
Sungguh Arsen bingung...apa yang harus dia lakukan, keputusan yang tidak menyakiti siapapun...namun itu tak mungkin. Pasti akan ada yang tersakiti, baik itu dirinya atau kedua wanita yang telah mengisi hatinya.
Hanna
Hanna tak mau pergi dari ruangan Arsen sama sekali, dia tetap mau menjaga Arsen selama di RS, Andre yang melihat mereka berdua terdiam dengan pikiran nya masing masing memilih masuk ke ruangan Arsen.
"Gimana keadaan mu Sekarang bro?" Tanya Andre dan Arsen pun tersentak dari lamunannya.
"Oh.... hi Dre. Gue udah lumayan lebih baik kok. Emmm Lo liat Naomi gak? Dia gak balik balik semenjak abis makan." Andre mulai mendekat dan berbisik.
"Naomi udah pulang. Tadi dia liat Lo lagi dipeluk Hanna, jadi gak masuk ke sini. Gue liat dia sedih sen, tapi dia akan siap menerima apapun keputusan Lo. Gitu katanya." Arsen kaget jika Naomi tadi melihat nya dipeluk Hanna. Arsen takut Hanna salah paham.
"Kok jadi gini sih Dre, dia bilang gak kapan dia bakal balik ke RS?" Wajah Arsen sendu, sama sekali tidak senang.
",Dia gak bakal balik ke RS dulu, dia mau pulang ke rumah mommy nya. Dia udah cuti Senin Selasa."
"Trus dia ninggalin gue gitu aja?" Arsen terlihat kecewa
"Bukan gitu, dia juga butuh sendiri sen, dia sedih dan butuh ketenangan. Lagipula dia emang udah cuti sebelumnya kan?"
"Dia mau Lo ngambil keputusan yang terbaik, dia juga mau memberikan kesempatan buat Hanna, karena dia bilang lihat kerinduan di mata Lo buat Hanna." Lanjut Andre
" Menurut Lo gue harus gimana Dre?" Berharap ada secercah cahaya yang terang untuk masalah ini.
"Jawaban nya ada di diri Lo sendiri sen...yang pasti ikuti kata hati Lo." Jawab Andre
Arsen berpikir dan terus berpikir keputusan apa yang harus diambil, sambil menatap Hanna yang sedang mengupaskan apel untuk Arsen.
"Di makan sen apelnya." Arsen hanya mengangguk
"Hanna tidak bersalah dan dia mencintai ku tulus sampai sekarang masih mencintaiku, bahkan dia sudah direnggut kesuciannya pun masih bertahan memilih mencintai ku, padahal dia bisa menikah dengan James. Dia sudah menjalani kehidupan pahit selama 2,5 th. sedang-kan Naomi, kita baru berhubungan beberapa bulan jadi dia pasti bisa dengan cepat melupakan aku. Aku harus berusaha mencintai kembali Hanna. Mungkin ini yang terbaik" Batin Arsen
***
"Assalamualaikum. Mommy...i am home....yuhuuuu" teriak Naomi
Mommy Vina Wijaya
"My sweet heart...aduh mommy kangen." Mommy peluk Naomi sangat erat.
"Otōsan wa koko ni imasu" turun seorang laki laki paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan
*Daddy di sini sayang
Daddy Akimoto Azura
"Otōsan hontōni sabishī" Naomi berlari memeluk sang ayah
*Daddy aku kangen banget.
"Otōsan mo anata ga inakute sabishīdesu" mengeratkan pelukannya
*Daddy juga kangen
"Tsukareta?" Naomi menganggukkan kepalanya
*Kamu capek?
"Sukoshi yasumu"
*Istirahatlah
"Jōzu, Ashita wa kendō wa i otōsan o renshū shimasu." Naomi masuk ke kamar miliknya menyimpan koper lalu kembali kehadapan orang tuanya. Ada yang dia lupakan. Sebuah kecupan sebelum tidur.
*Baik. Besok kita latihan kendo ya ayah.
"Hai, bosu." Naomi tersenyum mendengar tanggapan ayahnya.
*Siap bos
"Watashi wa saisho ni kyūkei shimasu, chichi, haha" Naomi mengecup pipi mommy dan Daddy nya dan kembali ke pintu kamar dan masuk sampai tak terlihat lagi sosok Naomi.
*Aku istirahat dulu ya ayah bunda.
"Ok." Jawab Daddy dan mommy nya
******
tunggu kelanjutannya ya. thanks