One Night In Singapore

One Night In Singapore
Siapa Jerry ?



Gio dan Naomi sudah mempersiapkan pernikahannya baik fitting baju pengantin dan cincin pernikahan juga mas kawin sudah semua, 90% sudah siap.


Saat ini Arsen dan Hanna menerima keputusan jika pernikahan mereka tidak bisa berlangsung berbarengan.


Hanna, Arsen, gio dan Naomi saat ini sedang makan malam. Setelah selesai mereka keluar dari restoran bintang lima. Walaupun perasaan tak nyaman antara Arsen dan Naomi terasa namun mereka menekan perasaan itu.


Mereka berempat pergi ke taman dan duduk di sebuah bangku taman. Gio membuka sebuah percakapan.


"Sen, jadi hari pernikahan mu kapan?" Arsen melirik ke arah Naomi lalu melihat ke gio


"Sehari setelah kalian menikah...tgl 18 April." Ucap Arsen tersenyum terpaksa.


"Jadi Hanna mau pindah keyakinan kapan? Emang udah dipikirin?" Tanya gio lagi


"Aku minta sehari sebelum nikah Yo...pas pernikahan kamu selesai baru aku jadi mualaf. Dan aku akan lakukan apapun agar bisa bersatu dengan Arsen." Arsen hanya diam membisu. Gio merasa ada sesuatu..namun tak tahu apa.


Gio memperhatikan Naomi juga Arsen yang terlihat kurang bergairah. "Kenapa dengan mereka? Apa Arsen memang mencintai wanita lain selain Hanna?" Batin gio


Di sebrang sana ada seseorang yang memperhatikan mereka dan lalu mendekat dengan gerakan cepat menarik Hanna.


"Hanna....jangan bergerak." Sebuah pistol di arahkan ke kepala Hanna." Semua orang kaget karena tak menyangka hal ini akan terjadi.


"Siapa kamu?" Tanya Arsen


"Siapa aku? Hahhaha...coba tanya tunangan mu ini." Seorang itu menyeringai


"Bagaimana Hanna sayang .... Tunanganmu bertanya, siapa aku bagimu?" Hanna terlihat ketakutan


"A...aku..tak kenal dia Arsen..." Laki laki itu menyeringai dan mperlihatkan sebuah photo di sakunya.


"Kamu yakin tak kenal aku sayang?  Nih...kamu lihat photo ini." Arsen mengambil photo itu dan melihat sepasang laki-laki dan perempuan sedang berpelukan yang tak lain adalah Hanna dan laki-laki itu.


"Ini apa Hanna, kamu bilang tak kenal tapi di photo ini kamu berpelukan dengannya." Hanna tergagap.


"I...itu...mungkin...e ...editan sayang..."


Laki laki itu tertawa terbahak bahak.


"Ahahaha... ahahahah...editan? Bukan kah kita sepasang kekasih sayang? Kenalkan namaku Jerry...aku pacar Hanna ketika kami di Hawai..dia dan aku..."


"Hentikan Jerry...udah..." Jerry tersenyum lebar


"Kenapa sayang ...aku belum selesai bicara...biarkan aku menjelaskan dulu pada calon suamimu sayang." Arsen mengkerut kan dahinya.


"Lanjutkan Jerry.." ucap Arsen penasaran.


"Arsen...jangan dengarkan dia...dia pembohong Arsen...sayang ..please..." Arsen melirik tajam.


"Biarkan dia berbicara Hanna, kita lihat aku percaya atau tidaknya...lihat aja nanti " Jerry menyeringai


Flashback


"Hanna sayang ..kamu cinta kan sama aku?" Hanna tersenyum


"Tentu sayang....aku mencintaimu...sangat..." Jerry mendekapnya dengan hangat dan lembut.


"Kita menikah ya...aku tak mau kamu keburu hamil, kita menikah dulu baru buat baby yang banyak."


"Kamu ini ada ada saja...jangan banyak banyak nanti aku kecapean. Lagipula aku masih mau bekerja di sini." Hanna mencium pipi Jerry


"Sayang...ini perusahaan aku...kamu bisa kapanpun kembali bekerja, ya walaupun aku inginnya kamu hanya di rumah dan urus keluarga kita dengan baik."


"Ya lihat nanti saja sayang....tapi kau tahu kan sebagai model aku gak boleh hamil...aku takut gendut. Apa mungkin nanti aku bisa selangsing ini lagi?"


"Sudahlah...kalo kamu sudah tak bisa jadi model kamu bisa jadi sekertaris ku sayang..jangan terlalu memikirkan karir...aku masih bisa membiayaimu dan anak anak kita."


Flashback end


"Jadi..kalian sudah merencanakan pernikahan? Kenapa kamu gak jujur Hanna?" Arsen sungguh tak percaya dengan keadaan ini.


"Arsen..aku mencintaimu...dan akan tetap mencintaimu " Jerry geram mendengar ungkapan Hanna.


"Jadi selama ini kamu menganggap aku apa hah? Bahkan kita sudah tidur bersama Hanna." Arsen membelalakan matanya


"Arsen...dia bohong...jangan percaya..." Jerry tersenyum miris


"Hanna...Hanna...kamu tak bisa mengelak lagi. Arsen...kami pernah tidur dengannya? Kamu pasti tahu kan di bagian payudara kanan ada tahi lalat. Kalo kamu pernah tidur dengannya, kamu pasti tahu." Arsen menggeleng gelengkan kepalanya


"Aku belum pernah tidur dengannya." Arsen melihat Naomi dan Naomi masih mencerna kejadian itu.


