One Night In Singapore

One Night In Singapore
Naomi sang penakluk



Pekerjaan naomi sudah selesai Kamis sore ini, dia juga sudah cuti mulai besok sampai hari Selasa. Hanya 3hari saja dia cuti karena ini cuti nikah bukan cuti melahirkan, lagipula Naomi salah satu dokter yang sangat diandalkan di RS tempat Naomi bekerja.


Sudah beberapa bulan lalu Naomi diangkat menjadi dokter tetap di sana sehingga tidak selalu berada di UGD.


Lelah sudah pasti, hari ini sudah melakukan 3 operasi besar, karena operasi jantung adalah operasi yang sangat membutuhkan ektra kehati-hatian dalam bertindak, walaupun pada dasarnya semua operasi memang harus hati hati.


Naomi melangkahkan kakinya dengan sangat cepat karena dia ingin secepatnya merebahkan badannya. Namun apa di sangka ternyata temannya sudah berada di apartemen Naomi dengan penampilan yang sangat tidak biasanya.


"Oh my God....kalian sedang apa di siniaa" ketiga temannya langsung menghampiri. " Hai calon pengantin kita?" Mereka bersorak.


"Aish...apa yang kalian kerjakan di sini? Mengganggu saja " mereka melototkan mata nya


"Tega sekali kau, ayo kita ingin bersenang-senang sebelum kau jadi pengantin dan sibuk dengan suamimu." Naomi mengerutkan dahinya " maksudnya gimana nih?" Naomi sungguh bingung.


"Ayo kita berpesta dulu....kita tidak pernah pergi selain makan nonton dan mall, juga hiking kan?" Ucap Sillia


"Aku sungguh tak paham maksud kalian itu apa." Jawab Naomi


"Kita ke club...joget joget...gimana?" Ucap Jihan


"Omo...ahahahah....siapa nih yang ngajak...aku tak sangka seorang jihan mengajakku ke club. Kau tak ingat dulu terakhir kita ke club? Aku hancurkan club' itu." Jihan tertawa begitupun Adi cuma sillia yang membelalakkan matanya.


"Jadi kalian pernah ke club, dan...dan  ...kamu hancurkan club'? Wah....aku ketinggalan info atau aku melewatkannya? Kalian benar benar tidak mengajakku hah?" Sillia terlihat kecewa.


"Sabar ....sabar dulu, kita kan belum kenal pas semester dua dan kita baru kenal ketika semester tiga. Kita ke club' itu libur semester dua. Aish....cepat sekali kau marah ya." Sillia tersenyum lebar


"Sorry...rasanya aku melewatkan hal yang menyenangkan...bisa ku bayangkan gadis kecil usia 19 tahun membuat gaduh dan menghancurkan club, dan....aku melewatinya? Wah...benar benar rugi besar kan?" Silia terlihat begitu antusias.


"Hahahaha ya dan kami hampir berakhir di kantor polisi jika Daddy tak menyuruh pengacara nya membereskan masalah di sana." Ucap Adi


"Sillia, dua kali kami ke club, dua kali juga kita Meramaikan club'...dan mudah mudahan tidak untuk ketiga kalinya. Hahahaha." Ucap Jihan


Flashback


"Besok kita libur semester nih, gimana kalo kita coba main ke club? Setuju?" Ucap Adi


"Tapi kita gak boleh minum, ok. No drunk and no drugs." Ucap Naomi


"Of course....kita minum jus aja...atau minuman ringan, kita di sana cuma pengen joget joget aja lepasin penat abis ujian."ucap Jihan dan  Adi menganggukan kepalanya


"Aku bakal jagain kalian..tenang aja." Ucap Adi


"Ah jagain apaan...dari dulu yang turun tangan pasti Naomi.." ucap Jihan dan Adi cemberut.


"Itu karena Naomi selalu menghalangi terus...dia cepat bertindak padahal aku sudah siap siap." Jihan mengangkat bahunya


"Ya udah jangan berisik Mulu, ayo kita pergi." Ucap Naomi.


"Siap...ayo...let's go girls." Ucap Adi


Mereka pun pergi bertiga masuk ke sebuah club yang tak jauh dari kampusnya, hanya butuh 30 menit untuk sampai ke sana.


Di pintu masuk club' sudah ada dua bodyguard yang berjaga di sana, mereka pasti akan melakukan pengecekan kartu identitas untuk memastikan usia layak tidak nya masuk ke club' tersebut.


"Ayo siapin KTP nya dulu." Ucap Jihan


"Nih...udah ku siapin." Adi dan Naomi mengeluarkan KTP nya.


