One Night In Singapore

One Night In Singapore
Penyelamatan part 2



Arsen menatap dengan geram lalu berkata.


"Kita selesaikan semuanya di sini...pastikan jika anak buah mu semuanya selamat. " Orlando menyeringai lalu berkata "habisi mereka berdua." Tanpa tahu jika mereka telah dikepung.


Gio dan Arsen menghadapi delapan orang sekaligus. Mereka dikepung ditengah tengah. Namun Naomi saat ini sedang menarik seseorang yang berdiri dekat dengan Dasha.


Naomi tarik tangannya lalu sang pria menoleh dan berusaha melawan, namun naas...Naomi sudah melakukan pukulan di tengkuk nya dengan sangat cepat dan pria itu pingsan....


Melihat temannya pingsan, seseorang berusaha melawan Naomi, mereka berkelahi hebat.


Boomer melihat sebuah kesempatan, dia berusaha membawa Dasha dari sana setelah mengetahui tidak ada yang curiga padanya. Saat boomer membuka ikatan Dasha dari kursi tadi, ada seorang pria yang berusaha menembak namun Naomi tendang tangannya sehingga tembakan itu mengenai atap gudang. Boomer melihat seseorang berpakaian hitam berteriak " bawa dia pergi, cepat. Di saat itu boomer tahu sosok ini ada dipihaknya.


Boomer dan Andre yang sudah masuk langsung membawa Dasha keluar dari pintu samping gudang. Mereka di kelilingi oleh 5 orang anak buahnya sebagai perisai, untuk berjaga selama menaklukkan bom, boomer tidak terganggu siapa pun.


Anak buah Arsen langsung masuk dan membantu sang big bos.. Naomi yang sudah melihat Dasha selamat di bawa keluar, dia langsung menghilang entah ke mana.


"Semua masuk dan habisi mereka" perintah sang big bos.


Naomi yang sudah keluar dari gudang, melihat di balik pohon. Dia buka semua perlengkapan ninja nya. Setelah itu dia mendekat ke arah Dasha.


Andre melihat Naomi mendekat.


" Naomi..sebaiknya kamu menjauh. Kami belum menaklukkan bom nya."


"Gak usah peduli kan aku, taklukkan saja bom nya." Naomi melihat wajah Dasha yang mungil dan cantik. Dia melihat mulutnya belum dilepaskan.


"Kalian ini ya .. kenapa ini gak dilepas dulu?" Naomi membuka penutup mulutnya. "Maaf kami lupa dan fokus ke bom." Ucap Andre.


"Oh...thank you." Dasha dapat membuka mulutnya.


Di dalam suasana masih tegang, sesekali terdengar suara tembakan. Tak lama ada sekitar 20 an orang datang dengan pakaian merah hitam dan di tangannya ada tato kepala macan.


Andre langsung memberikan kabar kepada Arsen. Arsen yang sudah tahu dari Jodi sebelumnya, sudah memberi perintah para sniper untuk menembak dari atas.


Boomer begitu serius, keringat sudah bercucuran, dia berusaha untuk mematikan bomnya.


Lexi Ardofan sang penjinak bom yang sekarang disebut boomer sudah terbiasa berhadapan dengan berbagai jenis bom, kali ini agak kesulitan karena waktu yang sangat mepet. Tinggal 3 menit lagi dia harus menyelesaikan misinya.


Tit..tit..tit... Lampu merah berkedip kedip menunjukkan waktu terus berkurang.


Dor..dor..dor.. terdengar suara tembakan dari dalam. Tanpa di ketahui 20 orang yang baru datang sudah tersisa 10 orang lagi karena ditembak sang sniper profesional dari atas.


Cleb..cleb..cleb... Tembakan demi tembakan dikeluarkan namun suaranya tak terdengar, yang jelas sudah tersisa setengahnya.


Boomer melirik kabel hitam namun di balik nya terdapat wire berwarna emas tipis. Dia langsung menyeringai.


"got you" Naomi ikut tersenyum melihat kejelian boomer. Boomer memotongnya dan hening, lampu merah berkedip itu tak menyala lagi. Melihat boomer bernapas lega Andre langsung memotong rompi yang ada di badan Dasha.. Dasha yang masih bergetar tak dapat bergerak hampir terjatuh langsung Naomi peluk.


