
Hanna bersumpah akan mengganti waktu yang telah hilang, yang harusnya dia lalui bersama Arsen dengan hidup bahagia. Hanna akan membangkitkan kembali rasa yang ada di hati Arsen. Hanna yakin cinta untuknya masih ada, dia tahu lewat tatapan mata dan reaksi dari Arsen saat berhadapan tadi.
Arsen membawa Hanna naik mobilnya lalu pergi meninggalkan mansion James. Sekitar 1kilo jauhnya Arsen turun dan kendali mobil diberikan kepada anak buah Arsen. Selama perjalanan mereka sedikit canggung.
Flashback
"Arsen...sorry. " hanya itu yang keluar dari mulut Hanna.
" Aku udah tau semuanya." Terdengar bergetar dan terasa perih dan kecewa kata kata yang keluar dari mulut Arsen.
" Aku sudah tidak virgin lagi sen, apa kamu masih mau menerima ku? " Tanya Hanna lembut dan penuh harap.
"Dan.... wanita tadi itu.....siapa?" Lanjut nya.
"Dia kekasihku." Tanya Arsen datar
Deg...sakit rasanya hati Hanna, namun itu juga bukan salah Arsen, dia meninggalkan nya selama 2,5 th pantas kalo sudah ada pengganti.
"Apa kau mencintai nya?" Selidik Hanna
"Sangat." Arsen menjawab dengan datar
"Bagaimana dengan aku sen?" Seketika Arsen memberhentikan mobilnya.
" Kamu yang sudah meninggalkan aku Hanna, sekarang apa mau mu?"ucapnya dingin.
" Aku mau kamu....aku mau kita kembali seperti dulu.... mencintai ku sepenuh hati. Hiks... hiks" Hanna terisak
"Aku tak tau Hanna... shit! Kenapa kau tak bilang kepada ku Hanna." Arsen memukul stir mobil.
"Aku malu sen, aku kotor." Hanna masih terisak
" Kamu di perk*sa Hannah, bukan dengan senang hati memberikan nya. Aku pasti terima dan akan melindungi mu. Tp kau malah kabur." Bentak Arsen
"Aku malu sen...sungguh malu....aku aja belum bisa terima apa yang terjadi, apalagi kamu. Aku takut...sungguh takut." Tangisan Hanna pun lebih kencang
Arsen tau itu sangat menyakitkan lalu ditarik badan Hanna ke pelukan nya. Di dekap dan ditenangkan. Arsen mengelus punggung Hanna dan sesekali mengusap kepalanya.
"I love you sen...i love you." Ucap Hanna lirih namun Arsen tak bisa menjawab atau merespon ucapan Hanna.
" Kita bicarakan lagi nanti setelah semua selesai." Arsen melepaskan pelukan nya dan kembali mengemudi.
Flashback end
Arsen turun dari mobil dan digantikan salah satu orang nya Arsen. Mobil itu melesat dengan cepat sedangkan Arsen menaiki helicopter menuju kediaman James.
"I am coming my angel." Gumam Arsen.
Helicopter Arsen diam di balik pepohonan dan menurunkan Arsen dari atas dengan semua peralatan yang sudah melekat pada tubuhnya.
Sekitar 50 orang Arsen kerahkan, yang sudah sejak awal Arsen masuk memang sudah mengepung mansion James. Mereka bersembunyi dan menunggu perintah selanjutnya.
Arsen yang memakai earpiece bisa dengan gampang memerintah anak buahnya.
"Jio, Alex, sayap kanan dan kiri lumpuhkan. " Perintah Arsen dan jio beserta ke 5 temannya bergerak ke sayap kiri begitupun Alex dengan 7 rekannya melumpuhkan sayap kanan.
"Kris, bagian belakang bagian Lo, maks, bagian depan. Lumpuhkan. Usaha kan gak bersuara" mereka langsung melaksanakan tugas nya masing masing
"Pino, Lo abisin bagian atas, jalankan tugas Lo." Pino tak banyak bicara, langsung aja mereka melaksanakan tugas nya.
