One Night In Singapore

One Night In Singapore
Seprei semalam



Pagi telah tiba, alarm sudah berbunyi tanda pukul 4 pagi, Naomi bangun namun dia sempat terkejut melihat seseorang berada di sampingnya melingkar kan tangannya di pinggang tanpa sehelai benangpun.


Mengingat kejadian semalam membuat di merinding dan malu bukan main. Terduduk dia lalu mencari handuk bekas semalam dan memakainya. Ketika berdiri rasa sakit itu terasa begitu ngilu...


"Oh my.....uuuhhh.." terasa perih dan ngilu, Naomi berjalan agak berjinjit dan pelan pelan. Dinyalakan air hangat di bathtub sehingga dapat mengurangi rasa sakit di area bawahnya.


Merasa sudah mendingan dan segar dia keluar menggunakan handuk kembali dan melangkah ke luar. Dicari pakaian santai miliknya dan segera dipakainya. Adzan berkumandang, Naomi membangunkan suaminya.


"Sayang ...bangun yuk ..udah subuh " lenguhan terdengar dari bibir Arsen.


"Sayang ayo bangun... sholat dulu..." Arsen membuka matanya perlahan. _ kamu udah mandi sayang?" Naomi tersenyum " udah dong ...ayo bangun...mau sholat bareng gak? Udah subuh. Kamu jadi imam." Arsen tersenyum manis


"Aduh .kayaknya enggak dulu deh sayang...aku belum tentu bener sholat nya...masih belajar...takut salah...nanti ya .... Bulan depan deh...biar aku belajar lagi sampe bener bener sesuai dengan seharusnya." Naomi tersenyum manis " ya udah GPP..aku sholat duluan ya." Arsen mengangguk dan pergi ke kamar mandi tanpa memakai apapun.


"Arsennnn....ih..." Naomi menutup matanya sambil memalingkan wajahnya. " Kenapa?" Mengintip dari balik pintu kamar mandi.


"Awas ya jangan biasain jalan jalan di kamar gak pake baju." Terdengar tawa Arsen " kenapa? Kamu tuh harus mulai terbiasa dari sekarang sayang."


Naomi terkejut dengan ucapan Arsen." Oh tidak ... Mata suciku....kau sudah menodainya Arsen."


"Ahahaha. . ...ada ada aja...kamu akan terbiasa nanti sayang."


"Udah jangan ngomong terus, mandi sana, aku mau sholat jadi terganggu. aish.... Sejak kapan dia jadi mesum begini....apa dia mesum juga sama Hanna...AHhh apaan sih jadi mikirin itu. Sholat..sholat Naomi...sholat..." Naomi langsung melaksanakan kewajiban nya.


Tak lama Naomi duduk di ranjang sambil membaca novel kesukaannya, dia tertawa sendiri karena Naomi saat ini sedang membaca cerita yang bergenre romantis komedi, Arsen keluar dari kamar mandi menggunakan handuknya sebatas pinggang dan satu handuk mengeringkan rambutnya.


Naomi melihat Arsen keluar dan tatapannya langsung ke badan Arsen dan seketika teringat apa yang terjadi semalam, dia langsung bangkit dari ranjangnya mengingat seprei bekas semalam ada bercak darahnya.


Naomi bangun langsung membereskan selimutnya, lalu menarik seprei nya. Arsen melihat Naomi begitu terburu buru membuat Arsen bingung


"Kenapa sayang?" Naomi tersenyum kaku. "I...i..itu.... seprei nya.." Arsen mengerti maksud dari Naomi.


"Oh ...simpan aja di situ biar nanti aku telpon cleaning servis buat ganti sepreinya."


Setelah sholat Arsen meminta cs untuk datang mengganti seprei juga sarapannya. Tak lama CS datang dengan berbagai alat kebersihan juga seprei baru dan selimut baru.


Selimutnya dia ambil lalu diganti  begitupun sepreinya.


"Ini....sepreinya gimana?" Naomi agakqqq malu juga sebenarnya dan Arsen malah cengar cengir.


Petugas CS itu pun tersenyum. "Untuk sepreinya nyonya bisa ambil untuk sebagai kenang kenangan khusus untuk guest yang memesan paket kamar pengantin." Naomi benar benar merasakan Malu.


"Makasih..." Arsen pun malah tertawa walau pun dia tahan dengan sekuat tenaga. Setelah petugas itu pergi arsenpun tertawa puas.


"Ahahahah. ...sayang...kamu malu ya..." Naomi mendelik tajam " hentikan Arsen...itu sangat memalukan..." Arsen memeluk Naomi dari belakang " udah gak usah malu dong justru  harus bangga...kamu itu masih perawan sampai kamu halal dan memberikannya hanya untuk suamimu. Makasih ya sayang. Cup...i love you.." Arsen berkata dengan lembut dan mesra membuat Naomi merasa lebih baik.


