
Naomi turun dari rooftop bersama dr Hendrik, mereka memang sudah beres tugas dan Sabtu waktu mereka libur sedangkan dokter yang akan menggantikan mereka adalah dokter Adi temannya Naomi.
Naomi masuk ke ruangannya mengambil jas juga tasnya dan keluar dari ruangan tersebut. Lalu dia berpapasan dengan Andre.
"Dre...untung aku bertemu dengan mu....aku ...aku mau pulang. Dan...nanti sore aku pergi ke rumah orang tua ku. Ku mohon bilang ke Arsen aku ke Bandung tapi jangan datang ke sana."
Sebenarnya dia sangat berat meninggalkan Arsen dalam kondisi seperti itu tapi apa boleh buat, dia juga butuh menenangkan diri.
"Apa kau tak mau bilang sendiri dengan Arsen, Naomi?"
"Tidak, aku tidak mau merusak momen mereka. Aku tahu sudah lama mereka terpisah...dan sekarang aku beri waktu untuk Arsen berdua, mungkin Hanna juga ingin menjaganya. Jika ada aku di samping nya, aku merasa tidak enak dan aku juga belum sanggup Dre melihatnya.....maaf. sampai kan maafku." Sungguh sendu dan tanpa semangat yang terlihat dari Naomi
"Ya sudah jika itu keinginan mu. Mudah mudahan kau bisa lebih tegar dan kuat, Naomi." Andre menarik napas panjang, terus terang dia adalah saksi dari cinta Arsen juga Naomi jadi dia tahu seberapa besar cinta diantara mereka dan betapa beratnya perpisahan.
Andre kembali ke depan ruangan Arsen, namun tidak masuk ke dalam karena saat ini Arsen dan Hanna sedang berbicara serius.
Ketika Naomi keluar dari RS, Adi baru saja melangkah kan kakinya.
"Hi cantik....loh kok...kamu kelihatan tak bersemangat sih?" Tanya Adi yang melihat Naomi tidak seperti biasanya.
"Hi di...oh ya...aku....titip arsen ya...aku udah cuti 2 hari, mau ke Bandung." Ucap Naomi lesu
"Kok Lo cuti mau ke Bandung sih? Kan Arsen lagi di rawat " sungguh Adi merasa aneh dengan tingkah Naomi
"Aku udah janji sama mommy."
"Tapi kok lesu gitu sih? Kalo gak mau jauh sama your love, si bule yang Lo cintai sepenuh hati itu...udah gak usah pulang. Cuti nya Lo undur aja. Bilang deh sama mommy Lo lagu jagain ca-lon su-a-mi." Ucap Adi menggoda Naomi, tapi yang digoda malah kelihatan sedih gitu dan diam aja, terlihat melamun.
"Halo Naomi...mi..mi..hey. Lo kenapa sih?" Adi menjentikkan jari nya
"Oh...gue gak papa kok. Pokoknya gue titip arsen ya, kalo ada apa apa Lo hubungi gue. Ok."
Tak lama sillia Dateng dengan tergesa gesa, sedikit berlari karena dapet kabar tadi.
"Naomi...Lo GPP kan?" Sillia langsung memeluk Naomi dan tak terasa Naomi meneteskan air mata nya. Adi yang tak paham langsung menerka nerka.
"Naomi...jangan bilang Lo disakiti sama Arsen....gue gak terima." Adi hendak pergi namun ditahan sama Naomi.
"Jangan di...Lo salah paham. Adi...gue mohon dengerin gue dulu." Adi yang hendak pergi pun mengurungkan niatnya.
"Jelaskan sekarang. Gak ada nanti nantian." Paksa Adi
"Jadi...mantan calon istri Arsen.....sudah kembali." Naomi menahan sakitnya. Berusaha untuk terlihat lebih tegar.
"What.." teriak Adi
"Itu kan cuma mantan Naomi...sekarang yang berhak atas Arsen itu Lo..pacar Arsen yang sekarang. MANTAN ITU MASA LALU." Ucap Adi
"Tapi mereka berpisah karena satu hal Adi ..Lo gak tahu..." Naomi terlihat sayu.
"Kalo gitu ceritain ke gue, sampai Lo mengalah." Desak Adi
Adi, sillia dan Naomi duduk di restoran depan RS untuk menceritakan apa yang sudah terjadi di masa lalu Arsen dan yang semalam terjadi.
Mereka menyempatkan pesan minuman hangat untuk menemani perbincangan pagi ini. Setelah sarapan Naomi menceritakan secara detail semua yang terjadi lalu reaksi adi dan sillia mereka menundukkan kepalanya dan menarik napasnya.
"Ya...kalo gini gue juga bingung...memang sebaiknya kalian tenangkan pikiran dulu, ambil keputusan dengan kepala dingin." Ucap Adi
"Ya sih...menurut gue juga gitu. Biar Arsen yang memilih. Cuma Lo harus siapkan diri Lo." Ucap Sillia.
"Kita akan selalu ada di samping lo. Lo punya kita bertiga." Ucap Adi yang diangguki Sillia
"Ya makasih ya...gue bisa tegar karena ada kalian di samping gue. " Jawab Naomi
Mereka saling merangkul....
"malem kita nyusulin Lo deh ke Bandung. Minggu kan libur" ucap Sillia
"Ok. Gue tungguin ya " ucap Naomi tersenyum.