"Sayap kiri Clear"
"Sayap kanan clear"
"Depan Clear"
"Belakang clear."
"Atas clear."
"Ok good..gue masuk." Kalian tunggu ditempat dan tetap terjaga.
"Tim Alfa ikut gue semua." Arsen mengajak 5orang masuk bersama dirinya.
Arsen masuk dan melihat sekitar namun Naomi sudah tidak ada di ruang tengah. Dia sudah di masukkan ke kamar.
"Kalian cek satu satu kamar yang ada di atas. Jika kalian menemukan Naomi, bawa ke hadapan saya.," Bisik Nathan perlahan takut terdengar
"Inget tetep info jika ada apa pun."
Arsen menuju lantai atas mencari Naomi berada. Sampai saat ini anak buahnya belum memberikan kabar Naomi ketemu. Sampai Arsen di pojok kamar, perlahan Arsen membuka kamarnya dan...
Kriet...
Suara pintu yang terbuka membuat kedua orang mengalihkan pandangannya.
James yang merasa terancam menarik tangan Naomi dan memeluknya dari belakang dan sebuah pistol di sebelah tangan kanan diletakkan di kepala naomi. Dan tangan kiri nya mendekap bahu Naomi.
"Letakkan senjatamu sen...atau gue tembak." Arsen masih mengarahkan pistol ke arah James.
"Lo jangan gegabah James, bukannya Lo cinta sama Naomi. Kenapa Lo mau nembak Naomi?" Arsen masih dalam posisi mengarahkan pistolnya
"Gimana Naomi, sekarang Lo liat, Arsen ada di sini balik lagi demi Lo, tapi Lo bisa liat tatapan Arsen buat Hanna kan, dan Lo tahu apa yang dulu terjadi dengan mereka. Apa Lo mau berada di antara mereka Naomi?" Bisik James di telinga naomi
"Mau bagaimana pun kelanjutan nya itu urusan kami James. Sebaiknya kamu lepaskan aku James. Biarkan kami menyelesaikan urusannya kami sendiri " jawab Naomi di telinga James.
"Gimana kalo kita tes dia, aku cukup penasaran dengan keputusan nya. " Bisik James.
"Terserah." Jawab Naomi
"Baiklah Arsen...jika gue lepaskan Naomi...Lo mau pilih siapa yang akan berada di samping lo " Arsen bingung dia akan memilih siapa, sungguh dia bingung jika ditanya saat ini.
"Baiklah jika kau tak mau menjawab.gue bisa tebak." Arsen mengernyit heran
"Gue pengen tanya Lo, Lo kan yang mencoba untuk membunuh gue, kenapa Lo lakuin James? Lo temen gue kan James." Tanya Arsen
"Ok...gue jawab. Iya itu gue, dan gue pake nama uncle Robert buat menjebak Lo, biar kalian musuhan. Kenapa? Lo tanya kenapa? Hahahaha."
"Karena gue benci Lo...gue cinta sama viona, tapi viona pilih Lo, gue cinta sama Hanna dan Hanna pilih Lo. Gue dah 2x gagal man. Dan sekarang gue suka Naomi, lagi lagi dan lagi Lo ngambil orang yang gue cintai. Tapi gue gak perintahkan anak buah gue buat Lo sampe mati, ya paling gak lumpuh lah" Lanjut James santai
"Man... cinta gak bisa dipaksakan kita hanya kebetulan saja mencintai wanita yang sama. Jika Lo bilang ke gue sebelum gue tembak viona waktu SMA, gue bisa mundur man. Lo hanya diem, gak bilang kalo mencintai cewek yang sama. " Arsen menurunkan tangannya.
