
Di sebuah ruang telah duduk di kursi kebesarannya yang menyiratkan kemarahan. Beberapa orang berderet di depan laki laki tersebut sembari menundukkan kepalanya. Mereka tak ada yang berani menengadahkan kepalanya menatap nya.
Brakk......sebuah pukulan di meja
"Gak ada yang becus"
" Maaf tuan kami sudah berusaha."
"Sekarang ada di mana Jeremi?
jangan sampai dia tertangkap."
"Dia sempat tertangkap namun dia bisa melarikan diri sebelum polisi mengintrogasi nya."
"Kau tau di mana Jeremi? Kita harus secepatnya membawa dia sebelum polisi atau anak buah Arsen menangkapnya.'
"Dia sedang bersembunyi tuan, kita sedang mencari nya."
"Tangkap lalu bunuh saja dia sebelum dia buka mulut. Bahaya kalo dia tertangkap"
"Maaf tuan, kenapa di bunuh, apa tidak sebaiknya kita sembunyikan dan lindungi dia?"
"Kamu mambantah hah? Aku gak mau suatu saat dia akan membuka suara."
"Baik tuan."
Di tempat lain.
" Gimana Lo udah dapet siapa dia? Biasanya Lo bisa dapet cepet. Gimana sih?" Ucap Arsen
" Sabar bro...ini gue dikit lagi dapet." Jawab Arnold
"Gimana udah bro?" Tanya Andre
"Hahahaha. Dapet juga gue." Mau ngasih apa Lo sama gue kali ini hah?" Tanya Arnold congkak
"Serah Lo mau apa, gue kasih.." jawab Arsen
" Asyik nih... Lamborghini hitam buat gue boleh gak?" Tanya Arnold
"Sial...kekasih gue lagi yang Lo minta....nih kuncinya." Arsen melemparkan kunci ke tangan Arnold dan dengan tangkas dia ambil.
"Hap....makasih bro. Dan ini data tu anak. Namanya Jeremy. Lo bisa ke alamat itu dan cepat tangkap sebelum dia kabur. Soalnya setau gue dia akan pindah pindah tempat 2hr sekali." Ucap Arnold sambil memberikan secarik kertas
"Dre...siap siap sekarang gue mau Lo suruh 20 orang buat menyergap ke sana." Perintah Arsen
" Ok. Sip." Jawab Andre
"Lo emang luar biasa...tak pernah ragu gue sama kemampuan Lo. Hacker terbaik " Ucap Arsen sambil menunjukan jempol ke arah Arnold.
"Jo..siapin 20 orang buat tangkap orang. Nanti gue kirim alamatnya." Ucap Andre
" Siap bos. Bos ikut gak?" Tanya Jovic salah satu anak buah di bawah pimpinan Andre
"Gue ikut lah." Jawab Andre
" Bos besar gimana, ikut juga? Kalo ikut saya siapin rompi anti peluru, pistol dan earpiece.
"Giman Lo ikut gak?" Tanya Andre ke Arsen
" Gak...nanti aja kalo nyerang bos besarnya...bos...berhadapan sama bos. Hehehe." Arsen menyeringai, sorot matanya tajam.
"Gak..bos besar gak ikut. Toh cuma tangkap 1 orang aja...bawa 20 orang cuma buat jaga jaga aja kalo kalo Temen temennya keburu Dateng." Jawab Andre
" Siap bos ...saya siapin buat bos Andre aja ya." Ucap Jonathan yang sering di panggil Jojo.
"Sip. 15 menit Lo harus udah beres." Ucap Andre setelah itu menutup telponnya.
******
"Bener ini tempatnya?" Tanya Andre
" Seperti nya sih iya...itu dah sesuai dengan alamat yang tadi bos kirim ke saya." Jawab Jojo
"Tapi kok sepi ya ..apa lagi molor dia?" Tanya Andre
"Mungkin bos..tapi kita tetap harus waspada." Jawab Jojo
Andre memulai aksinya. Dia berbicara menggunakan earpiece dan menyiapkan pistol yang sudah diisi peluru.
