
Malam semakin larut tapi Arsen gak mau lepas pelukannya di pinggang Naomi. Sungguh perilaku yang berbeda, dingin, kaku, irit bicara tapi sekarang setelah tambah kenal apalagi sudah jadi pacar, Arsen benar benar berbeda. Posesif dan manja itu yang dilihat Naomi dari Arsen saat ini.
"Sen, ini udah malem loh...gak mau pulang?" Tanya Naomi dengan lembut
"Aku masih mau di sini sayang, di apartemen aku sepi...gak ada temen." Jawab Arsen manja
"Tapi ini udah jam 9 malam loh...kamu juga butuh istirahat, besok kamu ngantor kan?" Jawab Naomi sambil mengelus kepala Arsen.
"Aku gak mau sayang, aku pengen dekat sama kamu. Aku malas pergi dan mengendarai mobil." Arsen masih betah saja melingkarkan tangannya di pinggang Naomi dan wajahnya menghadap ke perut Naomi.
Ya posisinya sekarang Naomi sedang duduk di sofa dan Arsen tidur dengan posisi kepala di paha Naomi tapi menghadap perut dan tangan memeluk pinggang Naomi seakan akan tidak mau lepas.
"Arsen....gak bisa gitu dong, kamu kan harus pulang. Gak bisa nginep di sini. Gimana kamu ke kantor coba?" Naomi berusaha bicara dengan lembut, soalnya takut menyinggung Arsen.
"Emang gak boleh nginep ya sayang?"
"Ya bukan gak boleh, cuma besok gmn kamu kan gak bawa baju ganti, masa ke kantor gak ganti baju."
"Kalo alasannya baju, gampang. Besok pagi juga bisa Dateng tuh baju." Jawab Arsen tersenyum sambil mengangkat alis nya
" Ya udah deh, terserah aja. Kamu bisa tidur di kamar sebelah ya. Kamu kayaknya udah ngantuk juga, udah sana ke kamar."suruh Naomi
"Ya udah bentar lagi ya..ya... 5menit lagi. Aku masih pengen peluk kamu." Jawab Arsen manja sambil cengar cengir.
"Ok. Tapi paha aku ini udah pegal, kesemutan Arsen." Dan Arsen langsung duduk karena merasa kasian dengan Naomi yang sudah merasakan kesemutan di pahanya.
"Maaf ya sayang...kelamaan ya tidurannya. Kamu lelah pasti. Udah pulang kerja langsung masak, pahanya aku jadikan bantal lagi." Ucap Arsen sendu.
Naomi yang melihat tingkah Arsen merasa gemas. Bagaimana bisa Arsen kok lucu gitu ya. Ah wajah nya yang tegas tapi terlihat polos gitu. Jadi aneh lihatnya. Karena merasa gemas Naomi jadi mencubit pipi Arsen dengan gemas.
"Adudududu.... gemes deh. Kok kamu lucu sih. Gak papa kali. Santai aja sen." Naomi mengunyel unyel pipi Arsen dan wajah mereka sangat dekat. Arsen yang diperlakukan begitupun merasa panas, wajah mereka berdekatan dan tanpa disadari mereka bertatapan.
Deg..deg..
Deg..deg..
Jantung mereka berdetak dengan kencang, awal dari tatapan, mata Arsen pun turun ke bibir Naomi yang sangat kecil menggoda. Bibir yang ranum membuat Arsen bergerak. Kepalanya miring dan tanpa terasa bibir Arsen menyentuh bibir Naomi.
Naomi kaget, tapi tak menolak. Dia terdiam dan mengedip ngedipkan matanya.
Yang awalnya hanya menempel lama kelamaan bibir Arsen ******* bibir Naomi. Sedangkan Naomi masih diam tak membalas. Merasa tidak dibalas Arsen pun tak tinggal diam, dia gigit bibir bawah Naomi dengan pelan dan Naomi pun kaget dengan spontan membuka bibirnya sedikit. Arsen merasa senang dan bisa dengan mudah memberikan ******* ******* dan mencari lidah Naomi.
