One Night In Singapore

One Night In Singapore
Keberangkatan ke Lombok



Sillia kaget bukan kepalang, mendengar Naomi begitu sangar membuat dia sangat antusias.


"Wow.... amazing... awesome...Daebak...luar biasa.... seandainya hal itu terjadi sekarang, aku pasti akan sangat merasakan senang, bagai melihat hiburan. Hahaha." Naomi, Jihan dan Adi terbelalak melihat ekspresi sillia yang begitu menantikan perkelahian sahabat nya secara live.


"Kayaknya gak mungkin deh ...mereka udah kenal Naomi, gak akan ada yang berani lagi berurusan dengan Naomi sang penakluk...itu sebutan mereka buat Naomi, apalagi mereka sudah tahu dengan Daddy Akimoto." Ucap Jihan yang diangguki Adi


Akhirnya mereka pergi juga ke club' dan semua berjalan lancar, tidak ada yang berani mengganggu gadis imut nan mematikan ini.


Joget joget di club' dengan tenang akhirnya dapat mereka rasakan juga... menghilangkan penat dan lelah seharian cukup hilang hanya dengan berjoget di club'. Mereka tak lama di sana..pukul 11 mereka sudah pulang, lagipula orang tua Naomi sudah berangkat dari Bandung ke Jakarta tadi jam 9 malam.


Sekitar pukul 12 malam mommy Vina dan Daddy Akimoto sampai di apartemen Naomi.


"Hello my little girl..." Naomi cemberut


"Waalaikmslm..." Mom and dad langsung paham maksud Naomi


"Sorry.... assalamualaikum honey.." ucap Daddy dan Naomi tersenyum


"Assalamualaikum...sayang."  ucap mommy


"Waalaikmslm mom, dad." Jawab Naomi.


"Masuk mom, dad...langsung ke kamar aja ya biar bisa istirahat." Naomi mengantarkan kedua orang tua masuk ke kamar dengan koper yang sudah di bawakan supir mereka.


"Kita berangkat jam 10 pagi besok ya dad?" Tanya Naomi


"Ya...jam 10 berangkat dari airport, tapi berangkat dari sini jam 8 sayang." Jawab mom Vina dan diangguki Daddy.


"Ya udah langsung istirahat kalo gitu biar besok gak capek." Ucap Naomi.


"Ok...kita langsung tidur ya...tapi mau mandi dulu deh, badan mom lengket banget."


"Daddy ikut, bareng aja biar gak kemaleman ya." Mata mom terbelalak


"Jangan pikir yang macem macem mom, dad gak akan apa apain mom kok...udah malem capek.." mom memutarkan bola matanya


"Siapa juga yang pikir macem macem...geer." Naomi tersenyum melihat tingkah kedua orang tua nya.


"Udah cepat sana mandi dan tidur cantik...aku mau bocan juga...bobo cantik." Naomi pergi melangkah menuju ke kamarnya.


Malam sudah semakin larut dan mereka pun mengistirahatkan badan mereka.


Pagi telah tiba seperti biasa Naomi pasti bangun subuh dan menyiapkan sarapan setelah menjalankan ibadah sholat subuh.


Setelah sarapan mereka bersiap siap pergi ke airport, mereka menempati kursi VVIP supaya bisa lebih santai dan tidak berisik.


Seperti prediksi, mereka sampai siang hari. Sampai di penginapan mereka langsung istirahat setelah sholat Dzuhur.


Naomi merapihkan pakaiannya, baju pengantin sudah di gantung dengan rapi oleh penata rias dari kemaren.


Naomi menatap pakaian pengantinnya dengan sangat sendu...


"Besok...aku akan menjadi seorang istri... Istri dari gio...cinta pertamaku sejak dulu...namun kenapa hati ini rasanya hampa...apa aku sanggup membahagiakan suamiku? Sedangkan hatiku masih milik orang lain? Mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya...dan aku harus bisa...setelah kata sah diucapkan maka tertutup sudah hati ini untuk laki laki lain." Tak terasa air bening menetes di pipi Naomi.


Naomi melangkahkan kakinya ke balkon kamarnya, dia dapat melihat orang orang lalu lalang.


Semua yang terlibat sudah datang dari tiga hari sebelum acara dimulai.


Semua orang terlihat masih sibuk dengan menata tempat pesta. Bunga bunga tersimpan rapi dan begitu indahnya...lampu lampu bersinar dengan terang..



Tempat di mana nanti sepasang pengantin mengucapkan janji suci setelah akad nikah.



Tempat tamu menikmati hidangan disediakan berbagai tempat, ada yang di bawah tenda supaya ada tempat berteduh jika ternyata hujan turun, ada juga tanpa tenda dengan dihiasi lampu lampu di atasnya, dan ada tempat makan di pusat dekat dengan panggung hiburan di depan.




Para tamu dapat memilih tempat sesuai dengan selera dan kenyamanannya masing masing.


Naomi kembali memasuki kamar dan membaringkan tubuhnya. Dia harus istirahat yang cukup, tak boleh kelelahan dan kurang tidur...


Malam ini harus tidur yang nyenyak, tak boleh bergadang dan tak boleh banyak pikiran...esok hari pagi pagi sekali dia harus memulai aktivitas nya dengan luluran supaya lebih fresh.


Pernikahan akan diadakan sekitar pukul 4 sore... Naomi memilih dandanan yang modern dengan dua gaun yang berbeda, ketika akad dia akan memakai pakaian adat Sunda dengan memakai kebaya modern dan untuk resepsi setelah Maghrib memakai gaun pengantin berwarna putih dengan tatanan rambut simpel, sedikit hiasan di rambutnya.


*****


Tinggal beberapa chapter lagi tamat ya.


Thanks for reading and don't forget to give like vote and comment.


See you next chapter


Bye 🤗😘