One Night In Singapore

One Night In Singapore
Bertemu kembali



Jakarta, 09:00


Arsen sudah sampai di Jakarta dan sekarang sedang istirahat di hotel bintang lima, dia tidak pergi ke mansion nya karena sebentar lagi akan ada meeting di hotel tersebut.


Arsen POV


Akhirnya sampe juga gue di Indonesia, udah lama banget gue gak ke sini....kangen juga nih sama suasana dan makanan di sini.


Oh ya, gue harus cek sesuatu.


Andre di mana ya?


"Dre ...sini bentar."


" Iya kenapa, Lo butuh sesuatu?"


"Gue mau tanya, Lo udah tau di mana posisi my angel?"


"Oh..dr Naomi.... Kita lagi cek semua RS di Jakarta.... alamat rumah juga lagi di cari. "


" Ok, gue tunggu info secepatnya...gak pake lama."


"Siap bos....cih bos Bucin." Andre sedikit tersenyum


Gue rasanya udah gak tahan, sebulan sudah menahan rindu. Pengen gue berlari dan peluk badan Naomi yang mungil...pengen gue gendong dan cium wangi bajunya. Pasti akan sangat melegakan.


Ah bisa gila gue kalo kayak gini terus. Sabar...sabar sen...abis Lo meeting kita cari dia.


Fyuuh...beres juga nih meeting sama client...Andre dapet belum nih info keberadaan my angel.


"Dre...Dre...sini deh. Gmn udah dapet Lom? Udah berapa jam ini masa cari alamat my angel aja susah sih?"


"Alamat rumah belum dapet, gak ada rumah atas nama dia, kecuali nama bapaknya dan ibunya...tapi ada di Bandung."


" Trus sekarang dia ada di Bandung gitu?"


" Gak...dia di Jakarta."


" Trus dia tinggal di mana ?"


" Tumben sih Lo bawel amat ya, dengerin gue dulu dong." Andre mulai kesal.


" Ok..ok..fine...lanjutin deh." Gue juga kesel, lelet, lama gue kan dah gak sabar pengen ketemu lagi.


"Dia udah kerja di RS swasta tempat dia koas dulu sekaligus RS milik temannya yang sesama dokter.


"Mana alamatnya?" Gue tarik aja tuh kertas biar cepet.


"Kenapa di tarik sih? Nanti gue kirim ke hp Lo alamat lengkapnya sama jadwal dia kerja. Kalo di kertas nanti sobek kan " 


"Iya. Cepetan kirim."


"Dia kerja bagian UGD, untuk 1th ini. Sekarang lagi shift malam jadi pulang pagi. Mungkin sekarang ada di rumah lagi tidur."


"Oh." Pasti dia capek, gue gak mau ganggu dia kalo gitu. Entar malem aja deh gue ke sana.


"Udah ya. Udah gue kirim tuh info nya. Semua lengkap."


"Sip. Thanks."


"Entar....anter gue ke sana ya."


"Ok....jam berapa mau ke sana dia mulai kerja jam 9 malem loh." Andre heran malem malem mau ke RS mau ngapain sih.


"Ya udah jam 9."


Andre cuma kasih jempol aja.


Arsen POV end


Hari sudah malam, hujan sudah mulai turun, cuaca mulai dingin..lagi lagi hujan.


" Uh....untung aja udah sampe RS, jadi gak kena hujan. Alhamdulillah..." Monolog Naomi


"Eh dr. Naomi udah datang...untung sudah datang ya jadi gak kehujanan" Ucap Suster Eva


"Iya nih sus, Alhamdulillah. Saya langsung ke ruang saya ya. Simpen dulu tas." Ucap Naomi


"UGD gak ada kendala kan? Aman..aman?" Lanjut Naomi sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruang an khusus dokter UGD


"Gak dok, aman sentosa. Hahaha" ucap dr. Hendrik


"Owh... ternyata saya hari ini saya ditemani dr. Hendrik ya. Asyik nih... martabak mana martabak. Hehehe." Ucap Naomi



Di atas photo dr. Hendrik ya...