Mereka berada di antrian dan saat bagian mereka. Jihan sudah di cek begitupun dengan Adi, namun saat bagian Naomi seperti nya tidak selancar orang lain.


"Loh mana Naomi, kok lama banget sih?" Tanya Jihan dan Adi menggidik kan bahunya


"Ayo kita cek.." ajak Adi dan mereka pun kembali ke pintu luar. Di sana sang bodyguard menahan Naomi untuk masuk.


"Maaf dek...adek tak bisa masuk.." Naomi terlihat marah.


"Wah .. kalian jangan main main, masa kedua temanku bisa masuk tapi aku tidak? Jangan bercanda...sangat tidak lucu tau gak?" Bodyguard nya langsung mengembalikan KTP Naomi.


"Adek sebaiknya pulang, ini KTP nya dan cepat tidur....KTP nya kasih lagi ke kakaknya ya....anak kecil gak boleh keluyuran." Naomi tambah geram.


" Jangan panggil aku anak kecil paman.... aku gini gini juga sudah kuliah." Kedua bodyguard itu tertawa


"Kalo bukan panggil anak kecil panggil siapa? Siva? Hahaha." Naomi tambah marah dan menendang tulang kering kedua pria tersebut.


",Ouch. ....tulang keringku." Pria yang berbadan besar itu marah lalu menghampiri Naomi


"Dasar anak kecil tidak tau diuntung, awas pembalasanku." Kedua pria itu mengangkat tubuh Naomi yang kecil, namun bukan Naomi jika tidak bisa lepas dari mereka.


Tubuh boleh kalah besar namun ketangkasan Naomi lebih cepat.


Naomi yang diangkat bagai boneka, dengan satu tangan, dia tidak tinggal diam. Naomi menendang perutnya sehingga laki laki itu kesakitan dan terduduk. Posisi yang sangat bagus dan menguntungkan buat Naomi sehingga dia bisa menginjak lutut pria tersebut sebagai tumpuan dan dia putarkan kaki satunya menendang wajah pria tersebut.


"Awwwww.......shit...kecil kecil tendangannya kencang....aduh..aduh ..gigiku copot." Naomi tertawa puas.


"Sudah ku bilang jangan panggil aku  kecil...itu sangat meremehkan ku ." Pria satu lagi mendekati Naomi dan melakukan hal yang sama, mengangkat badan Naomi, namun dia menjaga jarak biar tidak kena tendang di perut.


Naomi tidak habis akal, dia memutar badannya hingga mendekat ke badan pria tersebut, sangat dekat...setelah dekat Naomi tersenyum lebar dan bugh dia pukul ketiak pria tersebut sehingga kesakitan dan kepalanya agak menunduk ke bawah dan Naomi tentu saja tak membiarkan nya...dia angkat lututnya sampai menghantam kepala bodyguard tersebut dan akhirnya kedua pria berbadan besar itu jatuh tumbang di bawah.


Bagaimana dengan Jihan dan Adi? Mereka sedari tadi melongo dan mangap melihat apa yang Naomi lakukan.


"Nih lihat, wajahku dan photo di kartu mahasiswa ku. Lihat baik baik. Aku bukan anak kecil...aku Naomi Azura...anak dari Daddy Akimoto yang berasal dari Jepang....jika aku mau, aku bisa potong potong tubuhmu. Tau kamu?" Naomi memperlihatkan kartu mahasiswanya. Dan kedua bodyguard itu meminta maaf.


"Maaf kan kami nona Naomi Azura....mohon jangan adukan kami ke ayah anda. Kami mohon. Dan silahkan anda masuk." Kedua bodyguard itu menunduk sambil menahan rasa sakit.


"Aku sudah tidak selera, seleraku hilang gara gara kalian....Adi, Jihan...ayo pulang. Gue gak mood." Adi dan Jihan pun mengikuti Naomi masuk ke mobil.


"Yah...gagal deh..." Ucap Jihan dan Adi


"Tenang, besok kita ke club lagi. Sekarang aku jadi gak mood." Ucap Naomi dan mobilpun melaju kembali ke kosan masing masing.


Keesokan harinya mereka siap untuk ke club' lagi...mereka kembali ke tempat kemaren mereka datangi, namun kali ini mereka lolos tak ditahan lagi. Sang penjaga pun langsung kenal dengan Naomi dan tanpa cek pun mereka langsung masuk begitu saja.


Akhirnya mereka bisa masuk dan memesan minuman ringan, jus dan cemilan.


Setelah beberapa saat membiasakan diri berada di tempat yang sangat bising, barulah mereka memutuskan untuk joget...mereka masuk ke tengah tengah orang yang berdesakan.


