
Kedua orang tua Naomi merasa ada yang aneh dengan anaknya, memang dia masih periang namun ada sedikit berbeda, orang tua pasti akan selalu tahu dan bisa rasakan jika ada sedikit saja....ya.... walaupun hanya sedikit saja yang berbeda pasti orang tua bisa merasakan nya.
"Honey....kayaknya ada yang berbeda sama anak kita. Aku tak tahu pasti tapi.....aku bisa merasakan nya." Ucap Daddy
"Mungkin dia lelah saja, kan baru sampai. Apalagi mengendarai mobil sendiri. Udah jangan dipikirkan, kita lihat besok ya sayang." Jawab mommy Vina
"Ya udah aku kita tidur, kita bikin adik gemoy buat Naomi." Vina langsung melotot.
"Jangan melihat ku seperti itu honey, membuatku semakin bergairah, nanti aku terkam. Haha." Daddy malah ketawa dan mommy cubit pinggang Daddy
"Aow....bener ya...aku terkam kamu sekarang." Daddy langsung gendong mommy ke kamar.
"Aaaaw hentikan sayang, malu nanti di dengar Naomi." Mommy melakukan melingkarkan tangannya di leher Daddy
"Gak apa apa honey, biar dia tahu kita selalu romantis dan buat dia cemburu biar dia cepat nikah. Hahaha." Jawab Daddy
"But no baby ok....aku udah tua sayang. Gak mungkin dan gak cocok kalo masih mempunyai bayi."
"Tapi kau masih terlihat muda dan cantik. Kau dan Naomi seperti adik kakak jadi kalo punya satu bayi laki laki mungkin masih bisa, kalo perlu kembar. Hahaha."
" Jangan menggodaku sayang. Ayo cepat tidur kan besok mau latihan kendo dengan Naomi. Jangan sampai kamu kecapean gara gara sisa tenaga malam ini."
"Aku masih kuat honey, dua tiga ronde pun aku masih sanggup walaupun besok aku mau latihan kendo dengan putri kecilku." Daddy mengerlingkan matanya.
"Ayo lah...kan seminggu aku libur kemaren... sekarang sudah bereskan? Udah sholat kan?" Manja Daddy
"Yes Daddy... Udah sholat isya dan Daddy udah belum?"
"Udah dong kan sebelum turun liat Naomi baru beres sholat."
"Ingat loh, dosa nolak suami...haram bagimu mencium bau surga. Gitu katanya " mommy langsung cemberut
"Kalo kayak gini pasti pinter.....kalo bawa bawa surga neraka rasanya bikin merinding."
Setelah sekian lama mereka menikah mereka selalu rukun dan hidup bahagia. Naomi sangat bersyukur atas kebahagiaan yang dia dapat kan.
Pagi telah tiba jam dinding sudah menunjukan pukul 5 pagi, Naomi dan Daddy sedang siap siap memakai perlengkapan latihan kendo, mommy sedang berada di dapur bersama bibi Nia yang sudah belasan tahun membantu mommy nya di rumah.
Daddy menyiapkan bogu, kendogi, shinai, boken.
Bogu adalah baju pelindung yang dikembangkan secara khusus yang digunakan pada seni beladiri Jepang.
Kendogi terdiri dari bagian dogi yaitu baju dan hakama yaitu celana tradisional Jepang. Keduanya terbuat dari bahan katun dan biasa berwarna hitam, putih dan indigo.
Shinai adalah pedang yang terbuat dari bambu yang digunakan pada saat latihan dan kompetisi. Shinai dibuat dengan tujuan supaya mengurangi cedera serius pada kendoka selama latihan.
Bokken atau bokuto adalah sebuah pedang kayu yang menyerupai pedang asli (katana).
Semua perlengkapan sudah siap dan sudah terpakai sempurna.
Ada sebuah ruangan khusus untuk latihan di rumah itu. Mereka melakukan sedikit pemanasan supaya tidak terkena cedera.
Teknik Kendo
Ada 4 teknik serangan dalam kendo, yaitu:
Men. Serangan men menargetkan kepala lawan. Fokusnya yaitu dari ujung dahi sampai dagu.
Kote. Serangan koten menargetkan tangan lawan. Jika lawan memakai chudan-no-kamae, maka fokus yaitu tangan kanan, tetapi jika lawan memakai jodan-no-kamae, fokusnya yaitu tangan kiri. Jika lawan memakai dua pedang (nito-ryu), maka kedua lengan dapat dijadikan fokus.
Do. Serangan do menargetkan badan lawan. Fokusnya yaitu sisi kiri atau kanan perut.
Tsuki. Serangan yang menargetkan leher lawan. Serangan ini adalah serangan menusuk. Teknik tsuki ini diperlukan kemahiran dalam satu ilmu tinggi dan penataan fokus tusukan yang akurat, oleh karena itu jurus ini hanya diperbolehkan dipakai oleh anggota senior, dan tidak disarankan dipakai pada pertandingan, kecuali telah disetujui oleh sensei.
