Arsen yang sudah lama tidak menggandeng seorang wanita selama 2th. Tak pernah sekalipun dia membawa wanita setiap acara apapun. Mereka bertanya tanya, siapa wanita ini, apakah sangat spesial sampai di bawa ke pesta? Biasanya cuma berdua dengan Andre, Jodi atau Arnold. Walaupun yang sering sih sama Andre. Soalnya Andre jomblo. Hehe


Mereka melangkah kaki langsung tertuju ke tuan rumah, sang pemilik pesta.


"Hallo Mr Jack. How are you?" Tanya Arsen menjulurkan tangannya


"Fine...and you Mr Arsen?" Jawab Mr Jack sambil melirik Naomi


"I am fine. Thanks." Arsen tersenyum


"And who is the beautiful women beside you? Tanya Mr Jack tersenyum ke arah Naomi


"She ia my....khem my friend." Jawab Arsen kikuk. Mau bilang pacar belum jadian bilang teman takut ada yang nikung. Terus terang aja dari tadi Arsen lihat banyak pasang mata yang menatap Naomi kagum. Memang banyak kaum Adam maupun hawa yang suka dengan wajah Asia bukan?


"I am Naomi." Naomi menjulurkan tangannya


"Are you sure, just a friend?" Tanya selidik Jack sambil tersenyum melirik ke arah Arsen.


Arsen membisikkan sesuatu ke telinga jack. Dan Jack pun tertawa ringan memperlihatkan bahwa dia paham maksud dari Arsen.


"And..this beautiful women is your wife?" Tanya Arsen yakin


"No...she ia not my wife." Arsen pun tercengang. Bagaimana bisa wanita yang berada di samping Mr Jack yang sedari tadi dirangkul dengan posesif dan di acara anniversary pernikahan ternyata bukan istrinya.


Arsen hanya bengong dan bingung dengan jawaban Mr Jack


"She is my life." Lanjut Mr Jack Terukir kebahagiaan yang tiada Tara dari tatapan pasangan senior ini. Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata. Iri rasanya melihat mereka yang langgeng sampai usia mereka yang sudah tidak muda lagi. Terbersit dalam hati Arsen, akan kah dia mendapat seseorang yang akan selalu berada di samping nya kelak sampai maut memisahkan.


Mereka seketika tertawa bersama.


Dan saling bersalaman.


"Have enjoy the party." Mr Jack pun ijin pamit untuk menyapa tamu yang lain.


"Kamu mau minum? Aku ambilkan ya" Tanya Arsen


"Emmm ..apa itu semua beralkohol? " Tanya Naomi


"Ya...memang kenapa?" Arsen merasa bingung.


"Kadar alkoholnya kita ambil yang rendah aja." Ucap Arsen


"Oh maaf...aku tidak minum alkohol, walaupun itu cuma sedikit." Jawab Naomi


"Kamu tidak kuat minum, atau punya alergi dengan alkohol?" Selidik Arsen. Dia ingin tau alasannya. Jika memang punya alergi jadi dia bisa jaga wanita yang dia cintai ini jauh dari alkohol.


"Bukan...bukan tidak bisa minum tapi tepatnya tidak boleh minum. Buat kami itu sangat dilarang." Jawab Naomi mantap


"Dilarang, siapa yang melarang?" Tanya Arsen


"Kamu bebas minum sesukamu, kalo kamu mau yang mahal pun aku masih mampu membelikannya jika kau mau." Jawab Arsen dengan pasti..dia sanggup beli apapun yang wanita ini mau.


"Bukan begitu Arsen, tapi Allah yang melarang, Tuhan ku yang melarang." Jawab Naomi


"Oh...sorry. I don't know." Jawab Arsen terkejut


"I am muslim Arsen. Is it ok for you?" Tanya Naomi


Ya Naomi agak hati hati dengan identitas nya sebagai muslim, dia  tahu di dalam hati nya sudah ada rasa terhadap Arsen namun dia coba untuk menampik itu karena perbedaan keyakinan. Dia khawatir juga sudah terlalu cinta, akan berbahaya baginya jika Arsen tak mau seagama dengan nya. Sebaiknya dia menutup pintu hatinya sejak awal namun apa daya melihat Arsen susah untuk tidak jatuh dalam pesonanya.


"Of course it's ok. It' s not a big deal." Jawab Arsen agak sedikit heran. Dia baru tahu kalo Naomi seorang muslim. Dia tau Daddy nya Naomi orang Jepang jadi tak berpikir Naomi seorang muslim.


"Ok. Kalo begitu saya juga tak akan minum. Kita minta air mineral aja ya atau minta dibikinkan jus saja." Dengan mantap Arsen lalu memanggil pelayan di sana.


