One Night In Singapore

One Night In Singapore
Morning my angel



Drrrrrt...drrrrrt ( lagu one night in Dubai) terdengar dari alarm handphone milik Naomi. Dia sengaja memakai lagu itu sebagai pengingat dulu ketemu sama Arsen, ya walaupun bukan di Dubai tapi di Singapore.


04:30 am


Naomi terbangun dia melihat jam dan perlahan mendudukan badannya, dia berdiri dan mengambil handuk dan beranjak ke kamar mandi. Sekitar 20 menit dia mandi lalu memakai kaosnya dan celana pendek selutut lalu sholat subuh.


Naomi berjalan ke dapur dan membuat sarapan nasi goreng seafood. Sekitar pukul 06:00 dia sudah selesai lalu mencoba membangunkan Arsen.


Tok..tok..tok... Tidak ada sautan sama sekali.


Tok... tok....tok " sen...bangun sudah pagi." Usaha yang ke 2x nya sampe yang ke 3x baru pintu terbuka.


"Hi my angel.." ucap Arsen dengan muka bantalnya yang sangat hot.


"Emmm...kamu cepet mandi ya, sarapan udah aku siapin di meja."


"Ok. My angel." Arsen masih terpejam, masih setengah sadar.


"Aku ganti baju dulu...cepat mandi ya." Naomi sangat kikuk, dia melihat Arsen yang baru bangun tidur tapi gak pake baju. "Aduh itu ABS nya tolong dikondisikan." Gumam Naomi.


Dia buru buru melangkah pergi, gak mau lama lama katanya gak baik buat kesehatan jantung. Hehehe


Arsen yang masih mengantuk tidak mendengar ucapan Naomi dengan jelas, dia malah kembali ke ranjang dan tidur lagi.


Naomi yang sudah berpakaian rapi berjalan menenteng tas dan jas putihnya. Dia menyimpan di atas sofa, lalu menuju meja makan. Melihat tidak ada Arsen di sana naomi pun pergi ke kamar yang ditempati Arsen. Dia melihat pintu setengah terbuka dan dapat terlihat Arsen yang tidur dengan nyenyaknya.


Naomi menghela napasnya dengan kasar. Lalu dengan langkah cepat dia menghampiri ranjang dan mencoba membangunkan Arsen.


"Arsen...sen..sen.." Naomi menggoyang goyangkan bahu arsen


"Arsen ih...cepet bangun. Ntar kamu kesiangan lagi."


"Sen..sen..ih..bangun." tiba tiba tangan Naomi ditarik dan badannya terhuyung dan terjatuh ke atas kasur. Naomi kaget, sungguh kaget karena posisi mereka yang membuat Naomi terpaku.



* Aduh gimana perasaan Naomi ya...Noona aja deg degan nih. Hehehe


Naomi tak bisa bergerak, badannya kaku...kaget iya...kagum iya...seneng iya...woah...bahaya nih..


"Morning my angel." Arsen tersenyum dan Naomi hanya menatap Arsen sampai tak berkedip.


"Udah tatap wajah gantengnya? Arsen cengengesan dan Naomi spontan menepis tangan Arsen dan berkata "udah narsisnya?" Tangan Arsen yang ditepis dengan posisi begitu langsung terjatuh dan badan Arsen menindih badan Naomi.


"Ih Arsen, sana pergi...bukan nindih aku." Naomi meronta-ronta mau pergi.


"Salah sendiri, kamu yang tepis tangan aku jadi aku jatoh deh ke badan kamu. " Arsen malah peluk Naomi


"Ya udah bangun." Naomi cemberut


"Boleh...tapi..." Arsen memotong ucapan nya


"Tapi apa sen? Cepet ih udah siang. Aku ada operasi jam 8."


" Ok aku bangun tp morning kiss dulu." Manjanya Arsen


"Gak...aku kesel. "


" Ya udah aku gak lepas."


"Mending mandi dulu dan berpakaian, baru aku kasih morning kiss nya. Ok?"Bujuk Naomi tapi Arsen merasa heran, "apa aku bau ya?" Batin Arsen


"Aku bau ya?" Arsen langsung terlihat sedih dan mulai bangun melepaskan pelukannya. Naomi yang melihat ekspresi wajah Arsen dia merasa tidak enak hati. Naomi takut Arsen merasa tersinggung.


Naomi langsung bangun dan memeluk Arsen dari belakang.


"Bukan begitu sayang...kamu gak bau kok...cuma..." Naomi gak bisa melanjutkan ucapannya karena malu.


"Karena apa Hem...bau? Bau kan? Baru bangun tidur udah pengen dicium, sedangkan kamu udah wangi dan cantik. Sungguh aku tak tau diri sekali ya." Bibir Arsen cemberut.


