
Tak lama Naomi pun terlelap dan tertidur. Baru saja tertidur 15 menit namun terdengar suara ketukan di pintu.
Tok...tok...tok....
Tok...tok...tok... "Open...please...Naomi....open...."
"Uhhhhh...siapa sih malam malam ketok ketok pintu...berisik lagi " gumam Naomi
Naomi bangun dan berusaha menyadarkan dirinya karena rasa pusing di kepala.
Naomi melangkahkan kakinya menuju pintu. Setelah dekat dia mendengar lagi teriakan.
Tok..to..tok... " My angel...please...open please."
Rasanya Naomi tahu siapa yang mengetok pintu malam malam begini.
"Sebaiknya kamu pulang, aku gak akan buka pintu buat kamu. Ngerti." Ucap Naomi
"Kalo kamu gak mau buka...aku akan teriak terus sampe tetangga kamu pada keluar." Teriak Arsen.
"Baiklah udah cukup, jangan teriak lagi " Naomi tak bisa diam saja takutnya Arsen akan terus berteriak di depan pintu apartemen nya.
Ceklek....pintu perlahan dibuka.
"Hai my angel....good evening.... My love." Naomi mencium bau alkohol dari mulut Arsen.
"Kamu mabuk sen?" Kaget Naomi
"Aku .....aku...udah lama...gak mabuk...aku ..udah janji sama my angel...tapi...malam ini...hehehe...malam ini aku pengen mabuk." Ucap Arsen sambil cegukan
"Sen... sebaiknya kamu pulang...jangan ke sini. Aku butuh istirahat.ok. pulang ya." Bujuk Naomi
"Sayang....my honey...." Arsen menyentuh pipi Naomi dengan lembut dan tatapan sendu.
" I love you so much. Kamu tahu itu? Hiks..hiks...aku gak tahan melihat mu di... disentuh oleh lelaki lain...di gandeng, dicium, di peluk. Oh. No...no...nooooo. aku gak rela." Naomi hanya bisa menatap sedih Arsen
"Bukankah ini yang kamu inginkan? Ini pilihan mu sen....kamu yang memilih dia, Arsen....dan aku....aku berusaha ikhlas melepas mu. Jadi....jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi. Berbahagialah dengan Hanna." Naomi meneteskan air mata nya lalu berbalik dan menghapus jejak air mata itu.
Arsen sungguh terlihat rapuh, sedih dan lemah. Arsen memeluk Naomi dari belakang " i love you honey...my angel..." Naomi berusaha melepaskan pelukannya namun Arsen masih sangat kuat dengan tenaga laki laki nya.
"Diam sayang...diam... biarkan aku seperti ini dulu...aku sungguh sangat merindukanmu." Arsen mencium tengkuk, lalu ke leher Naomi...Naomi sungguh merasa terbakar ....badannya bergetar. Dia bingung harus bagaimana...baru kali ini dia merasakan sentuhan sentuhan s*nsual.
Arsen membalikkan badan Naomi, menatap wajah Naomi begitu dekat, menempel kan dahinya ke dahi Naomi, bibir Arsen turun ke hidung, pipi lalu ke bibir. Diangkatnya dagu Naomi.... dikecupnya dengan lembut. Naomi hanya terdiam, badannya bergetar tak mampu melawan.
Sentuhan sentuhan yang dia rindukan telah dia dapatkan kembali namun kesadaran mengembalikan nya ke dunia nyata.
"Tidak...tidak...ini salah...apa yang aku lakukan." Batin Naomi berteriak.
Namun Arsen tak bisa dikendalikan, dia mabuk...Arsen menggendong Naomi dan membawanya ke kamar. Naomi di tidurkan di ranjang dan dengan kasar Arsen menci*m Naomi.
"No Arsen..no... don't do this....Arsen sadar." Naomi melawan, berteriak, memukul dada Arsen. Namun tangan Arsen memegang kedua tangan Naomi erat di atas kepalanya. Satu tangan lagi menyentuh paha mulus Naomi..
"Arsen...no....sadar." Naomi terus berteriak dan Arsen membungkam mulut Naomi dengan bibirnya. Kaki yang ingin menendang pun dihimpit oleh kaki Arsen. Namun untung Naomi bisa bela diri jadi tenaganya sedikit lebih besar dibandingkan wanita pada umumnya.
Tangan Naomi lepas satu dan meraih gelas air minum di atas nakas lalu Naomi siramkan ke wajah Arsen. Seketika Arsen terdiam.
"Apa yang kamu lakukan? Lihat saja dirimu...apa yang kamu lakukan sekarang?" Ucap Naomi dingin
Arsen bangun dan duduk di ujung ranjang. Dia memegang kepalanya dan tertunduk lalu berbalik memandang Naomi.
