
Jam menunjukan pukul 04:00 pm itu tandanya waktu bekerja buat para dokter dan para pegawai shift pagi telah usai. Semua pegawai yang hendak pulang pun terlihat sibuk berjalan ke luar.
Tapi tidak dengan Naomi juga Jihan mereka baru selesai sholat ashar. Dan sekarang mereka hendak melangkah kan kakinya menuju lobby.
Terlihat Adi yang berjalan dari belakang mereka. Terlintas dipikiran nya ingin menjahili kedua wanita cantik itu.
Tep..tep..tep...Adi berjalan jinjit ingin mengejutkan Naomi dan Jihan.
Pelan pelan dia melangkahkan kakinya, ketika sudah dekat dia mengangkat kedua tangannya ingin menepuk bahu kedua wanita itu.
"Duar.....hahahaha." Adi tertawa terbahak bahak saat melihat wajah Naomi dan Jihan yang juga memegang dadanya.
"Aaaaaaaaa dasar Adi brengsek....." ucap naomi dan Jihan yang merasa geram. Sedangkan Adi masih tertawa sambil memegang perutnya yang sakit akibat tertawa.
"Awas ya Lo...gak kita ajak hang out kamu ya." Ucap Naomi kesal dan diangguki Jihan "Hem."
"Emang kalian mau ke mana sih...ikut dong." Adi merajuk memegang tangan Naomi.
"Gak." Ucap Naomi dan Jihan sambil menggelengkan kepalanya
"Ikut" manja adi
"Gak"
"Ikut."
"Gak."
"Ih somse alah meni somse alah meni somse sombong sekali. " Adi malah nyanyi.
" Berisik Lo." Ucap Vian yang datang menghampiri mereka.
"Ikut campur aja Lo." Adi merasa kesal gak ada yang membela diri nya.
"Eh sayang, belum pulang? maaf gak bisa antar, mama tadi udah telpon nyuruh aku cepet cepet dateng. Acara nya mau dimulai katanya. Jadi aku buru buru GPP kan? Kamu mau pulang atau mau ke mana?" Tanya vian sambil merangkul pinggang dan kecup kening Jihan sontak Adi yang melihat itupun merasa panas.
"Gpp kok sayang, aku gak langsung pulang, Kita mau hang out aja kok. Udah lama gak pergi bareng bareng. Ini lagi nunggu Silia." Jihan tersenyum tulus.
"Oh ya udah have fun ya. Aku duluan ok." Ucap Vian melepas rangkulannya.
"Bye honey." Vian melambaikan tangannya dan dibalas Jihan dengan melambaikan tangannya dan tersenyum manis.
"Naomi...aku ikut...ya...ya..ya..sayangku." ucap Adi lagi merajuk sambil merangkul tangan Naomi
"Gak" Naomi sangat ingin membalas kejahilan Adi tadi.
"Ikut"
"Gak"
"Terus aja gitu sampe harimau gosok gigi." Ucap Silia dari arah lain yang menghampiri mereka.
"Hahaha... Mana ada. Gila Lo." Sanggah Jihan
"Abis dari tadi gue perhatiin gitu Mulu. " Jawab Silia sambil terkekeh
"Ya udah ayo pergi. Gue ikut." Jawab Adi
"Bentar dong..." Ucap Naomi menahan langkah kaki teman teman nya. Dia sedang menunggu orang yang akan ikut bareng mereka juga.
Tak lama dari ucapan Naomi tadi datanglah 2 orang laki laki yang gagah. Ya Arsen dan Andre.
Arsen menatap tangan Naomi yang dirangkul Adi dan dia merasa wajahnya menjadi panas dan tangannya terkepal.
"Nah udah datang. " Ucap Naomi
"Hi my angel. Maaf lama nunggu ya?" Arsen langsung memeluk Naomi dan menghempaskan tangan Adi dari Naomi
Adi yang sudah diperlakukan begitupun merasa kesal. Sahabat nya yang udah dari dulu sekarang dijauhkan darinya.
"Kok kamu gitu sih, cemburu? Sama Adi? " Tanya Naomi sambil terkekeh
"I don't like if someone touch you." Arsen melirik Adi
"Santai bro...gue cuma sa-ha-bat nya. Ok. Gue dah anggap Naomi kayak saudara buat gue." Jawab Adi
"Ok. Gue pegang omongan Lo. Thanks. And.. sorry." Jawab Arsen masih dengan wajah datar.
"Nah gitu dong. Dah ah jangan jadi kaku gini. Ayo berangkat."ajak Naomi sambil menggandeng tangan Arsen
Merekapun beranjak pergi dari RS menuju mobil yang sudah terparkir di depan RS.
"Adi bawa mobil kan? Adi langsung mengangguk.
"Jihan sama Adi ya. Kita naik mobil Arsen sama Silia. GPP kan? "Lanjut Naomi
"Ya gue GPP kok. " Jihan tersenyum karena Jihan mengerti seperti nya antara Silia sama Andre ada sesuatu, Ya tanpa mereka sadari ketika saling bertatapan Jihan memperhatikan tingkah mereka berdua.
