Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Pertemuan yang Tidak Diharapkan



Aline bergegas turun ke bawah melihat vazo yang sedang menunggunya di ruang tamu. Dia melihat tubuh vazo yang sedang duduk. Kenzo mengikuti Aline dari belakang bersama nik inem yang juga bergegas kembali ke dapur.


"Vazo,"mendengar panggilan Aline membuat vazo menoleh dan tersenyum saat Aline juga tersenyum menyambut kehadiran nya.


Namun, senyum vazo mendadak lenyap saat melihat seorang lelaki tampan berjalan di belakang Aline.


"Siapa dia?"tanya vazo dengan nada tidak suka. Apalagi dia melihat lelaki itu juga baru saja turun dari lantai di atas. Bukankah di sana hanya ada kamar Aline dan sang kakak. Kenapa lelaki itu sama-sama turun dengan Aline. Vazo menjadi berpikiran yang macam-macam. Apakah yang baru saja dilihatnya tadi benar adanya. Dia tidak sengaja melihat Aline dibonceng oleh seseorang.


"Oh, dia anak dari Tante monita, dia kesini karena..kami belajar bersama. Aku diminta untuk mengajarinya matematika,"jelas Aline.


"Oh, begitu, lalu kenapa dia turun dari lantai atas. Bukankah di sana hanya ada kamar kamu dan Aldo?"tanya vazo masih dengan penuh selidik.


Kenzo mulai merasa tidak nyaman dengan cara bertanya vazo kepada Aline tentang nya. Kenapa lelaki yang sedang berdiri di hadapannya ini begitu tampak sok mengatur hidup seseorang. Siapa dia bagi Aline? Apa hubungan mereka?


"Oh, itu kami...kami..."


"Kamu siapa nya Aline?"tanya Kenzo kali ini. Hal ini membuat Aline terkejut bagaimana cara Kenzo bertanya kepada vazo. Vazo menatap Kenzo dengan tatapan tidak suka.


"Aku pacarnya Aline,"jawab vazo dengan angkuhnya. Kenzo hanya ber oh saja mendengar jawaban vazo. Dia tidak menyangka Aline memilih lelaki seperti ini untuk menjadi kekasihnya.


Seleranya benar-benar payah, batin Kenzo.


"Jadi kamu hanya murid Aline, ya,"ucap vazo dengan nada sedikit mengejek. Hal ini membuat Kenzo tampak tidak suka.


"Kalau cemburu bilang saja tidak perlu menyindir,"balas Kenzo dengan senyuman membalas mengejek. Dan perbuatan Kenzo sukses besar membuat vazo merasa kesal.


"Aline, jangan dekat dengan dia,"ucap vazo sambil menarik tangan Aline yang sakit membuat Aline mengaduh menahan rasa sakit.


"Akh...."ringis Aline sambil menahan rasa sakit akibat tidak siap akan sikap vazo barusan.


"Aline..."Kenzo memegang lengan Aline dan mendorong tubuh vazo agar menjauh dari diri Aline.


"Kamu jadi cowok kasar juga, ya,"ucap Kenzo dengan nada dinginnya. Merasa tidak terima dengan ucapan Kenzo membuat vazo mendekati Aline dan mendorong balik tubuh Kenzo.


"Kamu minggir anak kecil. Dia ini kekasihku,"ucap vazo tidak mau kalah.


Kenzo pun langsung memukul wajah vazo karena dia tidak suka dikatakan sebagai anak kecil oleh vazo.


"Astaga, Kenzo!"Aline terpekik kaget melihat reaksi Kenzo. Sedangkan vazo yang bibirnya berdarah akibat pukulan Kenzo tidak terima. Dia berdiri dan hendak memukul Kenzo namun Aline berdiri di tengah-tengah mereka berusaha menghadang.


"Cukup! Hentikan!"


Kenzo bergerak cepat kali ini. Dia balik memeluk tubuh Aline sehingga pukulan vazo hanya mengenai tubuh Kenzo.


"Akh...."Kenzo tampak menahan sakit. Namun, dia tetap memeluk Aline dengan kuat dan tidak melepaskannya.


Vazo pun tidak menyangka pukulannya benar-benar mengenai Kenzo. Padahal dia tadi hendak menghentikan gerakannya saat tahu bahwa Aline menghadangnya.


"Non, ada apa?"beberapa pelayan datang karena mendengar suara ribut-ribut.


Kenzo dan Vazo pun hanya diam saling bertatapan dengan wajah menyiratkan ketidaksukaan.


"Vazo, kamu pulanglah dulu, aku mau istirahat,"ucap Aline menyelesaikan pertemuan hari ini. Dia benar-benar tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.


"Kamu menyuruh aku pergi hanya demi anak ingusan ini, ya?"tukas vazo dengan senyum getir. Rasanya dia tahu sekarang kalau Aline memang ada rasa dengan lelaki muda itu. Bahkan sekarang di depan orang lain, dia lebih memilih menyuruh dia pergi daripada anak ingusan itu.


"Bukan seperti itu, kamu ini kenapa sih, zo, datang kesini marah-marah, buat perkara, lalu sekarang kamu pikir aku yang tidak-tidak. Mau kamu apa sih, zo?"Aline tidak habis pikir dengan jalan pikiran pacarnya tersebut.


"Oke, kamu bertanya mauku apa kan? Jelas kamu ada hubungan dengan dia kan? Pantas saja kamu sekarang sudah tidak peduli denganku lagi. Karena kamu lebih mentingin dia bukan?"tukas vazo tidak mau kalah membuat Aline menjadi bingung kemana arah pembicaraan vazo.


"Kenapa jadi aku yang salah? Kamu yang selama ini tidak pernah bisa di ajak jalan,"balas Aline balik kepada vazo.


"Ok kalau kamu sendiri saja tidak tahu salahmu apa. Lebih baik sekarang kita putus,"ucap vazo dan berlalu dari rumah Aline seketika tanpa menoleh kembali saat Aline memanggil-manggil namanya.


Kenzo hanya diam saja melihat apa yang baru saja terjadi barusan. Dia melihat Aline tampak kacau saat dia baru saja diputuskan oleh kekasihnya bernama vazo itu.


Beberapa pembantu melihat ke arah Kenzo. Dan Kenzo memberikan kode agar meninggalkan mereka berdua saja di sana. Kenzo duduk di samping Aline di sofa panjang miliknya. Dia melihat Aline tampak frustasi sambil memegang lengannya yang tadi terasa sakit saat di tarik oleh vazo.


"Lenganmu masih sakit?"tanya Kenzo dengan lembut. Aline menoleh ke arah Kenzo. Dia baru sadar kalau masih ada Kenzo di sana.


"Oh, maaf, aku tidak memperhatikan mu. Tidak apa-apa,"jawab Aline menghibur Kenzo.


"Maaf telah membuatmu dan pacarmu bertengkar,"kata Kenzo dengan nada menyesal.


"Tidak apa-apa. Hanya sebuah salah paham." Aline melihat ke arah Kenzo. "Kamu tadi kena pukul vazo, kan. Apa ada yang sakit?"tanya Aline sambil memperhatikan Kenzo.


"Tidak apa, aku akan pulang sekarang kalau kamu tidak apa-apa."


"Kamu yakin, Kenzo, kamu baik-baik saja?"tanya Aline kembali.


"Kamu tenang saja, aku sudah terbiasa berkelahi dan kena pukul bukan sekali ini saja,"jawab Kenzo.


***


Iklan Author


Setelah membaca, tinggalkan like dan kirim komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Terimakasih 😁