One Night In Singapore

One Night In Singapore
Berikan aku waktu



"Ahahaha..kita menang...kita menang sayang..." Teriak Hanna sambil memeluk Arsen dan Arsen diam saja dipeluk bahkan dia membalas pelukan Hanna


"Yah kita kalah nih aom...tadi aku kesandung gak lihat ada akar pohon di situ...untung aku gak jatuh." Naomi cuma tersenyum " GPP kok...santai aja kali." Naomi melirik Arsen dan Hanna


"Selamat deh buat kalian, ntar malem aku sama gio yang siapin makan malam, kita mau bikin sate Maranggi...mudah mudahan suka ya." Ucap Naomi pura pura tegar padahal di dalam hati dia juga merasa cemburu melihat Arsen dan Hanna berpelukan.


Naomi berjalan di sepanjang pantai melihat ombak dan terkadang memasukkan kaki ke air...gio Sekarang sedang bermain jetski, Arsen masih enggan untuk bermain air atau apapun, rasanya hanya ingin tiduran saja di atas tikar...namun Hanna mengangkat kan kepala arsen tiduran di pahanya. Arsen diam saja sengaja ingin membuat Naomi cemburu.


Cuaca tambah panas, Naomi hendak pergi membeli sebuah topi, Hanna yang melihat ikut beranjak.


"Azura...mau ke mana?" Naomi tersenyum dan menunjuk ke seberang jalan "mau ke sana." Hanna berdiri dan memindahkan kepala Arsen.


"Mau ngapain?"


"Mau beli topi...cuaca mulai panas...pengen beli baju renang juga sih..." Hanna tersenyum dan berkata" aku ikut dong. Eh kamu emang gak bawa bikini? Aku ada. Mau pinjam? Ada yang baru kok. Boleh buat kamu aja." Naomi melihat model bikini itu



"ini bikininya? Emmm... Hanna, makasih sebelumnya...tapi maaf aku gak biasa pake bikini. Maaf ya...ini bagus banget tapi aku gak bisa pake ini. Kamu gak marah kan?" Hanna sedikit kecewa karena Naomi tak mau memakai bikini miliknya. "Kenapa sih? Padahal gak terlalu seksi kok...ini tuh lebih ketutup dibandingkan yang aku pakai loh."


"Lihat..lebih seksi yang aku pakai kan?" Naomi tersenyum..." Badan kamu memang bagus Hanna, apapun yang kamu pakai itu cocok banget. Tapi beda sama aku ... Dan aku gak nyaman kalo pake yang terlalu terbuka."


Arsen melirik Naomi begitupun naomi. Arsen menggeleng gelengkan kepalanya " ja-ngan di-pa-kai....no...no.." Arsen berbicara pelan pelan supaya Hanna gak mendengar ucapan Arsen.


"Maaf Hanna..aku beli aja ya...gak papa kan?" Hanna terpaksa mengalah dengan pilihan Naomi.


"Ya udah deh ... Kalo kamu tetep mau beli, yok aku anter." Arsen terlihat bernafas lega.


Hanna dan Naomi pergi ke seberang jalan dan membeli barang yang dibutuhkan Naomi.


Arsen POV


Untung aja Naomi gak pake bikini itu, kalo pake bisa bahaya...masa tubuh Naomi diumbar umbar sih...aku gak rela semua mata melihat tubuh Naomi.


Hanna lagi, bisa bisa nya dia mau kasih bikini terbuka, memang dia udah biasa terbuka, Hanna dan Naomi itu sangat berbeda. Dia tidak pernah berpakaian seksi... walaupun tidak terbuka dia sudah terlihat seksi apalagi kalo dibuka. AH.....rasanya aku tak akan sanggup kalo dia harus memakai bikini tadi.


Hanna itu model...udah biasa berpakaian terbuka jadi tak heran dan tak aneh buat Hanna. Semua orang juga udah banyak yang lihat.


