One Night In Singapore

One Night In Singapore
Honeymoon in Singapore



Untuk part ini ada adegan 21+ jika belum menikah dilewati aja ya. Mohon bijak dalam memilih bacaan. Merasa masih bocah jangan dilanjut baca jika melihat tanda 21+


Mereka telah sampai di Singapore dan memutuskan untuk menyewa sebuah  presiden suite room di hotel bintang lima. Sebenarnya bisa saja mereka tinggal di mansion Arsen namun rasanya seperti bukan honey moon buat mereka jadi lebih ke pulang ke rumah.


Saat ini mereka sedang santai menyantap lunch di kamarnya, mereka merasa lelah jika harus ke bawah untuk lunch.


Mereka berencana untuk keluar jalan jalan sekitar pukul 4 sore. Keliling Singapore seperti dulu kuliah pasti ada di dalam rencana mereka. Apalagi jalan jalan ke tempat dulu mereka pertama kali bertemu.


Setelah lunch mereka duduk di sebuah sofa sambil menonton televisi, Naomi yang duduk santai namun Arsen yang tidur berbantalkan paha Naomi.


Sebenarnya mereka tidak begitu fokus dengan acara televisi nya, mereka lebih ke ngobrol masa masa dulu mereka bertemu sampai bisa menikah sekarang.


"Honey .... Kamu tahu gak sebelum aku datang  ke acara pernikahan mu dengan Gio, aku sangat berat melangkah. Namun malam malam sebelum aku datang ke Lombok, aku meminta kepada Tuhan untuk menguatkan perasaan ku dan yang paling penting adalah mendoakan kebahagiaan mu." Naomi tersenyum seraya mengelus rambut Arsen.


"Ya dan doa mu diterima sayang..." Arsen menatap lekat wajah Naomi


"Aku sangat kaget ketika gio menyeretmu, rasanya aku ingin menarik tanganmu dan mendekapmu ke dadaku....jika seandainya hari itu gio tidak mengijinkan kita menikah, aku tak tahu bagaimana hari hatiku sayang." Naomi masih mengelus rambut Arsen dengan lembut


"Aku juga kaget...dengan apa yang dia lakukan. Padahal aku sudah ikhlas menikah dengan nya." Naomi berbicara dengan nada santai namun Arsen membelalakan matanya


"Kamu sudah jatuh cinta sama dia? Kamu gak senang menikah sama aku? Kamu terpaksa menikah sama aku?" Arsen memberondong Naomi dengan pertanyaan sambil bangkit dari tidurnya, dia duduk dan menatap Naomi dengan serius.


"Ya...aku tuh kalo udah janji ya pasti harus ditepati...aku dah bilang sama gio gak akan mencabut ucapanku, jadi aku sudah ikhlas." Arsen langsung menganga tak bisa berbicara


"Walaupun aku belum cinta banget sama gio...tapi aku sudah membuka hati aku buat dia, aku yakin dia bisa membahagiakan aku, ya... walaupun butuh waktu sih...secara dia kan cinta pertamaku. "Bwajah Arsen merah padam merasakan perasaan marah dan kecewa.


"Jadi kamu..." Belum selesai Arsen berbicara Naomi langsung memutus ucapan Arsen "jadi aku bahagia ... Sangat bahagia ketika aku diberikan ijin oleh gio untuk menikah dengan mu sayang ... Karena aku sangat mencintaimu...dan aku tak harus membuka hati aku untuk siapapun kecuali kamu. Arsen Miller yang menjengkelkan karena kamu selalu berada di hati dan pikiran aku sampai detik detik aku menikah dengan gio. "


"Kamu sudah buat aku kaget sayang..." Arsen menatap Naomi dengan wajah berseri-seri.


"Aku sudah berjanji saat itu, jika aku sudah mendengar kata sah...maka aku harus menghapus kenangan laki laki di hati aku...dan untungnya aku tak harus menghapus namamu di hati aku sayang .. suami aku tercinta." Naomi menatap Arsen dengan berbinar.


21+


Tak perlu menunggu lama setelah saling bertatapan mengeluarkan perasaan saling sayang mereka lewat tatapan, mereka langsung saling berpagutan, decapan demi decapan mesra mereka lakukan untuk menyalurkan rasa cinta yang mereka rasakan selama ini.


Ciuman mesra yang lama kelamaan berubah menjadi l**atan panas akan gairah yang baru mereka rasakan kembali keluar....