"Gue telp Jihan, pulang Jihan kan jam 11 tuh, kita berangkat jam 12 malem aja, Adi Lo pulang sore sama kayak gue jadi kita siapin tenaga buat nyupir ke Bandung. Kita bisa giliran." Ucap Sillia
"Ok. Sip bos " jawab Adi.
"Ya udah yu...kita 5 menit lagi harus kerja. Untung cuma di depan RS." Ucap Sillia.
"Ya udah sana kerja..gue mau pulang dan istirahat sebelum berangkat ke Bandung."
Mereka pun akhirnya bubar dan pergi ke tempat tujuan masing masing.
***
Saat ini Arsen sedang termenung, dia bingung apa yang harus dilakukan. Sungguh sangat berat apalagi yang sudah dia dan Hanna bicarakan tadi pagi.
Flashback
"Lepaskan aku Hanna, lepaskan pelukanmu.' Arsen merasa risih dan tak enak jika Naomi nanti melihatnya.
"Arsen, aku mohon..biarkan seperti ini sebentar saja... sungguh aku merindukan mu." Ucap Hanna
Arsen tak bisa berbuat banyak, dia tak bisa menolak..dia juga kasihan atas apa yang terjadi 2,5 th yang lalu.
"Terima kasih Arsen, aku tahu ini tak mudah...dan kamu pasti kaget kan?" Sedikit sedikit Hanna melepaskan pelukan nya yang.
"Kita perlu bicara, Hanna." Ujar Arsen
"Ya...kau benar, kita perlu bicara....terus terang dulu aku sangat mencintaimu...bahkan sampai sekarang pun aku masih sangat mencintai mu..." Hanna menarik napasnya
"Tapi Hanna...." Potong Arsen
"Tunggu. . jangan potong dulu Arsen, dengarkan aku dulu."
"Baiklah...teruskan."
"Dulu, aku sangat terguncang... bagaimana tidak...malam sebelum aku menikah seharusnya aku bahagia menanti kan keesokan harinya karena akan menjadi pengantin mu, namun malam itu... sepanjang malam aku hanya terisak karena kehormatan ku diambil....aku merasa kotor...sungguh tak pantas untukmu. Saat itu aku belum bisa menerima diriku sendiri....apalagi kamu, mana mungkin aku berpura pura tak terjadi apa-apa dan menikah dengan mu."
Hanna menarik kembali napasnya lalu berdiri menghadap jendela menatap pemandangan di luar sana.
"Aku rapuh Arsen... sampai sampai aku hampir memotong urat nadiku, namun James terbangun dan langsung mengambil pisau yang sudah ku pegang. Dia marah akan tindakan ku...dia meminta maaf karena sudah memperkosa ku, lalu dia mengajak ku menikah, tapi aku tidak mau.....aku terus berteriak memaki dia, memukul, menampar bahkan ku tendang dia, tapi dia hanya diam saja menerima pukulanku "
Hanna meneteskan air mata nya, dia teringat kejadian yang lalu yang telah membuat dirinya dan sang calon suami yang sangat dia cintai sampai terpisah kan akibat kejadian itu.
"Ku teriak lagi dan lagi, air mata ku terus mengalir....James melihat ku sangat terpuruk sehingga dia memotong urat nadinya sendiri sebagai tebusan kesalahan nya. Hampir dia mati, Ku telp ambulance dan tak lama mobil itu datang untung saja aku tidak terlambat membawa nya ke RS." Hanna meneteskan air mata nya
"Aku tidak menunggu James sampai dia tersadar, aku hanya tunggu sampai dokter mengatakan dia sudah terselamatkan....lalu aku pulang dan mengepak semua pakaian ku dan berangkat ke Hawai."
"Sebelum berangkat, di airport ku telp orang tua ku .. aku pergi dan akan kembali entah kapan. "
"Mereka datang setelah satu bulan aku di sana, sebulan setelah aku mulai dapat menerima diriku sendiri...aku jelaskan semuanya dan mereka dapat mengerti dan menerima keputusan ku untuk menjauh dari mu."
"Mereka mensupport...ku berusaha mencari kesibukan dengan bekerja di sebuah perusahaan sebagai sekretaris.... Waktu terus berjalan sampai James menemukan ku setahun setelah kejadian itu."
"Dia kembali menemui ku...kembali mengajakku menikah....namun ku tak dapat menerima nya...karena ...aku masih mencintaimu Arsen. Terbukti sampai sekarang...hatiku terus berdetak kencang ketika melihatmu, menatap wajah mu, menyentuh kulitmu.... selama ini..aku hanya berkhayal bisa menyentuh mu, namun sekarang hal ini menjadi kenyataan, jika ini adalah mimpi... sungguh aku tak mau terbangun."
" Setelah kau tau apa yang terjadi, ku harap kau mau kembali padaku. Kembalilah padaku Arsen, kekasih ku yang sangat aku cintai. " Hanna menatap wajah Arsen penuh harap.
Flashback end
Arsen tak bisa berbicara apapun .... Pikirannya melayang entah kemana. Dia butuh ketenangan...butuh masukan dari sahabat dan biasanya jika begini dia butuh pelukan Naomi dan butuh mendengar suara kekasihnya.
"By the way...di mana Naomi? Aku tidak melihat nya lagi setelah Naomi ijin untuk mencuci tangan setelah tadi pagi kita sarapan." Batin Arsen
*****
jangan lupa vote and comment ya.
thanks udah mau baca dan meninggalkan jejak...saya butuh support nya biar tambah semangat lanjutan cerita nya.