One Night In Singapore

One Night In Singapore
Kembali ke Indonesia



Awas yang masih belum menikah skip pas ada tanda ini ya 21+


Malam telah datang saat nya mereka kembali pulang ke Indonesia. Perjalanan pun berjalan dengan lancar. Mereka sampai di rumah sekitar pukul 10 malam.


Saat ini mereka tinggal di mansion Arsen, barang barang Naomi sudah sudah di pindahkan oleh Andre.


Di sebuah kamar yang luas, di atas ranjang king size mereka merebahkan badannya. Menatap langit langit kamarnya mereka saling melempar senyum kebahagiaan.


Arsen memeluk Naomi dengan mesra dan sesekali mencium dahinya. Terkadang Arsen menggesek gesekkan jambang nya ke telinga, wajah dan leher Naomi sehingga istrinya merasa geli.


"Arsen..hentikan..." Rengek Naomi. Namun Arsen enggan menghentikan nya.


" Geli ya..geli ya...." Goda Arsen.


"Udah tau geli, masih dilakuin." Naomi mengerucut kan bibirnya.


"Sayang....aku mau cepat punya anak, gimana ?" Naomi tersenyum dan mengangguk "ya aku juga mau....emang kamu mau punya berapa?" Terlihat Arsen berpikir " emmm 3 boleh, 5 boleh. Sesanggupnya kamu aja sayang." Naomi tersenyum " aku terserah Allah mau kasih berapa...kalo di kasih tiga aja berarti Tuhan tau aku sanggupnya tiga." Arsen mencium mesra puncak kepala Naomi " Makasih sayang..aku bahagia banget nikah sama kamu."


Setelah melepas lelah mereka memutuskan untuk mandi sebelum pergi tidur.


"Sen.....aku mandi dulu ya..." Arsen melihat Naomi bangun dan membuka pintu kamar mandi namun ketika hendak menutup pintu Arsen tahan pintu itu.


"Jangan di tutup sayang." Naomi terkejut


"Kenapa? Kamu kebelet? Mau pake toiletnya?" Arsen tersenyum lebar dan mengedipkan matanya sebelah


" iya aku kebelet ingin bikin baby gemoy sama kamu." Naomi terbelalak dan  Arsen mengedipkan matanya.


"Di kamar mandi?" Dan Arsen menganguk dan masuk ke dalam sambil menyerang Naomi dengan ciuman di bibirnya.


21+ skip aja ya buat yang belum dewasa dan belum menikah, gak baik buat jantung , entar terbayang bayang lagi. Hehehe


Sambil berpa*utan Naomi terdorong ke dalam dan diangkat nya Naomi lalu dipeluknya sampai menempel ke dinding. Arsen menyalakan air panas Dan dingin supaya air nya menjadi hangat. Air di bathtub sudah siap dan Arsen kembali mendekati Naomi, dibukanya baju melewati kedua tangannya dan dilepaskan celana jeans milik Naomi begitupun miliknya, dia sudah tak menggunakan kain sehelai pun. Ditariknya Naomi ke tempat kucuran air. Disabuni badan Naomi dan badannya lalu menyalakan showernya. Air membasahi badan mereka, aroma wangi menyeruak dan Naomi hanya tersenyum malu di perlakukan demikian.


Arsen tak tinggal diam, melihat badan Naomi basah diguyur dibawah shower, membuat ga*rahnya bertambah.


Diciuminya dengan mesra di balikkan badan Naomi sehingga Naomi membelakangi Arsen, disibakkan rambutnya yang menutupi leher, lalu dike*up mesra bahu, leher dan telinga Naomi yang membuat nafas Naomi terengah. "Aaaaahhhhh." Arsen sangat senang jika Naomi sudah mengeluarkan desahan.


Lalu Arsen elus p*ha Naomi dari belakang dan di re*as pant** sintal milik naomi dengan tangan kanannya dan tangan kiri berada di atas benda kenyal seperti yupi. Lenguhan terdengar lagu dan lagi." Aaaaaaaahhjj Arsen..." Aesen menyentuh lembut daerah sensitif Naomi lalu di baliknya badan Naomi dan kembali di elus sambil me*umat bibir Naomi yang sudah menjadi candu.