"Bukan sayang....buka bau tapi aku yang gak....tahan...liat ... Kamu telanjang dada." Ucap Naomi terbata bata. Pelan tapi masih terdengar.


Seketika Arsen tersenyum lebar.


"Kenapa gak tahan...ini badan aku milik kamu juga kok. Mau kamu liatin terus, mau disentuh juga boleh kok." Goda Arsen.


"Udah ah sana mandi." Naomi bener bener malu.


Arsen membalikkan badannya dan memeluk badan Naomi.


Cup.. cup..2x kecupan di pipi kanan dan kiri Naomi dan Arsen menunjuk bibirnya.


"Morning kiss." Ucap Arsen sambil tersenyum.


Naomi merasa seakan susah bernapas, badan Arsen yang telanjang dada lalu memeluk dirinya membuat Naomi tak mampu bergerak.


"Emmmmuah....kamu lama. "Kecupan yang dalam dari Arsen. Lalu pergi ke kamar mandi, sebelum masuk ke sana Arsen membalikkan badannya dan mengedipkan mata nya. Sementara Naomi hanya mematung saja.


Ting tong...Ting tong...


Naomi tersadar ada yang datang ke apartemen nya. Lalu dia beranjak ke pintu.


"Hallo Naomi... morning." Tersenyum Andre ketika pintu apartemen Naomi terbuka.


"Hi Andre... morning...come in." Naomi membuka lebar pintu nya mempersilahkan Andre masuk.


"Arsen mana?" Tanya Andre sambil masuk ke dalam.


"Lagi mandi....duduk Dre ..... Sarapan belum?" Naomi menuju ke dapur menyiapkan makanan ke meja makan.


"Belum sih. Hehe.." jawab Andre malu malu


"Ya udah kita sarapan bareng aja. Sini duduk Dre." Ajak Naomi


"Dre, kamu dah sampe? Mana bajuku?" Arsen keluar dari kamarnya dengan handuk melilit di pinggang nya. Naomi langsung memalingkan wajahnya ke pinggir berusaha tidak menatapnya. Bisa gawat nih...aduh pagi pagi dibikin senam jantung aja.


" Nih baju loh." Andre memberikan paper bag nya.


Arsen mengambil paper bag dari tangan Andre langsung balik ke kamar memakai bajunya, tak lama keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi, wangi juga tampan dan gagah dengan balutan kemeja dan jas.


Arsen mendekati meja makan lalu duduk di dekat Naomi. Naomi yang sudah melihat Arsen duduk langsung menyiapkan nasi goreng seafood untuk Arsen.


"Makan lah. Semoga suka ya."  Naomi memberikan mendekatkan piring itu ke depan Arsen.


"Thanks my angel. " Terlihat senyuman di wajah Arsen. Senyuman itu tak luput dari perhatian Andre.


"Kelihatannya kamu seneng banget nih sen." Goda Andre


"Oh jelas...gimana gak seneng coba....gue bangun bisa langsung liat wajah my angel, makanan dibikinin my angel....dapet morning.." belum selesai Arsen bicara langsung dipotong Naomi.


"Khem...kalo lagi makan jangan bicara." Naomi takut Arsen melanjutkan ucapannya jadi dia potong ucapan Arsen.


Terus terang aja, Naomi saat ini merasa malu dengan ucapan Arsen. Bisa bisa Andre salah paham.


"Tunggu..tunggu...tadi kamu bilang bangun tidur bisa liat wajah my angel...jadi kalian semalam....??? Oh my God" Andre tak melanjutkan ucapannya tapi ekspresi nya itu loh...susah diucapkan dengan kata kata.


"Ngak...ngak...kita gak lakuin apa apa kok. Pikiranmu itu ya Dre. Wah...bener bener." Naomi dengan cepat membantah.


Arsen yang membuat salah paham malah cengar cengir gak jelas.


"Dre...kita beda kamar kok. Cuma tadi gue di bangunin sama my angel jadi seger gitu bisa langsung liat wajahnya. Biasa kan cuma wajah kamu terus, kan bosen." Lanjut Arsen sambil tertawa renyah


"Dasar kau." Ucap Andre kesal


Arsen tertawa yang akhirnya bikin dia tersedak.


"Uhuk..uhuk..." Arsen tersedak dan wajahnya memerah.


"Makanya, aku bilang juga apa, kalo lagi makan jangan ngomong. Apalagi ini ketawa ketawa jadi tersedak kan?"  Naomi sambil memberikan air putih.


