
Sebulan telah berlalu..Naomi sering diantar jemput gio ke tempat kerja.
Saat ini gio sedang sibuk sibuknya mengurus bisnisnya dalam membangun hotel di daerah Bogor.
Minggu ini ada acara peresmian pembukaan hotel dan rencananya gio akan mengajak Naomi untuk datang ke sana.
Sore ini gio datang menjemput Naomi, dan terus terang saja gio sudah tak sabar ingin menjalin hubungan yang lebih serius lagi.
Sampai saat ini mereka memang belum menjadi pasangan kekasih.
"Naomi... besok sore aku mau ajak kamu ke sebuah acara pertunangan temanku. Bagaimana? Kamu bersedia kan?" Naomi tak punya acara jadi dia mengiyakan saja. Kebetulan besok hari Sabtu jadi libur.
"Tapi nanti kita ketemu di tempat, Eza akan jemput kamu. GPP kan? Soalnya temanku itu butuh sedikit bantuanku." Naomi terlihat sedikit bingung
"Masa aku ke sana sendiri sih, kan kamu yang ngajak aku. Aku malu lah "
"Aku udah di sana kok, jadi pas kamu datang aku pasti sudah berada di sana. Gimana...please" mohon gio dengan mengatupkan kedua tangannya
"Baiklah...tapi aku mau pas kakiku keluar dari mobil kamu sudah ada di sana dan langsung menghampiri ku. Ok." Gio mengangguk senang
"Siap my little aom." Naomi pun tersenyum lebar.
Seperti biasa Naomi diantarkan dan gio langsung pulang karena ada yang harus dia siapkan.
Hari pun telah tiba...Naomi tak dijemput gio dan dia tahu jika gio akan sibuk membantu temannya yang akan bertunangan hari ini.
Naomi bersiap siap memakai gaun pendek sampai di bawah lutut yang sedikit terlihat pundaknya. Memakai high heels membuat dia terlihat tambah anggun.
Waktu sudah menunjukan pukul 3:15 dan Eza pun datang untuk menjemput Naomi. Mereka hanya butuh 45 menit untuk sampai di tempat tujuan.
Sampailah mereka di sebuah tempat yang sangat indah....sebuah pantai yang indah apalagi di sore hari...udara berhembus dengan nyamannya menyibakkan rambutnya yang terurai.
Naomi diturunkan di sana dan diminta menunggu sebentar di depan pantai. Duduk di sebuah bangku yang sudah disiapkan.
Naomi sudah menunggu selama 10 menit namun tak ada tanda tanda siapapun...
"Katanya acara tunangan, tapi mana sih? Memang acaranya di mana?" Gumam Naomi
Naomi mencoba menelpon gio namun tak aktif.
"Kemana sih gio..kesel jadinya. " Ucap naomi
Tak lama terdengar suara helikopter, jika dilihat seperti mendekat ke arah Naomi.
Dan ketika benda terbang itu sudah berada di depan atas kepalanya, helikopter tersebut diam, hanya terbang di tempat.
Tak lama ada yang melemparkan sesuatu ternyata spanduk yang besar dan panjang bertuliskan 'I LOVE YOU'
Lalu seseorang terjun bebas ke laut itu dan menaiki jetski yang sudah berada di sana.
Naomi hanya bisa terperanjat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Di sana ada Adi dan Jihan dalam satu jetski dan sillia sama Eza.
Silia dan Jihan merentangkan spanduk gulung, mereka awalnya berdekatan namun sedikit sedikit menjauh sehingga ada tulisan 'will you be my girl' dan datang di satu jetski yang ditumpangi oleh satu orang yang baru saja terjun dari helikopter, ya itu gio dengan membawa sekuntum mawar merah di bibirnya.
Naomi tak bisa berkata kata...apa yang dia terima sangat manis...indah...dia tak menyangka gio akan melakukan hal semanis ini padanya.
Mereka pun mendekat ke arah bibir pantai, turun dari jetski nya menuju tempat Naomi berdiri. Tak sadar tau tau gio sudah berada di depan Naomi.
"Aku. Aku ...." Belum dijawab sudah gio potong
"I love you so much my little aom. Aku harap kamu gak nolak aku aom. Jika kau menolak ku, aku akan kembali ke Thailand." Tatap gio penuh harap
"Aku tahu gio kamu mencintaiku .. dan maaf....aku ....aku...tidak bisa..."
" Baiklah aku mengerti, mungkin kamu belum bisa melupakan sepenuhnya laki laki itu." Gio sangat sendu terlihat gurat kesedihan di wajah tampan nya itu.
"Gio...aku belum beres bicara...maksud aku, aku ..tidak .. bisa... menolak mu." Gio masih muram namun dia berpikir lagi apa yang Naomi sampai kan saat ini dan dia mengerjapkan matanya beberapa kali...
"Maksudnya gak bisa nolak aku berarti... berarti... kamu terima aku kan?" Mata gio berbinar binar apalagi ketika Naomi menganggukkan kepalanya.
"Yes..yes..yes .. thanks ya Allah...makasih aom udah mau membuka pintu hatimu untukku." Gio jingkrak jingkrak kegirangan.
Dan para sahabat di sana pun bertepuk tangan.
Gio yang ingin memeluk Naomi pun ditahan oleh Naomi karena badannya basah kuyup.
"Aaaaa Jangan Yo...nanti baju aku basah." Ucap Naomi sedikit mundur takut membasahi pakaiannya.
"Ok..ok..sorry..." Tak lama eza membawa minuman hangat untuk gio.
"Thanks Eza...kamu memang pengertian." Gio mengambil lalu meminum minuman itu karena badannya mulai kedinginan akibat hari sudah mulai gelap.
Gio kedinginan tuh...minum dulu deh biar sedikit hangat.
Wah suasana malam lebih indah nih.
"Selamat ya sayang...semoga bahagia selalu dan hubungannya bisa lanjut sampe ke pernikahan ya." Ucap Jihan dan diaminkan semua sahabat nya.
"Cepat pakai baju, nanti kedinginan." Ucap Naomi
",Aduh perhatian banget sih pacar aku.." pipi Naomi langsung memerah ketika dirinya dipanggil pacar.
"Cie blushing." Ucap gio lagi.
"Yooooo ish ..udah ya...kalo goda aku lagi, ucapan tadi aku tarik balik loh." Naomi menyilang kan tangannya di dada
"Baik lah baiklah...sudah jangan marah ya. Masa baru berapa menit jadian udah putus, kan gak lucu." Naomi tersenyum puas.
"Ya udah sana ganti baju." Ucap Naomi
Gio dan para sahabat nya berganti pakaian dan mereka makan malam di sana.
****""
Kurang sweet gak sih? Kasih masukannya dong.
Thanks ya udah mau baca, vote and comment
See you next chapter
Bye 🤗😘