" Ok tim Alfa ikut gue ke samping kanan dan tim Tiger ke samping kiri. Sisanya tolong jaga di depan. Erik, Athan Lo berdua naik pohon itu kalian pantau dari atas. Ok. Siap...move..move..move." perintah Andre
"Siap." Jawab mereka serentak sambil mengacungkan jempol
Mereka langsung bergerak sesuai instruksi dari pimpinannya. Mereka sudah berada di posisi.
"Jo..Lo bisa liat dia ada di mana?" Tanya Andre
"Dia gak terlihat bos, apa mungkin dia udah tau dan sembunyi?" Tanya Jojo
"Athan...Lo denger gue...coba Lo liat ada orang gak di dalem?" Perintah Andre
"Seperti nya dia sedang sembunyi bos, dari sini saya lihat seperti ada 2 orang yang berdiri di belakang pintu lemari." Jawab athan
Terdengar 2 orang sedang berbicara di dalam rumah
" Lo harus kabur ke luar negeri man... bos besar mau bunuh Lo."
" Kok bisa? Cuma karena gue gagal bunuh tu bocah masa gue yang jadi mau di bunuh, gue udah berusaha buat tembak tu orang, gue emang salah pas tembak gue gak bersembunyi di tempat tertutup tapi emang posisi dia tuh kehalang cuma di tempat itu gue bisa tembak tu orang." Jawab Jeremi
"Tapi kok Lo bisa ketahuan. Siapa yang gagalin Lo sih?" Tanya teman Jeremi yang bernama Ernest
"Gue udah sembunyi man...malem lagi kok bisa ketahuan gitu..emang tu cewek matanya bagus bener bisa bisanya gue ketahuan padahal udah sembunyi di balik semak semak, ada tembok lagi." Ucap Jeremy
" Apa man...cewek? Jangan bilang yang ngalahin Lo itu cewek." Tanya Ernest
"Shit...."
"Gue dah tau kalo gitu. Emang cewek ya. Hahaha..."
" Shup up your mouth." Geram Jeremy
" Ok. Yang penting Lo cepet siapin pasport dan pergi. Terserah deh Lo mau kemana." Suruh Ernest
"Bentar man...gue kayak denger suara suara gitu...apa anak buah bos besar udah tau gue ada di sini?" Tanya Jeremy
"Lo gak lagi ngejebak gue kan?" Tanya Jeremy dengan mengeraskan rahangnya
" Ngomong apa sih Lo...kita ini udah bukan kayak sahabat lagi...gue anggap Lo kayak adik gue tau...gak mungkin gue jebak Lo." Sanggah Ernest
"Pistol mana pistol." Ucap Jeremy
"Ini...cepat ke balik lemari " ucap Ernest
Dor..dor..dor..
***
"Usaha kan dia tertembak di kaki atau tangan. Jangan sampe mati. " Perintah Andre untuk semua anak buah nya.
"Kita butuh dia buat buka kedok bos nya." Lanjut Andre
" Siap bos." Jawab mereka serentak
Dor...dor... dor
Tembakan terus meluncur sampai...
"Ugh.... shit gue kena." Umpat Jeremy
Dor..
"Arrrrgh. Gue juga kena. Mereka banyak banget..kita gak mungkin bisa menang jer." Ucap Ernest
Brak...( Pintu di tendang)
Lalu Jojo mengarahkan pistolnya ke arah 2 orang tersebut.
Ernest berusaha melawan tapi Jojo sudah menendang pistol yang ada di tangannya. Dan Andre sudah mengarahkan pistolnya ke arah kepala Jeremy.
"Buang pistol Lo, atau gue hancurkan kepala Lo.?" Tanya andre
20menit mereka saling memburu akhir nya tak bisa dielakkan lagi Jeremy terluka parah...darah bercucuran begitupun dengan Ernest, bagaimana tidak mereka hanya berdua sedangkan yang datang ada 22 orang.
Akhirnya mereka di bawa ke markas Arsen, tempat khusus untuk eksekusi lawan. Tempat dimana orang akan disiksa dan di bunuh.
01:00 am
Mereka di bawa sambil diikat dan di tutup matanya.