"Kamu ya...tau aja nih kalo saya lagi pesan martabak."


"Kalo soal makanan, aku paling cepet. Hehe...eh aku simpan dulu tas deh."


Di lain tempat, di depan RS ada sebuah mobil terparkir di sana. 2orang pria dewasa yang sedang memperhatikan. Ya itu Arsen dan Andre.


Arsen terlihat tidak suka, sangat tidak suka ketika melihat Angel nya tertawa dengan laki laki lain. Begitu lepas tawa yang keluar dari bibir indah Naomi.


Andre pun bisa tau hanya dengan melihat tatapan Arsen


"Sabar man...dia paling cuma rekan kerja aja. Gimana jadi gak di samperin.?" Tanya Andre


"Jadi lah."


"Trus Lo mau gimana, langsung datang gitu aja?" Heran Andre


Arsen dengan cepat memecahkan gelas yang tadi dipakai dia minum lalu menggenggamnya dengan sangat keras sehingga keluarlah cucuran darah dari telapak tangan Arsen.


"Lo gila man? Apa yang Lo lakukan." Tanya Andre dengan tatapan kaget.


"Ayo masuk." Ucap Arsen dingin


Arsen keluar dari mobil dan berjalan menghampiri ruang UGD sambil berjalan lurus menghampiri Naomi.


"Gila...bisa bisa nya dia berbuat seperti itu...dasar Bucin." Gumam Andre sambil melangkahkan kaki mengikuti Arsen


"Sorry dokter.." Arsen menjulurkan tangannya ke arah Naomi yang sedang memakan martabak.


"Oh. Wait." Naomi menyimpan martabaknya dan hendak langsung mencuci tangan tapi dihentikan oleh dr Hendrik


"Jangan, kamu lanjut aja makan. Biar saya yang obati." Ucap Hendrik


Ketika Hendri melangkah mau mengobati Arsen, Arsen langsung menolak.


"No, i want her to take care my hand." Jawab Arsen dingin


"What ia the difference, i am a dokter too." Jawab Hendrik kesal


" I need to talk with her." Ucap Arsen


"It's ok dr. Hendrik, let me to take care of him." Jawab Naomi langsung pergi ke ruangan setelah mencuci tangannya.


"Hallo Mr...what happened with your hand? And what you want to talk with me." Naomi heran dan belum sadar siapa yang dia lihat sekarang. Walaupun dalam hati dia terkesan dengan wajah tampan Arsen. Ya dia harus terlihat tenang, jangan grogi..dia kan seorang dokter.


Deg..deg..


Deg..deg..


Jantung Naomi berdetak tak seperti biasanya, dia tau dari tadi laki laki tampan ini memperhatikan wajahnya. Dia tak berani menatap wajah Arsen, dia berusaha fokus mengobati tangan Arsen yang terluka pecahan kaca.


Tak lama terdengar suara serak yang sangat seksi bagi kaum hawa ini.


" A piece of glass." Sambil terus menatap Naomi tanpa sedetikpun mengalihkan tatapannya dari wajah Naomi...wajah yang sudah dia rindukan selama 1 bulan ini.


"Oh. Ok. Finished." Ucap Naomi lalu menatap wajah Arsen dan kontan jantung Naomi seperti lari maraton, bagaimana tidak, mata mereka bertatapan. Mata ini...mata yang sangat indah...mata coklat yang dia rasa pernah tapi dia lupa di mana. Mata yang pernah menggetarkan hati nya. Namun dia tidak mau terlalu larut dalam pesonanya karena saat ini dia masih terluka oleh seseorang yang sangat dia cintai namun harus dia lupakan.


"Have we meet before?"


"If i say .... Singapore. One night in Singapore. Do you remember?"


"Oh...my God. Do you...?" Naomi tak melanjutkan kata kata nya.