Tangan Arsen pun tak tinggal diam, dielus punggung Naomi dengan lembut dan tangannya pun meyelinap ke bawah kaos yang di pakai Naomi.


Dibukanya pengait b*a dan di sibakannya b*a itu ke atas sehingga tangannya bisa menakup dua benda kenyal dan padat.


Mulut Arsen sibuk dengan leher dan telinga naomi, namun tangan Arsen sibuk dengan kedua benda kenyal.


Naomi hanya bisa mendesah merasakan geleyar geleyar kenikmatan bagai tersengat listrik...


Tangan Naomi bermain di punggung Arsen yang kekar dan bidang. Mulut


Arsen pun berpindah ke benda kenyal seperti yupi itu...dijil*t dan di*mut perlahan dan sebelahnya tak dibiarkan begitu saja, dip*linnya perlahan seakan ingin memberikan kepuasan buat sang istri tercinta.


Tangan Arsen menuntun Naomi untuk memegang pisang tanduk milik Arsen, Naomi sangat terkejut karena pisang itu tambah lama tambah membesar dan keras.


Arsen membuka kaos nya dengan cepat dan dibuang ke sembarang arah...lalu di lepas nya hotpants milik Naomi beserta celana d*lamnya sehingga dia sudah tidak menggunakan apapun di badannya. Arsen tersenyum penuh g*irah melihat sang istri yang pipinya begitu memerah bagai tomat matang.


Naomi terlihat begitu malu dengan kondisinya sekarang namun Arsen meminta dia untuk melepaskan c*lana boxer nya "buka sayang...jangan malu." Naomi bangkit dari tidurnya lalu mulai melepaskan boxer milik Arsen sampai lutut dan Naomi menarik ke bawah menggunakan kakinya sampai terlepas sambil menggigit bibir bawahnya, terlihat sangat menggoda bagi Arsen... kenikmatan yang tiada terkira ketika berhubungan dengan istri sendiri karena ada label halal. Tak ada rasa takut, bimbang, bahkan khawatir.


Arsen yang sudah tidak berpakaian begitupun naomi membuat dia melanjutkan aksinya.


Arsen langsung men*ndih Naomi dan langsung kembali mel**at bibir seksi milik sang istri tercinta dengan lembut, kasar, kembali lembut dan penuh gairah...


Arsen yang sudah tidak tahan pun meminta ijin untuk melanjutkan aksinya " sayang....boleh?" Naomi yang sudah dari tadi merasakan nikmatnya rangsangan Arsen membuatnya ingin segera ingin dipuaskan.


"Ya sayang.  Please...." Naomi menganggukkan dan mer**as pa*tat Arsen begitu kencang menandakan dia sudah siap dimasuki.


Arsen berdiri dengan lututnya, dia mas*kkan satu jarinya sambil mengelus-elus daerah v milik Naomi membuat Naomi sedikit basah, melihat Naomi yang sudah menatap sendu membuat Arsen siap memasuki nya. Arsen memegang pisang tanduk yang panjang dan besar itu ke mulut v**ina Naomi dengan lembut dan perlahan sehingga Naomi mengeluarkan suara.


"ahhhhh...sa...yang....mas....su...kin..." Arsen tersenyum dan berkata " with my pleasure honey." Arsen mengarahkan ke daerah bukit milik Naomi. Sedikit demi sedikit benda itu masuk dan bles...


Tepat saat masuk suara lenguhan terdengar merdu di telinga Arsen. "Aaaaahhhhh." Arsen mulai meng**yang g*yang kan pinggangnya perlahan lahan lama kelamaan tambah cepat membuat mereka mend*sah tak tertahankan.


"Oooohhhhh sayang.... Naomi ... my... angel ... aaaaahhhhh Sem...pit.... Hangat...nik...mata...say...ang.." racau Arsen begitupun dengan Naomi.


"Aaahhhh... Sen....fas...Ter...honey..." Naomi pun meracau tak kalah dengan Arsen.


Mereka melakukan beberapa gaya, do*gi style, 69 dan women on top. Sekitar satu jam mereka melakukan penyatuan. Dan merekapun terkulai lemas di sofa dan tertidur sambil saling berpelukan.


***


Maaf ya cukup sedikit aja..jangan banyak banyak....gak baik untuk kesehatan jantung.  hehehe ..