"I need mineral water, please. Emmm can you make a jus...orange or something may be?" Tanya Arsen ke pelayan


"Yes, of course. We have strawberry, MANGO, orange and avocado."


"Strawberry, please." Jawab Naomi dengan senyuman


"Ok. Juice strawberry dan orange. Please. Thanks" ucap Arsen sambil memberikan tips ke pelayan tersebut.


"Thank you sir." Jawab pelayan itu


Mereka pun minum dan makan di acara tersebut dan Naomi merasa perlu ke toilet. Dia rasanya ingin kencing.


"Arsen, aku pengen ke toilet. Di sebelah mana ya?"


"Mau aku antar?" Tanya Arsen


Sebelum menjawab sudah keburu ada yang menghampiri Arsen.


"Hai man...how are you? Who's beautiful women.?"


"Fine, this is my friend."  Lalu berbisik "the women i love."


"Nice...i am happy to hear that." Jawab teman Arsen yang bernama Ega. Karena dia tau kalo Arsen sudah  2th menjomblo.


"And this is my friend Jovan." Dan Jovan mengulurkan tangannya.


"Sorry, Arsen di mana toiletnya?" Tanya Naomi lagi


"Oh maaf. Di belakang sana. Kamu belok kiri aja dari situ ya. Ada tulisan nya kok. Gak papa sendiri?"


"It's ok. " Sambil mengangkat jempolnya


Mereka bertiga asik mengobrol dan Naomi sudah berada di toilet. Tapi ketika keluar ada seorang laki-laki yang menghadang nya.


"Apa kamu pacar Arsen?" Tanya nya


"Bukan, saya temannya. Kenapa anda bertanya begitu?" Jawab Naomi


"Dari tadi saya memperhatikan kamu, sejak kau masuk ke tempat ini, aku sudah jatuh hati dan aku dengar kau bukan pacarnya. Mungkin kita bisa lebih dekat...." Laki laki itu terus mendekat sampai Naomi terpojokkan ke dinding toilet.


"Maaf...saya harus kembali ke arsen, takut dia menunggu terlalu lama. Bisa anda bergeser tuan Jovan?" Ucap naomi masih bernada sopan. Yah ini lah Jovan yang setelah Naomi pergi menuju toilet tidak lama Jovan pun ijin untuk pergi sebentar.


Naomi tidak mau membuat kegaduhan. Terus terang saja bagaimana kalo terjadi keributan dan nanti Arsen yang akan menanggung malu.


"Ayo lah...sedikit dekat dan mari kita bersenang-senang." Ucap Jovan dia terus menempel Naomi sampai badan mereka bersentuhan


Naomi mencium bau alkohol...dia tau Jovan sekarang sedang mabuk.


"Anda mabuk tuan, sebaiknya anda jangan begini. Silahkan minum air putih dan cuci muka anda." Naomi masih  bersikap sopan.


Jovan terus menempel dan hendak mencium namun bibir Jovan ditutup oleh tangan Naomi, dia coba dorong badan Jovan dengan sekuat tenaga.


Arsen merasa aneh kenapa Naomi belum kembali juga dari toilet dan dia merasa tidak enak hati sehingga dia pergi untuk melihat Naomi di toilet. Di depan toilet tak jauh dari Naomi Arsen melihat Naomi yang sedang berusaha untuk mendorong Jovan. Arsen sangat marah dan cemburu melihat wanita yang dicintainya akan di cumbu oleh laki laki lain membuat dia mengepalkan tangannya Ketika Arsen hendak melayang kan pukulan, Naomi sudah keburu memelintir tangan Jovan dan menendang kakinya dari belakang sehingga posisi Jovan berlutut membelakangi Naomi dan tangannya dipelintir ke belakang di pegang naomi.


Arsen baru sadar jika Naomi dulu pernah menyelamatkan diri nya, jangankan melawan seorang pemabuk, penembak jitu aja dia lawan. Terlihatlah senyum di wajah Arsen.


Lalu Arsen mendekat dan menepuk bahu Naomi.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya Arsen


"Ya aku baik baik saja." Sambil melepaskan tangan jovan yang sedari tadi meringis.


" Anda sebaiknya pergi Tuan, sebelum saya buat anda lebih parah....atau mau langsung saya bedah aja di meja operasi." Ucap Naomi tersenyum miring yang dia tujukan Buat jovan


"Kau sangat menyeramkan juga ya Naomi."  Ucap Arsen di jawab senyuman oleh Naomi.