"Yes... I am Arsen, you saved  me on the bridge"


"Oh...and why are you here?" Tanya Naomi


Sebelum Arsen menjawab datang seseorang mendekati mereka berdua.


Tap..tap..tap.. langkah kaki mulai mendekat.


"Maaf dr. Naomi, anda sudah selesai?"


"Oh..emmm...le..em pak Leon. Ada apa?" Tanya Naomi dengan gagap.


"Ada yang mau saya tanyakan, bisa bicara berdua?" Tanya Leon


Arsen menatap Leon dan Naomi secara bergantian, dia merasa ada sesuatu diantara mereka berdua.


"Kalo anda ingin menanyakan tentang kakak anda, saya pikir anda salah tanya saya, tugas saya sudah selesai, saya sudah operasi kakak anda dan selanjutnya dr. Adi yang bertanggung jawab dengan penyembuhan beliau. Jika ada yang mau ditanyakan silahkan besok tanyakan saja pas kunjungan dokter." Jelas Naomi dengan sangat panjang.


"Bu..bukan tentang kakak saya...tapi tentang kita." Ucap Leon


"Bukankah sudah saya bilang, sudah tidak ada kata kita lagi...yang ada cuma kamu, saya, end."


"Tapi aku pengen jelaskan dulu...."


"Maaf saya sedang bekerja pak Leon. Tidak baik berbicara di jam bekerja. Nanti saya di cap tidak profesional."


"Saya sudah tahan selama 3bulan ini. Kamu harus tau..kami tidak melakukannya."


"Tidak atau belum hah?" Naomi menjawab dengan ketus


"Maaf....aku hilaf." Terlihat penyesalan di wajah Leon


"Kalo anda ingin bicara besok saja...saya malu. Di sini ada pasien."


"Jam berapa kita bisa bicara?"


"Jam 6 saya selesai bekerja. Kamu tunggu di luar RS saja." Naomi pasrah dia harus selesai kan masalah ini.


"Baik, saya akan tunggu kamu di luar. Terima kasih sudah mau memberikan waktu untuk ku."


"Hem." Hanya itu jawaban dari Naomi.


Leon langsung pergi dengan senyum yang lebar karena dia mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan, namun tidak dengan Arsen yang dari tadi memperhatikan dan mendengarkan mereka berbicara, dia marah, cemburu, panas, ingin dia menarik Naomi dan mengatakan jangan pergi, dia tahan dengan mengepalkan tangannya. Tapi dia siapa, apa hak nya untuk melarang, mereka belum begitu dekat bahkan mereka bukan teman, mereka hanya seseorang yang tanpa sengaja kenal karena telah diselamatkan. Memang itu tugas seorang dokter bukan? Mungkin bagi Naomi itu biasa saja tapi bagi Arsen itu adalah hal yang sangat luar biasa dan berharga.


"I am sorry sir, emmm...." Naomi merasa tidak enak dengan Arsen. Dia pikir walaupun Arsen tak mengerti dengan bahasanya tapi dapat melihat dari ekspresi mereka. Jadi Naomi merasa malu juga.


"It's ok. Never mind." Jawab Arsen sambil berusaha menetralkan amarah nya.


" Boyfriend hem? Lanjut Arsen


"Eks boyfriend.." jawab Naomi sedikit tersenyum namun bukan senyum bahagia. Lebih ke senyum mengisyaratkan luka.


"Jangan sedih...masih banyak laki laki yang akan tertarik denganmu." Ucap Arsen


"Kau..kau..bisa bahasa Indonesia?" Tanya Naomi heran, kaget dan tak menyangka tentunya.