Gio bingung, kenapa Arsen mesti melihat ke arah Naomi ketika mengutarakan hal itu? Gio sungguh merasa aneh. Seakan akan Arsen mencoba menjelaskan jika Arsen tak pernah menyentuh Hanna.


"Ku beri kesempatan Hanna untuk jujur dan kembali padaku." Hanna terlihat ketakutan


"Tidak Jerry ..tidak...aku mencintai Arsen dan akan menikah dengannya. Bukan denganmu." Teriak Hanna


"Baiklah... kesempatan untuk jujur sudah habis. Arsen...kau perlu bukti?" Jerry merobek baju Hanna dengan kasar dan terlihat dengan jelas tahi lalat di payudara kanan Hanna tepatnya di pinggir dekat ketiak." Naomi ternganga deNgan perlakuan Jerry.


"Hentikan Jerry...kau sudah tidak waras...masa kau memperlakukan wanita yang kau bilang cintai dengan seperti itu. Berikan jaket ini padanya." Hanna menutup payudaranya nya dengan kedua tangannya sambil menangis.


Jerry tersenyum lebar " bagaimana Arsen, kau percaya sekarang?" Jerry mengambil jaket milik Naomi.


"Aku tak bisa percaya ini Hanna...kami sudah berbohong padaku...aku tak bisa menerima ini semua." Jerry terlihat puas dengan keputusan ini.


"Hanna sebaiknya kamu kembali ikut ke Hawai." Hanna menggeleng gelengkan kepalanya.


"Tidak..aku tidak mau." Hanna mencoba kabur dengan menyikut perut Jerry...


"Berhenti di situ...kalo kau tak berhenti aku akan tembak." Hanna terdiam di tempat.


"Jerry, please...lepaskan aku...aku akan menikah dengan Arsen." Jerry menggeram


"Aku sudah menyiapkan pernikahan kita Hanna...sudah 80%, namun kemana kamu? Orang tua ku terus bertanya...mau di taruh di mana mukaku. Hanna....mereka sakit jantung dan menunggu pernikahan kita...aku tak bisa bilang jika kau meninggalkanku, apa yang akan terjadi jika mereka tahu calon menantunya malah akan menikah dengan orang lain." Teriak Jerry


Naomi mencoba mendekat dengan perlahan untuk mengambil pistol di tangan Jerry.


"Naomi...jangan." bisik gio menggeleng gelengkan kepalanya. Gio sungguh takut jika Naomi terkena tembakan.


Naomi mendekat dengan cepat, karena Jerry kaget akhirnya sebuah tembakan terlepas.


Dor.....darah tak terasa mengucur dan itu membuat Arsen dan gio kaget bukan main.


Arsen langsung menangkap Naomi dengan cepat.


"Sayang...honey...mu angel...bangun sayang...kamu gak papa? Naomi...sayang...maaf...hiks...hiks.." gio yang mendengar penuturan Arsen pun sangat kaget.


Gio tak bisa mencerna apa yang terjadi....Arsen memanggilnya sayang, honey, dan yang paling mengejutkan adalah panggilannya dengan kata my angel.


"Jadi ..angel itu.....Naomi? Apa benar begitu? Batin gio


"Maaf...aku tak sengaja melepaskan tembakan...maaf." ujar Jerry


Darah begitu banyak keluar membuat Arsen khawatir.


"Gio kita ke rumah sakit." Arsen menggendong Naomi lalu masuk ke mobil. Gio yang menyetir. Gio hilangkan pikiran pikiran yang mengganggunya, dia coba fokus mengemudi.


Bagaimana dengan Hanna? Hanna terdiam sebentar lalu dia masuk ke mobil Arsen dan menjalankan mobilnya. Setelah memakai pakaian yang sudah tersedia di mobil yang selalu dia siapkan setiap saat jika keadaan genting...kena kotor atau apapun itu dan ternyata saat ini begitu berguna.


Hanna melangkah kan kakinya menuju UGD RS tempat Naomi bekerja. Di situ ada Arsen di kursi depan ruang tindakan. Begitupun dengan gio yang masih terduduk merenung atas apa yang terjadi.


Arsen bolak balik terlihat gelisah di depan ruang tindakan, menunggu sang dokter keluar dengan kabar baik.


Ya Arsen berharap tidak terjadi apa apa dengan Naomi...


Hanna mendekat ke arah Arsen dan berusaha menenangkan nya.


"Arsen....maaf...nona Azura pasti tidak akan kenapa Napa....kenapa kamu begitu khawatir?" Arsen menatap dengan tajam


"Kamu bilang tidak apa apa? Kamu tak lihat darahnya keluar banyak, dan kamu ikut andil dalam hal ini." Hanna terdiam. Dia duduk di kursi dekat gio yang berjarak 2 kursi dari tempat gio duduk.


Gio terdiam menunduk, mengusap kasar wajahnya.  Sungguh dia sulit sekali untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


Jerry pun datang dengan tergesa gesa..." Maaf Arsen .aku salah..aku kelepasan. Tak ada yang ingin ku lukai. Siapapun itu...aku tidak bermaksud melepaskan tembakan sama sekali. Aku kaget dengan gerakan wanita itu. Maaf." Arsen hanya mendelik tajam


Jerry terdiam dan duduk di kursi dekat dengan Hanna


"Hanna...mari pulang ke Hawai sayang, ya... setelah kita tau wanita itu baik baik saja." Hanna hanya terdiam menundukkan kepalanya.


****


Kira kira apa yang akan terjadi selanjutnya?


Nantikan terus kisah nya....


Thanks for reading my story.


Don't forget to give like vote and comment.


See you next chapter


Bye 🤗😘