Jovan tidak sadarkan diri, dia benar benar mabuk dan di bawa temannya Ega.


"Wah, you are so amazing miss Naomi." Ucap Ega


"Maaf atas tingkah teman saya." Lanjut Ega


"Tidak apa apa, dia tidak sadar, dia di bawah pengaruh alkohol. Makanya kami umat muslim dilarang untuk menegak alkohol. Ya begini...biar tidak kehilangan akal." Ucap Naomi


Ega pun membopong Jovan dan pergi membawa pulang Jovan ke apartemen nya.


"Ini sudah malam, sebaiknya kita pulang Arsen." Apakah tidak keberatan jika pulang sekarang?" Tanya Naomi


"Oh tentu saja tidak." Jawab Arsen tersenyum dengan tampannya.


Merekapun pergi dari gedung tersebut dan masuk ke mobil setelah pamit pulang ke Mr Jack.


Di mobil mereka terdiam. Sampai akhir nya Arsen membuka mulutnya.


"Apa kamu lelah Naomi?"


"Tidak.  Biasa aja."


"Maaf, seharusnya hal tersebut tidak terjadi jika aku mengantar mu ke toilet." Terlihat penyesalan di wajah Arsen.


"Tidak apa apa, toh aku bisa jaga diri." Terukir senyum di wajah Naomi


"Apa kau tidak takut ketika ada laki laki mendekati mu? Apa lagi berniat yang tidak tidak terhadapmu."


"Tidak, aku bisa mengontrol emosiku dan berpikiran tenang....terkecuali jika laki laki itu adalah orang yang aku suka. Mungkin aku akan grogi dan tak bisa berkutik. Hahaha." Tak sengaja ketika tertawa mata mereka bertatapan. Arsen lalu menghentikan mobilnya ke pinggir jalan. Dan naomi mengalihkan tatapannya ke luar jendela.


Arsen pun kembali bertanya.


"Jika itu orang yang kamu suka, jika mendekat apa jantungmu akan berdetak kencang? Dan membuat mu membeku tak bisa bergerak?" Tanya Arsen


Seketika Naomi kembali menatap dan menjawab


"Ya..tak bisa bergerak. Hanya jantung yang berdetak kencang." Jawab Naomi pelan namun masih bisa di dengar oleh Arsen


Arsenpun melepaskan sabuknya tanpa menghentikan tatapan mata nya yang lembut lalu mendekatkan wajahnya.


Deg..deg..deg...deg...


Jantung Naomi berdetak kencang.


"Apakah detak jantung itu ada untuk ku Naomi." Pelan suara Arsen di depan wajah Naomi, hembusan nafas di wajah Naomi membuat detak jantung nya tak terkendali.


Naomi membeku dan tak bisa menjawab. Tanpa sadar Arsen pun lebih dekat lagi dan memiringkan wajahnya, bibirnya menempel di bibir Naomi yang indah...tanpa Naomi sadari dia menutup mata. Hanya kecupan. Tak lebih dari kecupan 10 detik tapi sudah mampu membuat mereka melayang.


Arsen melepaskan kecupannya, dan Naomi membuka matanya. Mereka pun jadi salah tingkah...


" Emmm...masih jauh kah?" Tanya Naomi biar tidak grogi.


" Oh ya ini sebentar lagi sampai. Satu belokan lagi juga sampe apartemen kamu kok." Jawab Arsen kikuk


Akhirnya mereka sampai di depan apartemen Naomi, arsen pun pamit langsung pulang.


" Ini sudah malam, em...selamat istirahat." Ucap Arsen


"Ya, kamu juga selamat istirahat."


"Apa boleh aku menemui mu lagi?l"


" Ya tentu saja." Jawab Naomi dengan tersenyum.


Mereka pun sudah berada di tempat tidur mereka masing-masing. Berusaha untuk tidur tapi kejadian di mobil itu masih terbayang bayang di mata.


"Akhhhhh....ada apa denganku?" Ucap Naomi sedikit berteriak.


"Apa aku sudah jatuh cinta? Jantungku...oh jantung ku..kamu kenapa sih? Sepertinya besok aku harus cek ke dokter Arif deh. Dia kan spesialis jantung. Hehehe." Gumam Naomi sambil memegang bibirnya.


"Ah...ya ampun, aku dalam masalah ini." Ucap Naomi


Begitupun dengan Arsen dia menyentuh bibirnya, mengingat ketika dia kecup bibir ranum Naomi. Rasanya seperti baru pertama kali jatuh cinta...


*****


Gimana, Suka? Mudah mudahan suka ya. Thanks ya. Jangan lupa vote and comment.


See you next chapter


Bye 🤗😘