"Ya, tentu saja saya bisa. Darah nya mengalir di tubuhku. Salah satu orang tua ku orang Indonesia." Jelasnya


"Tapi memang badan dan logat saya yang gak mirip dengan orang Indonesia. Hehe." Lanjut Arsen


"Ja...jadi tadi anda mengerti apa yang kami ucapkan?" Tanya Naomi


"Tentu saja saya paham....maaf kalo saya tidak sopan dengan mendengarkan percakapan kalian." Ucap Arsen


"Tak apa. Itu bukan salah anda tapi dia yang memaksa ingin berbicara."


"Kalo kamu ingin curhat, aku siap mendengarkan. Bahkan aku bisa pinjamkan bahuku untuk mu. " Arsen tersenyum sambil menepuk nepuk bahunya.


"Hahaha..anda bisa saja. Bahkan kita bukan seorang teman. Mana mungkin aku ceritakan bukan?"


"Kalo begitu...mari berteman." Arsen menjulurkan tangannya


"Apa mungkin saya bisa pinjam bahuku sebentar." Tanya Naomi mulai berkaca kaca sambil bersalaman.


"Jangankan bahuku, badanku, hidupku juga akan aku berikan jika itu yang kau mau. " Ucap Arsen tersenyum menatap manik mata Naomi yang sudah mulai basah


"Mana mungkin, aku bukan istrimu atau orang tua mu."


"Kau telah menyelamatkan ku, jadi secara tidak langsung aku milikmu bukan?"


"Hahaha...kau ini ada ada saja." Naomi tanpa sadar meneteskan air matanya.


Untung saja belum ada pasien yang butuh tindakan jadi mereka masih berdua di ruangan, sedangkan Andre menunggu di lobi RS.


Melihat air mata menetes, Arsen langsung menarik tangan Naomi mendekat ke tubuh kekarnya. Dia dekap Naomi dan mengusap rambut dan punggung Naomi, sedangkan Naomi menangis pelan, dia merasa nyaman sekali berada di dekapan Arsen. Dia tidak tau apa yang terjadi. Suara detak jantung sangat cepat dia rasakan. Tapi...selain detak jantung nya.. sepertinya ada detak jantung yang lain yang sedang maraton. Ya itu detak jantung Arsen.


Mereka tidak bersuara...hening sampai Andre datang memecahkan kesunyian.


Andre melihat mereka berpelukan, nun dia balik lagi beberapa langkah lalu memanggil Arsen.


" Khem..emm bos. Have you finished?" Ucap Andre agak jauh dari ruangan


Mereka akhirnya melepaskan diri, mereka merasa canggung.


"Iya Dre, aku dah selesai." Ucap Arsen


" Ok bos...mau pulang sekarang?" Tanya Andre


" Ya...ayo."


"Emmm...dr. Naomi Sekarang kita berteman bukan? Jadi...boleh minta no anda?" Arsen menyodorkan hp miliknya sambil menggaruk tengkuknya.


" Ya tentu saja." Naomi tersenyum dan mengetik no nya di hp Arsen


" Aku akan menghubungi mu." Ucap Arsen


"Ok."


"Kapan kamu free?"


"Ini shift malam saya yg terakhir dan besok saya libur." Jawab Naomi sedikit kaku


" Ok. Nanti saya hub kamu ya." Ucap Arsen


Mereka benar benar mirip anak remaja SMA yang sedang jatuh cinta, malu malu marmut. Hehehe..


Akhir nya Arsen dan Andre pun pulang, oh betapa bahagianya Arsen setelah mendapatkan no Naomi langsung. Padahal dia juga sudah tau no Naomi dari Andre, tp lebih bahagia dapat no nya langsung bukan.


Satu jam sudah dia senyum senyum sendiri  pulang dari RS sampai ke rumah dan duduk di sofa, baru dia teringat jika Naomi besok akan ketemu dengan mantan nya.


Wajahnya langsung berubah, pikiranny melayang, takut mereka CLBK cinta lama belum kelar.


Aish...sungguh tak nyaman. Apa bisa dia tidur kalo seperti ini?


******


Gimana nih ..seru gak?


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


Give me vote and comment...thanks


See you next chapter


Bye 🤗😘