"Maafkan aku...aku...hilang kendali...maaf sayang." Naomi menarik nafasnya dan menutup matanya mencoba menenangkan diri.
"Arsen....ini sungguh sudah di luar batas...." Naomi melangkahkan kakinya ke balkon dan membuka pintu. Dia berdiri di depan pagar dan memegang pagar tersebut dengan kedua tangannya dan merasakan angin dingin menerpa wajahnya.
Arsen mendekati Naomi dan berdiri di sampingnya. "Naomi...aku tahu...aku ..salah. Keputusanku sangat salah " Naomi mengkerut kan dahinya
"Maksud kamu apa Arsen...yang sudah terjadi ya sudah. Tak perlu kamu ungkit lagi." Arsen menggeleng gelengkan kepalanya
"Gak ...aku gak bisa terus seperti ini...aku mencintaimu sayang, sangat..." Ucap Arsen dan menatap wajah Naomi dengan sendu.
"Gak mungkin....kamu mungkin mencintai ku tapi cintamu pada Hanna lebih besar daripada cinta mu padaku." Arsen tertunduk lalu kembali mengangkat wajahnya.
"Dulu aku mengambil keputusan memilih Hanna karena aku iba dan prihatin atas kejadian yang telah terjadi padanya .... Dan mungkin kamu bisa melupakan aku dengan cepat. Juga....aku mungkin bisa mencintai kembali Hanna." Arsen menarik napasnya begitu berat seakan akan beban nya begitu berat
"Namun... cinta ku padamu lebih besar Naomi....cintaku terhadap Hanna sudah lama hilang...dan di hatiku hanya ada satu nama...itu kamu." Arsen menetes kan air mata kembali.
Naomi menatap Arsen dan menghapus jejak air mata itu dengan ibu jarinya. "Arsen....kita sudah berpisah, kamu sudah mengambil keputusan dan kita sekarang sudah punya kehidupan masing masing...aku sudah menjadi kekasih gio....dia sangat mencintai ku...aku tak bisa menghianati nya. Tak akan mungkin." Naomi menarik napas panjang
"Kita jalani kehidupan kita masing masing dan kamu...semoga bahagia Arsen." Lanjut Naomi
"Aku mohon Naomi...sayang.... kembalilah padaku...aku akan bilang kepada Hanna tentang perasaanku. Dan aku berani bilang ke gio. Ok." Arsen memohon dengan wajah sendunya. Terus terang Naomi pun masih sangat mencintai Arsen namun dia tak mau menghianati gio yang telah dengan tulus selalu berada di samping nya.
"Apa cintamu padaku sudah tidak ada Naomi?" Tanya Arsen dengan sedikit rasa kesal dan marah mungkin lebih ke rasa kecewa.
"Tatap aku Naomi...bilang kamu tak mencintaiku " Naomi tak melihat ke wajah Arsen dia membelakangi Arsen.
Arsen membalikkan badan Naomi dan memegang dagu supaya matanya menatap mata Arsen.
"Tatap aku dan katakan...katakan kau tidak mencintai ku Naomi " bentak Arsen dan Naomi menutup matanya menarik kembali nafasnya lalu membuka matanya dan menatap mata Arsen. Dia mencoba dengan sekuat nya menatap mata Arsen "aku tidak mencintaimu, Arsen. PUAS." Bentak Naomi dan Arsen melepaskan tangannya dan membalik kan badannya.
Begitupun naomi membelakangi Arsen dan meneteskan air matanya. Dia menatap bintang dan membalikkan badannya melihat Arsen sedangkan Arsen menunduk meneteskan air matanya.
Naomi kembali melihat bintang memunggungi Arsen dan Arsen melihat ke arah Naomi " jika memang itu mau mu Naomi....baik...kita anggap kita tak pernah saling mengenal sebelumnya, dan aku mengenalmu saat kamu menjadi pacar gio, pertama kali bertemu di pesta tadi. Semoga kamu bahagia Naomi. Oh Maaf bukan Naomi tapi nona Azura...maaf saya telah mengganggu waktu anda. Saya permisi."
Arsen pergi tanpa melirik lagi ke arah Naomi Arsen melangkah keluar dari apartemen Naomi dengan hati yang sakit dan mata yang bengkak begitupun dengan Naomi...matanya juga bengkak. Sama sama merasakan sakit namun hanya itu keputusan yang bisa mereka ambil saat ini. Berpura pura tidak saling kenal apalagi mempunyai perasaan cinta satu sama lain.
"Ayo kita sakit bersama Arsen....karena itu pilihanmu dulu." Batin naomi
**********
Bagaimana jadinya ya...masih penasaran? Lanjutkan gak nih?
Tinggalkan jejak terus ya....
Thanks for reading and don't forget to give like vote and comment.
See you next chapter
Bye 🤗😘