Naomi yang sudah sadar akan perbuatan Arsen dan merasakan sensasi ciumannya yang memabukkan membuat Naomi membalas ciuman itu. Walaupun sedikit ragu ragu.
Naomi memang taat dengan agamanya, namun dia juga bukan seorang muslim yang fanatik. Dia pernah berciuman dengan Leon ya walaupun cuma berapa kali karena kesibukannya. Jadi jarang banget. Naomi sama sekali gak jago. Dia masih amatiran.
5 menit mereka berciuman sampai sampai kehabisan nafas. Naomi pun melepaskan bibirnya dari bibir Arsen.
Hah..hah...mereka butuh pasokan oksigen sekarang. Naomi yang melihat bibir Arsen dia langsung memalingkan wajahnya karena merasa malu.
"Oh...gue malu banget. Ahhh....ini kita baru jadian kok udah main cium aja. Dasar Naomi bodoh." Naomi mengutuk dirinya sendiri di dalam hati.
Dia ngerasa kok bisa bisanya baru jadian 2jam udah main cium aja, dulu sama Leon udah jadian sebulan baru mereka berciuman untuk pertama kalinya. Dan itu juga cuma kecupan.
Arsen yang melihat wajah Naomi menjadi merah merasa lucu, dia tau Naomi malu dan merasa canggung. Arsen memegang wajah Naomi dengan kedua telapak tangannya dan menghadapkan ke wajah Arsen. Dia menatap mata dan bibir Naomi. Naomi kaget langsung refleks menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Jangan liat wajah aku sen." Arsen pun tersenyum melihat tingkah laku Naomi. Sungguh menggemaskan
"Kenapa gak boleh, ini wajah pacar aku. Mau aku lihat terus Berjam jam juga itu hak aku tau." Goda Arsen
"Tapi ini wajah aku, aku yang menentukan boleh dilihat dan tidak."
"Ayo buka dong, wajahnya jangan ditutupi gitu. Aku gak bisa lihat wajah manis my angel." Arsene mencoba melepas tangan Naomi dari wajahnya
"Aku malu Arsen. Ih...." Naomi masih menutup wajahnya
"Gak usah malu, kamu harus terbiasa ok. Ayo buka tangannya. Kamu gak mungkin tutup terus kan."
"Ya udah aku buka tapi kamu jangan goda aku ya. Awas kamu." Naomi bener bener merajuk.
Naomi melepaskan tangan nya dan tampak wajah Arsen yang tersenyum lebar. Naomi malu memang tapi dia berusaha untuk terlihat normal.
"Kalo boleh tau, siapa yang pertama kali cium kamu." Tanya Arsen
"Mama aku." Jawab Naomi singkat
"Naomi...ish...hampir semua orang di dunia juga pasti dicium pertama kali pasti sama mamanya."
"Nah itu kamu tau...masih nanya." Mendengar jawaban Naomi membuat Arsen kesal sekaligus gemes
"Maksud aku, cowok yang pertama kali cium kamu. Jangan bilang itu ayah kamu ya. Tp cowok yg lain. Kamu tau kan maksud aku?" Mendengar ucapan Arsen Naomi pun tertawa.
"Hahaha...iya iya aku ngerti. Segitu aja marah pak...." Jawab Naomi
"Yang pertama cium sih, Gio."
"Pacar kamu yang pertama?"
"Bukan..kita gak jadian sih."
"Kok bisa?"
"Dia cinta pertama aku sih...dulu waktu aku sekolah di SD kita sekelas. Bareng bareng terus. Kita juga tetanggaan. Kita sering main ber3 aku, kak Hendrik dan gio. Lama lama muncul rasa..pas kita SMP gio harus melanjutkan sekolah di Thailand. Karena bokapnya buka perusahaan di sana."
"Kamu sedih dong?"