Arsen POV end


Hanna dan Naomi kembali dengan menenteng paper bag yang berisi pakaian renang nya.  topinya langsung Naomi pakai biar gak kepanasan. 


Hanna dan Naomi hendak menyebrang namun ada sepeda motor berjalan dengan kencang.


Brum Brum brummmmm 


"Aw......" Teriak Hanna dan Naomi berbarengan


"Naomi ..honey...awas." teriak arsen


"Hati hati kalo bawa motor." Teriak Hanna


"Kamu gak papa?"Arsen begitu menghawatirkan Naomi dan mendekat ke Naomi " aku gak papa kok." Jawab naomi


"Sayang...tadi kamu panggil apa?" Arsen tersadar disebelah ada Hanna


"Oh gak...tadi aku ...bilang aom, maksudnya ke Azura dan honey maksudnya ke kamu sayang. Awas...ya awas ada motor." Ucap Arsen tergagap.


"Oh...iya... Tapi kamu terlihat menghawatirkan Azura sayang." Ucap Hanna


"Ya kan aku lihat kamu gak papa, kan ada aku kalo nao...emmm Azura itu kan gio lagi main jetski." Hanna tersenyum " ya udah GPP...aku tahu kok maksud kamu baik. Ayo ke sana." Ajak Hanna


Naomi melangkahkan kakinya dan langsung berlari karena melihat gio baru saja turun dari Jetski.


"Belum...aku pengen ngajak kamu aom..." Naomi memperlihatkan paper bag nya. " Aku beli baju renang jadi biar aku bisa naik jetski." Gio tersenyum senang. "Ok...tapi sini deh aku photo dulu kamu pake topi. Bagus dan cantik. Ayo bergaya."  Naomi mengangkat bahunya " gimana? Gini?" Naomi langsung berpose



"Ow.....selain jadi dokter bedah ternyata kamu cocok jadi model. So.... seksi...emuah." gio mengecup bibir Naomi sekilas dan Naomi gelagapan.


"Gioooo." Naomi melotot kan matanya, " jangan lakukan itu lagi di depan umum, aku gak suka." Gio merasa menyesal karena melihat Naomi marah. "Maaf...habis kamu menggemaskan...aku gak tahan melihatnya...toh cuma sekilas kan?" Ucap gio sendu.


"Iya tapi tidak di depan umum...aku malu..." Gio tersenyum " berarti kalo di belakang dan sembunyi boleh dong?" Tanya gio dan Naomi hanya memutar bola matanya.


"Sudah hentikan...ayo makan siang dulu, trus sholat abis itu main lagi." Ajak Naomi. Tapi di sisi lain ada yang mengeratkan rahangnya. " Kamu kenapa sen?" Arsen terkejut Hanna melihatnya mengeratkan rahangnya." Gak papa aku masih kesal aja sama pengendara motor tadi, kalo terjadi apa apa gimana coba." Namun Hanna terlihat curiga tapi dia coba hempaskan.


"Ya udah ayo..." Gio menggenggam tangan Naomi


"Sen, Hanna kita makan siang dulu yu. Tuh di sana...ada makanan sea food. Enak banget di situ. Yu." Ajak Gio


Mereka duduk di sebuah restoran yang menyajikan berbagai masakan seafood dan yang lain juga seperti steak, spaghetti juga ada.


"Kamu kok tahu banget di sini makanan nya enak enak...udah pernah ke sini?" Tanya Arsen dan gio menatap Naomi " karena habis nembak naomi, kita makan di sini ya sayang. .sama teman temannya yang lain."


"Oh...Adi..Jihan dan Sillia ya.....UPS" Arsen menahan ucapannya.


"Darimana kamu kenal ketiga teman aom? Kalian sudah kenal sebelumnya?" Tanya gio heran


"Oh bukan..bukan gitu ..kita.." belum selesai Arsen berbicara langsung dipotong Naomi.