"Gue mau di bawa ke mana ********" ucap Jeremy
"Ke neraka... brengsek Lo. Panggil gue ********...enak aja lo...Lo uang ******** udah coba bunuh bos gue." Jawab Athan
"Oh..Lo anak buah nya Arsen ternyata, gue kira siapa?" Ucap Jeremy
" Duduk Lo." Perintah Jojo
"Aish...pelan pelan dong sakit tau." Jeremy meringis
" Yang mana yang namanya Jeremy? Tanya Jojo
" Tuh yang pake topi. Gue masih inget wajah orang yang udah coba bunuh bos sekaligus sahabat gue." Jawab Andre
" Oh iya ya..bos Andre kan ada di sana ya. " Ucap Jojo
" Buka penutup mata nya." Perintah Andre
" Sekarang jawab gue...kenapa Lo mau bunuh Arsen? Tanya Andre
Jeremy hanya bungkam tak mengeluarkan suara sedikitpun.
" Jawab...kenapa Lo coba bunuh Arsen?" Tanya Andre sekali lagi dan sama tak ada jawaban dari mulut Jeremy
"Lo gak mau jawab hah?" Bentak Andre
"Pukul dia di tempat lukanya." Lanjut Andre
Bugh..bugh...
"Arrrrgh ..." Teriak Jeremy kesakitan
"Stop." Menghentikan pukulan " Gue tanya sekali lagi kenapa Lo mau bunuh Arsen? " Tanya Andre
"Gue disuruh." Jawab Jeremi
"Alasannya apa, Lo tau?"
"Gue cuma disuruh."
"Siapa yang nyuruh Lo?" Gak ada jawaban " jawab kenapa diam aja Lo?" Lanjut Andre
"Gak mau jawab?" Tanya Andre dan tak ada yang keluar sepatah kata pun
"Ambil air sama garam." Perintah Andre
Athan membawa air dan garam sesuai perintah Andre. Ya di situ hanya ada andre, Jojo, dan Athan yang akan mengeksekusi.
"Jawab...siapa yang menyuruh Lo bunuh Arsen dan apa tujuan dia yang sebenarnya?" Tanya Andre tapi tak ada jawaban
Andre mengambil garam lalu di lumurkan ke atas luka tembak tadi
"Arrrrgh...shit. arrrrrgh. Teriak kesakitan Jeremy
" Mau jawab atau gue siksa Lo sampe ******...kebetulan gue dah lama gak olahraga nih. " Ucap Andre
"Ok..ok gue jawab." Jeremy meringis
"Tapi Lo harus janji gak bakalan bunuh gue dan bakal lindungin gue dari bos besar gue. Gimana, kalo gak biar gue mati aja." lanjut Jeremi
"Ok...gue setuju tapi dengan catatan kita yakin semua info udah bener." Jawab Andre
" Ucapan Lo bisa dipegang gak?" Tanya Jeremy " gue gak mau udah gue kasih info Lo malah bunuh gue.," Lanjut Jeremi
"Gue bukan ******** kayak Lo, gue bakal tepati janji gue." Jawab Andre
"Ok..gue bakal coba buat percaya sama Lo, lagian gue juga kalo ketangkap bos besar gue juga bakal di bunuh.. ingat selamat kan gue sama teman gue." Pinta Jeremy
"Dia tuan Robert Miller..." Jawab Jeremi
Sontak andre pun terkejut... seseorang yang sangat dia kenal.
Sedangkan di balik kaca yang tak tembus pandang ada seseorang berdiri tegak memperhatikan dengan seksama sedari tadi. Ya itu adalah Arsen...sang bos besar.
Arsen mematung seketika setelah mendengar nama orang yang sudah berusaha membunuhnya selama ini, orang yang sudah mencelakakan keluarganya. Bagaimana tida shock nama itu adalah nama yang tak asing...
"Om Robert." Gumam Arsen dengan raut wajah kecewa
Orang yang tidak dia sangka....dia berpikir mungkin dia ini adalah saingan bisnisnya, ternyata dia adalah om nya sendiri, adik dari ayahnya.
******
Gimana, tegang gak? Cukup seru atau gak nih? Maaf kalo kurang berasa tegangnya, maklum masih amatiran. Hehe..
Jangan lupa absen ya man teman...biar Noona semangat....thanks
See you next chapter
Bye 🤗😘