"Oh ya .. untuk honeymoon, kita mau kemana nih?" Masih memeluk Naomi


"Singapore?" Keduanya berkata berbarengan lalu mereka tertawa bersama.


"Semalem aku udah bilang sama andre kok, biar pesawat nya disiapin. Kita ke sana pake pesawat aku aja ya..biar gak ribet kalo mau ke mana mana. jam 10 kita berangkat ya.. kita packing dulu sambil nunggu sarapan datang." Naomi tersenyum bahagia.


"Terserah kamu sayang...aku sih bisa cuti seminggu, biar Andre yang urusin urusan kantor. Nah yang jadi masalah kamu..Rabu udah masuk kerja . Gimana? Bisa gak sampe Jumat jadi masuk Senin?"


"Aku mau sih, tapi gimana ya?"


"Mau aku yang bilang ke Dirut RS ?"


"Emang bisa?"


"Ya bisa lah, aku tinggal bilang kalo gak dikasih tambahan cuti, kita gak akan pasok lagi obat obatan ke sana, gimana?" Naomi melotot kan matanya


"Gak..gak boleh gitu..kamu ini ah.."


"kalo gitu kita todong pake pistol gimana?" Arsen memicingkan matanya


"Ah becanda kamu gak lucu." Naomi tertawa begitu pun dengan Arsen


"Ya kali harus gitu sayang... cups." Naomi membelalakkan matanya


" Cium Mulu deh..." Arsen langsung memeluk Naomi dan menunjuk setiap bagian tubuh naomi


"GPP...ini milik aku, ini milik aku...semuanya milik aku. You are mine..naomi"  Naomi benar benar dibuat tak bisa bicara dengan perilaku Arsen...sungguh manis.


"Iya ..aku milikmu dan kamu juga milikku ..ingat ..gak ada orang lain selain aku."


"Aku tahu sayang.. only you...my love my darling, my angel." Naomi tersenyum manis dan mengecup pipi Arsen. " Thanks emmmmuah." Arsen menatap Naomi dengan lembut.


"Apa...jangan liat aku kayak gitu sen..." Arsen tersenyum lebar "kamu yang pancing aku sayang." Arsen menggelitik Naomi dan Naomi tertawa terus akibat dikelitik Arsen sampai nafas mereka ngos ngosan.


"Ahahaha...udah..udah..arsen udah...aku capek.." tatapan mereka bertemu. " Sayang...naik yu ke sana?" Naomi melirik ranjang yang sudah rapi tadi. " No..no...kita akan kesiangan...kita belum sarapan dan packing belum selesai... " Arsen melihat jam baru pukul 5:45 masih ada waktu 45 menit lagi.


"Masih ada waktu sampe sarapan datang..satu ronde saja...ya..ya..ya..." Sungguh membuat rona merah di wajah Naomi.


"Kan semalam udah sayang..." Arsen cemberut. " Tapi dia udah bangun sayang...please cuma sekali aja...ya..ya..ya.." Arsen merajuk dan Naomi tak bisa menolak nya lalu mengangguk dengan malu.


"Yes..." Arsen lalu menggendong Naomi ke atas ranjang yang sudah tertata rapi, namun pasti akan terkoyak lagi akibat penyatuan mereka.


Sudah 30 menit mereka melakukan penyatuan dan mereka harus secepatnya berlari ke kamar mandi dan bersiap siap karena petugas pengantar sarapan akan datang 15 menit lagi.


"Tuh kan 15 menit lagi...kita harus cepat mandinya." Arsen tersenyum lebar dan mengecup mesra kening Naomi "kita kan tadi udah mandi..rambut juga udah dikeramas..tinggal niat mandi wajib aja trus pake sabun udah selesai...ayo kita mandi." Naomi digendong oleh Arsen..


"Aaaaa...Arsen turunin ih...kalo mandi bareng nanti gak selesai selesai dong." Arsen menyipitkan matanya " emang kamu mau lagi?"


" Enak aja...ya gak lah...nanti petugas bentar lagi dateng." Arsen mengangkat bahunya " ya udah biar cepat, kita mandi bareng, toh aku gak akan melahap llmu sekarang, masih ada waktu di Singapore. Hehehe." Arsen mengedipkan matanya sebelah.


Mereka mandi dengan cepat dan Naomi buru buru memakai baju takut sang pengantar sarapan keburu datang dan benar saja tak lama terdengar ketukan.


Naomi membukakan pintu dan masuklah petugas itu dengan mendorong sebuah troli , begitu banyak makanan di sana. Lalu di tatanya makanan itu di atas meja. Setelah selesai dia pun pamit undur diri.


Kami makan makanan dengan lahap karena semalam kami tidak makan saat acara resepsi berlangsung, apalagi setelah mengeluarkan banyak tenaga semalam, sungguh memerlukan asupan makanan yang bergizi.