One Night In Singapore

One Night In Singapore
Penyelamatan



Gio terlihat pucat setelah mendapatkan telpon dari Seseorang yang tidak dia kenal.


"Dasha di culik sen, gimana ini?" Gio langsung melepaskan infusan yang ada di tangan kirinya." Arsen dan Naomi pun terkejut dengan apa yang dilakukan gio.


"Yooo Lo gila, Lo harus istirahat man.." gio pergi membawa baju dan berganti di kamar mandi. Setelah berganti baju gio langsung memakai sepatu nya.


"Sen, gue dah mendingan kok... Dasha di culik lagi .. kita harus segera menyelamatkan nya." Arsen menatap gio dengan serius


"Lo cinta dia Yo?" Gio terdiam lalu tersenyum " kalo gue bilang tidak, Lo percaya gak? Gue juga gak tahu sen... Yang pasti gue mau lihat dia selamat dan bahagia... Gue juga belum yakin kenapa, tapi gue gak mau dia terluka." Arsen tersenyum


"Gue bantu Lo .... Walaupun ternyata dia bukan adik gue, tapi gue akan bantu Lo .. apalagi gue udah yakin 90 % kalo dia adik gue." Gio dan Arsen tersenyum


"Wait... Gue ikut ya." Kedua pria itu melirik ke arah suara.


"No.." kedua nya menjawab.


"Why?" Arsen menatap mesra sang istri. "My angel, aku gak mau kamu terluka sayang." Naomi menyipitkan matanya


"Aku sama dia, jagoan aku honey." Tunjuk Naomi ke arah gio dan gio membulatkan matanya


"Emang iya kan?" Gio terlihat pasrah dengan apa yang di ucapkan naomi.


"Lagipula dia sakit sayang, gak boleh banyak gerak, jahitannya kebuka gimana?" Arsen menunduk menarik napasnya dengan teratur.


"Aku sebenarnya gak perlu dia, sayang. Anak buahku banyak. Tapi dia yang tahu tempatnya."


"Tapi aku ingin ikut, titik." Paksa Naomi


"Ok, tapi kamu di belakangku aja ya... Jangan main hajar sembarangan, takutnya mereka banyakan dan bawa senjata." Naomi menganggukan kepalanya.


"Aku gak janji ya sayangku." Batin Naomi dengan seringai jahatnya.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil  anti-peluru. Arsen sudah menelpon anak buahnya untuk merapat di suatu tempat. Andre yang kebetulan ikut datang dengan Arsen saat ini akan ikut beroperasi.


Semua anggota yang akan ikut dalam pergerakan kali ini ada sekitar 40 orang. Arsen sungguh tak mau kecolongan. Dia akan melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Dasha yang menurutnya itu adalah adiknya Shasha.


Andre memimpin pergerakan untuk bagian belakang gedung dengan 10 orang yang ikut di bawah perintah nya, ada Jodi yang akan memantau bagian atas dengan 5 orang sniper handal. Dan Arsen beserta 10 orang di bagian depan, pinggir kanan 8 orang dan kiri 7 orang.


Semua orang menggunakan rompi anti peluru, dengan dua pistol di kaki kanan kiri nya, juga earpiece di masing masing telinga mereka.


Sebelum mereka bergerak mereka berdoa lalu mengeluarkan satu pistol di tangan. Sniper sudah siap di atap gedung, Jodi sudah memperhatikan pergerakan.


"Big bos...di sini sekitar 10 orang yang ada di gudang, jika tidak salah gadis itu di sekap di tengah gudang dengan sebuah bom di ikatkan di badannya."


"Baik...untuk jumlah, tentu kita menang banyak...tapi bom... Apa boomer ikut kita hari ini?"


"Ada.. dia datang dengan Andre, dia bisa menyelinap dari belakang dan membawa Dasha pergi lalu menjinakkan bomnya...tapi kalian harus bisa mengalihkan perhatian.."


"Apa bom nya menggunakan tombol atau menggunakan timer?"