"Sayang... Kamu gak papa?" Dasha masih mengontrol napasnya. Dia menitikkan air matanya. Dan Naomi langsung mendekapnya dengan lembut. Naomi melirik boomer dan tersenyum. "Are you ok?" Boo.er menganggukan kepalanya "i am ok."


Seketika boomer melihat darah menetes di lengan kiri nyonya nya. Dia langsung merobekkan bajunya dan memegang bahu meraba tangan dan Naomi memekik. " Aw..."


"Nyonya, maaf.." boomer langsung membalut tangan Naomi dengan cepat dan menatap wajah Naomi.


"Nyonya..yang tadi?"


"Suuut..." Naomi menyimpan telunjuknya di bibirnya sendiri supaya boomer tidak banyak bicara, takutnya nanti Arsen yang sedang sibuk malah heboh mikirin Naomi.


Naomi tersenyum kalau meminta boomer untuk menggendong Dasha ke mobil.


Naomi, Dasha dan boomer memasuki mobil Alphard nya dengan di kawal anak buah yang lain agar tetap terlindungi. Setelah masuk ke sana boomer kembali ke gudang tua itu beserta Andre. Kelima orang berjaga di luar mobil Anti peluru itu.


Dipeluk dan dikecupnya bibir ranum Naomi sebagai pengganti tenaga yang sudah keluar. Ya .. Naomi bagaikan charger buat Arsen.


"Battery ia full." Mereka tersenyum dan yang belakang sudah mendekat.


"Naomi.... My turn." Gio sudah memonyongkan bibirnya dan malah dipukul oleh Arsen.


"Arsen ih... My battery is low." Gio memberenggut. Tak di sangka ada seorang wanita turun dari mobil lalu berlari dan memeluk gio


"Are you ok." Gio mengerjapkan matanya. Kaget campur senang.


"Yes, i am ok...thanks you are saved."


"Dasha... Kamu gak luka kan?" Gio meregangkan pelukan Dasha lalu menatap mata Dasha.


Dasha tersenyum manis "tidak.. berkat kak Naomi... Dia hebat."


"My little aom memang hebat."


"She is my angel... Not your little aom anymore."


"Sampai kapanpun dia tetap my little aom." Gio mencebikkan bibirnya.


"Berhenti kalian, dan kapan kamu lepaskan gadis itu di pelukanmu gio?" Gio baru sadar sedari tadi mereka terus berpelukkan.


"Kamu cemburu ya?" Naomi memutarkan bola matanya.


"Ayo Dasha, kita kembali ke mobil." Di dalam mobil terasa hening. Dasha yamg baru memperhatikan Arsen dan Arsen pun begitu. Mereka saling bertatapan.


"Dasha... Boleh ku tanya sesuatu?" Dasha menganggukan kepalanya. "Siapa nama aslimu." Dasha terkejut


Lalu dia meneteskan air matanya.


"Shasha Miller..." Air mata terus menetes dan tanpa aba aba ars n langsung memeluk Dasha..


"Honey.. it's me... Your semi." Keduanya saling berpelukan melepaskan rindu.


"Is it you? Really you?" Arsen menganggukan kepalanya dan menatap wajah adik kecilnya.


"Oh.. thanks God... Alhamdulillah ya Allah..." Arsen kembali memeluk Dasha. Naomi dan gio ikut tersenyum bahagia.


"Akhirnya kalian bertemu." Ucap Naomi. Gio melirik bahu Naomi dan mengeryitkan dahinya.


"Aom...kenapa bahumu?" Naomi tersenyum kikuk namun mata Arsen ikut melirik bahu Naomi.


"Sayang kamu terluka? Bagaimana bisa?" Arsen begitu panik lalu melepaskan pelukannya terhadap Dasha.


Naomi menarik nafasnya " gio...kamu merusak momen.. lihatkan? Padahal aku sedang m nikmati momen bertemunya kakak adik ini."


"Maaf...tapi aku khawatir padamu, aom..kau juga berharga untuk ku.. aku tak mau ada apapun yang terjadi pada mu."


"Itu.... Luka itu... Karena sabetan pisau ketika menyelamatkan ku " Arsen dan gio terkejut dan matanya melotot.


"Sudah ku bilang, kamu diam jangan bicara apapun. Lihat...mata mereka berubah jadi melotot padaku.. bukannya khawatir dan bawa aku ke RS."


"Maaf kak..hehe." Dasha tersenyum kikuk.


"Kamu harus mendapatkan hukuman Naomi."


"Ya ampun Arsen..." Naomi menghela napasnya kembali.