Skip
Mereka pun sampai di mall, mereka jalan jalan seperti 3pasang kekasih. Naomi berjalan dengan Arsen yang sangat posesif nya merangkul Naomi, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Yang cowok ganteng nan gagah, yang cewek cantik nan imut.
Dibelakang ada Andre yang berjalan beriringan dengan Silia yang dirangkul Jihan dan disampingnya ada Adi. Sungguh seperti 3pasang kekasih bukan.
Sesudah keliling mall mereka memutuskan untuk makan, sepulang kerja mereka memang belum makan apapun. Merasa cacing cacing di perut sudah berontak Arsen mengajak mereka semua untuk makan.
"Emmm kamu lapar gak sayang? Kita makan yu." Ajak Arsen
"Iya nih aku juga lapar. Mau makan apa? " Jawab Naomi antusias
"Kamu maunya apa? Steak mau gak?" Tanya Arsen
"Boleh...aku dah lama juga gakakan steak." Jawab Naomi semeringah
"Ajak aja yang lain." Naomi pun menoleh ke belakang
"Hey ..makan yu....pada lapar gak? Tanya Naomi
"Ya...ini cacing udah pada demo. Minta dikasih makan." Jawab Adi
"Kita mau makan apa nih? Pecel lele enak kayaknya. Atau ayam bakar?" Tanya Jihan
"Arsen ngajak makan steak,mau gak?" Naomi menunggu jawaban dari ke 4 temannya.
"Setuju." Jawab mereka serentak
"Apalagi kalo dibayarin Arsen. Gue setuju banget. Asli gue mah 100% ikhlas Rido lillahitaala. " Adi mengangkat kedua alisnya sambil senyum senyum.
"Woooo dasar malu maluin. Kurang Lo dapet gaji dari bokap gue?" Tanya sillia
"Bukan gitu Sil, tapi gue lagi nabung buat biaya nikah." Jawab Adi sok sok an
"Wah...masa....emang Lo punya calonnya?" Tanya sillia gak percaya.
"Ada...tapi jodoh gue lagi di jagain sama orang lain dulu." Adi pasang muka datar.
" Hahaha...***** Watir." Nah kalo ini Naomi yang ngomong sontak mereka pada ketawa " hahahahaha."
"Kasian banget sih Lo...kenapa gak nyari lagi sih? Mau gue kenalin gak ke temen gue" mendengar ucapan Silia Jihan merasa panas.
Merekapun makan dengan lahap, lalu mereka nonton dan hari ini mereka berenam merasa senang walaupun sedikit lelah dan pegal karena berjalan mengelilingi mall.
Ketika keluar dari bioskop, Adi baru ngeh kalo dia sedari tadi tidak memegang handphone nya.
"Handphone gue mana ya, kok sepi banget." Adi mencari handphone nya di saku baju dan celana.
"Apa di tas ya. Nanti di cek aja deh. " Adi dari tadi bergumam sendiri.
"Kita pulang yu. Dah jam 8 malem nih. Gue ngantuk." Ucap Jihan.
" Ya udah Lo pulang aja diantar Adi ya." Ucap Naomi.
" Iya deh. Di...pulang yok." Ajak Jihan
" Ya udah ayok....eh kalian pulang juga kan?" Tanya Adi.
"Ya kita pulang kok, tp mau ke taman dulu bentaran. Taman yang Deket aja sih...cari udara segar aja gitu." Ucap naomi.
" Ya udah hati hati ya." Ucap Silia dan Adi cuma angkat jempol nya dan berkata "Gue titip 2 sahabat gue ini ya, jangan sampe lecet. Ok."
"Tenang aja bro...tanpa lo minta juga gue pasti jagain my angel." Jawab Arsen dingin dan datar
"Tentu aja man..kita pasti jagain kok." Ucap Andre santai sambil menepuk bahu Adi pelan.
Adi dan Jihan menghampiri mobil, di sana Adi mencoba untuk mencari handphone nya. Dan dia tak mendapatkannya. Dia mencoba untuk mengingat ingat di mana dia memegang hp terakhir kalinya. Baru dia teringat jika handphone nya dititipin ke Vian ketika hendak mencuci tangan sebelum makan siang.
"Kamu nyari apa sih?dari tadi grasak grusuk gitu kayak kucing nyari makan" ejek Jihan
"Yaelah .... Masa cowok ganteng gini disamain dengan kucing. Gue lagi nyari Handphone nih. Kemana ya? Oh...iya gue titip di jas vian." Ucap Adi
"Ke apartemen vian dulu yuk, gue butuh banget tuh hp, ada file penting di hp gue. Dan gue harus beresin laporan itu sekarang, besok mau dikasihin" ajak ADi Jihan cuma nganggung ngangguk aja tanda mengerti.
"Ya udah hayu...eh Lo telp Vian dulu. Dia di apartemen nya gak?" Suruh Adi
"Ya udah gue coba telp dulu deh."
