Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Sekretaris Baru



Sisil mematut dirinya di depan cermin riasnya. Pagi ini dia telah berdandan rapi dan juga cantik untuk pergi ke kantor sang pujaan hatinya. Lelaki yang selama ini mencukupi kehidupannya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Meskipun untuk kemewahan itu semua tidak ada yang gratis. Dia harus rela menjadi wanita penghangat ranjangnya. Sisil adalah wanita yang menggunakan segala cara untuk meraih ambisinya selama ini. Hidupnya yang pernah bergelimang harta lalu jatuh ke dalam kemiskinan dan tidak mampu bangkit kembali membuatnya gelap mata. Bahkan sahabat baiknya pun tega dia tipu hanya untuk memuaskan hasratnya.


Sisil menatap puas ke arah cermin. Kecantikan, hidup mewah dan pekerjaan yang keren sudah dia peroleh. Belum lagi kekasih yang tampan dan juga royal seperti Vazo. Yang selama ini mencukupi kebutuhan hidupnya. Tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


"Siapa juga yang akan menolak pesonaku ini. Vazo saja bahkan sampai tergila-gila setiap malam bercinta denganku,"ujar Sisil sambil tersenyum puas mematut dirinya di depan cermin.


"Abaikan saja orang-orang yang sirik dengan posisimu kali ini. Kamu sudah mendapatkan ATM berjalan yang bisa kapan saja dikuras hartanya. Kenapa juga aku harus memikirkan ucapan orang lain yang tidak penting,"ucapnya kepada dirinya sendiri. Meskipun Sisil selama ini cuek dengan gosip tentang posisinya yang bisa dengan mudah menduduki jabatan sebagai sekretaris pribadi pimpinan. Dia tidak ambil pusing.


"Selama aku selalu memuaskan Vazo. Maka semua kemewahan ini takkan pernah sirna dari hidupku,"ujarnya lagi dengan bangga karena merasa telah bisa menaklukkan seorang pewaris keluarga Aldriansyah.


"Itulah kecerdasan yang selalu kubanggakan dari dirimu, Sisil,"ucapnya pada dirinya sendiri.


"Kamu mampu bertahan hidup dengan kelicikan otak yang kamu miliki. Bahkan kamu mampu membalaskan sakit hatimu kepada si centil Aline. Biar cewek manja dan sok cantik itu tahu siapa yang lebih memuaskan diantara dia dan juga diriku,"lanjutnya dengan seringai liciknya.


......................


"Selamat ya, sayang,"ucap Kenzo saat kini mereka tinggal berdua saja di sebuah restoran milik bunda Aline. Keduanya sedang berada di sana setelah acara wisuda selesai.


Rencananya nanti malam keluarga bunda Aline akan mengadakan acara syukuran kelulusan Aline menyandang gelar sarjana. Mereka akan mengadakan acara sederhana saja karena Aline tidak mau acaranya diadakan secara mewah. Dia ingin merayakannya bersama orang-orang terdekat saja.


"Terimakasih banyak,"sahut Aline dengan tersenyum manis.


"Jadi bagaimana, apakah kamu sudah siap?"tanya Kenzo dengan raut wajah serius menatap wajah cantik sang kekasih. Mendengar ucapan Kenzo barusan membuat Aline menjadi gugup. Dia tidak tahu apa maksud ucapan dari kekasihnya tersebut.


Kenzo yang melihat wajah tegang Aline malah sengaja menggoda kekasihnya itu.


"Apakah kamu benar-benar tidak mengerti maksud perkataan ku barusan?"tanya Kenzo sambil menarik turunkan alisnya menggoda.


"Kamu ini apaan sih? Aku benar-benar tidak tahu apa maksud perkataan mu barusan,"ujar Aline dengan menatap wajah Kenzo serius.


Kenzo berusaha menahan tawanya melihat wajah sang kekasih yang mulai merajuk dihadapannya.


"Kamu ini ya, begitu saja sudah ngambek,"ujar Kenzo sambil menahan tawanya.


"Ich, dasar kamu nakal ya,"ucap Aline dengan mencubit pelan pinggang Kenzo.


"Aaaarrkkkhh! sakit sayang!"pekik Kenzo menahan tangan Aline yang sedang menyerang dirinya.


Kenzo masih saja tertawa melihat tingkah Aline yang menggemaskan tersebut. Dia senang sekali menggoda kekasihnya itu.


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...