Adi, Jihan dan Naomi menggoyangkan badannya mengikuti irama....mereka joget berhadapan bertiga namun ada seseorang yang terus menempel nempel badan naomi, dia tak hiraukan karena mungkin laki laki itu sedang mabuk atau tidak sengaja.


"Ayo joget baby .." Naomi membesarkan matanya " sana...jangan terlalu dekat." Laki laki itu terus menempelkan badannya apalagi bagian bawah selalu digesek ke p*ntat Naomi....Naomi sontak merasa marah dan mendorong laki laki itu.


"Kenapa kamu mendorong aku Hem? Kamu mau ajak aku ke tempat sepi sayang?" Naomi menahan amarahnya karena Adi dan Jihan menahan tangan Naomi sehingga dia tidak dapat mendekati pria itu.


"Hey...baby...kemari sini...ayo kita senang senang sayang..." Pria itu mendekat dan menyentuh wajah Naomi.


"Lepaskan tanganmu." Pria tersebut tersenyum lebar


"Aku bilang, lepaskan sebelum kamu menyesal." Adi langsung menahan badan Naomi.


Mereka mendudukan badannya di kursi mereka dan menenangkan diri.


"Jangan kau ladeni ya Naomi...sabar ok." Ucap Adi


"Jangan berkelahi lagi...aku khawatir." Naomi mencebikkan bibirnya " cih... khawatir padaku? Yang benar saja?" Jihan tersenyum


"Bukan khawatir padamu, tapi pada pria itu...aku tak yakin nyawanya bisa sampai besok dengan keadaan yang baik baik saja Naomi." Mereka pun tertawa


Namun sayang, pria yang tadi datang lagi dengan kedua temannya.


"Hai cantik...kita ketemu lagi...usiamu berapa sih? Kamu masih SMA ya? Atau SMP? Kok imut banget sih? Kamu mencuri KTP kakakmu ya sampe bisa masuk ke sini?" Naomi tersenyum lebar


"Aku memang imut ..tapi sayang aku sudah besar dan mampu melawan kalian bertiga." Ketiga pria itu terbelalak seperti tak percaya.


"Wow .. awesome...maksudnya melawan itu bagaimana sayang " pria yang bernama Ozi itu menyentuh pipi Naomi. " Namaku Ozi...aku bisa memuaskan mu, bagaimana?" Naomi tersenyum lebar


"Bagaimana kalo kalian langsung bertiga...aku imut namun mampu memuaskan kalian bertiga secara langsung. Mau bagian bibir, perut atau........bawahmu?" Naomi tersenyum menggoda dengan tatapan seksi.


"Owww manis sekali...kamu membuatku horny...kecil kecil menggemaskan." Kata Ozi dan kedua temannya tersenyum manis


"Menggemaskan dan jangan lupa satu lagi....mematikan." tatapan tajam Naomi menusuk mata Ozi.


"Wow...baru kali ini aku lihat gadis imut nan seksi begitu menggoda. Sang penakluk." Naomi tersenyum manis


Adi dan Jihan dari tadi sudah tak tenang...dah Dig dug jantung mereka, karena mereka tahu Naomi tak akan melepaskan ketiga pria tersebut.


"Naomi...kita pulang yok ..please." ucap Adi


"Ya...kita pulang saja yok...it's too late. Yok..yok..yok.." Jihan menggoyang goyangkan tangan Naomi.


"Kalian kenapa sih, ganggu aja. Atau kamu juga mau kami puaskan hah?" Adi terbelalak " jangan sentuh dia."


"Ahahaha...kau pacarnya ya? Kok marah." Ucap pria yang bernama Ega


"Neng cantik, mending sama babang Ega yok." Naomi melirik ke Ega.


"Ega...oh nama loh Ega...Lo suka sama teman gue?" Ega tersenyum " jika dia mau gue juga mau, gak akan nolak." Naomi menganggukkan kepalanya


"Tapi dia gak akan bisa puasin Lo... sebenarnya dia itu cowok...main pedang dong Lo nanti? Dia belum operasi bagian bawahnya...keburu abis duit. Gimana dong?" Ucap Naomi sembari mengangkat bahunya


"Oh .. gitu ya...emmm gak jadi deh..gue masih suka yang berlobang...gak suka main pedang " Ega menggidik ngeri


"Jadi gimana? Bisa main berempat aja?" Adi langsung menahan badan Naomi.


"Naomi...udah. .kita balik .." Naomi melirik Adi


" ya udah kali ini gue lepasin mereka kalo mereka memperbolehkan kita pulang ok " Naomi berbisik dan Adi menganggukan kepalanya


"Tapi kalo mereka gak lepasin kamu siap lawan dua orang? Kan aku cewek, jadi aku lawan satu aja. Ok. Atau kamu lawan semua gimana?" Adi melotot kan matanya "Naomi...gue masih belajar bela diri sama Daddy...belum sabuk hitam kayak Lo." Bisik Adi 


"Dasar Lo." Kesal Naomi.