"Sebenarnya sebelum ini Mr. Miller pernah jadi pasien saya Yo... walaupun cuma sebentar. Dan tadi kita ngobrol dikit jadi beliau tahu nama teman teman ku. Adi juga sempat merawat Mr. Miller." Jawab Naomi tenang dan gio merasa itu masuk akal.


"Memang apa yang terjadi sampai kau jadi pasien?" Tanya gio


"Ya..biasalah...aku memang pria nakal' hahaha...terkadang kena kaca, terkadang kena pisau, gelas dan tembak. Biasa...untuk mendapatkan perhatian dokter cantik. Bukan begitu nona Azura?" Deg...jantung Naomi berdetak kencang.


"Wah ..masa? Kamu gak benar benar jatuh cinta pada pacarku kan?" Arsen tersenyum lebar "kayaknya udah deh...jatuh cinta sejatuh jatuhnya." Ucap Arsen


"Udah sen kamu kok sering bercanda gitu sih?" Ucap Hanna dan gio melirik naomi, dia diam aja...cuek gak bereaksi apapun padahal hatinya dag Dig dug gak karuan.


"Sudahlah Yo...kita sholat dulu trus main lagi, aku pengen naik jetski." Naomi menarik tangan gio dan gio bangkit dari duduknya.


Naomi merasa ini gak benar...Arsen selalu bersikap seperti itu....apa maksudnya sih? Naomi sungguh kesal.


Naomi sudah memakai baju renang nya. Dan menghampiri gio yang sudah siap dengan jetski nya.



"Ay....." Gio melirik ke arah Naomi "kamu udah siap?"  Naomi menganggukkan kepalanya ",ayo naik my little aom...kita bersenang senang. Yuhuuuuu." Gio menarik gas dan berselancar dengan jetski nya. Berputar dan bolak balik. Naomi memeluk gio dari belakang, terkadang berdiri dan memeluk gio.


Jetski berhenti di tengah tengah laut, gio membalikkan badannya menghadap Naomi " sayang..." Naomi tersenyum " kenapa Yo..." Gio cemberut " kamu kenapa sih?" Tanya Naomi. " Panggilan sayang nya mana?" Rajuk gio dan Naomi tersenyum lebar. " Kamu kok jadi manja gini ya?" Kedua tangan Naomi di simpan di bahu gio." Ayang aku mau nya apa?" Gio tersenyum lebar "aku maunya kamu sayang." Gio meraih dagu Naomi dan menatap mata Naomi dengan lembut dan gio mulai memiringkan kepalanya, kecupan ringan mendarat di bibir Naomi dengan lembut.  Mata naimi terbelalak, mau marah gio juga pacarnya, mau menerima tapi yang teringat malah wajah Arsen.


"Honey...my little aom..kapan kamu siap untuk nikah sama aku?" Naomi tersedak ludahnya sendiri. " Uhuk..uhuk...Yo....khem..kamu serius?" Gio mengangguk." Terserah kamu kapan siapnya...namun jangan terlalu lama, aku tak sanggup menahan gejolak ini Naomi." Gio meletakkan tangan kanan Naomi di dadanya.


Naomi bingung tak tahu harus jawab apa. " Berikan aku waktu...ok....kita baru menjalani hubungan ini kurang dari sebulan.." gio mengerti tapi dia memang tak mau berlama lama.


" Kalo kita sudah siap mental dan materi, apalagi usia kita sudah kepala dua kenapa tidak sayang? Biar aku tenang jika kamu sudah menjadi milikku." Naomi meraih kedua pipi gio dengan lembut. " Berikan aku waktu untuk berpikir...ini komitmen seumur hidup...jadi butuh pemikiran yang sangat tenang dan tidak terburu buru.". Gio mengangguk dan mereka berpelukan " makasih" ucap Naomi.


*****"*


See you next chapter


Thanks. Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Bye 🤗😘