Ayah dan anak ini siap untuk memulai pertandingan...mereka berhadapan dan saling membungkuk.
" Jangan sungkan sungkan terhadap Daddy mu ini my little angel.....Daddy masih kuat dan sanggup mengalahkan mu sayang."
"Deg...angel....Hem.....angel...masih ada satu orang yang selalu memanggil ku angel....Arsen... bagaimana kabarmu saat ini?" Naomi melamun dan Daddy nya memperhatikan anaknya yang terlihat sedih.
"Naomi...my little girl...ada apa dengan mu? Kamu baik baik saja?"
"Oh ya dad...i am ok. Kita bisa mulai."
"But i am not sure, you are ok."
"Maaf Daddy tadi aku melamun...ketiga temanku akan datang tapi mungkin mereka belum sampai." Elak Naomi
"Oh. Ok. ..now let's begin." Naomi pun mengangguk.
Naomi melakukan tehnik Ashi-sabaki
Melangkah ke depan dengan menyeretkan kaki secara bergantian lalu tehnik Ayumi-ashi
Melangkah ke kiri atau kanan dengan menyeretkan kaki sebesar 45 derajat lalu Haraki-ashi
Melangkah ke depan dengan menyeretkan kaki; kaki kanan selalu terletak di depan kaki kiri. Langkah ini yaitu langkah yang sangat banyak digunakan dalam latihan kendo (Okuri-ashi).
Kihon (teknik dasar kendo)
Bergerak maju mendekati lawan, mengambil posisi menjadi menjalankan tebasan kecil (Seme)
Latihan tebasan berulang-ulang, seperti joge buri, sho-men, kote, dan do (Suburi)
Tebasan besar, dimulai dari punggung sampai ke arah lantai (joge buri)
Pukulan men yang diarahkan ke kanan dan kiri, fokusnya yaitu pelipis kepala (Sa-yu men)
Tebasan kepala (Shomen)
Tebasan kepala dua kali berturut-turut (Nikkado men)
Tebasan cepat yang diterapkan sambil melompat (Haya suburi)
Tebasan kepala berulang-ulang ke kanan dan kiri ke arah pelipis lawan, yang dimulai dari gerakan men biasa satu kali, lalau sa-yu-men ke depan sebanyak empat kali, diterukan sa-yu-men ke balik sebanyak lima kali, diakhiri dengan men biasa satu kali (Kiri kaeshi).
Daddy melakukan tehnik Waza
Teknik mendekati dan mendorong tubuh lawan (Taiatari)
Teknik menghambat gerakan shinai lawan dengan memakai tsuba pada shinai (Tsuba zeriai)
Teknik menyerang pada kala lawan akan memulai serangan (De-bana)
Teknik menggeser shinai lawan ke kiri atau kanan menjadi menyingkap pertahanan lawan, lalu diteruskan dengan tebasan (Harai)
Teknik melangkah ke balik (setelah berbenturan badan atau taiatari) (Hiki)
Menangkis lalu membalikkan serangan (Kaeshi)
Teknik menghindari serangan dengan melakukan ke balik atau ke sisi lawan, lalu menjalankan serangan balik ke lawan (Nuki)
Teknik menangkis serangan dengan gerakan seperti membentuk huruf "J", lalu diteruskan dengan serangan balik ke lawan (Suriage).
Keiko (teknik latihan kendo)
Latihan serangan lepas sama sekali, diterapkan oleh shidachi, motodachi hanya menangkis atau menghindari serangan saja (Kakari-geiko)
Latihan tanding secara bebas (Jigeiko)
Latihan kompetisi/pertandingan (Shiai-geiko)
Mereka terengah engah mencari udara, keringat sudah bercucuran, namun Naomi masih belum menyerah menyerang Daddy nya namun Daddy masih bisa menghindar dan menyerang balik.
"Naomi...sudah cukup, kita sudah latihan 2 jam, sebaiknya kita sudahi dan bersiap untuk sarapan." Namun Naomi hanya menggelengkan kepala nya.
"Tidak daddt, saya masih ingin latihan sebentar lagi, Daddy duluan saja."
"Baiklah Daddy duluan ya...itu mommy udah teriak teriak mengajak sarapan. Ingat jangan terlalu lama." Daddy pergi dari ruangan itu namun berhenti di belakang pintu, dia terdiam memperhatikan gadis kecilnya.
Naomi menyimpan bokken dan melepas seragamnya. Dia hanya menggunakan kaos dan celana pendek lalu dia berlatih memukul samsak...
Bugh..bugh...bugh... Pukulan demi pukulan Naomi layangkan dan tak lupa dengan tendangan.
Bugh..bugh..bugh...bugh..bugh... Tak tau berapa kali dia melakukan itu dia kehabisan nafas... "hah ..hah...hah....aaaaaaaaaaaa shit! Hiks..hiks...hiks..." Naomi teriak dan menangis dengan terduduk di bawah. Memukul mukul dadanya yang terasa sesak.