"Emmm maaf guys ..teman teman gue ngajak pulang ..jadi lanjut lain waktu aja kali ya..." Naomi, Jihan dan Adi hendak melangkah kan kakinya namun dihalangi mereka bertiga.


"Mau kemana? Lo harus tanggung jawab dong...udah bikin kita *orny trus ditinggalin gitu aja? Gak bisa dong sayang ..." Naomi tersenyum


"Maaf...lebih baik Lo jangan halangi jalan kita deh, entar Lo nyesel lagi." Naomi sangat santai menjawab mereka bertiga


"Sayang...." Ozi membelai pipi Naomi lalu turun ke leher dan ke dada hampir menyentuh daerah terlarang." Naomi menatap tajam


"Stop..atau Lo bakal nyesel." Ucap Naomi dan Ozi menghentikan gerakannya dan tersenyum lalu melanjutkan gerakannya, hampir dekat dan Naomi menyentuh tangan Ozi....


"Sayang...aku bilang hentikan." Suara lembut dari Naomi namun


Trek....suara tangan patah.


Ya Naomi pelintir kan jari jari tangan Ozi. "Aaaaaaaa s*tan..... g*blok....sakit a*jir...awwwwwww." Naomi tersenyum dan mengangkat sebelah alisnya.


"Bagaimana...nikmat kan rasanya....ayo aku puaskan kalian." Adi dan Jihan langsung ke pinggir. Dan yang lain melihat pergulatan ketiga laki laki tersebut melawan seorang gadis mungil namun mematikan


Bugh..bugh bugh...tendangan kaki kanan dari Naomi menghantam Ega dengan kepala Ozi sebagai tumpuan. Mereka menjerit kesakitan. Pukulan demi pukulan dan tendangan demi tendangan Naomi keluarkan membuat Ozi dan Ega tersungkur di bawah lantai club.


"Ow...satu lagi...aku lupa. Siapa namamu?" Suara lembut Naomi mendayu di telinga namun menusuk di kalbu


"Jjjjjj....ja..jaki...nama gu..gue jaki." Ucap laki laki yang bernama jaki.


"Jaki sini dong...katanya mau ikut dipuasin...sini dong sayang ... Come to mama... hahaha." serem, terlihat menyeramkan tatapan Naomi.


"Gak...gak ..udah ..ma...makasih." Naomi tersenyum lebar


Plak plak...dua kali tamparan Naomi berikan untuk jaki.


"Itu untuk mata Lo yang jelalatan." Ucap Naomi


Plak..plak..." Itu untuk tangan Lo yang berani sentuh paha gue tadi." Lanjut Naomi


Bugh. .sekali tendangan Naomi berikan " itu untuk kelakuan Lo karena udah sempat Sentuh b*kong gue." Mereka bertiga tersungkur bersama


"Naomi awas..." Teriak Jihan


Bugh..bugh...tendangan ke belakang dan tendangan memutar dari Naomi berikan untuk Ozi karena dia sudah berani berniat memukul Naomi dengan botol minuman.


Naomi naik ke meja dan duduk melihat ketiga orang tersebut.


"Gue udah memuaskan kalian kan?"


Naomi, Jihan dan Adi berteriak "PUAS... PUAS....hahahah...puas kan Lo." Mereka bertiga tertawa.


Dan Ozi sang anak menteri menelpon pengacara hendak melaporkan ke polisi. Namun Naomi juga tidak akan tinggal diam, dia telp Daddy nya dan pengacara yang diutus Daddy nya pun datang.


Sang pengacara dengan pengacara pun berbicara. Adi tidak lupa untuk memberikan video yang dia rekam diam diam... bagaimana para lelaki itu melecehkan Naomi. Sentuhan demi sentuhan dan sampai babak belur ada di video itu. Dan kedua pengacara itu mengeryitkan dahinya merasa ngeri dengan perlawanan Naomi. Akhirnya Naomi dan kawan kawan lepas.


"Dadah Ozi, Ega, dan jaki...kalo Lo belum puas Lo bisa cari gue. Ok. Emuah..." Naomi tersenyum manis dan pergi bersama pengacaranya juga Adi dan Jihan setelah pengacara Naomi memberikan cek uang sebesar 50 juta untuk pengobatan.


Flashback end


******


Masa muda Naomi memang seru ya...hahaha...


See you next chapter


Thanks for reading my story and don't forget to give like vote and comment ya guys.


Bye 🤗😘