Drrrt...drrrt..
"Gak diangkat." Ucap Jihan
Udah 3x di coba telp tapi gak diangkat terus.
"Udah tidur kali..ini kan udah mau jam 9. " Ucap Jihan
"Kita ke sana langsung aja ya, kan searah juga sama pulang. Mudah mudahan sih ada di apartemen nya." Ajak ADi
"Gak bisa besok gitu?" Tanya Jihan
"Ini penting banget ji...kalo gak penting sih besok juga GPP. Pokoknya dicoba dulu kalo gak ada ya gue pasrah deh dimarahin sama bokapnya Silia." Adi terlihat lemas.
"Jangan sedih gitu dong, ayo cepet ke sana biar gak terlalu malam. Entar ganggu tidur orang lagi." Adi langsung menginjak pedal gas melajukan mobilnya menuju ke apartemen Vian
Adi dan Jihan sudah sampai di depan pintu apartemen Vian, namun pintunya sedikit terbuka. Jihan dan Adi merasa senang berarti Vian sudah pulang atau baru pulang kan?
Adi pun memanggil Vian sambil mengetuk pintu.
Tok..tok...tok..
"Spada...halo....Vian..any body home...cowok ganteng datang nih..." Adi dan Jihan merasa aneh..kenapa gak ada sahutan sama sekali?
Pikiran jelek terlintas dipikiran mereka berdua.
" Apa mungkin......ada maling?" Ucap mereka berdua.
Mereka pun saling bertatapan dan berbisik..."kita masuk pelan pelan ok...trus ke dapur cari buat alat pukul, mau panci, serok, apa aja deh." Suruh Adi
"Ok. " Jihan mengangguk
Apartemen Vian masih gelap...hanya sinar bulan dan lampu luar yang masuk lewat celah celah gorden.
Mereka masuk dengan mengendap ngendap. Adi mendapat tongkat bisbol dari pinggir lemari. Kebetulan Vian memang dulu sering main bisbol sewaktu kuliah. Dan naomi bawa panci dan sapu.
Mereka merasa ada pergerakan di kamar ....mungkin malingnya di situ ya...mereka bersama sama masuk ke kamar dan terlihat sosok berada di atas kasur...tapi terdengar seperti suara yang dikenal. Jantung Jihan berdetak sangat kencang...
"Itu siapa....deg...deg..." Gumam Jihan dan Adi menyalakan lampu yang tombolnya berada di dekat pintu.
Ceklek lampu nyala
"Wow....kalian...ngapain hah? Ucap Adi
Jihan hanya menatap sepasang wanita dan laki laki yang setengah telanjang di atas kasur, saling berpelukan dan bibir mereka terlepas karena lampu yang menyala.
Tak ada suara dari mulut Jihan hanya butiran air mata yang tak terasa sudah jatuh tanpa permisi.
Sesak...sakit...itu yang Jihan rasakan.
Dia berlari dan keluar dari apartemen.
Vian yang juga kaget karena kepergok, dia hendak berlari mengejar Jihan namun...
Bugh...bugh...
"******* Lo...setan...Lo khianatin cinta Jihan. Dasar ******. Awas Lo...urusan kita belum beres. Gue bakal balik lagi." Eh mana hp gue...jas Lo mana?" Teriak Adi dan Vian yang sudah tersungkur dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah tak mampu berbicara dan hanya menunjuk ke arah jas yang berada di sofa.
Adi pergi dari rumah setelah mengambil hp di saku jas vian. Dan bergegas keluar mencari Jihan.
Sedangkan di taman
Arsen dan Naomi duduk di bangku yang terdapat di bawah pohon. Melihat ke langit yang indah dengan bertaburkan bintang sedangkan sillia dan andre jalan jalan di sekitar taman.
Suasana hening dan sangat nyaman. Angin sepoi-sepoi membuat rambut Naomi bergerak kesana kemari, sebagian rambutnya menutupi wajah mungil Naomi.
Arsen melirik Naomi, Arsen menyibakkan rambut Naomi dan diselipkan ke telinga naomi dengan pelan. Naomi yang mendapat perlakuan lembut itu merasa malu dan wajahnya memerah.
Mata mereka beradu dan saling menatap. Lama kelamaan wajah mereka hampir mendekat dan Arsen memegang dagu Naomi. Wajah Arsen miring, deg..deg... jantung Naomi berdebar. namun...Arsen melihat seseorang dan .....
Dor..
Arsen menarik badan Naomi dan di bawa ke pohon untuk berlindung.
Dor..dor..
Arsen mengambil pistol yang disembunyikan di pinggang nya di balik baju yang dipakainya.
Naomi menutup telinganya, badannya dipeluk Arsen, dia tidak mau Naomi terluka. Namun di belakang punggung Arsen, Naomi melihat sudah ada orang yang mengarahkan tembakannya menuju Arsen.
"Arsen..awas." Teriak naomi
Dor..dor..dor...
*********
Thanks ya. Give me vote and comment
See you next chapter
Bye 🤗😘