" Ya pasti lah...aku nangis, merasakan kehilangan. Seminggu sebelum dia berangkat dia bilang harus pergi ikut orang tua nya. Aku sedih..aku nangis dan dia bawa aku main ke Dufan, jalan jalan ke pantai, terakhir kami ke puncak. Malam yang kita lewati untuk terakhir kalinya. Karena besok pagi nya dia harus berangkat." Naomi terdengar sangat sendu. Terlukis kesedihan di matanya
"Kenapa tidak tetap komunikasi?" Tanya Arsen sedikit ada rasa cemburu
"Karena dia bilang, aku mungkin tak bisa hubungi lagi kamu karena kami akan tinggal di daerah yang sinyalnya agak lemot. Dan dia bilang, suatu saat nanti dia ingin kembali ke Indonesia dan melihat ku...setelah bicara begitu dia mencium bibirku dengan lembut lalu memelukku dan mencium kening. Kami pun pulang." Naomi tersenyum getir
Arsen menatap Naomi, memperhatikan raut wajah nya. Ada sedikit kegundahan di hati Arsen, bagaimana jika gio kembali dan menemui pacarnya. Arsen memberanikan diri untuk bertanya.
"Jika..." Arsen menelan salivanya dengan susah
"Jika...dia kembali dan menemuimu, apa yang akan kamu ucapkan?" Dag did dug jantung Arsen menunggu jawaban Naomi
Mendengar pertanyaan Arsen, Naomi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan pelan.
Setelah mendengar jawaban Naomi, Arsen pun tersenyum dengan lebar. Dia merasa senang dan tenang tentunya. Dia tidak usah terlalu khawatir lagi. Arsen lalu memeluk Naomi dengan erat.
"Thanks baby...i love you." Bisik Arsen di telinga naomi.
"Me too." Jawab Naomi.
" Tapi sekarang kamu, siapa cewek pertama yang cium kamu, hayo jujur." Tanya Naomi
"Jangan jawab my mother ya, ngikutin aku. " Lanjut Naomi
Yah...tadinya Arsen mau jawab gitu, tapi dah keburu di skakmat.
"Hehehe..." Arsen cengar cengir
Arsen menatap ke depan dan memulai menjawab.
"Viona, dia wanita pertama yang menciumku. Tepatnya aku yang menciumnya. Aku kan cowok ya." Jawab Arsen
"Lalu ada kisah apa di balik kalian?" Naomi sangat penasaran.
"Kita sekolah SMA bareng bareng. Selama 2th. kelas 2 dia baru sekolah karena Dia pindahan dari Paris...pas ketemu aku langsung jatuh cinta. Tepatnya kami saling jatuh cinta. Dan langsung jadian seminggu setelah kenalan."
" Wow... Cinta pada pandangan pertama ya." Selidik Naomi
"Dulu akupun gitu sama kamu. Aku langsung jatuh cinta Waktu ketemu kamu di jembatan dulu. Pas awal aku liat kamu sedang berkelahi dengan penembak itu....untuk menyelamatkan aku Naomi." Ucap Arsen tersenyum
" Mungkin itu hanya rasa kagum saja...bukan jatuh cinta."
"Awalnya akupun berpikir begitu, mungkin cuma kagum tapi setelah itu, diobati kamu, lebih mengenal kamu dan lebih dekat, itu memang aku sudah jatuh cinta." Naomi tersenyum dan merasa malu dan mengalihkan pembicaraan
"Trus kamu dengan viona gimana?"
"Ya kami pacaran selama 3th, kita LDR selama 1th karena dia kuliah di Prancis....dia bercita cita menjadi desainer...jadi dia memutuskan untuk kuliah di sana. Kita tetap komunikasi...aku sibuk kuliah dan dia juga..lama lama karena kesibukan kami berdua akhirnya kami memutuskan untuk berpisah secara baik baik." Jawab Arsen dengan tersenyum mengingat kisah cinta pertama nya.
"Jika dia kembali padamu? Datang dan menemui mu, bagaimana?"
Arsen pun tahu apa yang Naomi rasakan, karena dia juga merasakan hal yang sama tadi. Arsen pun menggenggam tangan Naomi sebelum dia menjawab.
" Aku mencintaimu my angel...kamu yang sudah merubah aku menjadi lebih hangat kembali. Sudah 2th aku sendiri, menjadi dingin dan kejam. Tapi kamu hadir mencairkan es yang beku. Aku cinta kamu. Itu yang harus kamu ingat. Jangan yang lain." Jawab Arsen dengan lembut dan tatapan sendunya.