Merekapun selesai sarapan dan berangkat bekerja, sebelum Arsen berangkat ke kantor Arsen menyempatkan untuk mengantarkan Naomi ke RS. Sedangkan Andre langsung berangkat ke kantor terlebih dahulu.


Di dalam mobil Arsen mengendarai dengan kecepatan sedang, sekali kali melirik Naomi dan menatap ke jalan.


"Sekarang kamu ada operasi ya. Biasanya sama siapa saja? Tanya Arsen


"Hari ini saya ditemani 4 perawat, 1 orang dokter bedah juga dan 1 dokter anastesi."


"Dokternya siap? Adi..Hendrik atau siapa?" Arsen sangat ingin tau apa Naomi akan bertemu Hendrik hari ini.


"Dokter bedahnya kak Hendrik... operasi kali ini dia yang memimpin operasi nya...itu pasiennya dia." Ucap naomi agak ragu takut Arsen cemburu.


" Kalo itu pasien Hendrik, kenapa gak sama Adi aja sih?" Arsen terlihat cemburu


"Adi ada operasi juga setelahnya. Kira kira jam 10. Sedangkan kita gak tau operasi yang kita lakukan apa cukup cuma 2 jam. Kita gak bisa tau karena gimana kondisi si pasien kan, kalo pun cukup 2 jam masa Adi langsung masuk ke operasi ke 2. Kasian dia pasti kelelahan."  Naomi mencoba menjelaskan karena dia tau Arsen terlihat cemburu.


"Oh..." Hanya itu yang diucapkan Arsen. Karena dia bingung  cemburu kondisinya salah..gak cemburu juga hati gak bisa dipungkiri dia gak suka kalo Naomi dekat dekat dengan Hendrik.


"Kamu cemburu sen?" Tanya Naomi


"Jujur..iya..aku cemburu. Tapi aku bisa apa?" Jawab Arsen lemas


"Sen...maaf..karena ini kerjaan aku...ini masalah nyawa. Aku harap kamu bisa ngerti. Yang penting kamu harus tau...aku sayang kamu. Ok." Naomi berbicara dengan lembut dan mengelus punggung tangan Arsen


Arsenpun di dan tersenyum. Berusaha untuk mengerti. Ya yang terpenting sekarang Naomi adalah miliknya. Dia tak perlu terlalu khawatir.


Merekapun sampai di depan RS, Naomi turun dari mobil uang pintunya sudah Arsen buka. Ketika naomi mau melangkahkan pergi, arsen menarik pinggang Naomi mendekapnya lalu mengecup kening nya dengan lembut dan dalam seakan akan menyalurkan rasa sayangnya. Mereka berdua menutup matanya merasakan rasa sayang satu sama lain.


"Thanks...take care ok. " Naomi melambaikan tangan nya ketika Arsen sudah mulai menjalankan mobilnya.


Naomi masuk ke ruang UGD, di sana terlihat Jihan dan Adi. Mereka kebagian di UGD hari ini. Mau tak mau Jihan harus turun ke UGD karena sekarang UGD penuh dengan pasien anak anak, dan Jihan adalah dokter anak.


Sedangkan Adi akan bergantian dengan Naomi. Setelah Naomi beres dengan operasi nya yang sebentar lagi akan dilakukan, akan bergantian dengan Adi.


"Hi.. assalamualaikum my best friend." Naomi langsung memeluk Jihan dan langsung disambut dengan hangat.


"Waalaikmslm. Aduh...kangen banget gue sama Lo." Ucap jihan masih peluk Naomi


"Waalaikmslm cantik." Jawab Adi


"Gue kangen juga tau sama Lo." Ucap Naomi ke Jihan


"Kalo ke gue kangen gak?" Adi tanya Naomi.


"Ya gak lah...kita ketemu terus juga. Ya walaupun cuma sebentar sih. Hehe."


"Gue kangen hang out bareng. Ketawa ketiwi..makan makan. Bukan ngurusin pasien." Ucap Adi.


"Ulin yu...kamana Kitu...eh Mun ka puncak kumaha Tah. Jigana enak Tah seger. Ameh teu Lier eung..."  Ide dari sang adi teman yang sukanya main Mulu


*Main yu...kemana gitu...eh kalo ke puncak gimana. Seru kayaknya tuh seger. Biar gak pusing."


"Lier kunaon atuh. Make Jeung Lier. Tapi da si eta mah Lier wae sih. Iraha teu lierna? Hehehe." Jawab Jihan


*Pusing kenapa sih. Kok pusing. Tapi dia memang suka pusing terus sih. Kapan dia gak pusing."