"Untuk itu aku belum pasti, akan ku cek lagi. Tapi aku berharap itu menggunakan timer.  Jadi bisa dengan cepat membawa Dasha, jika pake tombol lebih bahaya suatu saat bisa kapan saja mereka menekan tombol itu."


"Kalo begitu cek sekarang..pastikan dulu semuanya."


"Baik"


Tak lama Jodi kembali menghubungi Arsen.


"Ok."


Arsen langsung menghubungi boomer.


"Boomi..boomi.. di sini big bos.. usahakan secepatnya membawa gadis itu keluar dan jinakkan bom."


"Siap. Laksana kan."


"Tiger 1.. Tiger 1.. secepatnya menyelinap ke dalam dan lindungi boomer untuk membawa Dasha...lumpuhkan semua orang yang berada dekat dengan gadis itu. Kami akan menyergap dari depan"


"Ok big bos."


"Menyelinap sekarang...dan kami juga masuk."


"Siap big bos"


Arsen mengakhiri percakapan dengan Andre lalu berbicara dengan anak buahnya yang lain.


" Kalian ber 7 ke kiri, 8 ke kanan, 10 ikut aku dan tunggu di depan pintu. Aku dan gio masuk."


Semua mengangguk lalu ke posisinya masing-masing.


Gio dan Arsen masuk tanpa di sadari Naomi sudah berada di belakang Dasha. Naomi menepuk tangan Dasha dengan lembut. Dia berpakaian seperti ninja, tak ada yang bisa melihatnya.


Dasha yang terkejut melihat sosok hitam disampingnya sambil jongkok melototkan matanya. Naomi yang tahu Dasha terkejut cuma bisa membuka sedikit penutup wajahnya dan memberikan ketenangan. Dasha paham jika sosok ini ada untuk melindunginya.


Arsen masuk dengan gio, sontak mereka membuat sebuah perisai. Berdiri berjajar di depan gio dan Arsen. Arsen tentu merasa senang dengan tindakan mereka. Sehingga Dasha bisa secepatnya di selamatkan.


Tujuh orang menghadang gio dan Arsen, tiga orang berada di depan Dasha. Ketika seorang mendekat ke arah Dasha dan hendak berdiri di sampingnya, Naomi langsung bersembunyi di balik pintu belakang.


"Kalian datang? Hahaha .... Kamu bawa teman ternyata."


"Diam kau, mana Dasha.."


"Pacarmu itu yah...ahahaha...ada tenang saja... Dia tidak terluka...mungkin belum" gio terlihat marah, wajahnya memerah.


"Sayang nya kalian tidak akan mungkin keluar dengan selamat... "


"Sebenarnya apa yang kau inginkan breng**k."


"Aku hanya ingin membuat kedua kakimu patah dan mati...emmm gadismu... Dia akan kami jual ke tpat prostitusi... Dia memiliki badan yang bohay dan pasti bisa jadi ******* profesional. Ahahahaha..."


"Breng**k.. jangan kau berani beraninya menyentuh dia."


"Apa sebenarnya mau bos mu itu Hem? Kenapa mesti gadisku?"


"Karena dia keluarga Miller... Dan bos ku ingin membalaskan dendam karena anaknya telah mati di tangan si tua Bangka Miller." Arsen terlihat menggeram...wajahnya berubah merah padam, deru napas berburu dan pipinya mengeras.


"Kenapa .. bukankah salahnya sendiri telah menculik anak dari Miller, pasti sebagai ayah akan marah dan murka."


"Ini masalah bisnis, Miller terlalu serakah dengan semua proyek, ketiga proyek besar dia ambil semua .... Maka dari itu tuanku menculiknya dengan harapan Miller akan melepas semua proyek itu, namun apa boleh dikata ... Gadis ini memberontak dan kecelakaan terjadi...dia kabur dan hilang entah ke mana. Miller mencari dan mengobrak abrik markas kami, membunuh tuan muda dan itu membuat tuan besar murka. Tapi memang jodoh, kami menemukannya juga. Ahahahah.."


Darah arsen bergejolak, tak dapat lagi dibendung dan...