"Apa yang terjadi 2th yang lalu?" Naomi merasa penasaran.
"Maaf...aku belum bisa jawab sayang...nanti jika sudah saatnya. Ok." Arsen sedikit terlihat tidak nyaman.
"Tidak sekarang Naomi...nanti... suatu saat aku akan beritahu kamu....maaf sayang " batin Arsen
" Baiklah... Mungkin itu kejadian yang sangat berat buat kamu dan kamu belum ikhlas dan belum mau melupakan nya. Aku mengerti. Jika kamu merasa itu tak masalah bercerita kepadaku maka ceritakan lah. Namun jika tidak perlu..maka jangan." Jawab Naomi merasa tidak enak.
" Ya udah cukup dengan kisah cinta masa lalu, sebaiknya kita tidur." Naomi pun berdiri
" Ayo aku antar ke kamarmu." Naomi menarik Arsen dan Arsen tersenyum sambil mengikuti langkah Naomi.
"Ini kamarnya, silahkan masuk tuan Arsen." Ucap naomi sambil membukakan pintunya.
Kamarnya memang sudah rapi... setiap hari selalu dibersihkan jadi tak perlu dirapihkan lagi.
" Kita tidak satu kamar?" Goda Arsen
" Enak aja....udah Sono masuk." Naomi mendorong badan Arsen dengan pelan namun Arsen menarik tangan Naomi sehingga badan mungil Naomi menabrak dada bidang Arsen. Arsen memeluknya. Naomi membalas pelukan Arsen.
" Good night Arsen...." Ucap Naomi dengan lembut lalu melepaskan pelukannya tapi Arsen malah mempererat pelukannya,
"Night kiss my angle." Pinta Arsen
"No....tadi kan udah sen."
"Cuma sekali aja my angel. Ayo lah. Please." Rajuk Arsen
"No..."
" Please...kalo gak mau aku bawa kamu ke kamar ini dan gak akan aku lepaskan. Aku peluk terus." Ancam Arsen
"Cih..ngancam....emang kamu gak akan tidur semalaman, terus pelukan aku gitu, emang bisa?"
" Ya bisa aja. Yg penting kita tidur sekamar. Hehe." Merasa tidak akan menang dari arsen, dan yang pasti gak akan beres beres akhirnya Naomi mengalah.
"Baiklah...hanya kecupan aja. Ok." Arsenpun mengangguk.
Naomi pun berjinjit mencoba mencium arsen tapi susah secara Arsen badannya tinggi jadi gak sampe.
Arsen mengangkat tubuh Naomi dan mencium bibirnya, ketika Naomi mau melepas kecupan itu, langsung arsen menahan tengkuk Naomi dan ******* bibir Naomi. Mereka berciuman dengan posisi Naomi digendong Arsen. Tak terasa sambil berdiri arsenpun membawa Naomi ke ranjang yang ada di kamar tersebut tanpa melepas pagutannya.
Merasa badan Naomi berada di kasur, dan butuh asupan oksigen, Naomi melepaskan pagutannya.
"Hah..hah...Arsen. ih..." Naomi mencoba bernapas lagi...Naomi menatap tajam dan memukul dada Arsen tp yang ditatap cuma cengar cengir aja.
Naomi bangun dan duduk. Begitupun dengan Arsen.
" Udah ah...aku mau ke kamar. Kamu tidur yang nyenyak ya. " Naomi berdiri dan melangkah kan kakinya keluar kamar. Arsen hanya menatap Naomi dan di pintu Naomi berbalik.
"Good night and have nice dream." Ucap Naomi sambil tersenyum.
"You too my angel." Arsen tersenyum bahagia.
Merekapun akhirnya tidur di kamar masing masing. Merentangkan tangannya dan berharap kisah cinta mereka bisa berakhir dengan indah.
******"
Gimana part ini seru gak?
Vote and comment itu penyemangat loh buat kami penulis, walaupun cerita ini masih Abal Abal to vote and comment apalagi share itu bentuk penghargaan bagi kami.
Thanks ya buat yang udah mau baca dan vote.
See you next chapter
Bye 🤗😘