Arsen berdiri lalu berbisik " ini baru sebagian prilaku untukmu...setiap hari kau akan mendapatkan sensasi yang beda sayang....aku akan selalu membuatmu pu*s dan akan mengajarkanmu." Naomi menggidikan bahunya "wow...apa lagi yang akan dia lakukan? Seperti ini saja bisa membuatku melayang, apa lagi yang lain." Batin Naomi


Arsen mengangkat satu kaki Naomi dan meng*esek gesek*an pisang tanduk miliknya membuat Naomi mendesah. "Ahh.aaaahhh arsen......please". Arsen sudah paham jika Naomi sudah bilang please itu tandanya dia harus melanjutkannya.


Dibenamkannya pisang itu ke tubuh Naomi dan dengan  mudah badan Naomi diangkat ke atas, Naomi memeluk Arsen dan Arsen meng*oyang goyan*kan pinggulnya mulai dari perlahan, sedang sampai cepat. Namun bibirnya tak tinggal diam...dia k*cup leher dan gigit gigit kecil telinga Naomi.


"Aaaah Arsen .......aaaaahhhhh." Naomi sudah mulai berani mencium leher Arsen, menggigit telinga juga membuat kiss*ark di dada Arsen.


Arsen turunkan badan Naomi dan di balikkan badannya. Dia hembuskan lagi lewat belakang dan men**oyangkan pinggulnya.


Terasa badan Naomi bergetar, tanda Naomi mendapatkan orgasmenya.


Arsen diamkan sebentar supaya Naomi menikmati orga**enya. Dikeluarkan pisang itu lalu diangkatnya badan Naomi ke bathtub dan mereka berendam di sana.


Arsen duduk lalu meminta Naomi duduk di atasnya. "Sayang...waktunya kamu yang bergerak." Naomi paham maksud dari Arsen, dia langsung naik dan mencium pipi, keningnya, dahi dan menggigit telinga juga mencium leher Arsen " kamu sudah mulai pintar sayang." Ucap Arsen membuat Naomi sedikit malu


"Lanjut sayang....jangan malu...kita akan sering seperti ini jadi hilangkan rasa malu itu. " Naomi tersenyum dan melanjutkan aksinya


Dipegang sang pisang tanduk itu lalu di masukkan dengan pelahan dan geleyar geleyar kenikmatan terasa di tubuh keduanya "aaaaaaaaahhhhhh sssssahhhhhhhh" keduanya mendesah kenikmatan, terasa penuh ketika dalam posisi seperti ini.


Naomi perlaham mengg**angkan pinggulnya dan lama kelamaan bertambah kencang, Arsen tak tinggal diam, dia mer**as kedua benda kenyal dan padat seperti yupi itu terkadang melu*atnya, menyedotnya bagai bayi yang kehausan dan satu tangan membantu pergerakan pinggulnya dengan memegang p**ntat Naomi.


Lenguhan kembali terdengar mengisi keheningan kamar mandi "ooooooh.......sayang....ka....mu .......mu..lai..jago...ssssssahhhhhhhhhh." ucap Arsen


"Aaaaaaaaahhhhh Arsen....aaa aku....ma...u ke...luar."


"Bareng sayang.... Aaaahhh."mereka pun akhirnya terkulai sejenak dan menarik napas panjang.


"Makasih sayang..." Arsen mengecup kepala Naomi dengan mesra.


"Sama sama." Mereka bangun dan berdiri di bawah shower lalu memakai sampo dan menggosok gigi. Sebelum memakai handuk Arsen menurunkan badannya sedikit menunduk dan diusapnya perut naomi.


"Sayang.. Cepat tubuh di perut mommy ya....Daddy tunggu kehadiranmu di sini." Arsen mencium perut Naomi dengan lembut dan Naomi begitu terharu dengan sikap Arsen. Tak ada rasa yang paling membahagiakan saat ini selain dicintai dengan tulus oleh suami tercinta.


Jangan lupa baca cerita ay ay yang berjudul "aku, kamu dan dia" kadang Naomi muncul di cerita itu. Bye... thanks