"Sudah sebesar ini kah aku mencintaimu Arsen." Ucap naomi.. walaupun ruangan latihan kedap suara namun Daddy masih bisa mendengar karena sengaja pintunya dibuka sedikit oleh Daddy.
"Jadi ini yang membuat mu tidak fokus my little girl...Arsen yang sudah menyakitimu Hem?" Gumam Daddy
"Tak kan ku biarkan kau hidup tenang setelah menghancurkan hati anakku " Daddy pergi menuju meja makan
Ketika Daddy selesai mandi dan ganti baju dia melangkah menuju dapur dan melihat sang istri sedang menata meja makan.
"Hai honey....." Daddy memeluk mommy dari belakang dan mengecup pipi sang istri dengan mesra.
"Hai...udah latihan nya? Mana Naomi?"
"Naomi latihan dikit lagi, mungkin sebentar lagi juga selesai...tuh..itu dia baru keluar dari ruang latihan." Daddy melepaskan pelukan nya dan duduk di kursi meja makan.
"Hai mom..hai dad..Naomi mandi dulu ya."
"Ok my little girl...gak pake lama ya...Daddy udah lapar nih "
"Siap bos ku " Daddy hanya tertawa dan tak lama suara berisik datang.
"Gooood moooooorning my beautiful aunty...and my handsome uncle" teriak Adi
"Assalamualaikum...aunty and uncle." Lanjut Jihan
"Pagi aunty and uncle" ucap Sillia
"Yes...morning, waalaikmslm, pagi juga anak anak aunty.."
"Waalaikmslm....kalian di sini...sudah sampai ternyata. Mau nginap gak?"
"Pengen nya uncle tapi kita pulang malam ini, abis isya." Jawab Jihan
"Kok sebentar sih?" Tanya Vina
"Kita gak cuti uncle...cuma Naomi yang cuti 2hari." Jawab sillia
"Sayang banget ya. .padahal aunty seneng loh ada kalian bertiga, tambah rame."
"Eh....hai kalian sudah sampai?" Naomi berlari trus memeluk ketiga temannya satu satu.
"Hei ..are you ok?" Tanya Jihan
"Of course i am ok."
"Ayo duduk semua, kita sarapan." Ajak Vina
"Kita hari ini mau mau ke mana nih?"
"Gimana kalo kita ke mall trus nonton bioskop." Saran Jihan
"Gue pengennya kemping gitu naik gunung, tapi kalian malem udah harus balik ke Jakarta jadi GPP kita ke mall aja ya tapi sebelumnya kita main basket dulu ya di lapang perumahan."
Ajak Naomi
"Ok. Sip..." Mereka bertiga setuju dengan ajakan Naomi karena rencana mereka memang ingin menghibur Naomi.
Setelah makan mereka masuk ke kamar untuk istirahat sebelum latihan basket.
"Aku tunggu jam 10 ya..." Ucap Naomi.
"Ok sister." Ucap ketiganya
"Kompak amat Lo...si amat aja kagak kompak. Ya udah Lo semua istirahat dulu..gue juga mau rebahan di kamar.
Jam sudah menunjukkan pukul 9:45 Naomi siap siap dengan pakaian olahraga nya. Lalu dia keluar dan hanya melihat kedua orang tua nya yang sedang menonton televisi.
"Mom..dad...mereka udah turun belum?" Tanya Naomi
"Belum Sayang...jigana mah capeun (kecapean) neng geulis." Jawab Vina
"Kenapa? Mau Daddy temenin gak?"
"Gak usah dad...Naomi bisa sendiri kok kalo mereka masih tidur." Naomi naik ke atas dan benar saja ketiga temannya itu masih tidur.
"Mungkin mereka sangat ngantuk mengendarai mobil semalaman. Biar saja deh mereka istirahat." Gumam Naomi
"Mom dad.. Naomi ke lapang ya." Naomi turun lalu keluar rumah dengan membawa bola basket.
"Ok. Honey" ucap keduanya
Di sinilah sekarang Naomi berada .. bermain basket sendiri, mendribble bola dan men shoot mencoba memasukkan ke dalam keranjang. Berlari dan Berulang ulang dia lakukan hal itu sampai dia kekelahan.
Bola menggelinding tepat di depan kaki seorang laki laki tampan.
Mata Naomi mengikuti bola tersebut sedangkan dia duduk di lapangan sambil kedua tangannya bertumpu di lututnya.
Wajahnya diangkat karena ingin mengetahui siapa yang sudah menghentikan gelindingan bolanya itu.
"Deg..... dia... Kau di sini ...kamu...." Naomi terkesima
"Ya .. aku di sini Naomi...aku gio mu....merindukanku?" Tanya gio sambil tersenyum
GIO SANG CINTA PERTAMA NAOMI
Gimana kelanjutannya ya...masih penasaran gak? Lanjut gak nih? Atau kita bikin tamat aja?
Wow...1800 kata ...panjang kan...ini buat ganti chapter kemaren yang sedikit. Jangan lupa like, vote and comment ya...
See you next chapter thanks