"Eh si geulis mah teu apal, pan urang Jeung si Naomi mah dokter bedah. Eneg atuh. Panggihna Jeung pejit deui, Jeung jantung deui, tulang deui geutih deui. Cing atuh hayang ningali NU hehejoan. Kecuali Mun neng Jihan keuresa tiap dinten ka UGD mendakan kang Adi anu ganteng tak berujung ieu ya lumayan kanggo obat riet. Atoh pisan akang mah." Ucap Adi cengar cengir


*Ih si cantik gak tau, saya sama Naomi kan dokter bedah eneg tau. Ketemunya sama usus lagi, jantung lagi, tulang lagi, darah lagi. Pengen dong lihat yang hijau hijau. Kecuali jika neng Jihan mau tiap hari main ke UGD ketemu kak Adi yang ganteng tak berujung ini. Ya lumayan buat obat pusing. Kakak akan senang banget."


"Yey...mau nya." Jawab Naomi dan Jihan cuma ketawa.


"Eh Naomi, tadi gue gak sengaja lihat kamu melambaikan tangan ke siapa sih? Pacar baru Lo ya?" Tanya Jihan


"Emmm iya...gue dianter ke sini sama pacar gue." Jawab Naomi agak malu malu


"Cie..cie...punya pacar gak bilang bilang Lo." Adi menggoda Naomi


"Beneran pacar ya Naomi, gue kenal gak, ganteng gak, dia kerja di mana, sama dokter bukan, kok gue gak dikasih tau sih, tega sih Lo sama gue?" Tanya Jihan penasaran sampai sampai bertanya betubi tubi


"Santai dong say ..aduh gue gimana jawabnya Lo tanya langsung seabreg abreg." Jihan cuma cengengesan dengar ungkapan Naomi


"Ya udah cepetan kasih tau, lama banget sih Naomi. Gue juga penasaran tau." Kali ini Adi yang ngomong


"Ya. Ok....aku belum cerita soalnya kita baru jadian tadi malem. Dia bukan dokter tapi pengusaha, trus apalagi pertanyaan Lo...oh ya kalian pernah ketemu walaupun gak Deket."


"Siapa namanya? Ketemu di mana?" Tanya Jihan lagi


"Sabar dong say....emmm kita ketemu pas di jembatan Singapore. Gue tolongin dia dari penembak. Lo inget kan kejadian beberapa bulan lalu? Nah...menurut Lo ganteng gak? Jawab sendiri deh." Jihan yang mendengar penuturan naomi cuma bisa menganga tak percaya...


"Wah...Omo....Mr Arsen? Seriously ? Kalo dia sih ganteng banget. Aduh gak tahan sih gue. Beneran dia?" Tanya Jihan masih tak percaya


"Ya dia." Naomi menganggukkan kepalanya


"Gila...gila...hebat banget Lo...mantan pacar Lo tampan, eh lepas dari Leon Lo dapet Mr Arsen yang lebih ganteng." Jihan masih mode kagum


"Lo yakin Naomi, gue kok gak setuju ya." Nah kalo ini si Adi yang ngomong


"Loh kamu gitu sih, gak seneng Naomi punya pacar yang ganteng, yang penting dia bahagia dan bisa move on kan?" Jawab Jihan yang merasa kesal dengan ucapan Adi


"Gue bukan gak seneng cinta, tapi kan kita tau kalo dia bukan muslim gimana sih, jangan cuma liat tampang tapi kita juga butuh liat agamanya juga. Kecuali kalo mereka cuma main main gak ada niatan buat ke lebih serius seperti nikah dan berumah tangga." Kali ini wajah dan nada bicara Adi sangat serius


Jihan yang mendengar ucapan Adi seketika terdiam.


"Iya juga ya...kamu dah mikirin sampai situ belum say?" Tanya Jihan agak lesu tidak seperti tadi penuh semangat.


Naomi hanya tersenyum saja. Dan menjawab dengan santai.


"Dia mau serius sama gue dan bersedia belajar agama Islam." Senyum merekah terlihat di wajah Naomi


"Jadi....jadi...dia...mau masuk islam? Wah...wah...gila..gila...Naomi...lu apain si Mr ganteng sampe sebegitunya.?" Tanya Jihan dengan kagetnya.


"Gue pelet.......hahaha...pake pelet ikan." Jawab Naomi santai sambil melangkah pergi menuju ruang operasi karena dia harus siap siap. Dan tanpa membalikkan badannya dia melambaikan tangannya di atas kepala.


*****


Giman masih mau baca ceritanya gak? Komen dong. Jangan jadi silent reader.


Yang udah mau baca, vote and comment thanks ya. Itu penyemangat buat Noona terus menulis.


See you next chapter


Bye 🤗😘