"Ah sudah lah. Naomi pergilah. Aku memang tidak ada niat untuk mencelakai mu. Jika Arsen tidak memilihmu, datanglah padaku." James melepaskan Naomi dan Naomi hanya diam saja. James hendak pergi dari sana namun ketika posisi James di dekat Arsen, ada seseorang yang mencengkram Naomi. Seketika Arsen mengarahkan pistolnya kembali namun sekarang mengarah ke anak buah Arsen yang dia sendiri tak tau namanya siapa.
"Tak semudah itu Arsen." Mengarahkan pistol ke kepala Naomi.
James melotot ke arah anak buahnya
"Gian, apa yang kamu lakukan hah? Lepaskan Naomi." Perintah James
"Bos...kenapa bos jadi lemah begini bos, kenapa kita tak habisi saja mereka?"
"Gian...apa selama ini kamu yang menyuruh yang lain membunuh arsen? Aku cuma memerintahkan melumpuhkan dia bukan membunuh Gian."
"Ya itu aku bos, itu aku...anda tau kenapa bos? Karena Arsen dulu sudah membunuh adikku. Dia membunuh adikku bos." Teriak Gian
"Makanya aku ingin dia mati...ya..hahahaha mati." Semua orang tertegun.
"Kapan aku membunuh adikmu hah?"
"Dulu, 5th yang lalu Lo menabrak seorang gadis di daerah xx dan adik gue mati di tempat." Arsen mulai mengingat kembali ke momen itu.
"Maaf Gian...gue gak tahu, gue saat itu sedikit mabok, ada seseorang mencampur minuman gue. Akibat kecelakaan itu gue emang dengar ada yang meninggal. Tapi gue juga koma saat itu, koma selama seminggu. Gue gak tahu, jika gue sadar dan bisa bantu disaat kecelakaan itu, gue pasti selamat kan adik Lo."
"Terlambat, akibat kecelakaan itu adik gue meninggal....dan akibat kecelakaan itu bokap gue juga meninggal. " Gian berteriak
"Dia baru beliin obat man....beli obat buat bokap. Hiks..hiks...bokap gue butuh itu obat untuk penyakit jantungnya...tapi apa? Yang ada kabar anaknya meninggal dan di saat itulah bokap gue Anfal. Jantungnya tidak kuat mendengar kabar itu semua. " Teriak Gian sambil menangis.
Menyesal iya itu yang Arsen rasakan...namun itu juga bukan sepenuhnya kesalahan dia. Dia memang ada yang berniat membunuh.
"Gian, saat itu gue nolak kerjasama sama perusahaan Willi. Dan pulang dari sana gue jadi agak mabok, dan rem mobil gue juga ada yang potong, gue gak bisa mengendalikan nya. Itu sebenarnya hingga gue nabrak adik Lo. Walaupun begitu gue minta maaf. Niatnya mungkin buat bunuh gue tapi adik Lo juga kena." Arsen menurunkan tangannya. Dia tak lagi mengarahkan pistolnya.
"Mau bagaimana pun, yang nabrak adik gue itu Lo Arsen." Teriak Gian
"Bertahun tahun gue ikut bos James biar gue bisa balas dendam sama Lo." Lanjut Gian
"Gian...gue tau Lo sedih...tapi apa dengan begini adik Lo bisa balik lagi?" Ucap Naomi
(Saat ini mereka berbicara dalam bahasa Inggris ya, tapi Noona coba pake b.inggris pas bagian yang mudah aja, biar reader paham)
"Shut up" Bentak Gian
"Don't talk to much. I want you die Arsen." Bentak Gian
Dor..dor...dor.. tembakan mengarah ke Arsen dan Arsen tergeletak.
*****
Wah Arsen sempat di bawa ke RS gak ya? Apa yang terjadi dengan Arsen dan hubungannya? Nantikan kelanjutan nya.
Jangan lupa tetap tinggal kan jejak. Jangan kayak sang mantan, udah gak ada hubungan pergi gitu aja. Ea..ea..ea
Don't forget give me vote and comment. Thanks
See you next chapter
Bye 🤗😘